Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Mobil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perbandingan Mobil. Tampilkan semua postingan

13 Januari 2010

Duel Kapasitas Mesin

Toyota Kembali merilis Avanza 1.3 bertransmisi otomatis. Dengan kapasitas yang lebih mungil dari tipe 1.5 S A/T, mampukah ia menjadi pilihan terbaik dari seluruh tipe Avanza di indonesia?

HADIRNYA kembali Avanza 1.3 bertransmisi otomatis, memberi angin segar bagi keluarga Indonesia. Dihargai lebih terjangkau dibanding 1.5 S yang sebelumnya menjadi satu-satunya Avanza matik dengan tetap menghadirkan rasa nyaman saat terjebak dalam kemacetan lalu lintas berkat transmisi otomatisnya.

Apalagi varian terbaru ini memiliki kapasitas mesin 1.300 cc sehingga diprediksi mampu lebih irit ketimbang Avanza S yang mengadopsi mesin 1.500 cc. Teknologi VVT-i pun telah disematkan pada dapur pacunya dan kelengkapan fitur yang diusung telah mencukupi untuk kebutuhan kendaraan keluarga.

Nah sekarang pertanyaannya adalah, apakah varian terbaru dari Avanza ini mampu menjadi pilihan menarik? Dan sejauh manakah keunggulan konsumsi bbm-nya jika dibandingkan dengan 1.5 S A/T? Terlebih mengingat selisih harga keduanya yang hanya sebesar Rp 12,95 juta.

PERFORMA
DI atas kertas, perbedaan 200 cc di kapasitas mesin dan selisih 17 dk pada keluaran tenaga tentu berpengaruh pada pencapaian performa kedua Avanza tersebut. Dan faktanya, perbedaan itu memang terasa. Pertanyaannya, seberapa tertinggalkah Avanza 1.3 jika keduanya dipacu dengan perlakuan sama?

Sebagai awalan, fokus kami tujukan pada power to weight ratio. Avanza 1.3 harus 'menggendong' 11 kg untuk setiap daya kuda yang dihasilkan mesinnya. Sedangkan 1.5 punya beban lebih ringan, yaitu 10 kg per dk. Kendati hanya berbeda 1 kg, namun secara persentase, rasio bobot berbanding tenaga pada model 1.5 tercatat lebih perkasa 10 persen.

Minimnya tenaga mesin dipadu girboks otomatis memang membuat Avanza 1.3 agak sulit berlari. Tak heran jika pihak Toyota menyiasati dengan memperbesar perbandingan final gear. Settingan ini ampuh menolongnya saat berakselerasi, namun langkah tersebut berkonsekuensi pada tingginya raungan mesin yang mengintrusi kabin. Artinya, kenyamanan yang menjadi sasaran utama justru sedikit tercemar akibat suara berisik itu.

Sebaliknya, Anda akan sulit menemukan gejala ini jika berada di kokpit 1.5. Racikan final gear lebih kecil dan tenaga yang lebih besar membuatnya lebih tenang ketika melaju di kecepatan yang sama.

Namun cerita itu akan berbeda jika keduanya sama-sama dihadapkan pada neraka lalu lintas, akan kemacetan jalan raya. Baik Avanza 1.3 maupun 1.5 menunjukkan kemampuan yang sama baiknya. Bergerak tenang dengan perpindahan gigi yang minim entakan. Inilah point of view yang tepat untuk melihat esensi utama versi 1.3 dilahirkan. Harkat utamanya bukan sebagai pelari, melainkan menjadi People Carrier terjangkau yang mampu memberi rasa nyaman jika dipakai bermacet-macetan.

Selain harga, satu-satunya keunggulan versi 1.3 adalah catatan konsumsi bbm-nya. Varian ini membukukan angka 14,5 km/l untuk rule tol dan 10,7 km/1 di trek kombinasi. Sedangkan model 1.5 mencatat 14,1 km/1 untuk tol dan angka 10,4 km/1 pada lintasan kombinasi. Meski begitu, perbedaan konsumsi bbm antara keduanya tidaklah signifikan. Ditambah performa 1.5 S yang unggul lumayan jauh dalam seluruh tes akselerasi, membuat penurunan kapasitas ini seperti tidak ada artinya kecuali demi menurunkan harga.

KENYAMANAN
SUDAH pasti kedua mobil ini memiliki konstruksi suspensi yang sama persis, namun dengan sedikit perbedaan pada tingkat kekerasan per. Dimana, tipe 1.5 S memiliki per sedikit lebih keras demi mengakomodasi bobot yang lebih berat 40 kg dari 1.3 G.

Tapi kenyamanan tak selalu berhubungan dengan bantingan suspensi. Kelengkapan fitur pun menjadi hal yang harus dipertimbangkan. Dengan harga lebih mahal Rp 12,95 juta, tentu tipe 1.5 S tampil lebih lengkap.

Head unit double DIN dan dipadu tweeter di pilar A menjadi salah satu keunggulan fitur Avanza S. Hadirnya kedua tweeter membuat kualitas suara yang dihasilkan sistem audio 1.5 S menjadi lebih baik. Apalagi tipe 1.3 hanya menyediakan head unit single DIN pemutar kaset. Di era MP3 dan iPod, Anda tentu perlu mengalokasikan dana lebih untuk memuaskan telinga.

Defogger pada kaca belakang pun belum tersedia di varian terbaru Avanza ini. Meski sejujurnya hal ini tidak terlalu berpengaruh, mengingat kedua unit ini telah mengadopsi AC model double blower. Alhasil, penyebaran suhu dingin akan cepat merata di dalam kabin. Efeknya, embun di kaca belakang pun akan terusir lebih cepat.

Asyiknya, digital tripmeter dan shift indicator adalah fitur yang sudah tersedia pada kedua varian. Sehingga semakin memudahkan pengemudi dalam membaca dan memantau posisi tuas perseneling otomatis. Sayang, park sensor yang memberi kemudahan saat parkir di area terbatas hanya ada di varian 1.5 S.

PENGENDALIAN
HANDLING merupakan faktor yang sangat dipengaruhi oleh kaki-kaki. Kakak beradik itu memiliki susunan sistem suspensi yang identik. Hanya saja, diameter pelek lebih besar dan profil ban lebih tipis membuat 1.5 S memiliki pengendalian yang lebih baik. Tidak mencolok memang, namun 1.5 terasa lebih meyakinkan ketika dipakai bermanuver ekstrem di tikungan.

Tak hanya berbeda dimensi pelek, setelah ditelisik ternyata terdapat perbedaan antara jarak pijak Avanza 1.5 dengan 1.3. Varian 1.5 lebih lebar 10 mm di kedua sumbu roda. Jarak pijak roda depan 1.5 sejauh 1.415 mm dan roda belakang 1.425 mm. Hal ini jelas memberi dampak pada faktor kestabilan kendaraan.

PERBEDAAN EKSTERIOR
BAGI konsumen Indonesia, tentu tak sulit untuk membedakan kedua tipe ini. Paling mencolok tentu bentuk bumper yang secara tegas telah tampil berbeda. Pada Avanza 1.5 S, bentuk lubang udara seperti mulut orang yang sedang tersenyum. Sedangkan di tipe 1.3 memiliki lubang udara berbentuk kotak.

Model S juga memiliki bumper depan dengan sedikit bibir pada kedua ujungnya, dan juga dilengkapi side skirt. Selain itu, kehadiran pelek alloy 15 inci kian mempertegas perbedaan dari kedua tipe ini. Hendel krom dan sein di spion pun memberikan nilai lebih dari selisih harga yang hanya Rp 12,95 juta.

FITUR KESELAMATAN
BAGI konsumen yang mengutamakan keselamatan, tentu pilihan 1.5 S kian memberi nilai lebih. Penerapan rem Anti lock Braking System (ABS) sebagai peranti keselamatan pasif pun mampu memberi rasa percaya diri bagi pengemudi dalam berkendara pada berbagai kondisi cuaca.

Beruntung kedua tipe ini telah mendapatkan headrest dan sabuk keselamatan untuk seluruh penumpang. Third stoplamp pun tersedia di kedua tipe sebagai standar.

Semakin ringan dengan cicilan
TIDAK hanya harga cash yang berbeda tipis, kami juga mencoba untuk mensimulasi pembelian via jalur kredit kendaraan bermotor.

Dalam simulasi ini diasumsikan untuk kedua varian sama-sama membayar DP Rp 50 juta, dengan bunga flat 5,9% per tahun. Tenor yang diambil pun berada di rentang yang sama, yaitu 3 tahun.

Hasilnya, untuk Avanza 1.3 G A/T cicilan yang harus dibayarkan adalah 2,9 juta per bulan. Sedangkan untuk Avanza 1.5 S A/T besarnya cicilan sedikit lebih mahal, yaitu di angka Rp 3,3 juta per bulan.

Sekali lagi, beda Rp 400 ribu per bulan adalah nilai yang relatif untuk sebagian orang. Apalagi buat umumnya karakter masyarakat kita yang rela membayar sedikit lebih mahal demi mendapatkan barang yang lebih bagus.

Kesimpulan
RP 12,95 juta. Itulah jumlah uang yang bisa Anda hemat jika memilih Avanza 1.3 G A/T ketimbang 1.5 S A/T. Namun, apakah uang yang dihemat sebanding dengan segala kelebihan yang ditawarkan Avanza S?

Terutama jika dikaitkan dengan berbagai fitur yang diusung seperti ABS, sensor parkir, head unit double DIN, mesin lebih bertenaga dan penampilan lebih 'gaul'.

Jawabannya pun sangat relatif. Kehadiran varian 1.3 G bertransmisi otomatis ditujukan untuk memberikan pilihan pada konsumen akan mobil 'nyaman' berharga terjangkau.

Dan memang, bisa dibilang bahwa keunggulan 1.3 G A/T hanya terletak pada sisi banderol harga. Apalagi selisih konsumsi bbm-nya bisa dibilang tidak signifikan. Tak bisa dipungkiri faktor banderol merupakan elemen penentu bagi para calon pembelinya.

Namun terlepas dari itu semua, kedua model Avanza ini akan membebaskan kaki kiri Anda dari rasa pegal ketika macet mendera.

Release Date : Rabu, 06 Januari 2010
Media : Autobild, at page 50-53, size 4320 mmk
Journalist : Tim AutoBild

Baca Selengkapnya ...

11 Januari 2010

Inilah Perubahan yang Dilakukan Toyota pada Dyna

Toyota Dyna BaruDi kategori mobil penumpang Toyota boleh nomor satu di Indonesia. Namun untuk komersial, utamanya di segmen truk ringan (light truk), dengan berat 2 ton, Toyota masih harus berusaha keras menghadapi kompetitor utamanya, Mitsubishi. Sampai saat ini, Mitsubishi masih mendominasi pasar truk ringan Indonesia.

Di segmen ini, Toyota Dyna juga menghadapi saingan dari saudaranya sendiri, Hino Dutro. Merek lainnya yang bermain di segmen ini adalah Isuzu Elf dan Hyundai Mighty. Menurut Toyota selama 2009, mereka telah berhasil menjual Dyna, 4-ban dan 6-ban sekitar 7.800 unit atau hanya memperoleh pangsa pasar 17 persen.

Perubahan. Untuk membuktikan bahwa Toyota makin serius mengarap segmen truk ringan, pada awal 2010, diperkenalkan Dyna versi terbaru. Beberapa perubahan dilakukan, menambahkan power steering, menggunakan setir teleskopik yang bisa diset kemiringan, mengganti radiator dari tembaga ke aluminium dan sistem kelistrikan dari 24 menjadi 12 volt (agar mudah mengganti lampu-lampu sesuai dengan yang dijual di pasaran, termasuk audio). Posisi sedimenter juga dipindahkan ke tempat yang memudahkannya dibersihkan.

Warna dan motif tempat jok, posisi rem parkir (dibuat lebih rendah atau sejajar dengan tempat depan sehinggai pengemudi bisa tidur tanpa terhalang oleh rem parkir). Wajah atau penampilan Dyna juga disegarkan dengan mengganti desain dan lampu-lampu depan.

Dengan fitur baru dan penyegaran wajah, Toyota belum bisa memastikan target pasarnya. “Kita berusaha meningkatkan penjualan dengan memperbaiki layanan,” jelas Joko Trisanyoto.

Mesin. Di segmen truk ringan, faktor kapasitas mesin yang menentukan tenaga dan konsumsi bahan bakar sangat berperan untuk menarik konsumen, baik perorangan atau buat pengguna armada. Untuk Dyna, Toyota memperkenalkan dua tipe mesin dengan kapasitas sama.

Perbedaan kedua mesin pada kemampuan menghasilkan tenaga dan torsi, yang tentu saja berpengaruh pada konsumsi bahan bakar. Keduanya juga dilengkapi turbocharger dengan intercooler dan telah menggunakan sistem injeksi langsung.

Masing-masing mesin adalah WO4D-TR dan WO4D-TP, berkapasitas 4.000 cc namun punya kemampuan berbeda dalam tenaga dan torsi. Mesin W04D-TR mampu menghasilkan tenaga 130 PS @2.700 rpm dan torsi 38,0 kg-m @1.800 rpm. Mesin dicangkokkan untu Dyna tugas lebih berat, misalnya di perkebunan dan pertambangan dengan medan lebih berat “off-road”.

Mesin tipe W04D-TP menghasilkan 110 PS @2.800 rpm dan torsi 29,0 kgm @1.800 rpm. Versi ini dirancang untuk aplikasi yang lebih ringan dengan kompensasi konsumsi bahan bakar yang lebih irit, termasu Dyna 4-ban, baik sebagai truk ringan maupun mikrobus.
Perbedaan Varian. Kendati Dyna bisa dikonversi atau dibuat dengan berbagai bentuk dan aplikasi, namun Toyota membaginya dalam 5 varian yang berbeda mesin, transmisi, dimensi.

Kode yang digunakan sebagai pembeda, yaitu 130 menggunakan mesin WO4D-TR dan 110 mesin WOD4-TP, masing-masing menghasilkan tenaga 130 PS dan 110 PS.

Kelimanya varian tersebut adalah 130HT. Heavy Truk, 6-roda dengan tugas lebih berat di medan off-road dan 130XT, Xpress Truck untuk angkutan antar-kota.

Versi lainnya 110ET (econo truck), 110FT (fast truck) dan 110ST (small truck) 4-ban.


Spesifikasi Toyota Dyna Baru :


Tipe
Dimensi (mm)

130 HT

110ET
130XT
110FT
110ST
Panjang
6.026
4.745
Lebar
1.945
1.864
1.717
Tinggi
2.165
2.150
2.120

Jarak sumbu roda

3.380
2.530
Overhang
Depan
Belakang

1.066
1.580
1.149
Jarak pijak
Depan
Belakang

1.455
1.405
1.415
1.480
1.435
1.420
(GWV) (kg)
8.250
7.500
7.500
7.000
5.200
Mesin
Tipe
W04D-TR
W04D-TP
W04D-TR
W04D-TP
Kapasitas
4.009 (cc)

Diameter x langkah

104 x 118 (mm)

Sistem pasokan bahan bakar

Injeksi langsung
Pasokan udara
Turbocharger dengan intercooler
Daya maks. PS @rpm
130 @2.700
110 @2.800
130 @2.700
110 @2.800

Torsi maks. Kgm@ rpm

30,0 @1.800
29,0 @1.800
30,0 @1.800
29,0 @1.800
Trasmisi

Model
Manual 5 percepatan

M550
M153
M550
M550
Perbandingan gigi





1
4,981
5,339
4,981
5,339
2
2,911
2,792
2,911
2,792
3
1.556
1,593
1.556
1,593
4
1
5
0,738
0,788
0,738
0,788
Mundur
4.625
5,339
4,625
5,339
Gigi akhir (gardan)
6,428
6,167
5.375
5,125
4,625
Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ...

28 Desember 2009

Komparasi Fitur Hatchback Rp 190 Jutaan

Memasuki penghujung tahun 2009, pasar otomotif kedatangan varian hatchback terbaru dari PT Mazda Motor Indonesia (MMI), Mazda2. Desain keseluruhan yang terlihat kompak, membuatnya mulai dilirik konsumen pencinta besutan tanpa bokong ini.

Terlebih setelah hadirnya Mazda2 beberapa waktu lalu. Dengan desain yang kompaknya itu, ditambah harga yang kompetitif tak pelak jadi pesaing baru bagi hatchback yang sudah lebih dulu hadir.

Sebut saja Toyota Yaris, Suzuki Swift, Nissan Livina X-Gear dan All-New Honda Jazz yang sama-sama setipe dan menggunakan mesin sama,1.500 cc.

Nah, biar enggak bingung milihnya, OTOMOTIF akan bandingkan fitur-fitur dan spek kelima hatchback tersebut.

Biar adil, diambil varian atau tipe yang mempunyai harga mirip, yakni Rp 190 jutaan. Di harga tersebut, ada Yaris S M/T, Swift GTS A/T, Livina X-Gear A/T, All New Jazz S M/T dan Mazda2 R M/T.

Jangan cuma terlena sama harga.

All New Jazz
Soal banderol, All New Jazz menduduki peringkat ke-2 setelah Toyota New Yaris (lihat tabel). Meski terbilang cukup mahal di segmen harga Rp 190 jutaan, peminatnya masih terbilang tinggi.

Pasalnya desain interior bawaannya, dianggap sebagian besar modifikator sudah mendekati sempurna. Dalam hal ini untuk menyulapnya jadi besutan sport tulen mudah saja dilakukan, termasuk mensetting audio juga enggak terlampau sulit menciptakan kesan sound staging.

Unsur kepraktisan juga ditonjolkan New Jazz. Seperti kapasitas bagasi yang dibikin lebih melar ketimbang versi terdahulu, yaitu sekitar 384 liter dalam kondisi semua jok belakang terlipat.

Soal performa juga mengalami revisi dari model sebelumnya. Jika versi terdahulu tersedia dua pilihan dapur pacu, i-DSI dan VTEC, New Jazz menggabungkan keduanya. Sehingga efisiensi bahan bakar serta performa lebih bertenaga bisa didapatkan secara bersamaan.

Tak pelak hal ini membuat para pencintanya puas, lantaran value for money mobil ini lebih tinggi•

Swift
Suzuki Swift GTS A/T juga bisa dijadikan alternatif pilihan di kelas hatchback 1.500 cc seharga Rp 190 jutaan. Dengan banderol Rp 192 juta, Anda bisa mendapatkan beragam fitur yang enggak kalah dengan New Yaris atau All New Jazz.

Meski tampilan eksterior mengalami minor change dari versi GT2, enggak mengurangi kenyamanan berkendara di kabin mungilnya. Seperti transmisi Automatic 4-speed yang membuat pengendara lebih rileks, meski menempuh jalur padat sekalipun. Termasuk kelengkapan head unit yang sudah dibekali fitur iPod connection ready.

Livina X-Gear
Berbekal kapasitas dapur pacu 1.500 cc bertransmisi otomatis, Livina X-Gear A/T tergolong hatchback bertenaga. Diantara rival sekelas, torsi maksimum yang sanggup dimuntahkannya sebesar 150 dk di 4400 rpm.

Hal ini jelas membuktikan kalau akselerasi X-Gear paling mantap ketimbang rival lainnya. OTOMOTIF juga sempat menjajal langsung performanya, dan jalur yang dilalui beraneka kontur.

Sekadar buat melibas tanjakan dengan kemiringan cukup curam, tenaga enggak terasa drop. Meski tuas perseneling masih berada di posisi D (Drive) tanpa memindahkan ke mode manual.

Yaris
Toyota Yaris tipe S manual seharga Rp 196,150 juta, menjadi varian dengan kasta paling tinggi dalam soal harga. Jika dibandingkan New Jazz, keduanya memang saling kejar-kejaran. Termasuk fitur bawaan masing-masing.

Model dasbor yang menganut desain center facia, dengan cluster indikator di tengah, masih menjadi ciri khasnya selama ini. Kontur dasbor juga dibikin lebih landai menyatu panel pada trim pintu. Sehingga kesan berada di balik kokpit sangat terasa di sini.

Kelengkapan mumpuni juga terlihat pada sistem tata-suara kabinnya. Jika rival-rivalnya masih menganut 4 speaker di seluruh kabin, Yaris tipe S sudah dibekali sistem 6 speaker. Alhasil sound yang tercipta dapat lebih merata di seluruh sudut kabin. Selain itu model head unit juga dibikin menyatu dasbor alias model integrated.

Sistem keselamatan sudah andalkan dual SRS airbag. Sehingga penumpang depan lebih terlindungi, seandainya mengalami kecelakaan fatal.

Mazda2
Mazda2 dibekali tampilan eksterior yang cukup eye catching. Desain aerodinamis yang diadopsi dari RX8, menjadikannya lebih terkesan dinamis dan sporti. Buat masyarakat perkotaan kayak di Jakarta, hatchback 1.500 cc ini bisa jadi andalan menembus jalur padat dan kemacetan.

Unsur keamanan ditunjukkan dengan detail komponen pendukungnya, seperti desain anak kunci model retractable yang dapat dilipat menyatu dengan rumah modul alarm.

Pilihan di harga Rp 190 jutaan, bisa Anda jatuhkan pada tipe 1.5L R manual, seharga Rp 193 juta (on the road-Jakarta).

Data Spek Dan Fitur





Mazda2 Nissan Livina X-Gear Toyota New Yaris Suzuki Swift Honda All New Jazz
Harga OTR Rp 193 juta Rp 190,5 juta Rp 196,150 juta Rp 192 juta Rp 196 juta
Pilihan warna 9 5 6 7 8
Dimensi




Panjang (mm) 3913 4275 3750 3765 3900
Lebar (mm) 1695 1730 1695 1690 1695
Tinggi (mm) 1478 1615 1520 1510 1525
Wheelbase (mm) 2.493 2600 2.460 2390 2500
Berat kosong (kg) 1029 1123 1055 1020 1055
Radius putar min (m) 4,9 5,3 4,6 5,2 4,7
Pelek & ban Alloy & 195/45/R16 Alloy & 185/65/R15 Alloy & 185/60/R15 Alloy & 185/60/R15 Alloy & 175/65/R15
Mesin




Kode MZR HR15DE 1NZ-FE M 15 A 1,5L
Tipe DOHC 16V DOHC 16V DOHC 16V DOHC 16V DOHC 16V
Silinder 4-inline 4-inline 4-inline 4-inline 4-inline
Kapasitas (cc) 1498 1498 1497 1490 1497
Diameter x langkah (mm) 78x78.4 78x83.6 75x84.7 78x78 73x89,5
Tenaga maks (dk/rpm) 103/6000 109/6000 109/6000 100/6000 120/6000
Torsi maks (nm/rpm) 135/4000 150/4000 144/4000 133/4000 145/4000
Sistem bbm Injection ECCS Injection MPI Injection
Kapasitas tangki (liter) 42,8 52,4 42 45 42
Transmisi




Sasis & Rangka Manual 5-speed Automatic 4-speed Manual 5-speed Automatic 4-speed Manual 5-speed
sistem Kemudi Rack & pinion Rack & pinion with EPS Rack & pinion Rack & pinion Rack & pinion
Power steering EPAS Hidraulic P/S Hidraulic P/S Hidraulic P/S EPS
Suspensi depan Mcpherson Struts Mcpherson Struts with stabilizer Mcpherson Struts Mcpherson Struts Mcpherson Struts
Suspensi belakang Torsion beam axle Torsion beam axle with stabilizer Torsion beam axle Torsion beam axle Torsion beam axle
Rem depan Disk vent Disk vent Disk vent Disk vent Disk vent
Rem belakang Drum Drum Drum Drum Drum
Safety




Dual SRS airbag v v v v -
High stop lamp (3rd lamp) v v v v v
Safety belt (2 baris jok) v v v v v
Alaram v v v v v
Eksterior




Headlight Halogen Halogen Halogen Halogen Halogen
Foglamp depan v v v - -
Wiper kaca belakang v v v v v
Kaca spion elektrik v v v v v
Door handle Body color Chrome Body color Body color Body color
Interior




Warna Two tone Two tone Two tone Two tone Two tone
Headunit Integrated 2-DIN-cd player Integrated (mp3+WMA) 2-DIN-cd player 2-DIN-cd player
USB & iPOD connection - - - v -
Jumlah speaker 4 4 6 4 4
Power Window v v v v v
Power door lock v v v v v
Takometer v v v v v
AC v v v v v
Cup holder depan v v v v v
Tilt Steering v v v v v


Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

01 Juli 2009

Perbedaan New Camry Facelift dengan New Camry Sebelumnya

New Camry minor change atau facelift akan segera di luncurkan dalam waktu dekat ini. Toyota terus melakukan improvement untuk produk-produk terbarunya, hal ini terbukti dalam New Camry minor change ini.

Perubahan yang terjadi di sektor eksterior terdapat pada lampu depan, lampu kabut, radiator grille depan, lampu kombinasi belakang, lampu rem dan desain vleg yang baru.

Sedangkan di sisi interior perubahan terletak pada perubahan posisi meter kombinasi, penambahan konektor Audio Sistem (Colokan AUX, yang berguna untuk memainkan perangkat pihak ketiga seperti IPOD, MP3 Player dan lainnya) dan adanya tambahan roof illumination pada Camry tipe 3.5Q yang menampilkan kesan lebih mewah.

Di sisi kenyamanan, Toyota juga menambahkan seat massager di kursi belakang untuk varian New Camry tipe 3.5Q.

Camry idaman ini mempunyai 2 warna baru yang bisa anda pilih yaitu white pearl untuk camry 2.4V dan Dark Grey Metalic. Sedangkan warna camry terdahulu yaitu Dark Blue Mica tidak di produksi kembali.


Baca Selengkapnya ...

03 Juni 2009

Pertarungan Abadi

Sejak era 1980-an, kelas ini selalu menjadi ajang kompetisi ATPM di tanah air. Meski dominasi sedan kini mulai tergeser, namun di kelas ini pertarungan abadi tetap terjadi. Manakah jajaran produk yang mampu menjawab selera para eksekutif muda di Indonesia?

Berbicara Medium Sedan, nama Toyota Corolla, Honda Civic, dan Mitsubishi Lancer, tentu sudah tidak asing di telinga konsumen Indonesia. Kompetisi ketat antara 3 ATPM besar ini telah mewarnai pasar domestik sejak awal 1980-an. Dan kini, Ford mulai meng-geliat dengan produk andalannya, Ford Focus.

Keberhasilan Corolla Altis dalam penjualan Medium Sedan di Indonesia, mulai mendapat lawan berat dari sekelilingnya. Untuk itu, penting bagi Toyota untuk meremajakan produk andalannya agar tetap menjadi pemimpin pasar di Tanah Air. Dengan menghadirkan pilihan mesin baru, Altis kini memiliki dapur pacu berkapasitas 2.000 cc.

Berbeda dari varian bermesin 1.800 cc, Corolla Altis 2.0 V teranyar ini telah dilengkapi teknologi dual VVT-i dan paddleshift. Kedua fitur ini tentu saja memberikan nuansa sporty pada sedan elegan ini. Kesan interior yang dibangunnya memiliki nuansa elegan ketimbang sporty. Imbuhan head unit dengan layar ECD maupun DVD player, meningkatkan value for money sedan Toyota ini.

Sementara beberapa waktu sebelumnya, Ford Focus dengan varian terbaru, Ghia 2.0. Sedan bermerek asal Amerika ini memiliki cita-rasa Eropa yang kental dengan berbagai kelengkapannya. Tentu saja nuansa Eropa terpancar jelas dari ekterior maupun interiornya. Sebagai model facelift, varian Ghia 2.0 ini memang ditargetkan untuk para eksekutif muda.

Fitur-fitur standar yang dimilikinya sudah cukup untuk memanjakan pengemudi maupun penumpang di dalamnya. Sayangnya, unit diesel yang menjadi unggulan Ford Focus saat ini, tidak tersedia pada varian sedannya.

Begitu pula dengan Civic. Facelift yang dilakukan Honda membuat Civic tampil lebih sporty dengan layout bumper baru. Untuk pasar Indonesia, Honda hanya menawarkan dua pilihan mesin Civic: 1.800 cc dan 2.000 cc. Tak ada versi high performance hadir dalam line-up-nya di Tanah Air. Penampilannya tetap mampu menghipnotis penggemar Honda di Tanah Air. Apalagi konsep sport telah menjadi satu paket menarik dari Civic.

Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT, masih menjadi pilihan Medium Sedan menarik di Tanah Air. Sayang, penampilan eksterior yang sporty tidak serta merta membuatnya mampu mengungguli para rivalnya. Namun PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) malah tertarik dengan menghadirkan pilihan mesin high performance Evo X di dalam line-up Lancer di Tanah Air.

Pertarungan kunci: Manakah paket paling menarik?
SELAIN menyediakan empat pilihan trim pada Corolla Altis, Toyota cukup cerdik dengan menyuguhkan fitur-fitur pendukung. Monitor navigasi merupakan salah satu fitur yang cukup dibutuhkan saat ini. Hal mi kian memberi keleluasaan kepada konsumen untuk memilih Altis yang seusai dengan budget yang dimiliki.

Sedangkan Honda lebih memilih segmentasi dalam menjual produknya. Pengemudi antusias menjadi incaran Honda dengan Civic. Eihat saja, penerapan stability control dan posisi mengemudi yang begitu mengasyikkan sebagai salah satu cirinya. Belum lagi performa dapur pacu yang mengusung teknologi i-VTEC.

Sedangkan Mitsubishi Lancer dan Ford Focus berada di antara keduanya. Mereka tak memiliki kelebihan yang menonjol yang saling mendukung. Seperti Lancer dengan penampilan sporty namun kurang didukung oleh performa dan pengendalian terbaik. Begitu pula dengan Focus. Andai saja pilihan mesin diesel yang dipadu transmisi Dual Clutch Transmission (DCT) hadir pada Focus sedan, tentu paket yang dihadirkan akan lebih menarik.

Toyota Corolla Altis 2.0V
PENGEMBANGAN, adalah kata kuci berhasilnya sebuah produk di pasar. Dengan terus menawarkan value for money yang memikat, sebuah kendaraan akan terus diminati pembeli dan mendulang kesuksesan. Hal tersebut dilakoni oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat merilis Toyota Corolla Altis bermesin 2.000 cc.

Inovasi paling kentara darinya adalah adopsi tekonologi Dual VVT-i. Berbeda dengan teknologi VVT-i, sistem ini sekaligus mengatur kinerja dari katup masuk dan buang. Tak heran bila Toyota tertarik untuk meningkatkan kapasitas mesin hingga 200 cc tanpa takut konsumsi bbm menjadi lebih boros.

Tenaga besar pun mampu diraihnya dengan penambahan kapasitas mesin ini. Dengan tenaga sebesar 152 dk, ia pun mampu mencetak figur akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,2 detik. Kendati demikian, ia tetap kalah dari Honda Civic 2.0 dan Mitsubishi Lancer EX 2.0GT yang mencatat 9,5 dan 9,9 detik.

Kekalahan Altis turut disumbang oleh transmisi otomatis 4-speed yang disematkan. Beda dengan Civic dan Lancer yang telah memiliki G-speed dengan rasio rapat. Sulit bagi Altis untuk mengimbangi keduanya saat adu kencang.

Meningkatnya efisiensi mesin mengakibatkan torsi yang dihasilkan naik secara signifikan. Tercatat angka 212 Nm pada 4.400 rpm. Itu terasa saat ia harus berjibaku di tengah padatnya jalan. Makanya saat diukur konsumsi bbm dalam kota, Altis mencatat angka 10,2 km/liter.

Hal tersebut berimbas pada konsumsi bbm tol. Altis menoreh figur 16,4 km/liter. Masih lebih unggul dari pesaingnya. Hasil di atas menjadi sangat berarti bagi Anda kaum konservatif yang tidak terlalu membutuhkan performs menggelora.
Inovasi selanjutnya adalah imbuhan paddleshift di balik setir. Meski bukan cerita baru karena Civic dan Lancer telah memiliki, tapi itu merupakan yang pertama untuk Toyota di Indonesia.

Namun hati-hati saat membawanya bermanuver. Karena setelan suspensi masih sama dengan varian 1.8, bantingannya terasa empuk. Akibatnya Altis cukup sulit untuk dikendalikan lantaran suspensi kurang mampu mengimbangi dorongan torsi yang kuat. Potensi limbung mu-dah terdeteksi. Karena setir ringan, hilangnya rasa saat kecepatan tinggi membuat pengemudi sulit memprediksi arah mobil.

Tidak ada ubahan berarti pada penampilan eksteriornya. Hanya berganti desain gril yang membuat ia tampak lebih sporty. Kendati untuk Anda pengemudi antusias, tampilan luar Civic dan Lancer tetaplah yang terbaik. Bahkan dengan tampilan Focus sekalipun, jika dilihat dari depan.

Kesan mewah sangat terasa di bagian dalam. Balutan kulit cerah di bangku membuat penumpang merasa nyaman. Bicara audio, ternyata Altis ini berbeda dari 1.8. la tidak lagi dilengkapi head unit terintegrasi, melainkan sistem audio visual baru dari pihak ketiga.

Hal ini dikarenakan PT TAM ingin memberikan value bagi pemilik Altis dengan menyematkan sistem navigasi. Begitu dinyalakan Anda akan segera paham bahwa Garmin dilibatkan dalam proses pembuatannya. Sedangkan Tele Altas digandeng sebagai penyedia peta.

Dengan tombol sentuh di layar, Anda dapat menavigasi tujuan sebelum jalan. Petanya tergolong lengkap karena PT TAM terlibat langsung saat proses pengembangan. Point of Interest (POI) yang disajikan terbilang lengkap, termasuk lokasi bengkel resmi Toyota. Semakin memikat dengan hadirnya voice guidance berbahasa Indonesia.

PT TAM dianggap berhasil dalam mengembangkan Altis. Memang bagi pecinta kecepatan ia bukanlah pilihan utama. Pun dengan desain eksterior biasa saja. Tapi performanya tidak mengecewakan. Beberapa gimmick menarik seperti paddleshift dan sistem navigasi turut mereka sematkan. Cukupkah untuk menjadi yang terbaik?

Poin utama
1.MESIN
Selain naik kapasitas, mesin yang dipakai dilengkapi teknologi canggih Dual VVT-i. Memang tenaga yang disemburkan tidak segarang Civic dan Lancer, namun torsinya adalah yang terbaik di sini. Pun dengan efisiensi mesin lebih baik. Makanya konsumsi bbm Altis lebih baik dari keduanya.

2.EKSTERIOR
Tidak ada ubahan dari model 1.8. Kecuali hadirnya gril sporty bermotif sarang tawon di dalamnya dengan bilah krom cantik di atasnya. Kit bodi cukup membuatnya tampil lebih sangar kendati kami melihat tampilan ketiga rivalnya lebih agresif dari Altis.

3.INTERIOR
Aroma konservatif terus berlanjut pada kabin. Balutan kulit mewah pada bangku setaagi penanda. Desain dasbor modern walau desainnya kalah memikat dari Corolla ataupun Lancer. Imbuhan paditleshift menaikkan pamornya.

4.SISTEM NAVIGASI
Bisa dikatakan Altis adalah inovator untuk sistem navigasi yang menjadi satu kesatuan dengan mobil. Ketiga rivalnya belum memikirkan hal tersebut. Sangat membantu karena Toyota terlibat langsung dalam pengembangan.


Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT
PABRIKAN berlambang Tiga Berlian ini melakukan reborn saat kembali melansir Lancer EX. Tidak tanggung-tanggung, Mitsubishi memboyong dua model sekaligus untuk transporter harian dan versi kencang di Tanah Air.

Untuk versi harian, PT Krama Yudha Tiga Berlian siap bertarung sengit dengan para rival yang memang kuat bercokol di pasar lokal. Yup, Lancer EX 2.0 GT siap menantang ketangguhan Toyota Corolla Altis, Honda Civic dan Ford Focus Ghia dalam pertarungan kali ini.

Tampilan radikal nan elegan langsung terpancar pada wajah luar Lancer. Sepintas bodi yang mirip dengan versi high performance, membuat paket Lancer EX menjadi salah satu alternatif menarik. Kesan sporty tampak pada gril trapezoidal. Kian apik dengan hadirnya spoiler belakang di atas bagasinya berbalut pelek alloy 18 inci.

Mesin 1.998 cc berteknologi MIVEC mampu menyemburkan tenaga hingga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm. Tanpa banyak diketahui, teknologi pengaturan katup masuk dan buang telah lebih dahulu hadir pada Lancer EX ketimbang Corolla Altis terbaru. Dengan transmisi CVT, Lancer memberikan sensasi berkendara. Entakan halus nan kencang terasa saat pedal gas diinjak dalam mode Sport.

Lancer mampu berakselerasi 0-100 km/jam di bawah 10 detik atau tepatnya, 9,9 detik. Hasil ini rnembuatnya duduk di posisi kedua setelah Honda Civic dengan waktu terpaut 0,3 detik.

Pun begitu soal konsumsi bbm. Meski bukan yang terbaik di tes ini, konsumsi bbm Lancer di jalan bebas hambatan terbilang irit, yaitu 14,8 km/1. Lancer mesti mengakui kelebihan Toyota Corolla Altis 2.0 yang mampu menembus 16,4 km/1 atau lebih boros 1,6 km/1. Bahkar. untuk rute kombinasi, Lancer bisa menyentuh angka 12,4 km/1.

Singkatnya, baik performa maupun kehematan, Lancer cukup bisa diandalkan dibandingkan para rival sekalipun. Mampukah segala kelebihan ini, Lancer bisa dengan mudah melaju kencang dalam kontes ini?

Poin utama
1.STYLING
Tampilan radikal nan elegan menjadi daya tarik Mitsubishi lancer EX 2.0. Meski hanya untuk mobil harian, nuansa mobil taerperforma sudah terpancar saat Lancer melintas.

2.INTERIOR
Sederet fitur pendukung seperti Multi Information Display, paiUleshift di kolom kemudi, AC dengan climate control, dan tumbol audio dl setir menjadi kelengkapan standar di EX.

3.MESIN
Dapttr pacu 1.998 cc berteknologi MIVEC menyemburkan tenaga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm, cukup mumpuni baik performa maupun kehematan saat beraksi di jalan.

4.PILIHAN LENGKAP
Mitsubishi Lancer hadir dengan pilihan lengkap. Untuk versi harian, Lancer EX 2.0 GT layak dipilih, sementara bagi penyuka mobil berperforma ekstra, Evo IX bisa jadi jawaban. Keduanya pun dihadirkan PT KTB secara bersamaan untuk konsumen lokal.

Honda Civic 2.0
BENAR, ini adalah versi facelift dari Civic. Varian bermesin 2.0 ini kini memiliki penampilan bumper yang baru dan lampu belakang bulat terdahulu, kini berubah menjadi oktagon atau segi delapan.

Sekilas riada perubahan bentuk secara mendasar. Penampilannya terlihat modern dengan kaca depan yang landai serta lekuk bodi unik. Mobil ini terlihat elegan, canggih, sekaligus dinamis.

Di dalam, nuansa tersebut masih berlanjut. Panel instrumen yang terpisah dalam dua bagian memiliki spidometer digital di atas, sementara bagian bawahnya menampilkan takometer dengan jarum analog. Desain panel instrumen bertumpuk di Civic ini diberi nama Multiplex oleh Honda. Kini Civic sudah sedikit berbenah dan menambahkan fitur fuel consumption yang absen di versi terdahulu.

Kesan luas dan dinamis langsung terpancar begitu Anda duduk di belakang kemudi Civic, dengan posisi yang cukup ergonomis. Semua kendali seperti tuas transmisi, rem tangan, paddleshift serta pengaturan kemudi 4 arah membuat semua kendali berada berada dalam genggaman.

Posisi mengemudi yang baik tidak menyebabkan pegal saat melakukan perjalanan jauh. Hal ini memberikan pengalaman berkendara terbaik pada pengetesan kali ini. Pun begitu, penumpang belakang tetap bisa menikmati ruang ruangan cukup lega.

Mesin berkapasitas 1.998 cc i-VTEC DOHC paling bertenaga di kelas ini. Di atas kertas, mesin ini memiliki tenaga kuda yang setara dengan Mitsubishi Lancer EX sebesar 155 dk, pada putaran yang sama pula 6.000 rpm. Namun bobotnya yang sedikit lebih ringan, membuat akselerasinya lebih lincah hampir di semua tingkat kecepatan dibandingkan EX. Hal ini dibuktikan dengan menyelesaikan akselerasi 0-100 km/ jam dalam tempo 9,6 detik.

Tenaga Civic terasa merata dari putaran bawah hingga tengah dan menggila di putaran tinggi. Transmisi matik 5-speed-nya sangat responsif ketika melakukan perpindahan. Dan mode manual dengan perpindahan via tuas di balik setir rnembuatnya semakin mengasyikkan dikemudikan. Bahkan perpindahan tersebut masih bisa dilakukan pada mode otomatis sekalipun, hal yang tak bisa dilakukan oleh Lancer EX.

Bantingan Civic tergolong moderat atau setara dengan Ford Focus, namun sedikit lebih keras ketimbang Mitsubishi maupun Corolla Altis. Pengendaliannya juga cukup lincah, tapi memang belum sepresisi Mitsubishi yang menggunakan pelek berdiameter 18 inci.

Dimensi pilar A yang tebal mengganggu manuver di jalan sempit. Di sisi lain, satu hal lagi yang menyenangkan dari mobil ini adalah setirnya yang berukuran kecil dan pas digenggaman, sehingga memudahkan pengemudi pada saat melakukan manuver.

Lampu HID xenon serta kontrol kestabilan sudah menjadi menu standarnya. Kehadiran stabilty control VSA (Vehicle Stability Assist) membantu menjaga keselamatan pada kecepatan tinggi. Dengan harga yang mencapai Rp 398 juta, apakah Civic mampu kembali bersaing dan mengambil kembali tahta sebagai yang terbaik di kelasnya?

Poin utama
1.STYLING
Penampilan terbarunya tetap memberikan sedikit penyegaran. Sentuhan yang diberikan Honda pada bumper depannya memberikan kesan sporty yang semakin kental.

2.INTERIOR
Berkat desain Multiples yang diterapkan pada model ini, mampu menghasilkan ruang yang lapang bagi seluruh penghuni kabin. Hal tersebut dipadu dengan desain bertaagai tuas maupun tombol pengendali yang ergonomis sehingga mudah dijangkau dan dioperasikan oleh pengemudi juga penumpang depan.

3.MESIN
Dengan modal mesin yang terkuat di kelas ini, Civic tetap memiliki performa terbaik walau harus dibayar dengan konsumsi BBM yang sedikit lebih boros dari rivalnya. Torsinya yang tidak sebesar Lancer EX 2.0 GT maupun Corolla Altis 2.0 V, tetapl tetap lebih unggul dari Focus.

4.FUN TO DRIVE
Racikan suspensi dan mesin pada varian ini, dipadu denga posisi mengemudi yang baik, mampu memberikan sensasi pengalaman berkendara yang optimal.

Ford Focus Ghia 2.0
SATU-SATUNYA kontestan Tes Jalan Medium Sedan ini yang berasal dari luar Jepang adalah Ford Focus. Dengan mengadopsi konsep Kinetic Design, Focus sedan sudah mengikuti wajah para saudaranya yang memiliki ciri khas lubang udara besar dan lampu menyipit yang ditarik ke belakang. Untuk menambah kesan mewah pada moncongnya diimbuhi Us krom.

Perubahan lain dari Ghia dibandingkan dengan versi yang digan-tikannya adalah adanya tambahan lampu sein pada spion dan juga lis pada pintu dan hendelnya. Sementara bagian buritan, terlihat lampu yang didesain ulang walaupun bukan merupakan major change.

Masuklah ke dalam interiornya, maka jelas terlihat sebagai varian termewah, seluruh bangku dan beberapa panel pintu dibungkus bahan kulit mewah dengan warna beige. Warna serupa berlanjut pada bagian dasbor dan panel pintu dengan sedikit tambahan warna abu-abu.

Kemudi palang empat pun terkesan mewah dengan balutan kulit dan memiliki tuas audio dan menu tepat di belakang lingkar kemudi yang mudah diraih. Sayang kemudinya kurang nyaman digenggam.

Tuas audio berupa volume, track CD ataupun radio dan mode mengganti gelombang radio yang sudah di set sebelumnya. Konsol tengah dihiasi sentuhan kayu untuk menambah kesan mewah.

Sandaran tangan depan dapat dimaju-mundurkan sehingga tangan tidak mudah letih ketika sedang berhenti. Ruang penyimpanan cukup memadai dengan beberapa cup bolder.

Untuk mendapat posisi duduk dalam Ghia sangat mudah karena dilengkapi dengan pengaturan elektrik pada bangku pengemudi. Dan lingkar kemudi pun dapat di atur ketinggiannya serta jauh dekatnya dengan pengemudi.

Bagasi yang dimiliki Ghia jelas lebih besar dari versi hatchback sehingga dapat memuat banyak barang belanja. Bila dirasa kurang, jok belakang bisa dilipat sehingga menambah kapasitas ruang bagasi. Caranya pun mudah, hanya menarik tuas yang berada disamping headrest.

Mesin yang digunakan pada Focus Ghia adalah mesin bensin 1.999 cc 4 silinder Duratec. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga 144 dk pada 6.000 rpm dan torsi 185 Nm pada 4.500 rpm. Respons-nya memang tidak seganas unit diesel dan hanya ditemani transmisi otomatis 4-speed yang menye-diakan mode manual.

Namun satu kelebihan dari Focus Ghia adalah adanya pengaturan steering yang bisa diset pada Menu saat keadaan mobil sedang diam. Anda bisa mengatur kemudi untuk mode Standard yakni untuk penggunaan sehari-hari, Sport bila Anda berada di jalan bebas hambatan atau banyak melakukan manuver pada kecepatan tinggi, dan Comfort untuk cruising ataupun saat parkir.

Konsumsi bbm tidak bisa di-bilang hebat karena untuk jalan tol hanya mampu mencatat angka 14,7 km/1, sementara untuk konsumsi jalanan kota, Focus yang paling boros dalam komparasi kali ini dengan angka 9,2 km/1. Sementara untuk akselerasi untuk mencapai 100 km/jam, Focus Ghia mencatat angka 11,7 detik.

Poin utama
1.STYLING
Konsep Kinetic Design menjadikan Focus lebih segar dipandang dibandingkan dengan versi sebelumnya. Tambahan bagasi dari versi hatchback menambah ruang bagasi.

2.INTERIOR
Cukup mewah dengan fitur-fitur audio dan menu MID yang tuasnya berada dibalik kemudi.

3.FITUR
Fitur yang menonjol adalah adanya pengaturan untuk bobot kemudi dalam pengendaraan, Standard, Sport, Comfort - yang bisa di-setting dari Menu.

4.PILIHAN VARIAN
Untuk versi Ghia ditawarkan mesin 2.000 cc dan 1.800 cc. Sementara bagi penyuka model hatchback memiliki pilihan bensin untuk pengedaraan harian yang santai.

Backseat driver
ADAKAH VARIAN SERUPA YANG DITAWARKAN KEEMPAT KONTESTAN ?
COROLLA Altis masih menjual tiga model bermesin 1.800 cc. Sementara Civic memiliki dua varian bermesin 1.800 cc yaitu bertransmisi manual dan otomatis. Focus memiliki varian 2.0 lebih murah, yaitu Comfort. Sedangkan Lancer EX hanya memiliki satu pilihan model. Namun jika dompet Anda tebal, Lancer Evo X seharga Rp 1,1 miliar layak dicicipi.

SIAPA LAGI PEMAIN DISEKTOR INI?
MAZDA3 Sedan adalah salah satunya. Saudara jauh Ford ini masih menjual 3 Sedan model lawas, padahal di negeri asalnya dan di Eropa, 3 telah mengalami pergantian model.

Jika hanya mempertimbangkan mesin, Peugeot juga memiliki 407 bermesin 2.000 cc. Namun sebenarnya sedan Francis ini masuk di kelas lebih tinggi. Unitnya sendiri tidak ready stock dan harus dipesan terlebih dahulu.

Kesimpulan
TAK dapat dipungkiri, bahwa paket paling menarik tetap dimiliki Toyota Corolla Altis. Pengembangan yang dilakukan memang telah menjadi kebutuhan konsumen di kelas Medium Sedan saat ini. Usaha Toyota untuk menambah pilihan mesin dan menyematkan fitur-fitur menarik, merupakan langkah yang tepat.

Memang Altis bukan yang terbaik dalam hal performa dan pengendalian, namun ia tetap berada dalam batas yang tidak memalukan. Tapi dalam hal konsumsi bbm, Altis mampu menjadi yang terbaik dari para rivalnya. Hal inilah yang membuat paket Toyota mampu menjadi yang terbaik dalam tes jalan kali ini.

Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT menguntit ketat di belakangnya. Lancer EX mampu memberikan aura sport yang kental. Suatu hal yang tidak bisa diberikan oleh para kompetitornya. Sistem tata suara yang dimilikinya juga merupakan yang terbaik. Bahkan sistem audio visual yang dimiliki Altis tidak mampu menyainginya.

Performa mesin maupun handling-nya masih sebanding dengan yang diberikan Civic. Begitu pula unsur fun to drive yang dimilikinya, mampu memberikan sensasi yang merefleksikan penampilan eksteriornya. Nuansa sport tersebut terlalu dihayati sampai-sampai interiornya kurang kedap dibandingkan para pesaingnya.

Berbicara paket sporty, Honda Civic merupakan jagoannya. Dalam hal tenaga, maupun handling, Honda Civic menjadi yang terbaik. Terlebih
faktor ergonomis saat mengemudi yang dimilikinya, tidak dapat disaingi oleh peserta lainnya. Sayangnya, paket ini begitu segmented sehingga hanya pengemudi antusias saja yang menginginkan mobil ini.

Pembaruan yang dilakukan Ford pada Focus mampu membuat sedan ini tampil lebih mewah. Kesan ini semakin kuat dengan kenyamanan khas mobil Eropa, ditambah kabinnya yang hening. Sayang kelengkapan fiturnya hanya berada dalam batas rata-rata, begitu juga performa yang tergolong biasa-biasa saja. Alhasil sedan berlambang Oval Biru im belum mampu mengimbangi rival-rival sekelasnya dalam Tes Jalan kali ini.

Peringkat akhir
1. TOYOTA COROLLA ALTIS 2.0
(+): Paddleshift, smart key, harga
(-): Transmisi hanya 4-percepatan, pelek 16 inci

2. MITSUBISHI LANCER EX2.0 GT
(+): Pengendalian akurat, fitur lengkap, pelek 18 inci, desain eksterior
(-): Jaringan servis, interior kurang kedap, perlu inden

3. HONDA CIVIC 2.0
(+): Performa mesin, posisi mengemudi, kontrol kestabilan
(-): Desain pilar A tebal, pelek 16 inci, harga paling mahal

4. FORD FOCUS GHIA 2.0
(+): Kenyamanan sedan Eropa, kabin yang senyap, harga
(-): Akselerasi, konsumsi bbm, tenaga

Sumber : AutoBild Indonesia, Senin, 01 Juni 2009

Baca Selengkapnya ...