Tampilkan postingan dengan label Hilux. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hilux. Tampilkan semua postingan

22 November 2017

Brosur & Harga Hilux 2017

Brosur, Harga dan Spesifikasi Hilux :

NB: Klik untuk memperbesar gambar brosur

* Untuk harga Toyota Hilux terkini silahkan klik menu harga Toyota di atas.
* Untuk peningkatan mutu dan penyesuaian dengan perkembangan teknologi,
PT Toyota-Astra Motor sewaktu-waktu dapat mengubah spesifikasi, perlengkapan standar atau data lain dalam spesifikasi ini. Silahkan hubungi Saya untuk keterangan lebih lanjut.


Baca Selengkapnya ...

29 Juli 2009

Hilux "Aman" Tipe G yang Baru dari Toyota

Dengan makin besarnya permintaan di segmen pick-up double cabin, PT Toyota Astra Motor (TAM) selaku pimpinan pasar otomotif nasional tidak mau ketinggalan. Setelah melepas Kijang Innova terbaru, di waktu yang bersamaan, agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil Toyota ini juga meluncurkan Hilux tipe G.

Sebelumnya, TAM mulai memasarkan Hilux hanya dengan satu varian, yakni E Grade (single cab) pada awal 2007. Selang dua tahun (awal tahun 2009), baru kemudian ATPM ini menambah variannya dengan double cab.

Nah, Hilux Tipe G yang diluncurkan hari ini merupakan facelift yang lebih ditekankan pada unsur keamanan, seperti penambahan dual SRS airbag dan rem ABS.

“Dengan berjalannya waktu, pasar fleet (pertambangan) yang merupakan segmen terbesar produk ini menginginkan adanya fitur tambahan, khususnya di pengamanan. Makanya, kami memasukkan produk ini,” papar Direktur Pemasaran TAM Joko Trisanyoto dalam peluncuran Hilux Tipe G di IIMS, Selasa (28/7).

Selain tambahan fitur keamanan, Hilux Tipe G juga memiliki perubahan interior, antara lain, analog combination speedometer dilengkapi optitron, audio 2 DIN, single CD dengan enam speaker, 4-spoke steering wheel, dan aksen silver pada dasbor dalam. Untuk eksterior, varian teranyar ini dilengkapi dengan lampu kabut dengan bingkai krom dan bed liner untuk menghindari lecet yang biasa terjadi saat mengangkut barang.

Selain itu, untuk meningkatkan pengamanan, produk ini telah dilengkapi dengan wireless door lock dan immobilizer. Produk ini tetap ditawarkan dalam tujuh warna pilihan, yakni white, silver metallic, beige metallic, dark green metallic, black mida, med grey metallic, dan blue metallic.

Hilux Tipe G dibanderol dengan harga Rp 313,3 juta per unit (on the road Jakarta) atau lebih mahal ketimbang sang ‘kakak’, Tipe E, seharga Rp 294 juta per unit.

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ...

05 Juni 2009

Toyota Segera Luncurkan Hilux Baru

Sama halnya dengan Camry yang tertangkap tangan sedang melakukan uji tipe untuk produk terbarunya.

Produk Toyota lain yakni Hilux ternyata juga ketahuan sedang dipersiapkan untuk dirilis ke pasar otomotif tanah air. Toyota terakhir meluncurkan Hilux double cabin pada akhir Januari 2009 lalu.

Varian baru double cabin Toyota ini, sejak pertengahan bulan Mei ini diketahui sedang melakukan uji tipe untuk varian terbaru.


Karena bila saat ini Hilux hanya tersedia dalam satu tipe saja yaitu E, beberapa bulan yang akan datang dipastikan akan ada tipe Hilux lainnya yakni Hilux tipe G.

Dan ketika hal itu dikonfirmasi ke GM Marketing Planing Custumer Relation Division PT Toyota-Astra Motor, Widyawati Soedigdo, ternyata Widyawati pun langsung membenarkan informasi tersebut.

"Selain Camry, kami memang sedang mempersiapkan Hilux terbaru," ungkapnya kepada detikOto.

Namun berbeda dengan saudaranya itu, Hilux terbaru nanti bukanlah varian minor change, namun benar-benar merupakan tipe baru dari kendaraan segala medan ini.

"Hilux terbaru ini bukanlah varian minor change, tapi merupakan varian yang baru dari Hilux," ucap Widyawati.

Perbedaan mencolok antara Hilux tipe E yang sekarang ada di pasaran dengan Hilux tipe G yang nanti akan keluar menurut wanita yang biasa disapa Wiwid ini ada diperangkat keamanannya.

Karena Hilux tipe G terbaru ini dipastikan akan dilengkapi perangkat Airbag sebagai tambahannya.

"Itu merupakan respons kami terhadap permintaan pasar yang memang banyak menginginkan hal itu," ujarnya.

Untuk waktu peluncurannya, Wiwid pun sedikit memberi gambaran. Karena bila aplikasi uji tipe telah masuk pada bulan Maret, berarti uji ini kira-kira akan selesai dalam waktu tiga bulan.

Nah setelah itu, ada waktu satu sampai dua bulan lagi yang dibutuhkan untuk mengurus masalah Bea Balik Nama atau BBN. Baru setelah itu produk bisa dipasarkan.

Bila menghitung dari gambaran tadi, berarti Hilux ini kemungkinan akan keluar di sekitar bulan September atau Oktober 2009 mendatang.

"Kemungkinan ada di semester dua nanti," ungkap Wiwid.

Sumber : Detik Oto

Baca Selengkapnya ...

07 Maret 2009

Babak Awal Perebutan Kekuasaan

Melihat brand image dan harga jualnya, Hilux 3.0L jelas akan menjadi momok yang cukup menakutkan bagi kompetitornya. Pembenahan yang diterapkan pada Triton, membuatnya laik untuk merambah medan onroad dan offroad.

Kini Penampilan D-Cab tak lagi terlihat konservatif. Coba aja perhatikan perkembangannya. Tren desain D-Cab sudah bergeser ke arah yang lebih bergaya metropolis. Habitat awalnya, D-Cab berada di daerah perkebunan dan pertambangan, kini D-Cab mulai merambah perkotaan. Namun semua itu tak diharamkan. Melihat kondisi cuaca yang mulai tak menentu, kami rasa cukup bijak bila Anda menggunakan D-Cab sebagai kendaraan harian.

Dengan posturnya yang tinggi-besar, Anda tak perlu ragu untuk menginjak genangan air yang banyak terdapat di jalan raya ibukota. Teknologi sistem injeksi bahan bakarnya commonrail, mampu meningkatkan performa mesin, menghasilkan suara mesin yang relatif halus, serta konsumsi BBM yang relatif efisien. Gengsi? Tidak lagi. Kini D-Cab sudah dapat disandingkan SUV sekelas All New CR-V, All New X-Trail atau bahkan New Fortuner.

Teknologi dan fitur terkini seperti commonrail dan transmisi otomatik, menjadi salah satu perangkat yang tak asing lagi bagi sebuah D-Cab. Hingga fungsi tuas transfer case, kini digantikan dengan tombol elektris (baru terdapat pada beberapa D-Cab saja). Yang harus Anda pertimbangkan dalam membeli sebuah D-Cab adalah fungsionalitasnya. Sebuah D-Cab harus mampu membawa 5 orang penumpang dan muatan pada saat bersamaan serta dapat melintasi medan off-road. Berbicara masalah ketangguhan, D-Cab, sistem penggerak 4 rodanya telah dilengkapi dengan Limited Slip Differential.

Kehadiran Strada Triton Exceed, jelas membawa warna baru dan nuansa segar pada kelas ini. Bagaimana tidak, tampilannya eksterior dan interiornya lebih dari sekedar sebuah kendaraan pekerja. Dengan desain seperti itu, kami rasa Anda tak perlu gengsi untuk membawanya menemui rekan bisnis atau mengunjungi pusat pertokoan bersama keluarga. Karakter suspensinya pun dirancang agar dirinya terasa nyaman pada kondisi perkotaan tanpa melupakan fungsinya sebagai kendaraan beban.

Banyak konsumen yang menaruh harapan besar pada Hilux. Walaupun sudah diperkenalkan pada 2004, namun entah mengapa dirinya belum menginjakkan kakinya di Indonesia. Para penggemarnya pun mau tak mau harus 'pindah ke lain hati'. Akhirnya pada Pebruari 2009, rasa 'rindu' konsumen pada Hilux pun terjawab sudah. Namun apakah penggemar setianya yang sudah terlanjur 'pindah ke lain hati itu akan kembali Hilux? Hanya Anda yang bisa menjawabnya. Sekali lagi, MM bantu Anda untuk memilihnya.

Lebih Dari Sebuah D-Cab
Bila dibandingkan dengan kompetitor sekelasnya (New Ranger, BT-50, Hilux), desain eksterior Triton terlihat lebih familiar sebagai kendaraan perkotaan ketimbang berkubang di lumpur. Tampilannya pun masih mewarisi karakter pendahulunya. Bodi kompak, gardan belakang yang telah dilengkapi dengan Limited Slip Differential serta mesin bertenaga yang didukung turbocharger dan intercooler. Walau begitu, apapun pro dan kontra masalah desain Triton, tampaknya Mitsubishi cukup berhasil menggabungkan desain stylish dengan kemampuan off-road yang terbilang tangguh.

Memasuki interior, Anda akan menemukan desain yang lebih dari sekedar sebuah D-Cab. Ada sedikit kesan futuristik pada dasbor. Display multifungsi pada bagian tengah dasbor cukup informatif untuk menginformasikan konsumsi BBM, jam, suhu udara (luar dan kabin), altimeter dan kompas. Visibilitas pengemudi pun terbilang cukup leluasa. Posisi duduk cukup tinggi dengan kaca depan yang tidak terlalu landai. Efeknya pengemudi dapat dengan mudah memantau keadaan sekeliling mobil pada saat melintasi medan offroad.

Bak milik Triton tergolong paling pendek dikelasnya, telah dilengkapi dengan bedliner dan tiedown point 4-titik. Selain mesinnya yang cukup bertenaga, Triton juga mengadopsi gardan milik truk Mitsubishi Diesel. 120PS. Walaupun tenaganya masih berada di rata-rata kompetitornya, namun yang patut diacungi jempol adalah setingan suspensi terbarunya. Pada versi GLX, karakter suspensi terasa lebih keras. Namun pada varian Exceed, karakter suspensi dibuat untuk dapat mengakomodir penggunaan medan onroad dan offroad. Bila dibandingkan kompetitornya, harga jual Triton memang bukan yang paling murah. Namun kami rasa cukup sepadan dengan teknologi dan kemampuannya berinteraksi di segala medan.

Minim Fitur Keselamatan
Jujur saja. penampilan Hilux D-Cab jelas terlihat kokoh dan 'meyakinkan'. Berbeda dari Strada Triton yang justru lebih stylish, kesan tersebut didapat karena eksteriornya terbilang konservatif dan konvensional layaknya New Ranger dan BT-50. Kehadiran Hilux D-Cab jelas akan menjadi momok yang cukup menakutkan bagi rival-rivalnya.

Pertama masalah performa, kedua masalah brand image. Bagaimana tidak. Konsumen akan diberikan alternatif tambahan pada kelas ini. Artinya, mau tak mau para kompetitornya harus berbagi 'lahan' dengan kehadirannya.

Interiornya memang tidak semewah Navara dan sefuturistik Triton. Dejavu! Yup, sudah pasti. Desainnya memang menggunakan platform dari 'saudara kandungnya', Fortuner. Efeknya, Anda pun akan merasa familiar dengan tombol kontrol dan fungsi kendaraan. Sebenarnya interior Hilux terasa cukup mewah. Sayangnya, lingkar kemudinya mengadopsi dari Hilux single-cabin. Hal tersebut justru memberikan kesan sederhana. Karena Hilux menggunakan platform Fortuner, maka driving position pengemudi dapat dikatakan hampir sama dengan 'saudaranya' tersebut.

Keluaran tenaganya cukup responsif. Berbeda dengan New Ranger 3.OL, sedikit saja sentuhan pada pedal gas, mobil seakan ingin 'meloncat'. Tenaganya lebih besar 3 tk dari New Ford Ranger 3.0L. Memang, masalah tenaga, Hilux lebih unggul. Namun torsi Hilux sebesar 343 Nm, tidak lebih baik dari New Ranger (380 Nm). Dalam hal ini, New Ranger lebih 'cerdik' untuk mengantisipasi ledakan tenaga yang dimilikinya. Efeknya, keluaran tenaga New Ranger menjadi lebih lembut. Walau begitu, harga jualnya pun terhitung cukup kompetitif, baik di kelas 3.OL maupun 2.5L sekalipun. Namun sayangnya, dirinya belum dilengkapi dengan fitur keselamatan airbag atau bahkan ABS sekalipun.

KESIMPULAN
1st: Mitsubishi Strada Triton Exceed 2.5 M/T
Ternyata pembenahan yang dilakukan pada Triton generasi terkahir ini, berbuahkan hasil manis. Kompromi antara kemampuan offroad, onroad dengan pencitraan visualnya, menghasilkan suatu yang produk tidak dapat dipandang sebelah mata. Soal kemampuan daya angkut, Mitsubishi cukup memiliki nama dan berkompeten di bidangnya.

2nd: Toyota Hilux 3.0 E D-4D M/T
Produk terbaru belum tentu dapat menjadi yang terbaik. Ketangguhannya tak perlu Anda ragukan. Namun sayangnya, Hilux tidak dilengkapi dengan fitur keselamatan 'standar'. Walau begitu, tampaknya daya dukung merek dan layanan purna jual merupakan jaminan paling manjur bagi pemilik mobil.

Sumber : MobilMotor, Kamis, 05 Maret 2009

Baca Selengkapnya ...

Power To The Maximum

Ini bulannya D-Cab. Dan Heri Samue Marbun bingung menulis komparasinya, karena terlalu banyak pertanyaan yang muncul...

SERIUS. BERAPA BANYAK ANDA lihat mobil pick up double cabin menggelinding di jalanan padat Jakarta - atau bahkan Indonesia? Not a lot. Dan, kenapa tidak banyak? Karena dua hal. Pertama adalah pasokan. Ini berhubungan dengan permintaan mobil di Indonesia yang lebih banyak untuk MPV - mobil yang dapat memuat banyak orang. Kedua, jika bukan yang paling membingungkan, adalah terdapat terlalu banyak pertanyaan untuk membeli D-cab seperti yang saya utarakan di atas tadi.

Tidak percaya? Oke, pertanyaan pertama. Anda akan menggunakannya untuk ... ? Apakah untuk sehari-hari atau untuk mengangkut barang? Berapa lama Anda akan 'memilikinya'? Apakah nilai jual balik penting buat Anda? 4x4 atau 4x2? Apakah model terbaru sangat penting buat Anda? Itu hanya beberapa pertanyaan membosankan yang terlintas di kepala. Setidaknya di kepala saya. Argh....

Namun, tenang pembaca. Saya tidak akan membosankan Anda dengan pertanyaan-pertanyaan. Karena ini TopGear, dan juga karena saya yang menulis, saya hanya akan membahas dan menanyakan hal terpenting, yaitu apakah mengendarai mobil-mobil yang ada di halaman-halaman ini menggairahkan? Err.... Oh, ya, dan apakah mobil-mobil di halaman-halaman ini membangunkan gairah saya untuk mengendarainya?

Perkasa. Itulah kesan pertama yang saya utarakan pada komrad Billy Israj saat mengendarai Triton keluar beberapa ratus meter dari markas Mitsubishi. Hmph... namanya juga pick up D-cab. Saya pun merasakan hal yang sama pada dua mobil lainnya yang kami komparasi dengannya. Dari situ, kami langsung menuju markas Toyota untuk mengambil Hilux. Dan, betapa beruntungnya saya saat pinggir jalanan underpass Rawamangun sepi karena digenangi air selutut. "Berani enggak, lu?" tanya komrad Billy. Siapa takut? Genangan air itu pun saya belah dengan kecepatan yang menghasilkan 'tsunami kecil'.

Namun, yang mengganggu saya pada produk keluaran Mitsubishi ini adalah penampilannya. Jujur, ia sebenarnya terlihat sangat menarik. Bahkan, terlihat seksi. Tapi di mata saya, dia seperti lelaki perlente. Maaf saja, D-cab adalah mobil yang seharusnya terlihat gagah dan siap memikat wanita cantik dengan keperkasaannya. Tapi, kok, penampilan Triton, yang memang saya akui keren, memberikan persepsi seakan dia lelaki perlente? Ah, Triton terlalu wangi bagi saya.

Beda dengan penampilan Hilux yang tidak seseksi Triton. la seperti laki-laki biasa yang rapi. Tapi, agak terlihat sangar dengan adanya air scoop di bonnet-nya. Hmm... double cabin pick up sport? Coba Anda klik Youtube, cari "Hilux test TopGear" dan siap-
siap untuk takjub. Oh, dan juga Youtube "Hilux TopGear Polar Challenge" yang merupakan liputan test drive tim TopGear membawa Hilux D-cab ke Kutub Utara. la sangat bandel. Saking bandelnya, setelah ditenggelamkan, dijatuhkan, dan bahkan sampai dibakar oleh Jeremy Clarkson, ia masih mampu 'hidup'. Edan.

Oh, ya, sebenarnya masih ada Ford Ranger Hi Rider yang super gagah, dalam konvoi ini. Ya, ia adalah D-cab pick up yang paling gagah di sini dan juga paling macho dan kekar. Tapi, ia terlambat bergabung karena beberapa hal tertentu. Anehnya, keterlambatan itu menjadi sebuah keuntungan, karena kami tidak akan berani mengujinya di lokasi yang kami tuju. Dia 4x2, sementara Hilux dan Triton 4x4.

Saat di tol menuju ke lokasi pengujian yang berada di Sentul, terasa mesin 2.5L, inline 4-Cylinder 16 valve DOHC, Common Rail Diesel Injection Intercooler and Turbocharger-nya Triton, mampu melaju dalam kecepatan tinggi. Hilux, yang berada di depan saya, memang lebih santai melaju dari Triton, karena ia dimuati mesin 3.0L 4IL, 16 Valve, DOHC, D-4D, I/C, VNT, dan juga memiliki 161 bhp -Triton 134. Tapi, Triton memiliki akselerasi yang lebih baik dari Hilux. Lonjakan akselerasinya sangat terasa buat mobil besar dan berat. Tapi, itu juga mungkin karena torsi Triton dapat menghasilkan 314 Nm pada 2.000 rpm ketimbang mesin 3.0 Hilux yang hanya bisa berselisih 29 Nm di 343 nm pada 3.200 rpm.

Err, Ranger? Well, unit tes kami dimuati mesin 2.5L Diesel, 4-Cylinder 16-Valve, DOHC, Direct Injection Commonrail Turbo with Intercooler yang dapat menghasilkan 141 bhp pada 3.500 rpm dan torsi 330 Nm pada 2.000 rpm. Jelas sekali, komparasi torsi dan power dengan mesin pada Ranger lebih baik dari Hilux dan Triton. Dan, ini tidak mengherankan, karena merekalah yang sukses memopulerkan pick up dan mungkin saja menjadi acuan segala pembuat mobil yang ingin membuat pick up. Plus, Ford merupakan merek dari negara adidaya Amerika Serikat yang mengidolakan segala sesuatu yang besar dan ekses....

Komrad Billy menyombong, "Hilux gua geber 140 kpj di gigi empat tadi di tol". Err, masa? Wall, itu harus dicoba, tapi nanti pas pulangnya. Sekarang, kita uji dulu terrain off-road ini. Terrain off-road yang kami kunjungi ini merupakan lokasi yang hampir menyerupai site para pekerja pertambangan tempat kebanyakan mobil D-cab berada. Lagi pula, terrain ini menjadi tempat sempurna untuk menguji betapa okenya 4x4 kedua mobil (Ford Ranger hanya 4x2). Yang saya tahu, Hilux single cab terdahulu sangat unggul dalam terrain off-road. Apakah Triton bisa mengungguli Hilux?

Terrain off-road Sentul ini sebenarnya mengerikan karena posisinya yang berada di atas bukit. Tanjakan curam 45 derajat terdapat di mana-mana. Saat kami akhirnya memiliki nyali untuk menanjakinya, komrad Billy bilang, "Pake 4E aja, Bro". 4E di sini adalah setting 4wd dengan gear ration rendah agar bisa dengan mudah memanjat tanjakan terjal. Saya berpikir, jika 4H tidak bisa melakukannya, berarti mesinnya tidak layak dipasang. Jadi, saya berkeras dengan setting 4H. Dan ternyata, kedua mobil sanggup menanjak dengan setting 4H tanpa ada halangan berarti.

Ride height mobil paling berpengaruh untuk terrain bergelombang, karena Anda tidak ingin 'nyangkut di satu puncak gelombang. Dan, well, lihat saja gambar yang ada di halaman ini. Triton memang memiliki ride height yang lebih tinggi ketimbang Hilux. Tetapi, meski ground clearance Hilux lebih pendek dan memang terbukti bahwa Triton bisa melalui gelombang-gelombang itu dengan mudah tanpa harus mengkhawatirkan ground clearance kami tahu ia bandel. Makanya, kami tancap gas saja. Mau kena atau tidak, Hilux bisa menahannya. Gesekan ataupun friksi dengan tanah tidak akan berpengaruh besar padanya. Sudah menonton klip Youtube-nya? Coba tengok lagi. Api saja bisa ditahan, masa friksi dengan tanah enggak bisa?

Hilux. Triton. Hilux. Triton. Err, Ranger? Oh, ya, sebenarnya, dalam kondisi 4x2-nya Ranger, ia mampu melahap dataran off-road dengan mudah. Bahkan, terlalu mudah. Lubang di depan? Pfft, kecil. Jalanan tidak rata? Apa lagi.... Tapi, di jalanan biasa, ia terasa sangat lambat. Saya ragu, apakah memang setting gem ratio tingginya yang memengaruhi hal ini? Atau, karena ia baru saja 'diservis'? Hmm....

Membahas pickup, belum lengkap rasanya jika belum membahas pick up itu sendiri. Maksudnya bedding. Dan, dalam hal ini, saya sangat mengungguli lapisan plastik bedding Trinton. Soalnya, Anda tidak akan mudah memenyokkan besi bedding dengan hal-hal berat yang di lontarkan ke atasnya. Paling-paling, jika itu terjadi ke lapisan plastiknya, ia akan retak dan mungkin bertahan beberapa lontaran lagi sebelum Anda melepasnya dan mendapatkan permukaan bedding metal yang masih rapi dan ciamik. Nilai plus? Maybe.... Tapi mengingat penggunaan 'bagasi' kosong itu, yaitu untuk mengangkut orang jika di kabin sudah penuh, adanya lapisan plastik itu terasa sangat sayang....

So, intinya. Menurut saya, pick up zaman ini sudah memiliki standar yang sama. Memang masing-masing juga memiliki poin-poin pro dan kontra, tapi pada praktiknya, poin tersebut lebih dititikberatkan pada kegunaan sang pick up itu. Hilux dan Ranger benar-benar lebih mengajak 'let's get dirty ketimbane 'let's not get too dirty and be
comfortable and look cool instead'-nya Triton.

Jika saya punya pertambangan, Ranger mutlak saya pilih. Jika saya punya ladang atau perkebunan, Hilux mudah saya pilih. Triton? Err, jika saya seorang socialite metroseksual serta mementingkan gaya dan penampilan, saya pasti memilihnya. Pfuff.... Tapi untunglah, saya bukan socialite.

Sumber : Top Gear, Rabu, 04 Maret 2009

Baca Selengkapnya ...

19 Februari 2009

Hilux In RFC : King Of The Jungle

Terkenal tangguh, Hilux pun disandingkan dengan salah satu event off-road yang terkenal ganas, Rainforest Challenge Malaysia.

Adalah UMW Toyota Motor Sdn. Bhd, distributor Toyota di Malaysia, yang ingin membuktikan reputasi dengan menerjunkan empat Hilux sebagai support vehicle pada RFC 2008 di Terengganu. "Sesuai reputasinya, kami sangat percaya dengan ketangguhan Hilux, meski harus menghadapi tantangan ekstrem seperti di Rainforest Challenge," komentar Kuah Kock Heng, Managing Director UMW Toyota Motor Sdn. Bhd.

Ini pertama kalinya sebuah Hilux generasi terbaru menjadi support car RFC. Dengan beberapa modifikasi sederhana, mereka tak hanya menghadapi ganasnya hutan tropis dan hujan monsoon. Tapi juga membantu panitia event ke lokasi lomba, serta ikut proses evakuasi dan recovery, sepanjang lomba berlangsung.

Beratnya medan yang dihadapi lantaran kondisi alam Terengganu yang tak mungkin ditawar. Hujan lebat tanpa henti, menjelang dan sepanjang lomba, memaksa panitia mengumumkan 'red alert alias siaga satu!

Nyaris seluruh bagian trek serta SCS basah berlumpur. Jangankan jip 4x4 dengan ban pacul 35 inci, orang saja sulit berjalan kaki melintasi Lumpur yang kerap tingginya rata-rata sepaha orang dewasa. Namun dengan teknik mengemudi yang tepat, rombongan Hilux tak terbendung. Bahkan saat melintasi tanjakan terjal yang licin penuh lumpur sepanjang 500 m di sektor Pasir Raja (Hulu Dungun). Cukup memanfaatkan momentum dan manuver zig-zag, dan sesekali menggunakan winch, akhirnya keempat Hilux sampai di puncak bukit.

Parahnya lagi, lantaran hujan lebat, jalur transportasi normal antara Sg Kertiah dan Sg Puah (Hulu Terengganu) pun berubah jadi lautan lumpur, tingkat kesulitannya mirip dengan Special Stage dalam lomba.

"Ini ujian sesungguhnya, baik pada manusia ataupun kendaraannya. Mengemudi non-stop, kadang sampai enam jam, diikuti recovery dalam kondisi cuaca dan trek parah memaksa semua bekerja sampai batasnya. Bila ada komponen jelek atau sampai rusak, akan makin menghambat perjalanan yang sudah sulit ini," ungkap Luis J.A.Wee, RFC.

Hebatnya, Hilux yang ikut se-jak awal sampai akhir event (5-14 Desember 2008) membuktikan ketangguhannya. "Mereka telah lolos "baptism of fire" dengan sangat baik. Tak ada mechanical breakdown, predikat Toyota Hilux sebagai pikap 4x4 legendaris bukan omong kosong" puji Luis. O

HANYA LIMA HARI
Tentu saja, Hilux tak ditterjunkan dalam kondisi perawan dengan spesifikasi showroom. Ada beberapa modifikasi simpel pada pikap double cabin itu. Dikatakan simpel, karena semuanya bolt-on, toh hanya butuh 5 hari untuk memasang. Bandingkan dengan modifikasi jip off-road kompetisi yang berlaga di RFC, selain lebih ekstrem, juga menghabiskan waktu sampai berbulan-bulan.

Spesifikasi Hilux yang ikut RFC sebenarnya sedikit dibawah Hilux yang belum lama ini dilansir di Indonesia. Perbedaan paling utama adalah mesin diesel turbo common rail direct injection berkapasitas 2.500 cc (Versi Indonesia 3.000 cc). Seandainya mereka pakai versi Indonesia, dipastikan performanya bakal lebih menggiurkan.

Proses modifikasi dilakukan oleh 4x4 Equipment Sdn Bhd. Selain menjadi workshop 4x4 tenar di Malaysia, mereka juga distributor Warn winch dan berbagai aksesori off-road terkenal. Harus diakui, kepopuleran Hilux juga memudahkan, karena sudah tersedia berbagai perangkat spesifik. "Ide dasarnya adalah memodifikasi pikap agar mampu mengangkut penumpang ke dan dari lokasi event. Filosofi dasar modifikasinya adalah menjaga agar tidak terlalu banyak mengubah spesifikasi pabrik," ungkap Steven Tan, bos sekaligus pendiri 4x4 Equipment Sdn Bhd.

Steven sudah kenyang makan asam garam dunia off-road, la mendirikan 4x4 Equipment Sdn Bhd di era 80-an. Makanya, ia pun piawai soai modifikasi off-road. Untuk proyek Hilux-RFC ini, Steven pun melakukan modifikasi sederhana, namun efektif, sesuai filosofinya tadi.

Contohnya soal suspension lift. "Secukupnya, hanya dua inci sehingga perubahan sudut pada as kopel, gardan, suspensi dan sistem kemudi masih dalam batas toleransi pabrik. Luis sebenarnya ingin ban terbesar yang bisa dipasang, tapi saya melarangnya. Kami hanya memakai ban 31 inci, sehingga mengurangi beban pada as roda," urai Steven.

Suspensi juga memakai medium duty. "Karena mobil ini akan dipakai untuk mengangkut panitia, sehingga masih butuh kenyamanan. Lain kalau digunakan sebagai pengangkut kargo atau ikut kompetisi, tentu kami pilih heavy duty" tambah Steven yang memilih produk OME yang sudah dimatching untuk lift 2 inci.

Selain itu, ada juga komponen yang tak tercantum di daftar rincian modifikasi. Komponen itu adalah dua buah protektor pelat besi custom, satu untuk melindungi tangki bbm. "Satu lagi untuk melindungi transmisi, yang kami rasa terlalu rentan untuk event sekelas RFC."

Komponen lain yang dipasang :
1. ARB deluxe winch bar, Australia
2. Warn winch 9.5XP, United States
3. Safari snorkel, Australia
4. Rear bumper c/w spare wheel carrier, Thailand
5. Local side-step c/w jacking point
6. Local side rail
7. IPF round spot lights, Japan
8. Warn winch kit
9. ARB recovery strap
10. Hi-lift jack, United States
11. Plastic fuel jerry can
12. Winch isolator, battery N70Z
13. Ban Silverstone MT117 (31 x 10.5 x R15)

Sumber : Majalah JIP, Senin, 16 Februari 2009

Baca Selengkapnya ...

06 Februari 2009

Truk Arctic HiLux menaklukkan Kutub Selatan

Toyota Hilux kembali menaklukan dinginnya es di kutub selatan. Ekspedisi kedua ini telah menjadikan Toyota Hilux sebagai Truk Artic yang di rekomendasikan untuk membawa tim peneliti kutub selatan dan panitia festival Amundsen Omega3.

Toyota hilux ini bahkan dapat membawa tim peneliti lebih cepat, lebih hemat bahan bakar dan lebih nyaman di bandingkan harus menggunakan Snowcat. Snowcat adalah kendaraan yang di rancang untuk berjalan di salju dengan menggunakan roda berbentuk rantai yang mirip seperti tank.

Kemampuan Truk Arctic HiLux benar-benar sangat tangguh, sanggup berjalan dengan suhu di bawah -30 derajat celcius. Kali ini perjalanan empat truk hilux ini melalui medan es yang membeku sejauh 3.200km dengan 778km nya melalui medan ski yang berat.

Kapasitas towing yang di modifikasi hingga bisa menarik 1,5 - 2,5 ton pun turut membantu mempermudah penaklukan kutub selatan. Ditambah sistem pencairan salju selama hilux berjalan dengan menggunakan bantuan panas mesin. Bravo Hilux ...

©Rini

Baca Selengkapnya ...

29 Januari 2009

Test Drive Toyota Hilux Double-Cab

Toyota Hilux pikap telah lama hilir mudik di negeri ini. Sebagai bagian dari proyek International Innovative Multipurpose Vehicle (IMV), ia diproyeksikan sebagai pekerja kasar. Dan setelah lama bekerja sendirian, versi D-Cab pun masuk menemani Hilux pikap.

Dibandingkan pikap, Hilux D-Cab tampak lebih modis dan gagah. Posturnya lebih tinggi dengan overfender besar membuatnya terlihat tambah berotot. Semakin nyata dengan hadirnya air scoop besar di atas kap mesin yang menyiratkan potensi di baliknya.

Sayang saat diperhatikan dari samping ia terlihat kekecilan karena mengadopsi pelek alloy 15 inci. Kontras dibandingkan posturnya yang tinggi besar. Namun aplikasi footstep, baik di samping ataupun belakang bak yang berlapis krom, membuatnya terlihat lebih rapi dan memudahkan akses keluar-masuk.

Sebagai pekerja keras, Hilux mengandalkan mesin diesel. Unit 2.982 cc 4 silinder turbo intercooler ini bertenaga 163 dk pada 3.400 rpm dan torsi 343 Nm pada 1.400-3.200 rpm. Torsinya tidak sedahsyat mesin diesel lain. Namun terasa halus dan ‘berisi’ pada setiap rentang putaran mesin.

Ini karena Hilux mengadopsi teknologi Variable Nozzle Vane Type pada turbonya. Sistem ini menjaga kitiran turbin pada rumah keong tetap tinggi pada putaran mesin rendah sehingga tekanan udara menuju intake tetap besar.

Imbasnya, turbo lag yang kerap terjadi pada putaran rendah dapat dihilangkan akibat mesin tidak pernah kehabisan napas. Semakin efektif dengan imbuhan intercooler yang mendinginkan suhu udara dan memperbesar densitasnya di saluran masuk.

Sebagai mobil pekerja, Hilux D-Cab memakai transmisi manual 5-speed yang dikenal lebih tangguh dari otomatis. Sistem penggerak rodanya terbagi dalam tiga pilihan. Pertama adalah mode 2H yang menggerakkan roda belakang untuk keperluan di jalan mulus.

Berikutnya adalah 4H dengan Automatic Disconnecting Differential (ADC) pada roda depan. Berbeda dengan sistem 4WD Fortuner yang memiliki pembagi tenaga di differensial tengah, ADC justru langsung mengunci roda depan. Akibatnya traksi terbagi rata antara roda depan kanan dan kiri. Sangat bermanfaat jika ban depan terjerembab ke lumpur.

Sementara untuk roda belakang memanfaatkan limited slip differential (LSD) yang secara otomatis membagi beban pada kedua roda saat kondisi berat. Untuk lebih membuatnya tangguh di segala medan, disediakan pilihan 4L dengan perbandingan gigi 2,566. Sejatinya, medan seberat apapun bukan halangan baginya.

Layaknya produk IMV lain, desain dasbor Hilux tidak berbeda dengan mereka. Tapi karena ia merupakan trim termurah, bahan fabric pada bangku dan plastik di setir terasa kurang berkelas. Pun dengan pilihan kelir coklat tua yang memudarkan aura mewah.

Tingkat kelegaan kabin belakang tidak berbeda dengan umumnya d-cab. Namun jika d-cab lainnya memilih sandaran belakang sebagai tempat menyembunyikan dongkrak dan tool box, Hilux justru berada di bawah bangku.

Bagaimana dengan kenyamanan? ‘Sebelas-duabelas’ dengan pikap, per daun di belakang tidak mampu memberi kenyamanan memadai bagi penumpang. Ia pun mudah limbung saat bermanuver dan semakin parah dengan pilihan ban kecil 205/70R 15.

Sepertinya PT Toyota-Astra Motor (TAM) memposisikan Hilux sebagai pekerja keras di lapangan. Ia dibuat ringkas dan praktis agar mudah saat butuh perawatan dan perbaikan. Pun tanpa imbuhan ABS dan airbag sebagai bekal menghadapi kondisi darurat. Sanggupkah strategi tersebut menggoyahkan hegemoni Mitsubishi Strada Triton?


First Opinion
Akhirnya PT TAM memasukkan Toyota Hilux kabin ganda ke Indonesia. Namun sepertinya mereka masih menguji animo pasar karena merilis varian termurah dahulu. Sasarannya jelas, perkebunan dan pertambangan di luar pulau Jawa membutuhkan mobil dengan tipikal tersebut. Pun dengan layanan purna jual luas yang memudahkan perawatan dan perbaikan.

Sekilas pandang
• Patut ditunggu kehadiran tipe G yang lebih mewah dan mengarah ke kaum urban
• Tersedia pilihan tujuh warna bodi

Toyota Hilux D-Cab E
Mesin: 2.982 cc 4 silinder turbo, 163 dk
0-100 km/jam: N/A
Konsumsi bbm: N/A
Harga: Rp 281,5 juta

Rival :

Mitsubishi Strada Triton Exceed
Mesin: 2.477 cc 4 silinder turbo, 136 dk
0-100 km/jam: 16,3 detik
Konsumsi bbm: 14,8/10,6 km/l (tol/dalam kota)
Harga: Rp 295 juta

(+): Desain eksterior dan interior lebih memikat, fitur berlimpah, ada pilihan girboks otomatis
(-): Lebih mahal, tenaga dan torsi, layanan purna jual tidak sekuat Toyota

Sumber : OtomotifNet

Baca Selengkapnya ...

27 Januari 2009

First Drive Toyota Hilux Double Cabin 4x4

First Drive Toyota Hilux Double Cabin 4x4Impian saya uji impresi dengan Hilux double cabin ini akhirnya kesampaian juga. Maklum saja, tampilan mobil ini terbilang gagah untuk dikagumi. Setidaknya penampilan bodi tidak kaku sehingga jauh dari anggapan alat transportasi pengangkut sayur. Apalagi ukuran ban dengan profil besar serta model pelek dengan enam palang menjadikan kendaraan ini layak diajak gaul. Seperti parkir di area kafe hingga dibawa ke puncak gunung. Bukan berarti diajak ke bukit batu bara atau perkebunan tidak bisa loh.

Melirik interior terbilang sederhana. Ada tuas transmisi manual 5 kecepatan dengan sistem penggerak empat roda. Menjadikan saya yakin, kendaraan ini mampu diajak bertempur di segala medan termasuk berlumpur sekalipun. Selain itu pandangan juga mudah terbaca. Apalagi sudah dilengkapi retractable rear view mirror yang memudahkan pengaturan pandangan buritan dari dalam kabin.


Dashboard sederhana

Kabin kedua cukup lega

Urusan kenyamanan kabin juga terpenuhi dengan adanya manual single air conditioner dengan head unit double din yang dilengkapi dengan empat speaker. Beralih pada spidometer terdapat tiga bulatan yang mudah terbaca dari jok kemudi. Sayangnya, pada saat uji impresi itu dalam kondisi terang, sehingga aroma keindahan cahaya yang terpancar dari peranti itu tidak bisa saya nikmati.

Kenyamanan lain juga bisa dinikmati dalam kabin Hilux double cabin. Semisal tilt & power steering serta upper & lower glove box. Selain itu peranti yang sudah menjadi standar kendaraan yaitu power windows dan power door lock.

Namun, kenyamanan itu sedikit terganggu saat saya coba pindahkan tuas transmisi manual gigi satu kedua, terbilang cukup berat. He..he.., setidaknya, cukup berat daripada tuas transmisi kendaraan sedan yang biasa saya pakai. Untungnya, getaran dan kebisingan kendaraan berkapasitas mesin 2.982 cc dengan konfigurasi 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC ini terbilang minim untuk ukuran diesel. Bisa dimaklumi karena ‘si penakluk alam’ ini sudah mengadopsi Direct 4 Stroke Diesel Turbo Commonrail (D4D) yang diklaim mumpuni menghasilkan performa maksimal dengan getaran dan suara yang halus dan efisiensi bahan bakar serta ramah lingkungan.

Sementara itu PT Toyota Astra Motor (TAM), ATPM Toyota di tanah air, sudah meluncurkan secara resmi kendaraan itu hari ini (21/1) di Zerah Golf Senayan, Jaksel. Untuk urusan banderol, mengikuti harga per Januari adalah Rp 281,5 juta (On the road). Apakah harga tersebut bakal naik lagi pada bulan depan. Kita lihat saja. Yuk camping...

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

21 Januari 2009

Toyota Hilux 4x4 Double Cabin: The Toughest Pick Up With Global Reputation

PT Toyota Astra Motor kembali meluncurkan kendaraan andalannya dari keluarga IMV (Innovative International Multipurpose Vehicle) yaitu Toyota Hilux 4x4 Double Cabin (D-Cab). Kendaraan yang merupakan penambahan dari varian Hilux 4x2 Single Cabin dan mampu mengangkut lima orang penumpang ini sangat kuat dan tangguh di segala medan yang didukung mesin Diesel bertipe 1KD-FTV dengan kapasitas 3.000 cc dan dilengkapi turbo intercooler yang mampu menghasilkan tenaga dan performa yang maksimal. Dengan desain eksterior yang proporsional, dinamis, dan modern serta desain interior yang mewah dan nyaman, hilux siap untuk menjadi pusat perhatian di Indonesia.

Peluncuran Hilux 4x4 Double Cabin merupakan perwujudan dari komitmen Toyota untuk selalu memberikan kebahagiaan dan kehidupan yang lebih baik bagi semua orang, antara lain dengan selalu memberikan produk terbaik dan layanan berkualitas. Hilux 4x4 Double Cabin menjadi salah satu perwujudan upaya Toyota dalam berinovasi dan memberikan yang terbaik bagi pelanggan, khususnya bagi segmen produk kendaraan double cabin di Indonesia yang semakin berkembang.

”Dengan semakin berkembang dan ketatnya pasar kendaraan double cabin di Indonesia, kehadiran Hilux 4x4 D-Cab merupakan angin segar bagi pecinta kendaraan double cabin, dengan performa yang tangguh, kuat namun juga memberikan kenyaman, kami yakin Hilux 4x4 D-Cab akan diminati di Indonesia,” ucap Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor, Johnny Darmawan.

Hilux 4x4 D-Cab hadir dengan grade E yang didukung oleh mesin Diesel bertipe 1KD-FTV dengan kapasitas 3.000 cc, 4 silinder DOHC 16 valve, Common Rail Direct Injection, Variable Nozzle turbo intercooler yang mampu menghasilkan tenaga dan performa yang tinggi sebesar 163 ps/3.400 rpmserta Torsi 343 kgm / 1.400 - 3.400 rpm bertransmisi manual 5 percepatan dengan penggerak 4x4 (4WD), akan memberikan sensasi yang luar biasa saat berkendara di segala medan.

Pilihan warna yang ditawarkan dari Hilux 4x4 D-Cab ini adalah white, silver metallic, beige metallic, dark green metallic, black mica, medium gray metallic dan blue metallic.

Tampilan gagah tampak pada desain eksterior yang menggambarkan kesan tegas, proporsional, dinamis dan modern. Desain yang streamline dengan tampilan bonnet yang agresif dan tampak kokoh dengan lekukan tegas pada kap mesin. Pada kap mesin juga terdapat air scoop yang mampu menegaskan desain tersebut. Sedangkan kesan elegan dan mewah terdapat pada desain interior nya, sempitnya baris kedua yang biasanya menjadi masalah pada mobil-mobil double cabin tidak terjadi pada Hilux 4x4 D-Cab, lapang nya baris kedua dari Hilux 4x4 D-Cab semakin menambah kenyamanan dari 5 penumpang yang dibawanya.

Hilux 4x4 D-Cab juga dilengkapi dengan air conditioner, dan audio 2 DIN CD Player dengan 4 speaker didalamnya. Desain combination meter dari Hilux D-Cab juga menampilkan kesan gagah dengan triple-dial independent analog display type, sedangkan sistem power window nya menganut sistem jam protection yang akan mencegah terjepitnya sesuatu saat menaikan jendela.

Peluncuran Hilux 4x4 D-Cab ini merupakan wujud komitmen Toyota untuk selalu menghadirkan yang terbaik dalam produk maupun layanan. ”Sebagai wujud terimakasih Toyota atas kepercayaan yang diberikan masyarakat Indonesia, Toyota terus menghadirkan innovasi-innovasi produk yang tentunya disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia saat ini. Kami berharap Hilux 4x4 D-Cab dapat menjadi pilihan terbaik di Indonesia di kelasnya,” tambah Johnny Darmawan.

Hadirnya Hilux 4x4 D-Cab di Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan yang terbaik bagi penggemar kendaraan double cabin yang kuat, bertenaga, nyaman dan berperforma tinggi, yang akan menjadikan Hilux 4x4 D-Cab sebagai The Incredible Hilux.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Toyota Hilux Double Cabin Pick Up Macho

Mobil pick up double cabin terbaru Toyota, Toyota Hilux 4x4 Double Cabin (D-Cab) dihargai Rp 281,5 juta di Jakarta. Toyota optimistis Hilux akan diserap pasar Indonesia.

"Kami yakin Hilux 4x4 D-Cab akan diminati di Indonesia. Hilux kuat namun juga memberikan kenyamanan," ujar Presdir PT Toyota Astra Motor Johnny Darmawan. Bapak Johnny juga yakin dengan semakin berkembang dan ketatnya pasar kendaraan double cabin di Indonesia, kehadiran Hilux 4x4 D-Cab merupakan angin segar bagi pecinta kendaraan double cabin dengan performa yang tangguh.

Hilux Double Cabin ini diklaim tampil lebih gagah dari pendahulunya yang hanya single cabin. Namun, jika merujuk pada Toyota Tacoma dimana Hilux ini lebih populer di luar negeri dengan nama Tacoma, maka bagian interior terlihat senyaman sedan meski tak meninggalkan kesan macho.

Dari sisi dimensi kendaraan, panjang antara yang singel cabin dan kabin ganda tetap sama, yakni 5.130 mm. Tetapi kalau soal tinggi, varian baru ini terlihat lebih jangkung dari saudaranya.

Hilux 4x4 D-Cab hadir dengan grade E yang didukung oleh mesin Diesel bertipe 1KD-FTV dengan kapasitas 3.000 cc, 4 silinder DOHC 16 valve, Common Rail Direct Injection, Variable Nozzle turbo intercooler yang mampu menghasilkan tenaga dan performa yang tinggi sebesar 163 ps/3.400 rpm serta Torsi 343 kgm/1.400-3.400 rpm bertransmisi manual 5 percepatan dengan penggerak 4x4 (4WD).

Tingginya permintaan pasar double cab mau tak mau membuat Toyota ikut bermain di pasar yang selama cukup ramai dihuni Mitsubishi Strada Triton, Ford Ranger, Isuzu D-Max, Nissan Frontier, dan Mazda BT-50 ini

Toyota akan menggelar peluncuran perdana Hilux di lapangan golf Senayan, Jakarta, pagi ini.

©Rini

Baca Selengkapnya ...

19 Januari 2009

Spesifikasi Hilux Double Cabin

Berikut ini adalah spesifikasi Hilux Double Cabin dan brosur Hilux Double Cabin :

* Untuk peningkatan mutu dan penyesuaian dengan perkembangan teknologi, PT Toyota-Astra Motor sewaktu-waktu dapat mengubah spesifikasi, perlengkapan standar atau data lain dalam spesifikasi ini.
Spesifikasi ini bisa berubah sewaktu-waktu, harap hubungi Rini bila anda ingin data spesifikasi yang lebih jelas dan lengkap. Terima kasih

Baca Selengkapnya ...

03 November 2008

Hasil Akhir Balap Formula 1 Tahun 2008


Hasil Akhir Konstruktor Formula 1 - 2008

No

Tim

Total

1

Ferrari

172

2

McLaren

151

3

BMW

135

4

Renault

80

5

Toyota

56

6

Toro Rosso

41

7

Red Bull

28

8

Williams

26

9

Honda

14

10

Force India

0

Hasil Akhir Pembalap Formula 1 - 2008

No

Pembalap

Total

1

Lewis Hamilton (McLaren)

98

2

Felipe Massa (Ferrari)

97

3

Robert Kubica (BMW Sauber)

75

4

Kimi Raikkonen (Ferrari)

75

5

Nick Heidfeld (BMW Sauber)

60

6

Fernando Alonso (Renault)

56

7

Heikki Kovalainen (McLaren)

53

8

Sebastian Vettel (Toro Rosso)

35

9

Jarno Trulli (Toyota)

31

10

Timo Glock (Toyota)

24

11

Mark Webber (Red Bull)

22

12

Nelson Piquet Jr (Renault)

18

13

Nico Rosberg (Williams)

18

14

Rubens Barichello (Honda)

11

15

Kazuki Nakajima (Williams)

9

16

David Coulthard (Red Bull)

7

17

Sebastian Bourdais (Toro Rosso)

4

18

Jenson Button

3

19

Giancarlo Fisichella (Force India)

0

20

Adrian Sutil (Force India)

0


Toyota Hilux digunakan sebagai track vehicle pada Grand Prix Brasil 2008

Baca Selengkapnya ...

19 September 2008

Perbedaan New Hilux Dengan Hilux Sebelumnya




Perubahan pada Mesin yaitu diharuskan menggunakan bensin tanpa timbal.


New

Previous

Tire

Size

205/70R15C

195R14C

Disc Wheel

Size

15 x 6.0 JJ

14 x 5.5 JJ

Material

Steel with center ornament

P. C. D.*

114.3 (4.5 in.)

Off Set

45 mm (1.8 in.)


Baca Selengkapnya ...