22 Desember 2008

Toyota Corolla : Elegan Sejak Dulu

Corolla Majalah MotorEsensinya memang sebagai mobil yang nyaman.

Arti nama 'Corolla' sendiri adalah berarti dudukan kelopak bunga. Bisa juga, menurut referensi pihak Toyota Motor Corporation bahwa Corolla berarti sebuah mahkota kecil. Dari sini saja bisa dikebet kalau sejak mula mobil ini memang dikonsepkan punya desain yang berunsurkan aura elegan. Dan bisa jadi pemilik mahkota kecil jamaknya adalah seorang pangeran atau puteri, berkarakter bangsawan tapi tetap punya karakter muda yang dinamis.

Bisa ditebak bahwa di era '70-an maupun '80-an yang namanya Toyota Corolla memang lebih punya greget dalam soal kenyamanan daripada mobil-mobil sekelasnya waktu itu sekalipun. Warisan itu masih bisa terasakan secara gamblang pada generasi terkini Corolla, macam Altis versi 2008 yang dari tampilannya saja memang lebih pekat aura elegannya. Tak heran juga hingga muncul nick name, sebagai 'Baby Camry'. Tapi bagaimana sebenarnya 'sinergi' sejak dulu hingga kini? Kami coba peruntungan untuk menguji keduanya.

COROLLA 1975

Spek gerak roda belakang pada Corolla versi tahun 1975 kontan tunjukkan kalau mobil ini memang asyik buat diajak cruising. Melaju lambat, cepat, jarak dekat maupun jarak jauh jelas janjikan kenikmatan lebih dalam berkendara. Karena meski sudah berusia 33 tahun, mobil ini memang'tenang'.

Tapi wajib juga buat mengajaknya buat bermanuver tajam dan sedikit agresif. Meski perlu ekstra hati-hati, sedan bermesin 1.2 Iter ini memang ulet buat gerakan-gerakan agresif kendati mudah muncul gejala oversteer. Struktur kaki-kaki yang ortodoks juga membuat tangan harus sering melakukan counter atas posisi mobil. Ini memang sedikit menyulitkan buat driver era milenium yang terbiasa sama mobil Jepang ber-sistem gerak roda depan dan peranti suspensinya berunsur elektronik.

Akselerasi mesin berdaya 68 dk (6.000 rpm) ini memang jadi tak responsif. Sebab bobot mobil ini memang terbilang berat buat era sedan menengah masa itu, 864 kg. Komposisinya bodinya juga termasuk bongsor; panjang 3.995 mm, lebar 1.570 mm dan tinggi 1.374 mm.

Untung desain kabin mobil ini memang lapang. Kontur dasbor serta posisi setir tak banyak memaksa tubuh untuk membungkuk. Joknya tebal, posisi duduk lebih sejajar garis dasbor. Begitu pula buat pengisi jok belakang, kaki tak perlu menekuk dalam walau dengkul tertempel ke punggung jok depan. Walaupun memang desain kaca mobil ini tak senyaman kompetitornya, Civic. Pilar A-nya banyak mengganggu mata saat harus memantau posisi sisi kiri pangkal bonnet.

Thanks to Wahyu Rokhman

COROLLA ALTIS 1.8 V 2008

Aura kemewahan adalah unsur vital pada Corolla generasi ke-10. Bukan semata karena ini adalah 'Baby Camry', tapi memang ini sedan kelas menengah ternyaman di kelasnya. Desainnya memang bukan model change dari generasi sebelumnya, namun memang sudah terbilang major change. Salah satunya lewat kontur bonnet yang terinspirasi wajah singa.Tipikal garis rounded kini men]adi lebih bernuansa tarikan garis tegas.

Begitu pula sama atmosfir kabinnya. Apilaksi spek Euro 3 lewat aplikasi material berkadar VOC (Volatile Organic Compounds) jauh lebih rendah dari generasi sebelumnya. Hasilnya bau plastik khas mobil baru tak lagi menyengat. Lebih nyaman lagi karena detail di panel indikator, setir, dasbor maupun center facia 'lembut' di mata. Plus nilai ergonomis yang baik. Sejurus kemudian, dibandingkan mobil sekelasnya posisi duduk di jok depan maupun belakang juga nyaman punya. Terlebih jok depan dapat diatur posisinya secara detail lewat tombol-tombol elektrikYang di jok belakang juga bisa sedikit berselonjor karena jarak antar jok depan-belakang. Belum lagi nilai utilitas pada kabin yang tinggi atas keberadaan multi use storages sebanyak 14 titik.

Semburan daya dari mesin IZZ-FEWT-i dengan kelengkapan Intelligent Drive by Wire dengan ETCS-I (ElectronicThrotlle Control System-intelligent) bisa semburkan daya puncak 120 dk (5.600 rpm). Makin asyik kalau dibesut dengan opsi 'manual' lewat mode Sport. Spek 4 percepatannya termasuk responsif kendati tak terlalu galak.Tapi kalau mau santai silakan hidupkan Cruise Control System.

LEGENDA COROLLA

Di Indonesia, Corolla dikenalkan pertama kali pada 1972 (generasi ke-2). Menyusul generasi ke-3 (1975), ke-4 (Corolla DX) pada 1980. Disusul generasi ke-5 (Corolla SE) pada 1984, ke-6 (Twin Cam) pada 1988 dan Great (generasi ke-7) pada 1992. Selanjutnya pada 1996 generasi ke-8 dilanjutkan Altis (generasi ke-9) pada 2001.

Tuning Guide
VERSI LAMA BOLEH SPORTY!

Telah disediakan paket aksesori tambahan untuk head lamp, grill, mufller cutter serta fog lamp (tipe V). Namun jika sudah puas dengan tampilan standarnya,bisa cukup dengan ganti velg saja. Paduan pasnyayang paling maksimal tanpa utak-atik struktur kaki-kaki adalah 19x7,5 inci maupun 19x8 inci dengan offset 45 mm dan PCD 5/100. Ban pilih 215/35-225/35. Jujur saja.Altis lebih pas jika berimbuhan elegan tulen. Tapi menilik PCD-nya, cukup sulit mencari velgnya. Jangankan mencari model, ketersediaannya saja belum tentu ada stok.

Kalau yang versi 1975, lebih konservatif. Yang afdal sih pilih velg baru yang sporty seperti velg ring is, pasangan bannya 185/60,195/50 atau, 195/55. Tapi jangan lupakan sebelumnya mesti revital-isasi dulu kekuatan kaki-kakinya agar tetap kokoh menggendong beban lebih berat di usia tuanya.

Sumber : Majalah Motor



Related Posts


0 comments: