Tampilkan postingan dengan label Tips For You. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips For You. Tampilkan semua postingan

22 Desember 2009

Jaga Rem Xenia-Vanza Tetap Pakem

Rem Avanza atau Xenia Anda dalam? Awas, bisa nyelonong nanti! Tenang saja, jangan kuatir, bisa disetel kok! Eit, tapi bukan rem depan yang disetel lo, melainkan rem belakang yang masih memakai teromol. Soalnya tinggi rendahnya pijakan rem bergantung pada setelan rem di kedua roda belakang.

Ayo, ikuti caranya. Kendurkan empat baut roda ban belakang, angkat mobil dengan dongkrak dan ganjal pakai jack stand. Turunkan rem tangan (hand brake) supaya enak menyetelnya (Gbr.1). Soalnya kalau terkunci agak susah nih, kan teromol enggak bisa dibuka dan diputar.

Ada dua cara. Cara pertama lebih banyak langkahnya, tetapi mudah dilakukan. Buka teromol dengan bantuan baut ukuran 12 di kedua sisinya. Setelah terbuka, bisa langsung setel rem (Gbr.2). Setel roda gigi beberapa klik dengan obeng minus dan coba pasang kembali teromol.

Kemudian coba putar teromol beberapa kali dan rasakan apakah sudah sedikit seret atau masih longgar. Kalau sudah sedikit seret berarti kampas rem sudah menyentuh teromol. Tetapi jika masih longgar, copot teromol lagi dan setel kembali roda gigi seperti di atas. Jangan lupa roda sebelah disetel juga remnya, ya!

Cara lain, dengan mencopot karet di belakang dudukan teromol rem (Gbr.3). Cara ini agak ribet karena harus meraba-raba letak roda gigi yang enggak kelihatan. Karena teromol tidak perlu dibuka, ban juga tidak perlu dicopot.


Gbr 1

gbr 2

gbr 3

Gbr 4


Cukup cungkil pakai obeng minus ke dalam lubang yang tertutup karet tadi. Klik roda gigi di dalamnya beberapa kali sampai mentok tidak bisa di klik lagi (Gbr.4). Berarti kampas sudah menempel ke teromol rem. Kemudian kendurkan roda gigi sebanyak 3 sampai 5 klik supaya ada jarak antara kampas dengan teromol.

Pasang lagi sesuai dengan urutan membongkarnya, dan coba rasakan hand brake. Ketika ditarik, rem tangan biasanya butuh 3 sampai 4 klik. Setelan idealnya ada di posisi 4 sampai 7 klik. Nah, tinggal coba juga dong besutannya, jalankan dan rem mendadak. Ciitt! Sudah tinggi remnya, kan?

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

10 Desember 2009

Setel Kopling Avanza-Xenia

Kopling Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia tidak menggunakan sistem hidraulis. Jadi, masih pakai kabel kopling buat menarik garpu penekan dekrup.

Ada keuntungan menggunakan kabel ini, lo. Jika putus di jalan, mudah untuk menggantinya dan siap ngacir lagi.

Tentu harus menyiapkan serepnya dulu, dong. Coba dibandingkan dengan sistem hidraulis, kalau sudah rusak masternya, siap-siap nunggu mobil derek, tuh!

Akan tetapi, kerugiannya sistem kabel pun ada. Jika sudah lama digunakan, lambat laun kabel ini akan seret karena gesekan dan kotoran yang masuk melewati karet penahan debu. Kabel kopling ini bisa saja diganti atau dilumasi dengan oli. Namun perlu diingat dekrup dan kampas kopling kan ikutan menipis juga, lo. Imbasnya, pijakan pedal kopling bisa berubah.

Ah, usah pusing, soal gampang itu. Mau setel sendiri jarak main pedal koplingnya? Yuk kita lakukan bersama. Pertama, buka kap mesin dulu. Lanjut intip ke bawah di antara pipa dipstick oli dan kolom stir. Tuh, ada mur plastik gede bentuk kembang. Sudah lihat, kan? Nah itu dia mur plastik penyetel pedal kopling (Gbr.1).

Putar ke kanan atau searah jam jam supaya jarak pijakan pedal kopling menjadi tinggi. Atau sebaliknya, putar ke kiri alias berlawanan arah jarum jam untuk membuat pijakan menjadi dalam. Idealnya, jarak pijakan pedal kopling disetel pada posisi 50% dari pijakan paling dalam (Gbr.2).

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

12 Oktober 2009

Tips Merawat Kopling

Beberapa pengendara mengeluhkan bahwa ia harus seringkali mengganti pelat kopling yang cepat habis, padahal menurutnya jeda waktu penggantian pelat kopling belum lama. Tentu saja dengan seringnya mengganti pelat kopling berarti harus mengeluarkan uang yang lebih banyak.

Menurut pengalaman, salah satu penyebab paling umum cepat habisnya pelat kopling adalah tata cara mengemudi kendaraan yang kurang baik. Untuk lebih jelasnya, berikut ini kami informasikan mengenai kopling dan tata cara mengendarai kendaraan agar kopling dapat bekerja secara optimal dan tentu saja tidak mudah rusak.

Mekanisme Kopling
a. Komponen kopling
Sistem kopling (clutch) terletak diantara mesin dan sistem penggerak (transmisi), seperti diperlihatkan pada gambar di samping. Fungsi kopling yaitu sebagai penerus putaran mesin ke sistem penggerak

Sistem kopling terbagi dalam sejumlah komponen yang masing-masing memiliki fungsi saling mendukung bagi optimalisasi tugas penerus putaran mesin ke sistem penggerak. Satu set kopling terdiri dari pelat/piringan kopling (clutch disc), matahari (cover clutch), roda gila (flywheel), dan laher kopling (release bearing).

b. Prinsip Kerja Kopling
Saat pedal kopling ditekan, hubungan antara mesin dengan sistem penggerak (transmisi) terputus karena roda gila (flywheel) danpelat/piringan kopling (clutch plate) tidak saling bersinggungan sehingga tenaga yang dihasilkan oleh mesin tidak dapat diteruskan ke komponen penggerak. Lalu, bila pedal kopling dilepas atau tidak diinjak (difungsikan) maka hantaran putaran mesin akan kembali menggerakkan transmisi.

Penggunaan kopling yang BENAR
Agar kopling dapat berfungsi dengan sempurna serta tidak gampang mengalami kerusakan, maka berikut ini adalah tahapan penggunakan kopling yang dianjurkan :

1. Jika menginjak pedal kopling, maka tekanlah pedal kopling sepenuhnya. Tujuannya adalah agar roda gila (flywheel) dan pelat/piringan kopling (cluth plate) dapat terpisah secara sempurna, sehingga dapat memudahkan dalam memindahkan tuas transmisi.
2. Ketika sedang menginjak pedal kopling secara sempurna, pindahkan tuas transmisi.
3. Setelah memindahkan tuas transmisi, selanjutnya bebaskan injakan kopling secara perlahan diselaraskan dengan injakan pedal gas agar kendaraan dapat berjalan dengan halus dan tidak membuat kendaraan meloncat.

Penggunaan kopling yang SALAH
Seringkali kita tidak mengetahui sebenarnya terdapat beberapa hal yang menjadikan komponen kopling cenderung mudah mengalami kerusakan. Berikut ini hal-hal yang dapat memudahkan komponen kopling mengalami kerusakan, antara lain :

1. Meletakkan kaki pada pedal kopling selama kendaraan berjalan. Hal ini dapat mempercepat keausan pada release bearing dan pelat/piringan kopling
2. Menahan setengah kopling saat mobil antri di tanjakan. Hal ini dapat mempercepat kerusakan sistem kopling. Mesin pun sering terasa bergetar sehingga membuat fungsi karet penahan mesin (engine mounting) juga dapat terganggu. Sebaiknya gunakan rem tangan untuk menahan kendaraan ketika sedang antri di tanjakan.
3. Menginjak dan melepas kopling secara kasar . Bila dilakukan dengan cara yang kasar maka sentuhan pelat/piringan kopling terhadap roda gila (flywheel) akan terasa lebih keras, hal ini akan mempercepat keausan sistem kopling.

Tips Merawat Kopling
1. Melakukan pengecekan dan perawatan kopling secara rutin.
2. Gunakan selalu gigi satu untuk start awal kendaraan, karena jika menggunakan gigi di atasnya, kopling akan dibebani secara berlebihan dan mempercepat keausan
3. Netralkan tuas transmisi jika berhenti. Contoh : di lampu merah

Masalah umum yang terjadi pada kopling
1. Kopling selip
Akibat dari kopling selip, kendaraan tidak dapat berjalan, kurang tenaga, dan dapat menyebabkan boros bahan bakar, hal ini disebabkan tenaga mesin tidak tersalurkan ke sistem penggerak (transmisi) karena pelat/piringan kopling sudah aus.
2. Kopling jeblos
Akibat dari kopling jeblos, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan, hal ini disebabkan tidak dapat terpisahnya pelat/piringan kopling dengan mesin karena tenaga yang disalurkan dari pedal tidak mampu diteruskan ke sistem kopling. Kabel kopling yang putus, silinder kopling bocor, dan matahari yang rusak merupakan beberapa hal yang membuat tenaga dari pedal tidak dapat diteruskan ke sistem kopling
3. Kopling lengket
Akibat dari kopling lengket, tuas transmisi tidak dapat/susah dipindahkan karena tidak terpisahnya pelat kopling dan mesin akibat pelat/piringan kopling lengket. Penyebab kopling lengket karena air atau lumpur yang masuk ke area sistem kopling.

Perhatian !!!
Jika pada saat menggunakan kopling, tercium bau terbakar, disarankan segera menghentikan kendaraan dan parkir terlebih dahulu karena indikasi tersebut menunjukkan bahwa terjadi panas tinggi pada kopling, hal ini dapat mengakibatkan kerusakan pada sistem kopling.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

16 Juni 2009

Penting! Perhatian Khusus Untuk Mesin Innova Diesel

Pada Kijang Innova, turbocharger hanya digunakan pada mesin diesel. Tugas turbo, menyedot udara dengan paksa ke dalam mesin. Dengan cara ini pula, efisiensi kerja mesin jadi lebih baik dibandingkan bila hanya mengandalkan pemasukkan secara alamiah. Mesin tak hanya lebih irit, juga makin responsif.

Meski begitu, turbocharger juga memerlukan perhatian khusus. Mulai dari jadwal pergantian oli dan fiternya, filter udara yang teratur sampai cara mematikan mesin.
Stasioner Sebentar. Pada mesin yang dilengkap turbo, setelah bekerja keras dalam waktu lama atau dikebut habis, mesin tidak boleh langsung dimatikan. Kalau hal tersebut sering dilakukan, bagian yang rusak pertama adalah turbocharger. Harga komponen ini cukup mahal! Belum lagi ongkos pasangnya!

Cara terbaik mencegah turbo jebol adalah dengan mematikan mesin sesuai dengan kondisi operasionalnya. Untuk Kijang Innova diesel, rekomendasi Toyota untuk mematikan mesin adalah sebagai berikut.

Kondisi
Kecepatan
Waktu
Normal & Dalam kota

Tidak perlu
Kecepatan tinggi terus menerus
Di bawah 80 km/jam
20 detik
Di bawah 100 km/jam
1 menit
Menanjak di pergunungan
Di atas 100 km/jam
2 menit
Pertanyaan yang bisa muncul, mengapa mesin turbo diesel harus mendapatkan perlakukan khusus? Jawabannya, karena turbo bekerja pada putaran lebih tinggi, lebih tinggi dari mesin. Kalau mesin diesel putaran maksimalnya 5.000 rpm, turbo berkisar 60.000 rpm bahkan sampai 100.000 rpm. Pada putaran tinggi tersebut, turbo memerlukan pelumasan yang lebih baik dibandingkan saat langsam.

Dan yang pasti, kalau mesin tiba-tiba atau mesin langsung dimatikan, bantalan atau bearing turbo tidak akan memperoleh pelumasan. Pasalnya, mesin mati, pompa oli istirahat. Turbo tidak lagi mendapatkan pasokan oli. Nah, bisa dibayang, ketika turbo masih bekerja pada putaran tinggi, mesin mati, pasokan oli terhenti. Karena keseringan, turbo akhirnya jebol.

Buat mesin dengan turbo, tak hanya cara mematikan yang perlu diperhatikan, jadwal pergantian oli dan kualitasnya juga mesti mengikut aturan yang telah ditentukan.
Ganti Oli. Menurut Toyota, untuk kondisi jalan berdebu, khusus untuk mesin diesel Innova oli sudah harus diganti setiap 2.500 km atau 3 bulan. Padahal normalnya setiap 5.000 km atau 6 bulan. Hal yang sama juga berlaku buat filter oli, diganti setiap 5.000 km atau 6 bulan.

Untuk mencegah mesin langsung dimatikan, ada produsen menambahkan timer. Dengan alat ini, kendati kunci kontak sudah coba atu “OFF”, mesin akan tetap hidup beberapa saat.

Tak kalah penting, untuk mesin turbo yang digunakan di daerah berdebu, misalnya pertambangan, pemeriksaan dan pergantian saringan dipercepat. Pemeriksaan dan pembersihan dilakukan setiap 2.500 km atau 3 bulan. Malah, kalau debunya banyak sekali, langkah terbaik adalah menyediakan filter udara cadangan. Jadi tak ribet membersihkannnya ke bengkel!

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ...

18 April 2009

Pengereman ABS dan Non-ABS: Waspadai jarak pengereman

Jarak pengereman dalam kondisi jalan kering dan basah tentu berbeda. Kami pun mencari tahu sejauh apa perbedaannya dengan mobil ber-ABS dan tanpa sistem rem pintar ini...

KITA tidak pernah tahu apa yang akan terjadi di jalan. Kewaspadaan pengemudi tentu menjadi poin utama dalam mengemudi. Sehingga ketika menghadapi kondisi yang tidak terduga, Anda pun sudah siap merespons.

Namun selain waspada ketika mengemudi, mengenali mobil Anda juga penting. Seperti mengetahui sistem rem yang digunakan di mobil dan karakter mobil ketika mengerem.

Umumnya mobil saat ini dilengkapi rem cakram di kedua roda depan dan teromol di belakang. Ada pula yang menggunakan rem cakram di keempat rodanya. Selain itu perlu juga diketahui, apakah mobil yang Anda gunakan sudah mengaplikasi Anti Lock Braking System (ABS) atau tidak.

Perbedaan-perbedaan ini membuat jarak pengereman setiap mobil menjadi berbeda. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang juga berpengaruh pada pengereman. Yaitu bobot kendaraan termasuk beban yang diangkut, kecepatan kendaraan, bentuk dan profil ban, kondisi jalan, serta teknik pengereman.

Nah, kami tertarik untuk membuktikan perbedaan jarak pengereman aktual pada kondisi kering dan basah dengan kecepatan 50 km/jam dan 80 km/jam. Untuk menunjukkan perbedaan hasil pengereman ini kami juga menggunakan dua mobil yang berbeda.

Unit pertama adalah Toyota Vios G dengan rem ber-ABS dan bobot kosong 1.050 kg. Sementara satu lagi adalah Toyota Yaris J untuk mobil tanpa ABS yang memiliki bobot kosong 1.040 kg. Agar hasil pengukuran ini akurat, kami menggunakan alat ukur Vericom VC3000 dan pengetesan kami lakukan di Bridgestone Proving Ground di Karawang, Jawa Barat.

REM BER-ABS
PERANTI ABS (Anti-lock Braking System) berguna untuk meminimalkan kemungkinan roda mengunci ketika melakukan pengereman keras. Dengan begitu mobil masih bisa diarahkan untuk manuver menghindar.

Sistem rem ABS ini terintegrasi dengan komputer. Ketika pengemudi menginjak penuh pedal rem, sensor kecepatan ABS di setiap roda akan membaca apakah ban mengunci atau tidak.

Karena berfungsi untuk mencegah roda tidak terkunci, komputer akan mengatur tekanan hidraulis yang diterima oleh piston di kaliper rem. Itu sebabnya Anda akan merasakan tendangan balik pada pedal rem saat pengereman mendadak (panic brake) pada mobil ber-ABS.

Dari kecepatan 50 km/jam di jalan kering, jarak pengereman hingga berhenti total yang dibutuhkan Vios adalah 9,6 meter dengan waktu 1,36 detik. Sementara jarak pengereman dari kecepatan 80 km/jam memerlukan 26,7 meter dalam 2,18 detik.

Pada pengerema di jalan basah, Vios membutuhkan jarak 10,5 meter dengan 1,73 detik untuk berhenti total dari kecepatan 50 km/jam. Ini berarti lebih jauh 0,9 meter dari kondisi kering.

Dengan kecepatan lebih tinggi yaitu 80 km/jam, Small Sedan ini membutuhkan jarak 28,48 meter dan waktu 2,44 detik, atau berselisih 1,78 meter dari kondisi kering. Hasil lainnya, sistem ABS membuat mobil tidak terindikasi membuang atau melintir baik di lintasan basah maupun kering.

REM NON-ABS
PENGEREMAN mendadak pada mobil yang tidak menggunakan ABS lebih membutuhkan pengendalian dari pengemudi ketimbang rem ber-ABS. Dengan cara pengereman yang sama, baik pada kondisi kering maupun basah, kami mengerem kuat sambil menjaga agar roda tidak mengunci. Metode pengereman ini disebut threshold.

Hasil tes kami di lintasan kering menunjukkan jarak pengereman terbaik Yaris yang kami dapatkan dari kecepatan 50 km/jam adalah 13,4 meter dengan waktu 1,49 detik. Sedangkan untuk berhenti dari kecepatan 80 km/jam, jarak yang dibutuhkan adalah 28,9 m dalam 2,33 detik.

Sementara pengereman pada kecepatan 50 km/jam di lintasan basah, Yaris masih bisa menjaga posisi badan lurus. Jarak pengereman terbaiknya adalah 14,4 meter dalam 1,96 detik atau lebih jauh 1 meter dari pengereman di jalan kering.

Namun ketika kecepatan kami tingkatkan menjadi 80 km/jam, jarak pengereman terbaik Yaris mencapai 31,3 meter dalam 2,64 detik atau lebih jauh 2,4 meter.

Sebagai data pembanding, kami juga melakukan pengereman dari kecepatan 80 km/jam hingga ban mengunci. Ternyata selain gerakan bodi Yaris membuang ke arah kanan, jarak pengeremannya juga lebih jauh 8,8 meter dengan 40,1 meter.

KESIMPULAN
PENGETESAN yang kami lakukan ini dapat memberi gambaran kondisi berkendara sehari-hari dan bukan untuk membandingkan data yang didapat Vios dan Yaris.

Dengan demikian ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan. Seperti pentingnya mengatur jarak aman dengan kendaraan di depan, dengan melihat dibutuhkannya jarak pengereman untuk membuat mobil berhenti dari kecepatan tertentu.

Selain itu juga tak kalah penting adalah mengetahui sistem rem yang digunakan agar kita bisa menyesuaikan teknik pengereman sesuai kebutuhan. Masih ada faktor lain yakni reaksi pengemudi terhadap situasi darurat yang berkisar antara 0,5-1 detik.

Begitu pula dengan pengaturan kecepatan ketika hujan yang lebih rendah ketimbang kondisi kering. Soalnya jarak pengereman yang dicapai di lintasan basah terbukti lebih jauh dari lintasan kering.

Jadi, pengaturan jarak aman dengan kendaraan di depan di jalan bebas hambatan sekitar 3 detik sudah cukup memadai untuk melakukan pengereman. Sementara ketika hujan, sebaiknya jarak ini diperlebar menjadi 5 detik.

Sumber : AutoBild Indonesia, Jumat, 17 April 2009

Baca Selengkapnya ...

14 Januari 2009

Informasi Seputar Kemacetan dan Banjir di Jakarta

Berikut ini adalah sebagian website yang memuat informasi seputar banjir dan kemacetan di jakarta. Sebagian menggunakan teknologi life streaming untuk mengetahui titik-titik rawan di jakarta untuk mengetahui kondisi banjir dan kemacetan. Diantaranya :

- http://www.jendelajakarta.com
- http://www.jakartacityview.com
- http://cybermap.cbn.net.id
- http://www.macetlagi.com

Semoga informasi ini bisa berguna, lumayan supaya kita bisa mengetahui kondisi pintu air dan kemacetan di Jakarta agar tidak terjebak.

©Rini

Baca Selengkapnya ...

Tips Berkendara Aman di Saat Banjir


A. Sebelum Berkendara Di Musim Hujan

Periksalah item-item sebagai berikut:

  • Jumlah Bahan Bakar
  • Kondisi Ban
  • Kerja lampu dan indikator pada kombinasi meter
  • Kerja sistem pembersih kaca
  • Kerja sistem rem
  • Jika memungkinkan berikan grease [gemuk] pada plug busi dan distributor / sistem pengapian

B. Saat Melalui Jalan Yang Terendam Banjir

  • Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi muffler atau knalpot
  • Pastikan bahwa ketinggian air tidak melebihi air cleaner atau saringan udara
  • Jika ketinggian air melebihi kedua hal tersebut lebih baik hindari
  • Hindari gelombang air
  • Jalankan kendaraan dengan rpm tinggi dan posisi gigi rendah 1 atau 2 [rpm 2000 - 3000] dan jangan diayun atau diturunkan
  • Jika kendaraan tiba-tiba mati, periksa apakah knalpot terendam air dan air cleaner basah atau tidak. Jika terdapat air lebih baik jangan dihidupkan
  • Bawalah kendaraan anda ke bengkel dengan cara ditarik atau hubungi bengkel terdekat

C. Apabila Kendaraan Terpaksa Ditinggal Saat Banjir

  • Pastikan bahwa battery sudah dilepas dari mobil
  • Pastikan bahwa knalpot dan saluran saringan udara sudah tertutup dengan rapat
  • Pastikan bahwa kendaraan tidak bergeser saat terjadi banjir
  • Pastikan pintu tertutup dengan rapat

D. Tindakan Pasca Banjir

» Pasca Banjir Ringan

  • Periksa kondisi bearing-bearing roda
  • Periksa kondisi sistem rem
  • Periksa kerja sistem ABS
  • Periksa kondisi tie rod dan ball joint
  • Bawa kendaraan anda ke bengkel

» Pasca Banjir Sedang

  • Periksa kondisi oli mesin dan transmisi, jika tercampur air [putih kecoklatan dan berbusa] ganti dengan yang baru
  • Buka knalpot dan saringan udara, jika ada air bersihkan dan keringkan
  • Pastikan mesin dapat berputar dengan cara memutar pully dengan kunci
  • Segera bawa kendaraan anda ke bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut
  • Periksa silinder dengan membuka busi, jika ada air bersihkan dengan cara start engine dengan kondisi busi terbuka semua
  • Periksa kelengkapan kelistrikan mesin [starter, alternator, dan ECU] jika terdapat air bersihkan dan keringkan
» Pasca Banjir Berat*
  • Periksa komponen-komponen sesuai pada kategori kebanjiran ringan dan sedang serta periksa komponen yang ada di dalam kabin
  • Periksa semua ECU, combination meter, tape, relay, dan fuse serta semua konektor yang ada di dalam kabin dari air, kemudian bersihkan dan keringkan dengan menggunakan blower atau hair dryer
*) Hubungi bengkel untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut

E. Ketinggian Banjir

Komponen
Fortuner/Innova
Altis/vios/Yaris
Avanza/Rush
Ketinggian Air intake 100/80 cm 65/55/50 cm 80/90 cm
Ketinggian Alternator 75/70 cm 60 cm 55 cm
Posisi ECU Dalam kabin Ruang mesin Dalam Kabin
Ketinggian ECU 80 cm 70 cm 40/70 cm
Ketinggian Kabin 40 cm 30 cm 40 cm
Ground Clearence


Ban 70/60 cm 55 cm 55 cm

F. Komponen Yang Tidak Boleh Terkena Air


Water proof
Sensor
O
Konektor
O
Lampu
O
Batere
X
Komponen Kabin
X
Alternator
O
Motor starter
O
Ignition
O

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

06 Januari 2009

Sanggup Berjalan 50 km

PERNAHKAH Anda lupa mengisi bensin sehingga tiba-tiba lampu indikator bensin mobil menyala? Jantung tentu bedebar-debar dan dilingkupi perasaan tidak tenang. Muncul pertanyaan, apakah sisa bensin yang ada dalam tangki cukup unluk membawa mobil ke SPBU terdekat.
Oke, banyak mobil keluaran terkini yang telah dilengkapi Multi Information Display (MID), di mana jarak tempuh sesuai sisa bensin dalam tangki dapat diketahui. Namun lagi-lagi tetap timbul pertanyaan, seberapa akuratkah informasi yang ditampilkan ini? Seorang rekan pernah bercerita bahwa sedan Eropa miliknya tahu-tahu 'KO' padahal MID masih menunjukkan jarak tempuh sejauh 150 km.

Nah, berangkat dari pertanyaan Inilah, kami memutuskan untuk melakukan sebuah tes sederhan. Sejauh apakah mobil masih dapat berjalan ketika lampu fuel meter telah menyala? Mobil yang kami pilih adalah Toyota Vios bertransmisi otomatis.

Menggunakan jenis digital, fuel meter di Vios akan berkedip saat menyisakan satu bar.

Dan seiring menipisnya persediaan tangki, frekuensi kedipannya akan semakin cepat. Secara psikologis, pancaran lampu indikator ini juga akan mempengaruhi detak jantung kita. "Jangan-jangan mobil akan segera mogok."

Waktunya pengetesan. Lampu fuel meter sudah berkedip dan kami pun bergegas menuju jalanan Ibu-kota. Sembari tak lupa menyiapkan bensin cadangan dalam jeriken tentunya. Berangkat dari kantor kami di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, rute dipilih adalah menuju bilangan Senayan pp. Dan jika belum habis, perjalanan akan kami lanjutkan menuju BSD, Tangerang, melewati tol Kebon Jeruk dan kembali via JORR dan Pondok Indah.

Begitu lampu indikator bensin berkedip, MID di dasbor Vios langsung langsung menunjukkan sisa jarak tempuh tinggal 15 km. Dan angka ini langsung berubah menjadi 10 dan lantas nol. Jelas bikin jantung pengemudi manapun langsung berdebar.

Akan tetapi kami tak terlalu khawatir. Fakta bahwa setiap mobil memiliki reserved tank berkapasitas sekitar 5 liter. Jika dikombinasikan dengan konsumsi bbm rata-rata Vios seirit 12 km/1 membuat kami memprediksi jarak tempuh akan jatuh di kisaran 50-60 km.

Dan benar, Tripmeter pun terus merangkak naik. Angka 30 km terlampau, 40 dan lantas 50. Wah, kapan habisnya, nih? Muncul pikiran betapa susahnya membuat mobil seirit Vios ini kehabisan bensin.

BSD sudah terlewati dan kami pun memasuki tol I menuju Pondok Indah. Dan, tepat di depan gerbang tol Pondok Ranji, mesin Vios mendadak mati tanpa peringatan apapun. Bar paling bawah dari indikator bensin masih berkedip cepat. Mesin juga tidak menunjukkan gejala batuk-batuk seperti yang sering kita saksikan dalam film. Langsung mati begitu saja.

Akhirnya, tujuan kami tercapai Ternyata, prediksi awal kami tidak meleset. Dengan MID menunjukkan konsumsi bbm rata-rata 11,8 km/1, trip-meter mencatat angka 58,6 km. Di mana kecepatan rata-rata di kisaran 25,1 km/jam.

Dengan populasi SPBU sebanyak saat ini, rasanya kita benar-benar tak perlu takut kehabisan bensin jika tiba-tiba lampu fuel meter menyala. Sejelek-jeleknya konsumsi bbm mobil, tetap saja Anda akan menemukan SPBU dalam radius 10 km dari posisi saat ini.

Meski begitu, jelas lebih baik sedia payung sebelum hujan, bukan? Bayangkan jika Anda tengah terburu-buru dan kondisi lalu lintas di sekitar SPBU terdekat tidak kondusif alias macet. Akan lebih bijaksana jika Anda selalu mengisi bensin sebelum lampu fuel meter menyala...

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

24 November 2008

9 Warning di Musim Hujan

Toyota Rush BanjirMusim Hujan akhirnya datang. Banjir yang kadang kala menghadang perjalanan Anda seolah tidak lagi dapat terelakkan. Karenanya, siapkanlah diri dan mobil Anda untuk menghadapi banjir yang banyak mewarnai jalan-jalan di Indonesia.

1. Sebelumnya coba Anda perhatikan ketebalan kembangan/pola yang terdapat pada ban kendaraan Anda, jika ketebalan ban kurang dari 1,5 mm, maka, sebaiknya kewaspadaan berkendara Anda mesti lebih ditingkatkan karena pada ketebalan tersebut, daya cengkram ban Anda sudah sangat berkurang. Kalau bisa, gantilah segera ban Anda dengan yang baru.

2. Kemudian, bila Anda menggunakan mobil, perhatikan pula saluran masuk udara sebelum Anda melewati banjir, jangan melewati genangan air yang tingginya melebihi ketinggian saluran masuk udara.

3. Dan jika Anda terjebak di area banjir, tetaplah tenang. Pastikan saja kalau ketinggian air masih berada di bawah lubang saluran udara. Sistem pengapian tak perlu Anda mematikan meski knalpot sudah terendam. Sebab, tekanan gas buang yang dikeluarkan kendaraan Anda sangat berguna untuk memblokir air yang ingin masuk ke knalpot.

4. Karena itu, janganlah sembarangan ketika menerobos jalanan yang tergenang air bila Anda tidak tahu seberapa dalam genangan banjir di jalan tersebut.

5. Setelah Anda berhasil melewati daerah banjir, segeralah periksa gemuk pada as roda dan bersihkan kotoran tanah yang mungkin melekat.

6. Jika saat ini Anda masih menggunakan karpet dari bahan kain atau bulu, maka, untuk musim penghujan, gantilah karpet Anda dengan yang berbahan karet atau plastik. Karena, hal ini sangat berguna untuk memudahkan Anda membersihkan kotoran yang tertinggal di alas kaki Anda. Dan juga, tentu saja akan memudahkan Anda membersihkannya bila kotor terinjak alas kaki Anda.

7. Berhati-hatilah bila Anda berkendara di musim penghujan ini. Kurangi kecepatan. Sebab, jalanan yang basah sering kali menyebabkan terbentuknya lapisan segi tiga antara ban dan permukaan jalan. Gejala yang sering disebut Aquaplanning inilah yang akan menyebabkan ban mobil Anda kehilangan traksi dan kemampuan mengerem.

8. Periksa pula kelayakan lampu kabut (fog light) kendaraan Anda. Karena bagian ini sangatlah berguna ketika Anda menyetir di saat hujan.

9. Tidak lupa, sediakan selalu payung di dalam mobil Anda.

Sumber : Detik

Baca Selengkapnya ...

08 November 2008

Penghemat BBM Paling Bagus

Semua orang ingin berkendara secara efisien terutama sejak naiknya harga BBM premium jadi Rp 6.000,- Banyak orang yang bahkan rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk membeli alat-alat yang harganya bisa sampai jutaan. Tapi ternyata anda juga dapat berhemat BBM dengan gratis. Modalnya adalah penguasaan diri alias Eco Driving.

Prilaku eco-driving / mengemudi ekonomis dan hemat bahan bakar harus menjadi pedoman serta acuan kita semua, karena menghasilkan dampak:

1. Menghemat biaya perawatan kendaraan
2. Hemat bahan bakar
3. Lebih berwawasan lingkungan
4. Nyaman bagi penumpang
5. Mengurangi stress pengemudi

Ketentuan utama mengemudi ekonomis / eco-driving adalah sebagai berikut:
* Pindahkan Transmisi ke Posisi yang Lebih Tinggi Secepat Mungkin (jangan sampai kehilangan momentum)
Perpindahan transmisi dilakukan secepat mungkin saat rpm diantara 2800-3500 rpm.
* Sedapat Mungkin Pertahankan Kecepatan pada Putaran Ekonomis (3000 rpm).
Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi, apabila pengemudi berusaha untuk mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi.
Biasanya rpm mesin yg ekonomis berada diantara 2500-3500 rpm.
* Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu.
Pengereman yang tak perlu memboroskan energi, hindari akselerasi yang ekstrim, kecuali keadaan terpaksa, antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak mengikuti mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar 5 - 10%.
* Memperlambat dengan Lembut.
Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, maka lakukanlah perlambatan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk pada posisi tertinggi. Jangan turunkan persneling ke gigi yang lebih rendah cepat-cepat, kecuali dalam keadaan urgent yang memerlukan engine-break.

Antisipasi Arus Lalu Lintas
Antisipasi tersebut mencakup:
1. Lalu lintas di depan kendaraan kita.
2. Lalu lintas arah berlawanan.
3. Lalu lintas di persimpangan.
4. Mendahului dan mundur

Untuk itu pengemudi harus:
1. Memandang kedepan sejauh mungkin.
2. Konsentrasi.
3. Mengerem dengan cermat.
4. Hati-hati dengan kendaraan di depan.
5. Jaga jarak.
6. Berusaha sebisanya mempertahankan kecepatan ekonomis.
7. Beradaptasi dengan perubahan situasi.
8. Mengetahui rute perjalanan, dan
9. Memperhatikan kerusakan jalan dan kemungkinan kesalahan pengemudi lain.

Mengemudi di Tanjakan dan Turunan
Pada jalan mendaki diperlukan tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan dengan jalan datar.
Tergantung dari sudut tanjakan yang akan ditempuh, usahakan cara berikut ini:
1. Sesuaikan putaran mesin.
2. Teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat.
3. Manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menempuh tanjakan berikutnya.

Matikan Mesin bila Memungkinkan
Matikan mesin waktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu lalu lintas atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih dari 60 detik. Saat matikan mesin pastikan rpm dalam kondisi idle dan ketika menghidupkan mesin kembali jangan tekan pedal gas.

Mengemudi dengan banyak belokan
Kurangi kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai, bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi yang lebih rendah.

Bila sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dan putaran mesin tinggi, tidak saja meningkatkan konsumsi bahan bakar dan keausan rem, juga menyebabkan kondisi kurang baik pada pengemudi.

Muatan/Beban
Muatan/beban adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan menaikkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 - 7 %. Kurangi beban tambahan yang tidak perlu pada kendaraan.
Aerodinamis
Faktor lain yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah aerodinamis.
Makin cepat laju kendaraan semakin besar hambatan udara yang ditimbulkan, misalnya pada kecepatan 120 km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20 % pemakaian bahan bakar.

Tekanan Ban
Memeriksa tekanan ban adalah penting agar hambatan gesek ban dapat dikurangi.
Tekanan yang tidak sesuai misalnya kurang 25 % dari spesifikasi dapat meningkatkan tahanan gesek sampai 10 % serta memboroskan bahan bakar 2 %. Terlalu rendah tekanan ban juga mempunyai akibat kurang baik pada jarak pengereman. Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.

Servis Berkala
Servis berkala adalah faktor yang sangat penting untuk menghemat bahan bakar, membersihkan saringan udara serta melaksanakan item pekerjaan servis rutin lainnya dengan benar dan diakhiri dengan uji emisi akan dapat membantu Anda untuk menghemat bahan bakar, oleh karena itu lakukan pekerjaan servis berkala kendaraan Anda pada bengkel yang Anda percayai.

Bagian kendaraan yang membuat boros
AC >> gunakan AC saat diperlukan dan matikan AC dengan perkiraan 5 menit sebelum sampai tujuan. Gunakan AC dengan cermat, karena AC adalah beban tambahan mesin.

Air Filter >> Usahakan untuk menjaga filter udara dalam kondisi bersih (bersihkan tiap 2000 km). Ganti filter udara bila sudah kotor (max 10.000 km sekali), filter udara yg kotor membuat boros BBM 3 %.

Oli >> Gunakan oli sesuai standard pabrikan 5w30 atau lebih encer, oli full synhtetic lebih baik. Oli yg encer lebih mudah menguap/berkurang tetapi dapat menghemat BBM sampai 3 %.

Sumber : Detik

Baca Selengkapnya ...

Boleh Gonta-Ganti Bensin, Asal . . . .

Turunnya harga bahan bakar jenis Pertamax dari Rp 8.200 menjadi Rp 7.000 membuat pemilik mobil beralih ke bahan bakar beroktan 92. Karena dengan premium, selisihnya harga hanya terpaut Rp 1.000. Kalau sampai premium kemudian ikutan turun, ya kembali lagi ke premium.

Masalahnya, ada pembaca kompas.com menanyakan, apakah mesin mobil tidak rusak dengan gonti-ganti bahan bakar? "Tidak, asal gonta-gantinya dengan bahan bakar sejenis," jelas Usman Adi, Service Operation Manager PT Tunas Toyota di Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Yang dimaksud bahan bakar sejenis itu, lanjut ayah dua putra yang juga tergabung dalam tim slalom Toyota ini, jika sebelumnya pakai premium dari Pertamina dan naik ke pertamax juga dari Pertamina. Kerusakan bisa terjadi bila dari premium pertamina trus pertamaxnya pakai punya swasta atau sebaliknya.

Sebab, menurut Usman, setiap jenis bahan bakar dari masing-masing perusahaan mempunyai formula yang berbeda. Kalau percampurannya berlangsung cepat, mungkin tidak menjadi masalah. Sangat berbahaya jika persenyawaannya lamban bisa membentuk jelaga (semacam butiran halus yang lunak) bertumpuk-tumpuk.

Repotnya, kalau permasalahannya sudah terjadi sebelum masuk ke mesin. Di antaranya, menyangkut kualitas bahan bakar. Seumpama bensinnya palsu membuat pembakaran tidak sempurna. Kemudian, efek dari persenyawan kimia lamban tadi sampai menimbulkan jelaga.

Mengenai perlunya dilakukan servis, Usman menekankan, untuk mobil berteknologi injeksi tak perlu. Pasalnya, mobil injection sudah otomatis menyesuaikan diri (adjust). Beda dengan mobil dilengkapi sistem karburator, perlu ada penyesuaian timing pengapian.

Kepada pemilik mobil, Usman berpesan, pemilik mobil harus memahami akan spesifikasi kendaraannya. "Kalau sudah tahu harga mobil di atas Rp 300 juta, tentu minum bahan bakar beroktan 92. Jangan lantas diisi premium, secara perlahan performa mobil akan turun," tutupnya.

Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ...

31 Oktober 2008

Bahaya Kaleng Bertekanan

Apakah Anda menyimpan kaleng Penyegar Ruangan, Hairspray, WD-40, Spray Perfume, dan sejenisnya di dalam kendaraan Anda?

Apabila jawabannya "Ya", maka sebaiknya Anda berpikir ulang! Kadang kita sering meletakkan benda-benda atau kaleng yang memiliki tekanan di mobil kita. Contohnya seperti pewangi ruangan, deodorant, pembasmi seranga, dan lainnya. Sebenarnya dampak yang dapat ditimbulkan dari kecerobohan tersebut berakibat cukup fatal.

Kaleng-kaleng tersebut mengandung gas bertekanan atau yang dikenal dengan istilah aerosol, yang dapat meledak ketika berada pada suhu tinggi. Sedangkan suhu kabin kendaraan kita ketika sedang parkir dan berada dibawah terik matahari dapat mencapai 40 derajat celcius bahkan lebih. Ledakan dari kaleng ber aerosol ini dapat memecahkan kaca kendaraan, bayangkan jika Anda sedang berada di dalam kendaraan ketika hal itu berlangsung, tentunya sangat berbahaya bukan?

Oleh karena itu, segera singkirkan barang-barang yang memiliki tekanan gas dari dalam kabin kendaraan Anda, termasuk korek gas bagi para perokok.

Baca Selengkapnya ...

18 Agustus 2008

Oli Sintetis VS Oli Mineral

Pilih mana Sintetik atau mineral ??? Cukup banyak pemilik kendaraan yang bingung untuk memilih apakah harus menggunakan pelumas sintetik, atau cukup pelumas mineral saja. Di satu sisi mereka ingin memberi proteksi atau perlindungan pada kendaraannya dan di sisi lain harga pelumas yang murni sintetik pastinya mahal. Kualitas pelumas yang seratus persen sintetik (murni sintetik atau biasa disebut juga fully synthetic memang tidak diragukan lagi. Namun harga pelumas ini sangatlah mahal sebab pelumas sintetik umumnya produk impor. Jika yang Anda perlukan sebenarnya cukup pelumas mineral, mengapa harus memakai sintetik?

Pelumas sintetik dan pelumas mineral dibedakan karena bahan dasar pembuatannya. Pelumas mineral dibuat dari bahan dasar (base oil) yang berasal dari minyak mentah (crude oil), dengan tambahan aditif sekitar 10-20%. Sedangkan pelumas sintetik dibuat dari unsur-unsur kimia sintetik, baik bahan dasarnya maupun aditifnya. Bahan kimia yang banyak diaplikasi sebagai pengganti minyak mentah adalah polyalphaolefins, ester berbasa dua, ester organofosfat, ester silikat, glikol polialkilena, silikon atau fluor hidrokarbon. Karena mengandalkan bahan sintetik dan proses pembuatannya pun cukup rumit, maka harga pelumas sintetik menjadi jauh lebih mahal dari pelumas mineral. Karena itu jika ada pelumas sintetik dijual dengan harga yang sama atau tidak jauh berbeda dengan harga pelumas mineral, maka pelumas sintetik itu wajib diwaspadai.

Pelumas mineral dan pelumas sintetik masing-masing punya kelebihan. Pelumas mineral selain unggul dari segi harga karena lebih murah, untuk kondisi pemakaian normal keandalannya telah teruji. Dalam kondisi mengemudi yang normal, pelumas mineral juga mampu memenuhi semua unsur perlindungan yang diperlukan mesin, asal yang digunakan sesuai dengan spesifikasi mesin tersebut. Sementara oli sintetik mempunyai daya tahan lebih tinggi saat mesin dioperasikan dalam kondisi kerja yang berat.

Meski pelumas sintetik telah dikenal selama kurang lebih 40 tahun, akhir-akhir ini keberadaanya lebih terlihat. Produsen pelumas besar gencar memperkenalkan pelumas sintetik dalam jajaran produknya. Menyadari bahwa pelumas sintetik jauh lebih mahal daripada pelumas mineral, sebaiknya Anda harus yakin benar bahwa kendaraan Anda memang benar-benar membutuhkan pelumas sintetik agar uang yang dikeluarkan tidak sia-sia untuk sesuatu yang sebenarnya tidak diperlukan.

Kegiatan pengembangan pelumas sintetik pada awalnya didorong oleh kebutuhan pelumas khusus dari pihak militer selama dan sesudah Perang Dunia II. Pelumas mesin dan pelumas transmisi yang membeku di medan pertempuran adalah salah satu penyebab utama mengapa tank-tank Jerman tidak dapat menembus pintu gerbang Leningrad (Rusia) dalam Perang Dunia II yang berlangsung dalam cuaca yang sangat dingin di tahun 1941. Di bagian dunia lainnya terjadi perenceran pelumas yang diakibatkan oleh keadaan mesin yang sangat panas, temperatur di daerah gurun pasir yang luar biasa panas serta medan operasi yang sulit (berpasir), membuat pasukan tank Jerman di bawah komando Jendral Rommel tidak dapat berbuat apa-apa. Dari sinilah muncul berbagai penelitian dan pengembangan secara komersial yang pada akhirnya berhasil memperkenalkan jenis pelumas sintetik pada dunia luar. Pengalaman di atas memang dramatis, yang mungkin tidak bisa kita mengerti secara sederhana. Namun dari contoh di atas dapat dikatakan : pelumas sintetik diperlukan ketika mengendarai kendaraan bermotor dalam cuaca yang sangat panas dan dalam jarak tempuh yang sangat jauh, khususnya sewaktu menarik beban yang berat. Misalnya di daerah gurun pasir atau negara-negara Arab di mana temperatur sangat tinggi, dapat memaksa mesin untuk bekerja lebih keras. Pelumas sintetik dapat secara efektif menanggulangi kerusakan yang diakibatkan oleh meningginya temperatur mesin pada daerah gurun tersebut.

Pelumas sintetik juga diperlukan di daerah yang beriklim sangat dingin seperti di Amerika Utara. Dalam kondisi cuaca yang sangat dingin, oli mineral umumnya membeku. Pelumas sintetik memiliki kestabilan cair yang alami, yang memberikan aliran pelumas yang lebih baik di dalam mesin meski temperatur sangat rendah. Bicara soal kekentalan, pelumas sintetik memang mempunyai kelebihan dibanding oli mineral. Pelumas sintetik umumnya memiliki rentang kekentalan yang sangat luas / besar sehingga lebih fleksibel beradaptasi terhadap berbagai perubahan temperatur. Bahkan ada oli sintetik yang tingkat kekentalannya sangat ekstrim, misalnya SAE 10W-60 atau 5W-50. Pelumas dengan kekentalan seperti ini bisa dibilang “dingin tidak beku, panas tidak encer”.

Di daerah tropis seperti di Indonesia yang tidak mengenal musim panas dan dingin - dalam kondisi mengemudi normal, seluruh kebutuhan pelumas sebenarnya dapat dipenuhi oleh pelumas mineral. Apalagi pelumas mineralpun kini dibuat dalam tingkat kekentalan ganda yang memungkinkannya beradaptasi terhadap perubahan temperatur. Yang penting Anda memakai pelumas yang sesuai dengan spesifikasi yang dianjurkan oleh pembuat mesin, Anda tidak perlu meragukan kemampuan pelumas mineral. Seluruh fungsi pelumasan seperti untuk mengatasi gesekan, mendinginkan mesin, membersihkan mesin dari segala kotoran dan untuk pembentukan seal untuk memaksimumkan kompresi dan mempertahankan tekanan, semuanya dapat dipenuhi oleh pelumas mineral. Karena itu pemakaian pelumas sintetik dalam kondisi mengemudi yang normal adalah pemborosan biaya.

Pelumas sintetik bisa Anda gunakan jika kendaraan Anda dioperasikan dalam kondisi kerja yang berat, mobil balap yang terus menerus dipacu pada rpm tinggi, atau pada kondisi “stop and go”, atau kalau memang itu direkomendasikan oleh pembuat mesin. Apabila Anda cenderung kurang merawat mobil atau seringkali melewati batas ganti oli, pelumas sintetik boleh digunakan. Tetapi jangan lupa untuk tetap mengganti oli filter, sebab filter akan selalu menjadi kotor baik Anda menggunakan pelumas sintetik atau mineral.

Dewasa ini ada banyak pelumas sintetik yang beredar di pasar. Jika Anda harus menggunakan pelumas sintetik sebaiknya pilihlah pelumas yang 100% sintetik, bukan semi sintetik atau synthetic base, agar Anda benar-benar mendapatkan tambahan performa bagi uang yang telah Anda keluarkan.

Source :: Penzoil, Motocruiser & otowork

Baca Selengkapnya ...

03 Agustus 2008

Bahaya Mobil Idle Lebih dari 20 Menit

Banyak orang menyalakan mobil padahal dalam posisi idle. Alasannya agar perangkat pendingin (AC) bisa tetap menyala. Padahal untuk mobil yang memiliki catalytic converter menyalakan mobil tanpa dijalankan, dapat memicu kebakaran.

Catalytic converter memiliki fungsi sangat besar dalam mengurangi kadar emisi gas buang berbahaya dari mobil. Namun bukan berarti penggunaan catalytic converter tidak ada pantangan.

Perangkat ini mampu mengubah zat hasil pembakaran seperti, hidrokarbon (HC), karbon monoksida (CO), dan NOx, menjadi zat yang lebih ramah lingkungan. Berdasarkan data Manufactures of Emission Controls Association (MECA) AS sejak 1970 hingga saat ini, catalytic converters telah membantu mengurangi bahan polutan sebanyak 1,5 miliar ton di AS dan 3 miliar ton di seluruh dunia.

Catalytic converter ditempatkan di belakang exhaust manifold atau di antara muffler dan header. Alasannya, catalytic converter cepat panas ketika mesin dinyalakan. Selain itu, sensor bisa segera bekerja untuk menginformasikan kebutuhan campuran bahan bakar udara yang tepat ke Engine Control Machine (ECM). Perangkat catalytic converter baru bekerja efektif saat kondisinya panas.

Namun jika terlalu panas, komponen tidak dapat bekerja dengan maksimal. Bahkan, catalytic converter yang kelewat panas dapat memicu kebakaran hebat bila di dekatnya terdapat bahan-bahan yang mudah terbakar. Kertas, daun-daun kering yang terbang, misalnya.

Meskipun bekerja saat panas, suhu pada catalytic converter tidak diperkenankan melebihi ambang batas yang telah ditentukan yaitu sekira 400 hingga 500 derajat celcius. Suhu komponen ini akan terjaga melalui hembusan angin yang datang akibat mobil yang berjalan. Itu sebabnya, jika mesin ber-catalytic converter dipanaskan dalam waktu lama pada kondisi idle, kenaikan suhunya akan melebihi ambang batas aman. Selanjutnya, catalytic converter membara seperti arang yang siap membakar.

Karena itu, ikutilah buku manual. Di sana tercantum keterangan bahwa jangan memanaskan mesin atau menghidupkan kendaraan dalam kondisi diam lebih dari 20 menit. Selain itu, sebaiknya tidak memarkir mobil di atas benda yang mudah terbakar seperti rumput, daun, atau tumpukan kertas.

Baca Selengkapnya ...

11 April 2008

Jangan `Banting Habis` Power Steering

Karena lahan parkir yang sempit, banyak pengendara kesulitan saat memarkir mobil. Bila ingin praktis dan cepat, kemudi diputar sampai mentok. `Banting habis` steer sampai mentok ke kiri maupun ke kanan.

Tapi, hati-hati. Khususnya, bagi pengendara yang mengemudikan mobil dengan power steering. Bersabarlah sedikit. Pengguna mobil dengan power steering sebaiknya tidak memutar kemudi sampai mentok ke sudut kiri maupun kanan. Bila terlanjur mentok, segera putar balik. Cukup putar balik sedikit saja. Yang penting, tidak mentok!


Source : http://auto.howstuffworks.com

Sebab, saat power steering mentok, tekanan minyak power steering berada di posisi paling tinggi. Temperatur pun jadi naik. Ruangan yang panas ini kurang baik bagi komponen-komponen power steering yang terbuat dari karet. Seal pompa, rack and pinion, atau selang-selang misalnya.

Bila terkena suhu yang tinggi terus-menerus, bahan-bahan dari karet (seal) tersebut akan cepat aus, keras dan tidak elastis lagi. Yang lebih berbahaya lagi, suhu berlebih itu bisa menyebabkan seal jebol.

Biasanya, keausan seal-seal akan menyebabkan power steering bocor. Karet-karet tidak menutup rapat dan oli power steering merembes keluar sistem. Berikutnya, fungsi dan performa power steering akan menurun. Sangatlah menyebalkan bila sudah mengadopsi power steering, tapi saat memutar kemudi tetap terasa berat.

Jadi, hati-hati memutar kemudi power steering. Selain saat memarkir mobil, kebiasaan membanting habis putaran kemudi ini umumnya terjadi juga di saat melewati tikungan tajam dan U turn.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

20 Maret 2008

GOA (Global Outstanding Assessment)

Di tahun 1995, setelah bertahun-tahun riset dan pengembangan, Toyota memperkenalkan Global Outstanding Assessment atau GOA sebuah standard tingkat atas dunia sebagai standard perusahaan Toyota. Sejak adanya GOA tahun demi tahun Toyota memproduksi kendaraan dengan standard keamanan yang tinggi.

Bodi mobil yang kokoh tidak selamanya membuat mobil itu aman. Jika mobil itu semata-mata kaku, mungkin mobil itu tidak akan mengalami kerusakan yang banyak ketika terjadi kecelakaan, tetapi orang yang ada di dalamnya yang akan mengalami dampak akibatnya. Sebagai contoh jika anda meletakan telur mentah di dalam kotak yang kokoh atau kuat dan anda membenturkan kotaknya dengan keras, kotaknya mungkin tidak akan mengalami kerusakan tetapi telurnya akan pecah. Tetapi jika material penyerap benturan seperti spon atau busa di taruh di dalam box, maka telurnya tidak akan pecah.

Ketika terjadi benturan, lebih penting memastikan keselamatan penumpang di dalam mobilnya di banding menyelamatkan mobilnya. Itulah prioritas Toyota. Karena itu Toyota menggunakan besi yang kuat dan keras untuk membuat kabin tidak mudah rusak bentuknya jika terjadi benturan, sehingga akan melindungi orang di dalamnya. Toyota menamakannya high rigidity cabin. Bagian depan dan belakang bodi mobil di desain sedemikian rupa sehingga rusak pertama kali untuk menyerap energi benturan atau tabrakan. Sedangkan kabin yang kokoh di design untuk mengelepaskan sisa gaya atau tenaga sehingga dapat terlepas dengan aman dan melindungi orang di dalamnya.



Gambar Crash Test Avanza


Gambar Crash Test Kijang Innova

Adapun target dari standard GOA adalah melindungi penumpang dari cedera dengan test berikut :
- Test benturan bagian depan dengan sudut pillar yang berbentuk segi empat di kecepatan 64 km/h
- Test benturan bagian depan di kecepatan 55 km/h>
- Test benturan bagian samping di kecepatan 55 km/h
- Test benturan bagian belakang di kecepatan 55 km/h



Tabel ini menggambarkan perubahan angka korban kematian dan korban luka yang mengikut sertakan 3 jenis mobil Toyota sebelum dan sesudah di perkenalkannya standard GOA

Meskipun jumlah korban yang luka tetap tidak berubah banyak tetapi perbandingan kecelakaan korban yang fatal berkurang sangat besar setelah di berlakukannya program GOA.

Dengan berbagai macam faktor yang menyebabkan kecelakaan, kita tidak dapat menyimpulkan bahwa standard GOA semata-mata penyebab penurunan angka kecelakaan yang fatal. Tetapi jelas penemuan GOA dapat membesarkan harapan penurunan angka kecelakaan yang fatal ini.

Safe Driving tetap lebih penting ...... =)

Baca Selengkapnya ...

17 Maret 2008

Tips Menghemat Bahan Bakar

SETIAP pengendara sudah pasti menginginkan mobilnya hemat bahan bakar. Apalagi harga minyak dunia semakin melambung, tentu ini akan berdampak pada konsumsinya. Dengan sedikit mengubah budaya mengemudi, bahan bakar dapat dihemat setiap hari.


Sebenarnya dengan sedikit mengubah gaya mengemudi, pengendara bisa menghemat setidaknya 1 hingga 2 liter bahan bakar setiap hari. Dengan sedikit memusatkan perhatian pada teknik mengendarai mobil yang benar, seseorang dapat lebih jarang mendatangi stasiun pengisian bahan bakar.

Badan Sumber Daya Alam Kanada yang dikutip Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, berbagai tips cara mengemudi hemat yang perlu dibiasakan para pengemudi, apalagi bagi pengemudi di dalam kota.

Hal yang pertama perlu diperhatikan adalah memeriksa secara rutin kendaraan ke bengkel. Hal ini untuk menjamin perangkat mesin bekerja secara normal.

Hal lain yang perlu dilakukan langsung oleh pemilik adalah memeriksa tekanan angin pada ban. Tekanan ban 1 atau 2 psi (pressure per square inch) di bawah ketentuan pabrikan, dapat meningkatkan konsumsi bahan bakar lebih dari 1 persen. Untuk itu, periksalah tekanan ban setidaknya satu bulan sekali.

Batasi penggunaan pengatur suhu udara (AC), mengingat penggunaan AC dapat menambah konsumsi bahan bakar sampai 20 persen.

Mengendarai mobil dengan kecepatan konstan terutama pada kecepatan 70 hingga 80 kilometer per jam turut menyumbang penghematan bahan bakar. Menurut hasil studi, mengendarai mobil dengan kecepatan berkisar 100 hingga 120 kilometer per jam menambah konsumsi bahan bakar sebanyak 20 persen.

Tinggalkan jauh-jauh kebiasaan memanaskan mobil di pagi hari dalam waktu lama. Membiarkan mesin mobil hidup dalam keadaan idle selama lebih dari 10 menit, mengonsumsi bahan bakar lebih banyak daripada saat menghidupkan mesin. Teknologi mobil saat ini umumnya sudah memompa oli secara langsung ke bak penampungan sehingga oli langsung terdistribusikan.

Jangan menjadi pengemudi yang agresif dengan membiasakan memacu mobil secara berlebihan. Sebab, penggunaan rem dan gas secara berlebihan atau mengganti gigi terlalu sering, membuat mobil menjadi boros bahan bakar. Injaklah pedal gas secara lembut sehingga mobil melaju mulus, dan lakukan perpindahan gigi persneling pada 1.500-2.500 rpm.

Baca Selengkapnya ...

03 Februari 2008

Tips dan Tabel Tinggi Komponen Mobil Untuk Menerjang Banjir

Banjir yang melanda ibukota Jakarta tentu membuat kita semua susah, maka Rini ingin menampilkan tulisan mengenai batas aman tinggi komponen mobil untuk menerjang banjir, kiranya dapat membantu kita semua untuk mengambil keputusan batas aman dari pada mobil kita untuk menerjang banjir. Yang terpenting juga tidak melaju dengan kecepatan tinggi atau malah berhenti di tengah banjir. Atur laju mobil dengan konstan. Upayakan kecepatan rata-rata 10-15km/jam dengan laju stabil.
Semakin tinggi kecepatan mobil maka akan semakin tinggi juga gelombang air yang di timbulkan. Sehingga memungkinkan air terisap air intake dan menyebabkan mobil mogok akibat ruang bakar kemasukan air (water hammer).
Dengan kecepatan konstan, efeknya akan menciptakan ruang kosong pada bagian bawah mobil sehingga ruang mesin aman dari air. Tapi begitu mobil berhenti, air yang tadinya tersibak ke samping akan mengisi ruang kosong tersebut.
Jadi yang perlu di cermati, sebelum mulai menerjang banjir, pastikan kondisi di tengah banjir tidak ada yang membuat Anda harus berhenti. Seperti antrean mobil terlalu padat, atau ada mobil lain yang melaju cepat dari arah berlawanan.
Dengan menggunakan posisi gigi satu, anda hanya perlu menginjak pedal gas hingga putaran mesin berada di kisaran 2000-2500 rpm. Hal ini di lakukan untuk menjaga agar air tidak masuk melalui lubang knalpot, walau kemungkinannya kecil.
Jangan memaksa mesin bekerja dengan putaran terlalu tinggi. Sebab bila ada air yang menyusup masuk melalui air intake, jumlah air yang terisap masuk cukup banyak maka menyebabkan water hammer. Bila mesin sampai mati di tengah banjir, jangan menstaternya. Evakuasi hanya dapat dilakukan dengan mendorong mobil hingga ke tepi banjir.
Bila anda berhasil melewati banjir, tentu mobil perlu penanganan lebih lanjut. Perangkat rem yang basah perlu di keringkan dengan segera agar tetap bekerja dengan baik.
Caranya, injak pedal rem dengan halus dan gas secara bersamaan. Gesekan antara kampas rem dan piringan atau tromol akan mempercepat proses pengeringan. Lakukan beberapa kali hingga sistem rem kering dan terasa pengereman sudah kembali optimal.


Tinggi Air Intake

Tinggi Altenator

Posisi

ECU

Tinggi

ECU

Tinggi

Kabin

Ground Clearence

Tinggi

Ban

TOYOTA


Avanza

800

550

Dalam Kabin

400

400

200

550

Altis

650

600

Ruang Mesin

700

300

150

550

Vios

550

600

Ruang Mesin

700

300

150

550

Rush

900

550

Dalam Kabin

700

400

200

550

Innova

1000

700

Dalam Kabin

800

400

N/A

600

Fortuner

800

750

Dalam Kabin

800

400

220

700

Yaris

500

600

Ruang Mesin

700

300

140

550

NISSAN


Xtrail*

930

600

N/A

650

450

200

670

Livina/GL

N/A

N/A

Ruang Mesin

N/A

N/A

185

N/A

HONDA


Jazz

N/A

N/A

Dalam Kabin

N/A

250

N/A

N/A

Civic

N/A

N/A

Ruang Mesin

N/A

250

N/A

N/A

CR-V

N/A

N/A

Ruang Mesin

N/A

400

N/A

N/A

City

N/A

N/A

Dalam Kabin

N/A

250

N/A

N/A

ISUZU


Phanter

900

550

-

510

205

710

N/A

SUZUKI


Swift*

600

400

Ruang Mesin

600

360

145

600

SX4*

660

450

Ruang Mesin

660

300

175

640

Grand Vitara*

900

570

Ruang Mesin

840

430

200

700

MITSUBISHI


Lancer

700

400

Dalam Kabin

600

380

165

60

Grandis

800

500

Dalam Kabin

550

400

155

650

FORD


Everest

873

800

Dalam Kabin

750

500

210

577,9

Escape

820

700

Dalam Kabin

800

350

205

556,9

KIA


Picanto

700

450

Dalam Kabin

450

250

145

660

Catatan :
Sumber masing-masing ATPM & Majalah Autobild
Ukuran dalam mm.
* = di ukur secara manual oleh Redaksi Auto Bild
- = tidak memiliki ECU
N/A = data tidak tersedia

Baca Selengkapnya ...