Tampilkan postingan dengan label Corolla Altis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Corolla Altis. Tampilkan semua postingan

19 Februari 2010

Kompak Bermesin Badak

Sedan 4 pintu ini memang yahud buat harian. Kabin penumpang luas dan nyaman serta mesin tipe 1ZZ-FE yang bandel, kerap jadi andalan pejabat dan pengusaha untuk dinas kantor maupun pelesir keluarga. Selain lincah, konsumsi BBM juga hemat (1 liter :10 km).

Karena 'bandel', justru membuat pemilik lengah. Apalagi keluaran pertama yang sudah berusia 9 tahun, waktunya berbenah komponen. Altis pertama (2001-2002) dengan pasaran sekitar Rp 105-115 juta (tipeJ, M/T).

"Namanya mobil berumur, komponen sudah mulai lelah," urai Budi Prasetiyo, kepala bengkel Tunas Toyota Cawang, Jaktim.

Engine Belt
Sabuk karet penggerak puli kruk as, alternator dan kompresor AC ini jelas memiliki umur pakai. Suhu tinggi mesin dan pergerakan belt yang rutin dan terkadang ekstrem selama bertahun-tahun membuat material karet menjadi fatique (getas). Indikasi bisa dilihat dari pinggiran belt yang retak-retak.

Jangan tunggu sampai putus saat mobil sedang jalan karena pengisian (recharging dan AC mendadak mati. Barang penggantinya pastinya ready stock dengan harga terjangkau (Rp 175 ribu). Baik yang genuine Toyota maupun yang aftermarket. Tetapi sebaiknya gunakan yang berkualitas bagus karena fungsinya cukup vital.

Alternator
Pembangkit listrik direct current 12 Volt yang digerakan oleh pulley crankshaft ini memiliki tugas mengisi ulang aki yang listriknya terpakai oleh mobil. Meski alternator memiliki umur pakai cukup lama, tetap saja arang penghubung angker dan kumparan bisa pupus dimakan usia.

Bila pengisian masih dirasa normal, lakukan saja servis berkala dengan rentang waktu 1 tahun sekali. Biasanya arang penghubung alias brush mulai menipis. "Jangan tunggu alternator tak berfungsi karena bisa merambat ke komponen lain," jelas Supardi dari bengkel Cahaya Dinamo di Kebon Jeruk, Jakbar. Biayanya juga tak mahal, antara Rp 100-150 ribu.

Bushing Arm
Mobil enak diajak ngebut tanpa body roll di jalan tol sangat dipengaruhi dari tugas bushing arm belakang, selain dari sistem suspensi. Altis yang sudah uzur dipastikan memiliki bushing arm yang sudah afkir, apalagi kalau selama pemakaian lebih sering menghajar lubang dan jalan rusak.

Pilihan pengganti bisa 2 macam, versi assembly yang dipaket dengan 'tulang' alias arm set atau hanya membeli karetnya saja. Versi pertama adalah untuk suku cadang genuine Toyota sementara karet bushing untuk paket hemat versi aftermarket.

As Roda
Terlahir penggerak roda depan, as roda pegang peran vital sebagai rangkaian drive train. Ditambah joint yang kerap dipakai roda depan untuk belok. Umumnya Altis memiliki konstruksi as roda solid karena memang dirancang tahan banting.

Toh, tetap tak bisa menjadi patokan bila rute sehari-hari banyak menghantam jalan berlubang atau bumpy. Belum lagi kebiasaan belok patah saat parkir. Bila sudah ada indikasi bunyi gluduk..gluduk saat setir belok, bisa jadi as roda mulai afkir.

Slang Radiator
Karet berbentuk pipa sebagai jembatan air antara mesin dan radiator ini juga perlu diremajakan. Sebab material karet yang selalu dialiri air panas pasti tak bisa bertahan selamanya. Umumnya sanggup 3 tahun, tetapi bisa juga lebih cepat.

Radiator hose yang banyak tersedia di sentra onderdil juga tersedia dalam berbagai macam merek dan kualitas dengan rentang harga antara Rp 75-150 ribu. "Kalau versi genuine cukup mahal tetapi pakai yang versi KW juga sudah kuat kok," jelas Agung Waluyo yang spesialis parts Toyota ini.

Aki
Jangan segan melongok tampungan listrik bernama baterai alias aki. Meski bentuknya kotak kecil dan berkemampuan tak sampai 50 A, fungsinya vital mensuplai listrik ke seluruh komponen mobil.

Rata-rata berumur setahun, tetapi ada juga yang mencapai 2 tahun. Bila Altis kesayangan sudah mencapai 8 tahun, seharusnya sudah 4-5 kali mengganti aki. Pastikan gunakan baterai berkualitas baik karena tanpa aki, mobil tak bisa jalan sama sekali. Harganya bervariatif mulai dari Rp 400 sampai Rp 1 juta (maintanance free).

Power Steering
Perangkat ini juga rawan bocor untuk Altis tua. Apalagi sistem masih hidrolis. "Sil menahan beban tekanan besar sehingga berakhir dengan kebocoran," jelas Budi.

Bila as steering rack tak 'luka', berarti kebocoran dari sil yang sudah melar. Di sentra onderdil tersedia kitpower steering versi asli atau KW. "Tetapi kalau kebocoran berasal dari as, biaya bisa membengkak karena harganya jutaan rupiah," jelas Agung dari Putra Agung Motor di sentra onderdil Palmerah, Jakpus.

Sil Kruk As
Lagi-lagi seputar sil tetapi kali ini penahan cairan di mesin. Tepatnya sil kruk as. Untuk Altis yang sudah lebih dari 7 tahun, harus waspada karena pelumas mesin cepat habis karena bocor.

Indikasinya mesin yang basah atau kotor karena cipratan oli seputar crankshaft pulley. Meski tak seberapa mahal (sekitar Rp 300 ribuan), tetapi harus turun mesin dengan biaya Rp 600 ribuan. Total biaya nyaris Rp 1 juta hanya untuk sebuah sil karet? Pertimbangkan lagi bila oli meler dekat puli kruk as.

Master Kopling Bawah
Toyota Corolla Altis bertransmisi manual sering mengalami kopling berat atau bagel saat pedal diinjak. Ini lantaran master kopling bawah sudah mulai seret (tidak normal) karena kotoran atau endapan akibat oil hidraulis.

Minyak untuk mengoperasikan transmisi juga memiliki masa pakai. "Idealnya dikuras setiap 100.000 km bila tak ada kebocoran," jelas Budi. Kalau di Toyota harus beli assembly, di sentra onderdil bisa beli kit seharga Rp 200-250 ribu.

Release Date : Rabu, 17 Februari 2010
Media : Otomotif, at page 15, size 1850 mmk
Journalist : KI:X

Baca Selengkapnya ...

07 Januari 2010

Corolla Altis CNG

Corolla Altis CNG Pameran otomotif dua tahunan Delhi Auto Expo 2010 di New Delhi jadi ajang peluncuran banyak model baru Toyota di India. Selain Toyota Prius, Toyota Prado Diesel juga Toyota Corolla Altis CNG untuk pertama kalinya menyapa penggemarnya di negeri yang terkenal dengan sebutan Anak Benua itu.

Corolla Altis CNG (Compressed Natural Gas) menjadi model kedua di line up Toyota India yang menggunakan bahan bakar alternatif ini. Sebelumnya sudah ada Innova CNG. Di segmennya sendiri, hanya ada satu kompetitor yang juga menawarkan teknologi serupa.

Sebelumnya di lepas ke pasar, Toyota melakukan tes daya tahan yang cukup berat untuk memastikan Toyota Corolla Altis CNG bisa memuaskan penggunanya. Toyota juga melakukan penyempurnaan pada sistem suspensi belakang untuk mengakomodasi tambahan berat tangki yang mencapai 70kg, dan bisa mencapai 80 kg saat terisi gas.

Kelebihan Altis CNG adalah dilengkapi fitur modern, Sequential Injection System dan menggunakan ECU (Electronic Control Unit) tersendiri untuk menghasilkan pengendaraan yang hemat tanpa mengorbankan peforma. Dengan menggunakan Sequential Injection system, CNG bisa disemprotkan hingga tekanan 2.0 bar, atau lebih dari 2 kali lipat lebih kuat dari sistem konvensional yang hanya 0.8 bar.
Hasilnya, di India mobil ini bisa menempuh jarak 20km tiap kg CNG, sangat efisien dibandingkan versi bensin dan hebatnya, peforma tidak susut, sesuatu yang sering dikeluhkan pengguna mobil berbahan bakar CNG.
Corolla Altis CNG Corolla Altis CNG
Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

30 Juni 2009

Rasakan Suspensinya

Corolla Altls 2.0V Generasi kesepuluh dengan mesin yang iebih besar dan beberapa fitur tambahan.

MESKI TOYOTA menguasai lebih dari 35% pasar sedan di Indonesia, toh, sedan bukan lagi mobil yang paling dicari kebanyakan konsumen. Dalam beberapa tahun belakangan, pasar sedan menurun. Di pihak lain, MPV dan SUV dengan banderol ekonomis dan bisa memuat lebih banyak penumpang, telah menjadi pilihan utama.

Tetapi, Toyota tetap optimis karena memiliki sedan termahsyur, Corolla. Inilah salah satu mobil terlaris di dunia yang populasinya melebihi Volkswagen Beetle. Dari sebuah konsep sederhana 'A Car for Everyone Everywhere', kini dalam kurun waktu Iebih dari empat dekade, Corolla membukukan rekor penjualan Iebih dari 32 juta unit di seluruh dunia. Fantastis.

Dan dipastikan angka itu belum akan berhenti. Karena kami memiliki Corolla Altis beramunisi mesin baru 3 ZR-FE, 2.000 cc, dual VVT-i, yang Iebih berotot dari mesin 1ZZ-FE, 1.800 cc, VVT-i, yang masih dipasarkan. Dapur pacu baru ini melambungkan tenaga sebanyak 9 hp dan torsi 21 Nm dari model yang telah ada. Konsumsi bahan bakar mesin baru cukup ekonomis, tercatat 10,4 kpl (kombinasi).

Kita juga mendapatkan fitur-fitur tambahan berupa paddle-shift, grille berbingkai chrome, 3-spoke steering wheel, serta jok kulit Paddle-shift? Betul, tapi entahlah berapa banyak pemilik mobil yang gandrung memainkan paddle-shift selama ini. Toyota juga menyediakan paket aero kits dan sistem navigasi. JikaAnda menginginkan aero kits (spoiler bumper depan dan belakang, side visor, side skirt), siapkan dana sekitar Rp 8 juta. Tersedia pula rear spoiler (Rp 1,5 juta) dan side visor (Rp 630 ribu) jika Anda tak puas dengan penampilan Corolla yang kami uji.

Opsional lainnya adalah sistem navigasi satelit seharga Rp 8 jutaan di mana telah terintegrasi dengan perangkat audio. Petanya cukup lengkap meliputi Jawa, Bali, dan Sumatera, plus 95 ribuan points of interest Namun, di tengah perjalanan beberapa kali kami menemukankesalahan: nama/kode pos jalan atau daerah, serta pengulangan komando meski kami telah meninggalkan lokasi yang dimaksud beberapa ratus meter.

Generasi kesepuluh Corolla tampil semakin dewasa. Mungkin karena semakin dewasa, desain eksteriornya terkesan tidak rumit, dan bahkan itu berlanjut ke interior, tidak seperti kompetitor terdekatnya, Honda Civic, yang Iebih fiituristik Bagi merekayang mencintai ketidakrumitan, it's ok. Bagi mereka yang tidak suka, mari kita tunggu model yang Iebih menggairahkan.

Kabin dapat memuat 4-5 penumpang dengan baik (Iebih baik jika 4 penumpang). Kaki-kaki penumpang mendapat ruang yang cukup untukbersantai. Sayangnya, kami tidak menemukan ventilasi AC untuk penumpang belakang dan electric seat penumpang depan. Seharusnya dua item itu tersedia.

Dengan suspensi lembut, Corolla siap memanjakan Anda di jalan bebas hambatan dan di tengah kota. Permukaan jalan yang rusak atau tutup lubang, tidak akan membuat takut Corolla, meski beberapa kedalaman dan tonjolan sempat sedikit mengubah karakter peredaman. Secara keseluruhan, pengendaraan Corolla memuaskan. Steering-nya cukup padat. Saat menikung tajam pada kecepatan menengah, secara mengejutkan, minus body roll.

Corolla 2.0V ditawarkan hanya dengan satu pilihan transmisi, otomatis 4-speed. Perpindahan gear-nya terasa lembut Saat menggunakan paddle-shift perpindah-annya instan, sementara ada beberapa mobil lain ber-paddle-shift yang tidak demikian.

Corolla 2.0V memiliki jumlah airbag yang sama dengan dua tipe di bawahnya, yakni dua airbag di depan. Rem pun masih sama, dilengkapi ABS, EBD plus BA.

Terlepas dari beberapa keunggulan dan kritikan, Corolla tetaplah Corolla. Saloon yang memiliki citra tinggi sehingga resale value-nya kuat Mobil yang akan terus melenggang...

KEUNGGULAN
- Performa lebih kuat
- Pengendaraan lembut
- Tidak boros
- Resale value kuat

KEKURANGAN
- Sistem navigasi belum sempurna
- Tidak ada ventilasi AC belakang
- Minus jok elektrik untuk penumpang depan
- Desain kurang menggairahkan

Sumber : AutoCar, Jumat, 12 Juni 2009

Baca Selengkapnya ...

03 Juni 2009

Pertarungan Abadi

Sejak era 1980-an, kelas ini selalu menjadi ajang kompetisi ATPM di tanah air. Meski dominasi sedan kini mulai tergeser, namun di kelas ini pertarungan abadi tetap terjadi. Manakah jajaran produk yang mampu menjawab selera para eksekutif muda di Indonesia?

Berbicara Medium Sedan, nama Toyota Corolla, Honda Civic, dan Mitsubishi Lancer, tentu sudah tidak asing di telinga konsumen Indonesia. Kompetisi ketat antara 3 ATPM besar ini telah mewarnai pasar domestik sejak awal 1980-an. Dan kini, Ford mulai meng-geliat dengan produk andalannya, Ford Focus.

Keberhasilan Corolla Altis dalam penjualan Medium Sedan di Indonesia, mulai mendapat lawan berat dari sekelilingnya. Untuk itu, penting bagi Toyota untuk meremajakan produk andalannya agar tetap menjadi pemimpin pasar di Tanah Air. Dengan menghadirkan pilihan mesin baru, Altis kini memiliki dapur pacu berkapasitas 2.000 cc.

Berbeda dari varian bermesin 1.800 cc, Corolla Altis 2.0 V teranyar ini telah dilengkapi teknologi dual VVT-i dan paddleshift. Kedua fitur ini tentu saja memberikan nuansa sporty pada sedan elegan ini. Kesan interior yang dibangunnya memiliki nuansa elegan ketimbang sporty. Imbuhan head unit dengan layar ECD maupun DVD player, meningkatkan value for money sedan Toyota ini.

Sementara beberapa waktu sebelumnya, Ford Focus dengan varian terbaru, Ghia 2.0. Sedan bermerek asal Amerika ini memiliki cita-rasa Eropa yang kental dengan berbagai kelengkapannya. Tentu saja nuansa Eropa terpancar jelas dari ekterior maupun interiornya. Sebagai model facelift, varian Ghia 2.0 ini memang ditargetkan untuk para eksekutif muda.

Fitur-fitur standar yang dimilikinya sudah cukup untuk memanjakan pengemudi maupun penumpang di dalamnya. Sayangnya, unit diesel yang menjadi unggulan Ford Focus saat ini, tidak tersedia pada varian sedannya.

Begitu pula dengan Civic. Facelift yang dilakukan Honda membuat Civic tampil lebih sporty dengan layout bumper baru. Untuk pasar Indonesia, Honda hanya menawarkan dua pilihan mesin Civic: 1.800 cc dan 2.000 cc. Tak ada versi high performance hadir dalam line-up-nya di Tanah Air. Penampilannya tetap mampu menghipnotis penggemar Honda di Tanah Air. Apalagi konsep sport telah menjadi satu paket menarik dari Civic.

Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT, masih menjadi pilihan Medium Sedan menarik di Tanah Air. Sayang, penampilan eksterior yang sporty tidak serta merta membuatnya mampu mengungguli para rivalnya. Namun PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) malah tertarik dengan menghadirkan pilihan mesin high performance Evo X di dalam line-up Lancer di Tanah Air.

Pertarungan kunci: Manakah paket paling menarik?
SELAIN menyediakan empat pilihan trim pada Corolla Altis, Toyota cukup cerdik dengan menyuguhkan fitur-fitur pendukung. Monitor navigasi merupakan salah satu fitur yang cukup dibutuhkan saat ini. Hal mi kian memberi keleluasaan kepada konsumen untuk memilih Altis yang seusai dengan budget yang dimiliki.

Sedangkan Honda lebih memilih segmentasi dalam menjual produknya. Pengemudi antusias menjadi incaran Honda dengan Civic. Eihat saja, penerapan stability control dan posisi mengemudi yang begitu mengasyikkan sebagai salah satu cirinya. Belum lagi performa dapur pacu yang mengusung teknologi i-VTEC.

Sedangkan Mitsubishi Lancer dan Ford Focus berada di antara keduanya. Mereka tak memiliki kelebihan yang menonjol yang saling mendukung. Seperti Lancer dengan penampilan sporty namun kurang didukung oleh performa dan pengendalian terbaik. Begitu pula dengan Focus. Andai saja pilihan mesin diesel yang dipadu transmisi Dual Clutch Transmission (DCT) hadir pada Focus sedan, tentu paket yang dihadirkan akan lebih menarik.

Toyota Corolla Altis 2.0V
PENGEMBANGAN, adalah kata kuci berhasilnya sebuah produk di pasar. Dengan terus menawarkan value for money yang memikat, sebuah kendaraan akan terus diminati pembeli dan mendulang kesuksesan. Hal tersebut dilakoni oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) saat merilis Toyota Corolla Altis bermesin 2.000 cc.

Inovasi paling kentara darinya adalah adopsi tekonologi Dual VVT-i. Berbeda dengan teknologi VVT-i, sistem ini sekaligus mengatur kinerja dari katup masuk dan buang. Tak heran bila Toyota tertarik untuk meningkatkan kapasitas mesin hingga 200 cc tanpa takut konsumsi bbm menjadi lebih boros.

Tenaga besar pun mampu diraihnya dengan penambahan kapasitas mesin ini. Dengan tenaga sebesar 152 dk, ia pun mampu mencetak figur akselerasi 0-100 km/jam dalam 10,2 detik. Kendati demikian, ia tetap kalah dari Honda Civic 2.0 dan Mitsubishi Lancer EX 2.0GT yang mencatat 9,5 dan 9,9 detik.

Kekalahan Altis turut disumbang oleh transmisi otomatis 4-speed yang disematkan. Beda dengan Civic dan Lancer yang telah memiliki G-speed dengan rasio rapat. Sulit bagi Altis untuk mengimbangi keduanya saat adu kencang.

Meningkatnya efisiensi mesin mengakibatkan torsi yang dihasilkan naik secara signifikan. Tercatat angka 212 Nm pada 4.400 rpm. Itu terasa saat ia harus berjibaku di tengah padatnya jalan. Makanya saat diukur konsumsi bbm dalam kota, Altis mencatat angka 10,2 km/liter.

Hal tersebut berimbas pada konsumsi bbm tol. Altis menoreh figur 16,4 km/liter. Masih lebih unggul dari pesaingnya. Hasil di atas menjadi sangat berarti bagi Anda kaum konservatif yang tidak terlalu membutuhkan performs menggelora.
Inovasi selanjutnya adalah imbuhan paddleshift di balik setir. Meski bukan cerita baru karena Civic dan Lancer telah memiliki, tapi itu merupakan yang pertama untuk Toyota di Indonesia.

Namun hati-hati saat membawanya bermanuver. Karena setelan suspensi masih sama dengan varian 1.8, bantingannya terasa empuk. Akibatnya Altis cukup sulit untuk dikendalikan lantaran suspensi kurang mampu mengimbangi dorongan torsi yang kuat. Potensi limbung mu-dah terdeteksi. Karena setir ringan, hilangnya rasa saat kecepatan tinggi membuat pengemudi sulit memprediksi arah mobil.

Tidak ada ubahan berarti pada penampilan eksteriornya. Hanya berganti desain gril yang membuat ia tampak lebih sporty. Kendati untuk Anda pengemudi antusias, tampilan luar Civic dan Lancer tetaplah yang terbaik. Bahkan dengan tampilan Focus sekalipun, jika dilihat dari depan.

Kesan mewah sangat terasa di bagian dalam. Balutan kulit cerah di bangku membuat penumpang merasa nyaman. Bicara audio, ternyata Altis ini berbeda dari 1.8. la tidak lagi dilengkapi head unit terintegrasi, melainkan sistem audio visual baru dari pihak ketiga.

Hal ini dikarenakan PT TAM ingin memberikan value bagi pemilik Altis dengan menyematkan sistem navigasi. Begitu dinyalakan Anda akan segera paham bahwa Garmin dilibatkan dalam proses pembuatannya. Sedangkan Tele Altas digandeng sebagai penyedia peta.

Dengan tombol sentuh di layar, Anda dapat menavigasi tujuan sebelum jalan. Petanya tergolong lengkap karena PT TAM terlibat langsung saat proses pengembangan. Point of Interest (POI) yang disajikan terbilang lengkap, termasuk lokasi bengkel resmi Toyota. Semakin memikat dengan hadirnya voice guidance berbahasa Indonesia.

PT TAM dianggap berhasil dalam mengembangkan Altis. Memang bagi pecinta kecepatan ia bukanlah pilihan utama. Pun dengan desain eksterior biasa saja. Tapi performanya tidak mengecewakan. Beberapa gimmick menarik seperti paddleshift dan sistem navigasi turut mereka sematkan. Cukupkah untuk menjadi yang terbaik?

Poin utama
1.MESIN
Selain naik kapasitas, mesin yang dipakai dilengkapi teknologi canggih Dual VVT-i. Memang tenaga yang disemburkan tidak segarang Civic dan Lancer, namun torsinya adalah yang terbaik di sini. Pun dengan efisiensi mesin lebih baik. Makanya konsumsi bbm Altis lebih baik dari keduanya.

2.EKSTERIOR
Tidak ada ubahan dari model 1.8. Kecuali hadirnya gril sporty bermotif sarang tawon di dalamnya dengan bilah krom cantik di atasnya. Kit bodi cukup membuatnya tampil lebih sangar kendati kami melihat tampilan ketiga rivalnya lebih agresif dari Altis.

3.INTERIOR
Aroma konservatif terus berlanjut pada kabin. Balutan kulit mewah pada bangku setaagi penanda. Desain dasbor modern walau desainnya kalah memikat dari Corolla ataupun Lancer. Imbuhan paditleshift menaikkan pamornya.

4.SISTEM NAVIGASI
Bisa dikatakan Altis adalah inovator untuk sistem navigasi yang menjadi satu kesatuan dengan mobil. Ketiga rivalnya belum memikirkan hal tersebut. Sangat membantu karena Toyota terlibat langsung dalam pengembangan.


Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT
PABRIKAN berlambang Tiga Berlian ini melakukan reborn saat kembali melansir Lancer EX. Tidak tanggung-tanggung, Mitsubishi memboyong dua model sekaligus untuk transporter harian dan versi kencang di Tanah Air.

Untuk versi harian, PT Krama Yudha Tiga Berlian siap bertarung sengit dengan para rival yang memang kuat bercokol di pasar lokal. Yup, Lancer EX 2.0 GT siap menantang ketangguhan Toyota Corolla Altis, Honda Civic dan Ford Focus Ghia dalam pertarungan kali ini.

Tampilan radikal nan elegan langsung terpancar pada wajah luar Lancer. Sepintas bodi yang mirip dengan versi high performance, membuat paket Lancer EX menjadi salah satu alternatif menarik. Kesan sporty tampak pada gril trapezoidal. Kian apik dengan hadirnya spoiler belakang di atas bagasinya berbalut pelek alloy 18 inci.

Mesin 1.998 cc berteknologi MIVEC mampu menyemburkan tenaga hingga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm. Tanpa banyak diketahui, teknologi pengaturan katup masuk dan buang telah lebih dahulu hadir pada Lancer EX ketimbang Corolla Altis terbaru. Dengan transmisi CVT, Lancer memberikan sensasi berkendara. Entakan halus nan kencang terasa saat pedal gas diinjak dalam mode Sport.

Lancer mampu berakselerasi 0-100 km/jam di bawah 10 detik atau tepatnya, 9,9 detik. Hasil ini rnembuatnya duduk di posisi kedua setelah Honda Civic dengan waktu terpaut 0,3 detik.

Pun begitu soal konsumsi bbm. Meski bukan yang terbaik di tes ini, konsumsi bbm Lancer di jalan bebas hambatan terbilang irit, yaitu 14,8 km/1. Lancer mesti mengakui kelebihan Toyota Corolla Altis 2.0 yang mampu menembus 16,4 km/1 atau lebih boros 1,6 km/1. Bahkar. untuk rute kombinasi, Lancer bisa menyentuh angka 12,4 km/1.

Singkatnya, baik performa maupun kehematan, Lancer cukup bisa diandalkan dibandingkan para rival sekalipun. Mampukah segala kelebihan ini, Lancer bisa dengan mudah melaju kencang dalam kontes ini?

Poin utama
1.STYLING
Tampilan radikal nan elegan menjadi daya tarik Mitsubishi lancer EX 2.0. Meski hanya untuk mobil harian, nuansa mobil taerperforma sudah terpancar saat Lancer melintas.

2.INTERIOR
Sederet fitur pendukung seperti Multi Information Display, paiUleshift di kolom kemudi, AC dengan climate control, dan tumbol audio dl setir menjadi kelengkapan standar di EX.

3.MESIN
Dapttr pacu 1.998 cc berteknologi MIVEC menyemburkan tenaga 155 dk/6.000 rpm dan torsi maksimum 200 Nm/4.500 rpm, cukup mumpuni baik performa maupun kehematan saat beraksi di jalan.

4.PILIHAN LENGKAP
Mitsubishi Lancer hadir dengan pilihan lengkap. Untuk versi harian, Lancer EX 2.0 GT layak dipilih, sementara bagi penyuka mobil berperforma ekstra, Evo IX bisa jadi jawaban. Keduanya pun dihadirkan PT KTB secara bersamaan untuk konsumen lokal.

Honda Civic 2.0
BENAR, ini adalah versi facelift dari Civic. Varian bermesin 2.0 ini kini memiliki penampilan bumper yang baru dan lampu belakang bulat terdahulu, kini berubah menjadi oktagon atau segi delapan.

Sekilas riada perubahan bentuk secara mendasar. Penampilannya terlihat modern dengan kaca depan yang landai serta lekuk bodi unik. Mobil ini terlihat elegan, canggih, sekaligus dinamis.

Di dalam, nuansa tersebut masih berlanjut. Panel instrumen yang terpisah dalam dua bagian memiliki spidometer digital di atas, sementara bagian bawahnya menampilkan takometer dengan jarum analog. Desain panel instrumen bertumpuk di Civic ini diberi nama Multiplex oleh Honda. Kini Civic sudah sedikit berbenah dan menambahkan fitur fuel consumption yang absen di versi terdahulu.

Kesan luas dan dinamis langsung terpancar begitu Anda duduk di belakang kemudi Civic, dengan posisi yang cukup ergonomis. Semua kendali seperti tuas transmisi, rem tangan, paddleshift serta pengaturan kemudi 4 arah membuat semua kendali berada berada dalam genggaman.

Posisi mengemudi yang baik tidak menyebabkan pegal saat melakukan perjalanan jauh. Hal ini memberikan pengalaman berkendara terbaik pada pengetesan kali ini. Pun begitu, penumpang belakang tetap bisa menikmati ruang ruangan cukup lega.

Mesin berkapasitas 1.998 cc i-VTEC DOHC paling bertenaga di kelas ini. Di atas kertas, mesin ini memiliki tenaga kuda yang setara dengan Mitsubishi Lancer EX sebesar 155 dk, pada putaran yang sama pula 6.000 rpm. Namun bobotnya yang sedikit lebih ringan, membuat akselerasinya lebih lincah hampir di semua tingkat kecepatan dibandingkan EX. Hal ini dibuktikan dengan menyelesaikan akselerasi 0-100 km/ jam dalam tempo 9,6 detik.

Tenaga Civic terasa merata dari putaran bawah hingga tengah dan menggila di putaran tinggi. Transmisi matik 5-speed-nya sangat responsif ketika melakukan perpindahan. Dan mode manual dengan perpindahan via tuas di balik setir rnembuatnya semakin mengasyikkan dikemudikan. Bahkan perpindahan tersebut masih bisa dilakukan pada mode otomatis sekalipun, hal yang tak bisa dilakukan oleh Lancer EX.

Bantingan Civic tergolong moderat atau setara dengan Ford Focus, namun sedikit lebih keras ketimbang Mitsubishi maupun Corolla Altis. Pengendaliannya juga cukup lincah, tapi memang belum sepresisi Mitsubishi yang menggunakan pelek berdiameter 18 inci.

Dimensi pilar A yang tebal mengganggu manuver di jalan sempit. Di sisi lain, satu hal lagi yang menyenangkan dari mobil ini adalah setirnya yang berukuran kecil dan pas digenggaman, sehingga memudahkan pengemudi pada saat melakukan manuver.

Lampu HID xenon serta kontrol kestabilan sudah menjadi menu standarnya. Kehadiran stabilty control VSA (Vehicle Stability Assist) membantu menjaga keselamatan pada kecepatan tinggi. Dengan harga yang mencapai Rp 398 juta, apakah Civic mampu kembali bersaing dan mengambil kembali tahta sebagai yang terbaik di kelasnya?

Poin utama
1.STYLING
Penampilan terbarunya tetap memberikan sedikit penyegaran. Sentuhan yang diberikan Honda pada bumper depannya memberikan kesan sporty yang semakin kental.

2.INTERIOR
Berkat desain Multiples yang diterapkan pada model ini, mampu menghasilkan ruang yang lapang bagi seluruh penghuni kabin. Hal tersebut dipadu dengan desain bertaagai tuas maupun tombol pengendali yang ergonomis sehingga mudah dijangkau dan dioperasikan oleh pengemudi juga penumpang depan.

3.MESIN
Dengan modal mesin yang terkuat di kelas ini, Civic tetap memiliki performa terbaik walau harus dibayar dengan konsumsi BBM yang sedikit lebih boros dari rivalnya. Torsinya yang tidak sebesar Lancer EX 2.0 GT maupun Corolla Altis 2.0 V, tetapl tetap lebih unggul dari Focus.

4.FUN TO DRIVE
Racikan suspensi dan mesin pada varian ini, dipadu denga posisi mengemudi yang baik, mampu memberikan sensasi pengalaman berkendara yang optimal.

Ford Focus Ghia 2.0
SATU-SATUNYA kontestan Tes Jalan Medium Sedan ini yang berasal dari luar Jepang adalah Ford Focus. Dengan mengadopsi konsep Kinetic Design, Focus sedan sudah mengikuti wajah para saudaranya yang memiliki ciri khas lubang udara besar dan lampu menyipit yang ditarik ke belakang. Untuk menambah kesan mewah pada moncongnya diimbuhi Us krom.

Perubahan lain dari Ghia dibandingkan dengan versi yang digan-tikannya adalah adanya tambahan lampu sein pada spion dan juga lis pada pintu dan hendelnya. Sementara bagian buritan, terlihat lampu yang didesain ulang walaupun bukan merupakan major change.

Masuklah ke dalam interiornya, maka jelas terlihat sebagai varian termewah, seluruh bangku dan beberapa panel pintu dibungkus bahan kulit mewah dengan warna beige. Warna serupa berlanjut pada bagian dasbor dan panel pintu dengan sedikit tambahan warna abu-abu.

Kemudi palang empat pun terkesan mewah dengan balutan kulit dan memiliki tuas audio dan menu tepat di belakang lingkar kemudi yang mudah diraih. Sayang kemudinya kurang nyaman digenggam.

Tuas audio berupa volume, track CD ataupun radio dan mode mengganti gelombang radio yang sudah di set sebelumnya. Konsol tengah dihiasi sentuhan kayu untuk menambah kesan mewah.

Sandaran tangan depan dapat dimaju-mundurkan sehingga tangan tidak mudah letih ketika sedang berhenti. Ruang penyimpanan cukup memadai dengan beberapa cup bolder.

Untuk mendapat posisi duduk dalam Ghia sangat mudah karena dilengkapi dengan pengaturan elektrik pada bangku pengemudi. Dan lingkar kemudi pun dapat di atur ketinggiannya serta jauh dekatnya dengan pengemudi.

Bagasi yang dimiliki Ghia jelas lebih besar dari versi hatchback sehingga dapat memuat banyak barang belanja. Bila dirasa kurang, jok belakang bisa dilipat sehingga menambah kapasitas ruang bagasi. Caranya pun mudah, hanya menarik tuas yang berada disamping headrest.

Mesin yang digunakan pada Focus Ghia adalah mesin bensin 1.999 cc 4 silinder Duratec. Mesin ini sanggup menghasilkan tenaga 144 dk pada 6.000 rpm dan torsi 185 Nm pada 4.500 rpm. Respons-nya memang tidak seganas unit diesel dan hanya ditemani transmisi otomatis 4-speed yang menye-diakan mode manual.

Namun satu kelebihan dari Focus Ghia adalah adanya pengaturan steering yang bisa diset pada Menu saat keadaan mobil sedang diam. Anda bisa mengatur kemudi untuk mode Standard yakni untuk penggunaan sehari-hari, Sport bila Anda berada di jalan bebas hambatan atau banyak melakukan manuver pada kecepatan tinggi, dan Comfort untuk cruising ataupun saat parkir.

Konsumsi bbm tidak bisa di-bilang hebat karena untuk jalan tol hanya mampu mencatat angka 14,7 km/1, sementara untuk konsumsi jalanan kota, Focus yang paling boros dalam komparasi kali ini dengan angka 9,2 km/1. Sementara untuk akselerasi untuk mencapai 100 km/jam, Focus Ghia mencatat angka 11,7 detik.

Poin utama
1.STYLING
Konsep Kinetic Design menjadikan Focus lebih segar dipandang dibandingkan dengan versi sebelumnya. Tambahan bagasi dari versi hatchback menambah ruang bagasi.

2.INTERIOR
Cukup mewah dengan fitur-fitur audio dan menu MID yang tuasnya berada dibalik kemudi.

3.FITUR
Fitur yang menonjol adalah adanya pengaturan untuk bobot kemudi dalam pengendaraan, Standard, Sport, Comfort - yang bisa di-setting dari Menu.

4.PILIHAN VARIAN
Untuk versi Ghia ditawarkan mesin 2.000 cc dan 1.800 cc. Sementara bagi penyuka model hatchback memiliki pilihan bensin untuk pengedaraan harian yang santai.

Backseat driver
ADAKAH VARIAN SERUPA YANG DITAWARKAN KEEMPAT KONTESTAN ?
COROLLA Altis masih menjual tiga model bermesin 1.800 cc. Sementara Civic memiliki dua varian bermesin 1.800 cc yaitu bertransmisi manual dan otomatis. Focus memiliki varian 2.0 lebih murah, yaitu Comfort. Sedangkan Lancer EX hanya memiliki satu pilihan model. Namun jika dompet Anda tebal, Lancer Evo X seharga Rp 1,1 miliar layak dicicipi.

SIAPA LAGI PEMAIN DISEKTOR INI?
MAZDA3 Sedan adalah salah satunya. Saudara jauh Ford ini masih menjual 3 Sedan model lawas, padahal di negeri asalnya dan di Eropa, 3 telah mengalami pergantian model.

Jika hanya mempertimbangkan mesin, Peugeot juga memiliki 407 bermesin 2.000 cc. Namun sebenarnya sedan Francis ini masuk di kelas lebih tinggi. Unitnya sendiri tidak ready stock dan harus dipesan terlebih dahulu.

Kesimpulan
TAK dapat dipungkiri, bahwa paket paling menarik tetap dimiliki Toyota Corolla Altis. Pengembangan yang dilakukan memang telah menjadi kebutuhan konsumen di kelas Medium Sedan saat ini. Usaha Toyota untuk menambah pilihan mesin dan menyematkan fitur-fitur menarik, merupakan langkah yang tepat.

Memang Altis bukan yang terbaik dalam hal performa dan pengendalian, namun ia tetap berada dalam batas yang tidak memalukan. Tapi dalam hal konsumsi bbm, Altis mampu menjadi yang terbaik dari para rivalnya. Hal inilah yang membuat paket Toyota mampu menjadi yang terbaik dalam tes jalan kali ini.

Sedangkan Mitsubishi Lancer EX 2.0 GT menguntit ketat di belakangnya. Lancer EX mampu memberikan aura sport yang kental. Suatu hal yang tidak bisa diberikan oleh para kompetitornya. Sistem tata suara yang dimilikinya juga merupakan yang terbaik. Bahkan sistem audio visual yang dimiliki Altis tidak mampu menyainginya.

Performa mesin maupun handling-nya masih sebanding dengan yang diberikan Civic. Begitu pula unsur fun to drive yang dimilikinya, mampu memberikan sensasi yang merefleksikan penampilan eksteriornya. Nuansa sport tersebut terlalu dihayati sampai-sampai interiornya kurang kedap dibandingkan para pesaingnya.

Berbicara paket sporty, Honda Civic merupakan jagoannya. Dalam hal tenaga, maupun handling, Honda Civic menjadi yang terbaik. Terlebih
faktor ergonomis saat mengemudi yang dimilikinya, tidak dapat disaingi oleh peserta lainnya. Sayangnya, paket ini begitu segmented sehingga hanya pengemudi antusias saja yang menginginkan mobil ini.

Pembaruan yang dilakukan Ford pada Focus mampu membuat sedan ini tampil lebih mewah. Kesan ini semakin kuat dengan kenyamanan khas mobil Eropa, ditambah kabinnya yang hening. Sayang kelengkapan fiturnya hanya berada dalam batas rata-rata, begitu juga performa yang tergolong biasa-biasa saja. Alhasil sedan berlambang Oval Biru im belum mampu mengimbangi rival-rival sekelasnya dalam Tes Jalan kali ini.

Peringkat akhir
1. TOYOTA COROLLA ALTIS 2.0
(+): Paddleshift, smart key, harga
(-): Transmisi hanya 4-percepatan, pelek 16 inci

2. MITSUBISHI LANCER EX2.0 GT
(+): Pengendalian akurat, fitur lengkap, pelek 18 inci, desain eksterior
(-): Jaringan servis, interior kurang kedap, perlu inden

3. HONDA CIVIC 2.0
(+): Performa mesin, posisi mengemudi, kontrol kestabilan
(-): Desain pilar A tebal, pelek 16 inci, harga paling mahal

4. FORD FOCUS GHIA 2.0
(+): Kenyamanan sedan Eropa, kabin yang senyap, harga
(-): Akselerasi, konsumsi bbm, tenaga

Sumber : AutoBild Indonesia, Senin, 01 Juni 2009

Baca Selengkapnya ...

23 Mei 2009

Audio ICE Toyota New Altis 2.0

Dual DIN TV/DVD/CD/Radio menghiasi dasbor sedan keluaran Toyota ini, berfasilitas AUX input, sehingga bisa leluasa berbagi musik melalui koneksi ini. Headunit yang built in Dolby Digital juga sanggup memainkan 1 cakram padat, dari mulai DVD Video, CD, sampai WMA maupun MP3. Lumayan lengkap untuk fasilitas standar jaman sekarang yang memang membutuhkan berbagai format.

Gambar dan display yang disediakan sangat apik dan fungsional, touch screen mempermudah penyetelan fitur dan membuat banyak short cut. Menyenangkan, belum lagi masih ditambah remote stir juga sebagai kelengkapan standar.

Jadi, pengemudi usah pindah tangan dari setir buat pilih track maupun mengatur volume yang diinginkan. Disediakan juga GPS (optional), membuat pengemudi dan penumpang tak perlu berdebat menemukan soal rute.

Tatanan audio menggunakan 6 buah speaker dengan konfigurasi, 2 tweeter di pojok pintu kiri kanan dekat rumah spion, 2 midrange di pintu bagian bawah seperti mobil pada umumnya dan 2 buah speaker oval 6x9 inci bertengger di balik bagasi.

Tipikal seperti ini membuat suara yang dihasilkan rata, karena posisi speaker berada hampir di tiap sudut mobil. Justru menurut pengalaman yang sudah-sudah speaker di dek belakang menghasilkan bas yang lebih bagus daripada di pintu belakang.

Benar saja, ketika OTOMOTIF menjajal dengan CD dan DVD Video acuan sungguh layak diacungi jempol. Dengan hanya mengandalkan sistem yang sangat sederhana ini, suara tetap bisa merata dengan tonal yang baik. Hanya saja seperti biasa, problem yang muncul adalah ketika digeber keras. Ah.., sudah semestinya sang pemilik upgrade untuk keperluan ini.

Meski begitu, untuk optimalkan audio standar posisikan saja bass treble pada neutral. Geser fader 4 klik dari posisi netral ke front, supaya porsi suara yang diterima lebih berimbang antara speaker depan dan belakang. Balance pada posisi 0, dan terakhir pilih DSP/SSC dan posisikan pada SSC1.

Dengan diposisi SSC1 maka bas dan treble sudah di preset (pre program) oleh head unit, yang menurut pengamatan OTOMOTIF paling ideal. Ada juga posisi SSC2 dan SSC3, tapi di posisi itu menyebabkan bass terlalu berlebihan dan menjadi tonal kurang berimbang.

Sumber : Otomotifnet

Baca Selengkapnya ...

13 Mei 2009

Toyota All New Corolla Altis 2.0 Dual VVT-i

All new Corolla Altis 2.0V hadir di tengah-tengah kita yang merupakan titik awal kesempurnaan generasi Corolla terkini. Spesifikasi yang di tawarkan Toyota kali ini juga lebih sempurna di banding tipe Corolla di bawahnya.

Salah satu hal yang menjadi daya tarik utama All New Corolla Altis 2.0V ini adalah mesin 2000cc berteknologi dual VVT-i yang memiliki kode mesin 3ZR-FE.

Mesin Baru 2000cc Dual VVT-i
Apakah keistimewaan mesin 3ZR-FE All New Corolla Altis 2.0V?
Selain kapasitasnya yang lebih besar daripada mesin 1ZZ-FE 1800cc, mesin 3ZR-FE telah dilengkapi dengan teknologi Dual VVT-i. Konfigurasi langkah piston yang lebih besar daripada diameter piston memungkinkan 3ZR-FE menghasilkan torsi besar pada rpm rendah. Dengan tersedianya torsi besar sejak rpm rendah, artinya pada kondisi pengendaraan sehari-hari dimana pengemudi seringkali membutuhkan akselerasi mendadak, baik dari keadaan berhenti, atau ketika ingin mendahului kendaraan lain, mesin 3ZR-FE tersebut dapat menyajikan tenaga instan tanpa harus menunggu putaran mesin meningkat ke rpm tinggi atau sering menurunkan gigi.

Spesifikasi Mesin Toyota Corolla Altis 2.0 Dual VVT-i 3ZR-FE
Kapasitas : 1987cc
Diameter x langkah : 80,5mm x 97,6mm
Rasio Kompresi : 10:1
Teknologi Pendukung : Dual VVT-i dan ETCS-i
Jenis BBM yang Disarankan : Bensin RON 97 (Pertamax)
Tenaga Maksimum : 153ps / 5600rpm
Torsi Maksimum : 21,3kgm / 4400rpm

Apakah perbedaan teknologi Dual VVT-i dengan VVT- biasa?
Jika VVT-i hanya mengubah waktu buka-tutup katup hisap (intake), maka Dual VVT-i dapat mengubah waktu buka tutup katup hisap dan buang (intake dan exhaust)

Apakah manfaat teknologi Dual VVT-i?
Dual VVT-i dapat semakin mengoptimalkan pembakaran yang terjadi di dalam mesin sehingga semakin memaksimalkan efisiensi BBM dan output tenaga pada setiap putaran mesin.

Apa saja mesin (mobil) Toyota Indonesia yang sudah menggunakan teknologi Dual VVT-i?
2GR-FE 3500cc (Camry 3.5Q)

Transmisi Otomatis Baru dengan Paddleshift
Bersamaan dengan peningkatan di sektor dapur pacu, transmisi otomatis All New Corolla Altis 2.0V juga berbeda dengan yang terdapat pada tipe 1,8V. Perubahan paling utama adalah tersedianya fitur Paddleshift yang memungkinkan pengemudi melakukan pergantian gigi secara manual tanpa melepaskan tangan dari setir. Untuk mengaktifkan Paddleshift, pengemudi hanya perlu memindahkan tuas transmisi ke posisi S seperti jika ingin memindahkan gigi menggunakan mode sekuensial. Walaupun begitu, dalam situasi darurat dimana pengemudi tiba-tiba perlu melakukan engine braking, pengemudi dapat langsung menurunkan gigi dengan menekan Paddle - (minus) biarpun tuas transmisi masih berada di posisi D. Pada kondisi ini , pengemudi dapat kembali ke mode otomatis dengan menekan Paddle + (plus). Adapun perubahan lainnya pada transmisi mencakup rasio gigi yang telah disesuaikan dengan karakter tenaga mesin 3ZR-FE.

Apakah Perbedaan Paddleshift All New Corolla Altis 2.0V dengan Paddleshift Honda Civic?
Pada All New Corolla Altis 2.0V, pergantian gigi secara manual dapat dilakukan menggunakan Paddleshift di setir atau menggunakan tongkat transmisi. Hal ini memungkinkan pengemudi tetap melakukan pergantian gigi secara manual dengan mudah tanpa terpengaruh arah setir, tidak seperti pada Honda Civic 2.0 dimana pergantian gigi secara manual harus dilakukan menggunakan Paddleshift sehingga pengemudi akan kesulitan pada arah setir tertentu.

Jika perintah perpindahan gigi yang berbeda dikirimkan bersamaan dari Paddleshift dan tongkat transmisi, mana yang akan dipatuhi oleh transmisi?
Jika perintah perpindahan gigi yang berbeda dikirimkan bersamaan dari Paddleshift dan tongkat transmisi, transmisi tidak akan memindahkan gigi.

Setir 3-Spoke Agresif
All new Corolla Altis 2.0V juga dilengkapi dengan setir 3-spoke yang lebih terlihat agresif dibandingkan dengan tampilan setir 4-spoke yang terlihat lebih mewah. Seperti pada tipe 1.8V, setir 2.0V juga di balut dengan kulit berwarna abu-abu. Steering switches untuk audio dan MID tetap di pertahankan dengan sedikit penyesuaian bentuk. Satu-satunya yang tidak berubah sama sekali adalah bentuk dan pengoperasian tuas cruise control.

Sistem Audio-Video Standar Pertama di sebuah Small Sedan
All New Corolla Altis 2.0V menjadi small sedan pertama di Indonesia yang telah dilengkapi sistem audio-video standar. Inilah keunggulan utama All New Corolla Altis 2.0V dibandingkan para pesaingnya seperti Honda Civic 2.0, Ford Focus 2.0 atau Mitsubishi Lancer EX 2.0, AVX unit tersebut meliputi monitor touch-screen 7 inci, bluetooth, kemampuan memainkan DVD, CD, file MP3 dan WMA. Tentunya pengaturan volume dan pemilihan lagu juga dapat dilakukan dari steering switches. AVX unit tersebut juga dilengkapi port AUX (auxiliary Audio Input) untuk menyambungkan MP3 player seperti i-Pod menggunakan jack headphone.

Apakah AVX unit All New Corolla Altis 2.0V sudah dilengkapi dengan Toyota Navigation?
Belum, tetapi jika pelanggan menambahkan Toyota Navigation, pelanggan hanya perlu membeli Navigation Box dari Toyota Genuine Accessories tanpa harus mengganti AVX unit yang sudah ada.

Apakah AVX unit All New Corolla Altis 2.0V dapat digunakan untuk menonton televisi?
Belum, untuk dapat menonton televisi menggunakan AVX unit All New Corolla Altis 2.0V, pelanggan harus menambahkan TV Tuner yang telah banyak dijual di pasaran.

Apakah AVX unit All New Corolla Altis 2.0V dapat dihubungkan dengan kamera belakang?
AVX unit All New Corolla Altis 2.0V sudah siap dihubungkan dengan kamera belakang yang banyak dijual di pasaran.

Baca Selengkapnya ...

12 Mei 2009

Pilihan Baru Eksekutif Mapan

Toyota Corolla mempersolek diri. Generasi paling anyar dipertajam dengan teknologi yang semakin berani, penampilan semakin mumpuni. Facelift, tapi berubah cukup signifikan.

Toyota Corolla adalah "mbah"-nya mobil. Dibilang begitu karena mobil ini tetap bertahan meski usianya memasuki tahun ke-43 dengan berbagai evolusi.Usia setua itu jika diibaratkan manusia, Corolla sudah memasuki masa senja. Meski demikian, semakin tua, kesuksesannya justru semakin menjadi.

Dikenalkan pertama kali pada Oktober 1966, mobil ini mencuat sebagai sedan simbol kemewahan keluarga. Citra itu bahkan bertahan hingga kini. Sudah 35 juta unit Corolla terjual secara global.

Sementara itu, Q1 di Indonesia, Corolla bertahan menjadi pemimpin di kelas low sedan nasional dengan penjualan ritel 271 unit atau meraih pangsa pasar 43,5 %, diikuti Honda Civic dengan 38,7%,Mitsubishi Lancer 7,5%, Proton Waja 4,5%,Ford Focus 2,9%, dan Chevrolet Optra 2,1%.

Ya, saatnya "generasi muda" Corolla meneruskan tradisi hebat. AllNew Corolla Altis dianggap sebagai momen pas untuk misi itu. Perubahan pun dilakukan untuk merebut hati penggemar. Kecil tetapi cukup untuk membuat Corolla semakin menawan.

PT Toyota Astra Motor (TAM) sebagai ATPM mobil merek Toyota di Indonesia, merilis Toyota All-New Corolla Altis 2.0 V, Kamis (30/4), di Jakarta. Kesan pertama, Corolla semakin gahar melalui penambahan kapasitas mesin 200 cc menjadi 2.0 LWT-1.

Jadi kini konsumen punya dua pilihan mesin dengan tiga varian. Corolla 1.8J M/T, Corolla 1.8G A/T, dan Corolla 2.0V A/T. Harganya, tentu lebih mahal, terpaut sekitar Rp 30 jutaan dengan versi 1.800 cc bertransmisi otomatis. Corolla 2.0V A/T dibanderol di angka Rp 372,5juta.

"Corolla 2.0V kami perkenalkan untuk memberikan pilihan baru kepada para eksekutif middle-up management berkarakter mapan, khususnya mereka yang menggemari kendaraan dengan kapasitas mesin lebih besar. Selain performanya unggul, mobil ini tetap efisien," sebut Presiden Direktur TAM Johnny Darmawan.

Gamblangnya, Corolla Altis 2.0 V memiliki target konsumen pria mapan berusia antara 35-40 tahun dengan pendapatan antara Rp 25 juta-Rp 40 juta per bulan, atau para profesional dengan karier cemerlang dan mengejar aktualisasi diri.

Mesin semakin besar membuat Corolla memantapkan diri sebagai mobil mewah yang gahar. "Dari dulu, citra Corolla adalah sedan kencang seperti Corolla Twincam GTI pada awal 1990-an. Kiprahnya dalam motorsport global merupakan salah satu jaminan kenyamanan dan sensasi berbeda," kata Johnny.

Corolla 2.0 V mengadopsi mesin generasi terkini,3ZR-FE yang menggunakan teknologi Dual VVT-i. Dapur pacu Corolla 2.0V ini dipastikan mampu berperforma tinggi tanpa mengurangi efisiensi bahan bakar, serta menghasilkan emisi bersih.

Teknisnya begini: Kedua teknologi VVT-i mempunyai tugas berbeda. VVT-i pertama yang terletak di klep intake membuat fuel puddle size agar torsi dan power di rpm rendah lebih baik. Sedangkan VVT-i kedua terletak di klep exhaust, berfungsi meningkatkan air fuel path dynamics agar torsi dan power di rpm tingginya lebih baik.

Keduanya diaplikasikan untuk menyempurnakan pembakaran bensin menjadi tenaga di dalam ruang bakar sehingga emisi gas buangnya lebih bersih (minimum kadar HC di rpm rendah dan kadar NOx di rpm tinggi menurun).

Selain teknologi dual VVT-i, sedan berdimensi 4.540 x 1.760 x 1.465 mm itu memiliki fitur lain yang tak kalah dengan pendahulunya. Corolla Altis 2.0V punya paddle shift. Mengemudi pun semakin nyaman dengan tetap berkonsentrasi di jalan tanpa memindah tuas persneling, cukup menggerakkan pedal kecil di belakang setir.

Kenikmatan berkendara lainnya ditutup smart start dan entry system, cruise control, steering switch dan sensor hujan yang membuat wiper secara otomatis akan bekerja saat air turun dari langit dan berhenti.

Sedan yang diimpor CBU dari Thailand ini juga memiliki fitur Audio Video-DVD Player with Navi Ready. Konsumen yang menginginkan sistem audio entertainment dengan sistem navigasi GPS cukup menambahkan genuine accessories dari Toyota yaitu Navigation Box dan Installation Kit sekitar Rp 10 juta.

Dari luar, perubahan tidak banyak dilakukan. Yang paling mencolok adalah perubahan pada bagian front grille bertipe mesh yang memberi kesan sporty. Lainnya, hanya optional.

Mengenai target, Johnny mematok total penjualan 750 unit. Angka yang realistis saat daya beli konsumen sedang drop. Jika berhasil diraih, jumlah itu cukup untuk mempertahankan posisi teratas Toyota di segmen sedan privat dengan market share 37,8% sampai kuartal pertama tahun ini.

Sumber : Seputar Indonesia, Jumat, 08 Mei 2009

Baca Selengkapnya ...

07 Mei 2009

New Corolla Altis 2.0 V Dual VVT-i : Makin Bertenaga, Makin Bergaya

Persaingan mobil di kelas small sedan nampaknya akan semakin seru di 2009 ini, terlebih dengan hadirnya New Corolla Altis yang baru-baru ini diluncurkan oleh Toyota Astra Motor (TAM), selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) Toyota di Indonesia.

Apalagi, New Corolla Altis tersebut, di samping tersedia dalam varian yang tetap mengusung nesin berkapasitas 1.8 liter, kini juga tersedia dengan kapasitas mesin 2.0 V yang mengadopsi mesin terbaru 3ZR-FE dengan teknologi terbaru, yaitu Dual VVT-i (variable valve timing with intelligence).

Selain dapat menghasilkan performa mesin yang lebih bertenaga, teknologi tersebut juga diklaim mampu mengefisienkan penggunaan bahan bakar serta gas buang (emisi) yang lebih bersih.

Mesin 3ZR-FE Dual VVT-i pada New Corolla tersebut diklaim mampu menghasilkan daya maksimum 153 ps pada putaran 5.600 rpm, sementara torsi maksimum yang dihasilkan mencapai 21,3 kgm pada putaran 4400 rpm.

Tambahan kapasitas mesin yang besar tersebut semakin mantap berkat dukungan sistem Intelegence Drive by Wire dengan ATCS-i yang mampu mengoptimalkan torsi selama kecepatan mesin rendah dan sedang serta meningkatkan tenaga saat kecepatan tinggi.

Corolla Altis 2.0 V dilengkapi dengan transmisi otomatis empat percepatan Multi Mode dengan Super ECT, Paddle Shift, Gate Type with Sequential Shift.

Selain dibekali dengan mesin berteknologi Dual VVT-i yang lebih bertenaga, New Corolla Altis yang merupakan pengembangan dari Corolla Altis 1.8 V dengan mesin 1ZZ-FE VVT-i itu juga dilengkapi dengan fitur-fitur modern lainnya, seperti new paddle shift, smart start, entry system, cruise control, steering switch dan rain sensor.

Selain peningkatan kapasitas mesin dan berbagai fitur lain, desain eksterior New Corolla Altis 2.0V juga tampak lebih sporty dari pendahulunya. Perubahan mendasar terutama terjadi pada bagian grill depan yang lebih besar bertipe mesh dengan tampilan warna chrome di sekelilingnya.

Di bagian interior, Corolla Altis 2.0 V yang ditawarkan dalam enam pilihan warna, yaitu Beige Metalic, Silver Metalic, Med Silver Metalic, White Pearl, Black Mica, Grayish Blue Metalic juga dilengkapi dengan sistem audio dan video terbaru, yaitu DVD player dengan NAVI Ready yang mencakup wilayah Jawa-Bali.

Untuk menambah kenyamanan dan kesan mewah, seluruh bagian interior (mulai dari jok hingga door stream) dibalut dengan kulit dengan tambahan instrumen kayu pada bagian-bagian tertentu.

Selain memeperkenalkan New Corolla Altis dengan mesin 2.0 liter, Toyota dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan New Corolla Altis untuk kelas mesin 1.8 liter yang terdiri dari dua varian, yaitu 1.8 G A/Tdan 1.8 J M/T.

Untuk harganya, Toyota membanderol harga jual Corolla Altis 2.0 V Rp 372,5 juta, Altis 1.8 G A/T Rp 343,7 juta dan Altis 1.8 J M/T Rp 320,5 juta. Semua harga tersebut untuk on the road (OTR) wilayah DKI Jakarta selama bulan April 2009.

Sumber : Investor Daily, Sabtu, 02 Mei 2009

Baca Selengkapnya ...

Toyota Corolla Altis 2.0 : Altis yang lebih sporty?

KENDATI mengalami penurunan penjualan, produsen mobil di Tanah Air tidak mau larut dalam keterpurukan. Memilih langkah dengan melansir model baru ke pasar dilakukan untuk mempertahankan peluang saat krisis menghilang sekaligus menjaga image.

Seperti terjadi di segmen Medium Sedan yang pasarnya sendiri bisa dikatakan tidak terlalu besar. Hadirnya Mitsubishi Lancer EX pertengahan tahun lalu, membuat model yang telah lebih dulu hadir ikut menyegarkan tampilan. Mulai dari Honda Civic pada Februari, Ford Focus di Maret dan yang akan segera beredar adalah Toyota Corolla Altis 2.0.

Kehadiran Altis bermesin 2.000 cc ini tidak ditampik pihak PT Toyota-Astra Motor (TAM). "Kami akan segera meluncurkan Altis 2.0 akhir April atau awal Mei nanti," ungkap Achmad Rizal, Marketing and Communication Manager PT TAM. "Tujuannya untuk memperluas line-up supaya penggemar Altis mendapatkan pilihan," lanjutnya. Namun belum ada detail lengkap yang resmi seputar jagoan baru Toyota tersebut.

Sampai akhirnya kami mendapati sebuah Corolla Altis berada di pojok sebuah gudang milik PT TAM. Sepintas tak ada perbedaan dengan model Altis yang beredar saat ini. Namun jika diperhatikan tampak desain gril yang berbeda. Dua bilah memanjang di tengah gril dihilangkan dan diganti profil sarang tawon. Sementara di sekeliling gril diimbuhi lis krom.

Perbedaan lain tampak pada desain bumper di sekitar foglamp. Sulit memang untuk mengetahui perbedaannya andai tidak membandingkan dengan model yang kini sudah dipasarkan. Penyegaran lain adalah penambahan lekukan baru antara bumper dan gril sebagai perpanjangan lampu. Kami merasa Toyota juga ingin menunjukkan aroma sporty.

Namun ketika melihat buritannya, terbukti mobil yang kami temukan ini adalah Altis 2.0 berkat bertenggernya emblem 2.0 V di sisi kiri bagasi. Sedikit tergelitik dengan tulisan dual VVT-i di kaca belakang. Artinya mesin Altis 2.0 telah menganut mekanisme buka-tutup katup teranyar Toyota. Sementara bagian lain sepertinya tidak mendapatkan sentuhan.

Ketika melongok ke dalam kabin, tidak banyak ubahan dilakukan. Jok berlapis kulit terlihat mendominasi. Desain dasbor juga tampak sama. Head unit double DIN di tengah dasbor yang serupa milik Toyota Fortuner.

Namun kami sempat terhenyak saat melihat adanya paddleshift di balik kemudi. Sama dengan model yang pertama hadir di Taiwan dan menjadi produk Toyota pertama di Indonesia yang menggunakannya. Tak sabar rasanya ingin memainkan tuas tersebut untuk pertama kali sekaligus merasakan performanya di jalan.

Di kelasnya, varian anyar Altis ini akan berhadapan dengan Ford Focus Sedan seharga Rp 337 juta, Mitsubishi Lancer 2.0 EX dengan harga Rp 385 juta dan Honda Civic 2.0 (Rp 398 juta). Kami perkirakan Altis 2.0 ini akan bermain di rentang harga Rp 370 jutaan.

Sumber : AutoBild, Rabu, 29 April 2009

Baca Selengkapnya ...

01 Mei 2009

Corolla Altis 2.0 Mendekati Usia Kemapanan

Boleh dikatakan kehadiran Toyota Corolla yang sangat melegenda di dunia, telah mencapai hampir 34 tahun. Di usia yang tergolong mapan ini ada fakta menarik bahwa versi terbaru yang telah memasuki generasi ke-10, yakni Toyota Corolla Altis 2.0 juga diperuntukkan bagi para eksekutif muda dengan usia antara 35-40 tahun.

Demikian penjelasan dari Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT Toyota Astra Motor (TAM). “Toyota Corolla 2.0 sangat sesuai bagi para eksekutif middle up management yang mapan, baik secara personal maupun sosial. Kini para eksekutif muda ada pilihan mobil yang sesuai dengan karakter mereka,” tutur Johnny.

Sebagai eksekutif mapan yang tiap saat dituntut membikin keputusan secara cepat dan tepat, Toyota Corolla Altis 2.0 dapat menjadi simbol perwujudan akan kondisi tersebut. Corolla Altis terbaru kini telah menyandang mesin yang lebih bertenaga, yaitu 2.000 cc. Dengan penyempurnaan mesin yang lebih bertenaga, para eksekutif muda dijamin akan merasakan kepuasan sensasi berkendara di dalam mobil. Raihan karir yang lebih cemerlang dan pengejaran aktualisasi diri tercermin sempurna bersama Toyota Corolla Altis 2.0.

“Corolla baru ini mempunyai mesin baru dan sangat bagus. Pemindahan tuas transmisinya lebih mudah karena bisa dilakukan di setir dengan paddle shift,” papar Johnny.

Dengan segala kelebihannya, pemakai Toyota Corolla Altis 2.0 akan merasakan kenyamanan dan kenikmatan berkendara.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Corolla Altis 2.0 Kombinasi GTI & Kemewahan

Ada cerita menarik seputar kemunculan Toyota Corolla Altis 2.0 kali pertama di Indonesia, yang diluncurkan oleh PT Toyota Astra Motor (TAM). Corolla Altis yang kini tampil lebih sporty, bertenaga dan anggun ini, ternyata mewarisi kedigdayaan Toyota Corolla GTI yang sukses meraih gelar juara dunia reli di era 90-an lalu.

Mesin Corolla Altis 2.0 yang memakai tipe 3ZR-FE Dual VVT-i 2.000 cc, ternyata tenaganya mencapai 152 ps pada 5.600 rpm dengan torsi maksimal 21,2 kgm di 4.400 rpm. Dengan daya mesin sebesar itu dapat dibayangkan para pemakai Altis terbaru ini akan merasakan sensasi sebagai pembalap.

Maklum saja di lingkar kemudinya terdapat tuas pemindah transmisi, sehingga kedua tangan tetap terkonsentrasi memegang kemudi tanpa harus memainkan tuas persneling di samping paha kiri pengemudi. Kemudahan ala pembalap inilah yang menjadi salah satu kelebihan utama Toyota Corolla Altis 2.0.

“Corolla Altis 2.0 ini adalah kelanjutan sukses Corolla GTI, yang kita tahu bagaimana kekuatannya. Mobil ini sangat bertenaga namun tetap efisien dalam mengkonsumsi bahan bakar,” papar Marketing Communication Manager PT Toyota Astra Motor, Achmad Rizal.

Kemampuan Altis 2.0 dalam konsumsi BBM yang lebih irit dikarenakan pemakaian teknologi dual VVT-i. Pada versi Corolla Altis 1.800 cc masih menggunakan sistem VVT-i tunggal, namun khusus yang bermesin 2.000 cc telah menerapkan VVT-i ganda seperti saudaranya Toyota Camry terbaru.

Dengan segala ketangguhan GTI dan kemewahan berkelas ala Corolla 2.0, maka siapa saja yang memakai mobil ini dapat merasakan perpaduan sensasi kecepatan maupun kemewahan. “Corolla Altis 2.0 bisa dipakai mengebut maupun santai dan para penumpangnya tetap merasakan kenyamanan di kabinnya,” imbuh Rizal.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

30 April 2009

Toyota Luncurkan Corolla Generasi Ke-10 Bermesin 2.000 cc

Sekalipun kondisi pasar otomotif di Tanah Air belum begitu sehat, PT Toyota Astra Motor (TAM) tetap membuktikan komitmennya pada konsumen setianya. ATPM Toyota itu memperkenalkan varian barunya, Toyota Corolla Altis 2.0, bertempat di restoran Pastis Kitchen & Bar, Kuningan Sweet, Jakarta Selatan, Kamis (30/4).

Kehadiran salah satu sedan produk legendaris Toyota sebagai sedan terlaris di dunia ini guna memberi pilihan pada varian generasi ke-10 Corolla di pasar nasional. Jadi kini, konsumen punya dua pilihan mesin, tetapi tetap dengan tiga varian, yakni Corolla 1.8J M/T, Corolla 1.8G A/T, dan Corolla 2.0V A/T.

"Corolla 2.0 V ini untuk memberikan pilihan baru buat para eksekutif middle up management yang mapan, baik secara personal, maupun sosial," jelas Johnny Darmawan, Presiden Direktur PT TAM. Untuk mereka yang menyukai kendaraan dengan tenaga yang besar, lanjut Johnny, Corolla baru ini mempunyai mesin yang baru dan sangat bagus.

Tak cuma itu, driving excitement juga akan didapat oleh pengendara karena memakai paddle shift yang melengkapi fitur-fitur modern penunjang kenyamanan dan kenikmatan berkendara. "Jadi, pengemudi tak perlu pakai tuas persneling, tapi cukup menekan pedal," sebut Johnny.

Pertimbangan dipilihnya mesin 3ZR-FE yang bertenaga, sementara kondisi lalu lintas begitu padat pada jam-jam sibuk, dijawab ringan oleh Manager Communication PT TAM Achmad Rizal. "Ketika mereka ingin 'main-main' dengan performa mobil, ada pada Corolla 2.0 V ini. Dan tipikal mesin ini, mulai galak pada putaran menengah ke atas," jelas Rizal.

Mengenai target, Johnny mematok total 750 unit. Angka yang realistis di saat daya beli konsumen yang lagi drop. Jumlah itu tampaknya bisa mempertahankan posisi teratas Toyota di segmen sedan private dengan market share 37,8 persen sampai kuartal pertama tahun ini. Juga di kelas sedan low yang menguasai 43,5 persen.

Untuk harga, mulai dari yang terendah, Altis 1.8J Manual dibanderol Rp 320.500.000 M/T, Altis 1.8G A/T Rp 343.700.000, dan Altis 2.0 V A/T Rp 372.500.000. Semua harga on the road untuk Jakarta. Untuk detail produk, akan ditampilkan di rubrik Produk Baru.


Sumber : Kompas

Baca Selengkapnya ...

19 Februari 2009

The Best Medium Sedan : Toyota Corolla ALTIS

TOYOTA MENYIMPAN BAGIAN TERPENTING
Perubahan pada All-new Corolla Altis di balik kulit dan menyisakan sentuhan-sentuhan ringan revolusioner di permukaan. Tradisi keindahan, kelincahan, kemolekan sedan Toyota tetap abadi seiring penyempurnaan performa, kedinamisan, safety, desain eksterior, interior, dan kualitas produk.

Itu karena engineer dan desainer Toyota meracik ulang semua bagian. Chassis, bodi, interior, aksesoris dan drive-train menjadi benchmark di kelas sedan dan meredefinisi standar global tentang kenyamanan, performa dan desain. Kombinasi kemewahan dan teknologi mutakhir yang memanjakan bukan hanya penumpang, tapi juga pengemudi jadi andalan Toyota.

Sebagai sebuah karya, All-new Corolla Altis lebih sempurna dan bernilai tinggi. Toyota menyiptakan All-new Corolla Altis sebagai sedan compact terkini dengan teknologi up-to-date yang berfungsi sepenuhnya dan memang benar-benar dibutuhkan. Pada akhirnya, meski tampilan All-new Corolla Altis masih konservatif, dia mengusung kelebihan-kelebihan yang memukau: lega, powerful, ekonomis, dan gesit - semua hal yang kita butuhkan dari sedan masa kini.

Sumber : Top Gear Selasa, 10 Februari 2009

Baca Selengkapnya ...

10 Februari 2009

Terjual Tiap 40 Detik

Kali pertama keluar pada 1966, Toyota Corolla mencatatkan penjualan yang luar biasa hingga sekarang. Tercatat sampai 2007 saja sedan menengah ini terjual hingga 35 juta lebih di seluruh dunia.

Artinya jika dirata-rata, Corolla terjual setiap 40 detik. Sungguh suatu hal yang sulit disamai oleh pabrikan otomotif yang lain.

Corolla diambil dari bahasa Latin yang berarti mahkota kecil (small crown). Dari penyitraan namanya Corolla pun sukses menjadi rajanya sedan menengah di seluruh dunia.

Beragam penyempurnaan telah terjadi pada Corolla. Sedan kebanggaan Toyota ini tak kurang telah melewati 10 generasi.

Selama kurun waktu tersebut, imej yang melekat pada Corolla adalah sedan yang tangguh, irit, nyaman dan harganya sangat reasonable. Tidak mengherankan sampai detik ini banyak sekali konsumen yang masih setia.

Atas dasar kesuksesannya itulah Corolla dirakit dibanyak negara. Sebut saja Jepang, Amerika Serikat (Fremont, California), Inggris (Derbyshire), Kanada (Cambridge, Ontario), Malaysia, China (Tianjin), Taiwan, Afrika Selatan, Brazil, Turki, Filipina, Thailand, Venezuela, Pakistan, India dan Indonesia. (*)

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

22 Desember 2008

Toyota Corolla : Elegan Sejak Dulu

Corolla Majalah MotorEsensinya memang sebagai mobil yang nyaman.

Arti nama 'Corolla' sendiri adalah berarti dudukan kelopak bunga. Bisa juga, menurut referensi pihak Toyota Motor Corporation bahwa Corolla berarti sebuah mahkota kecil. Dari sini saja bisa dikebet kalau sejak mula mobil ini memang dikonsepkan punya desain yang berunsurkan aura elegan. Dan bisa jadi pemilik mahkota kecil jamaknya adalah seorang pangeran atau puteri, berkarakter bangsawan tapi tetap punya karakter muda yang dinamis.

Bisa ditebak bahwa di era '70-an maupun '80-an yang namanya Toyota Corolla memang lebih punya greget dalam soal kenyamanan daripada mobil-mobil sekelasnya waktu itu sekalipun. Warisan itu masih bisa terasakan secara gamblang pada generasi terkini Corolla, macam Altis versi 2008 yang dari tampilannya saja memang lebih pekat aura elegannya. Tak heran juga hingga muncul nick name, sebagai 'Baby Camry'. Tapi bagaimana sebenarnya 'sinergi' sejak dulu hingga kini? Kami coba peruntungan untuk menguji keduanya.

COROLLA 1975

Spek gerak roda belakang pada Corolla versi tahun 1975 kontan tunjukkan kalau mobil ini memang asyik buat diajak cruising. Melaju lambat, cepat, jarak dekat maupun jarak jauh jelas janjikan kenikmatan lebih dalam berkendara. Karena meski sudah berusia 33 tahun, mobil ini memang'tenang'.

Tapi wajib juga buat mengajaknya buat bermanuver tajam dan sedikit agresif. Meski perlu ekstra hati-hati, sedan bermesin 1.2 Iter ini memang ulet buat gerakan-gerakan agresif kendati mudah muncul gejala oversteer. Struktur kaki-kaki yang ortodoks juga membuat tangan harus sering melakukan counter atas posisi mobil. Ini memang sedikit menyulitkan buat driver era milenium yang terbiasa sama mobil Jepang ber-sistem gerak roda depan dan peranti suspensinya berunsur elektronik.

Akselerasi mesin berdaya 68 dk (6.000 rpm) ini memang jadi tak responsif. Sebab bobot mobil ini memang terbilang berat buat era sedan menengah masa itu, 864 kg. Komposisinya bodinya juga termasuk bongsor; panjang 3.995 mm, lebar 1.570 mm dan tinggi 1.374 mm.

Untung desain kabin mobil ini memang lapang. Kontur dasbor serta posisi setir tak banyak memaksa tubuh untuk membungkuk. Joknya tebal, posisi duduk lebih sejajar garis dasbor. Begitu pula buat pengisi jok belakang, kaki tak perlu menekuk dalam walau dengkul tertempel ke punggung jok depan. Walaupun memang desain kaca mobil ini tak senyaman kompetitornya, Civic. Pilar A-nya banyak mengganggu mata saat harus memantau posisi sisi kiri pangkal bonnet.

Thanks to Wahyu Rokhman

COROLLA ALTIS 1.8 V 2008

Aura kemewahan adalah unsur vital pada Corolla generasi ke-10. Bukan semata karena ini adalah 'Baby Camry', tapi memang ini sedan kelas menengah ternyaman di kelasnya. Desainnya memang bukan model change dari generasi sebelumnya, namun memang sudah terbilang major change. Salah satunya lewat kontur bonnet yang terinspirasi wajah singa.Tipikal garis rounded kini men]adi lebih bernuansa tarikan garis tegas.

Begitu pula sama atmosfir kabinnya. Apilaksi spek Euro 3 lewat aplikasi material berkadar VOC (Volatile Organic Compounds) jauh lebih rendah dari generasi sebelumnya. Hasilnya bau plastik khas mobil baru tak lagi menyengat. Lebih nyaman lagi karena detail di panel indikator, setir, dasbor maupun center facia 'lembut' di mata. Plus nilai ergonomis yang baik. Sejurus kemudian, dibandingkan mobil sekelasnya posisi duduk di jok depan maupun belakang juga nyaman punya. Terlebih jok depan dapat diatur posisinya secara detail lewat tombol-tombol elektrikYang di jok belakang juga bisa sedikit berselonjor karena jarak antar jok depan-belakang. Belum lagi nilai utilitas pada kabin yang tinggi atas keberadaan multi use storages sebanyak 14 titik.

Semburan daya dari mesin IZZ-FEWT-i dengan kelengkapan Intelligent Drive by Wire dengan ETCS-I (ElectronicThrotlle Control System-intelligent) bisa semburkan daya puncak 120 dk (5.600 rpm). Makin asyik kalau dibesut dengan opsi 'manual' lewat mode Sport. Spek 4 percepatannya termasuk responsif kendati tak terlalu galak.Tapi kalau mau santai silakan hidupkan Cruise Control System.

LEGENDA COROLLA

Di Indonesia, Corolla dikenalkan pertama kali pada 1972 (generasi ke-2). Menyusul generasi ke-3 (1975), ke-4 (Corolla DX) pada 1980. Disusul generasi ke-5 (Corolla SE) pada 1984, ke-6 (Twin Cam) pada 1988 dan Great (generasi ke-7) pada 1992. Selanjutnya pada 1996 generasi ke-8 dilanjutkan Altis (generasi ke-9) pada 2001.

Tuning Guide
VERSI LAMA BOLEH SPORTY!

Telah disediakan paket aksesori tambahan untuk head lamp, grill, mufller cutter serta fog lamp (tipe V). Namun jika sudah puas dengan tampilan standarnya,bisa cukup dengan ganti velg saja. Paduan pasnyayang paling maksimal tanpa utak-atik struktur kaki-kaki adalah 19x7,5 inci maupun 19x8 inci dengan offset 45 mm dan PCD 5/100. Ban pilih 215/35-225/35. Jujur saja.Altis lebih pas jika berimbuhan elegan tulen. Tapi menilik PCD-nya, cukup sulit mencari velgnya. Jangankan mencari model, ketersediaannya saja belum tentu ada stok.

Kalau yang versi 1975, lebih konservatif. Yang afdal sih pilih velg baru yang sporty seperti velg ring is, pasangan bannya 185/60,195/50 atau, 195/55. Tapi jangan lupakan sebelumnya mesti revital-isasi dulu kekuatan kaki-kakinya agar tetap kokoh menggendong beban lebih berat di usia tuanya.

Sumber : Majalah Motor

Baca Selengkapnya ...

18 Desember 2008

Toyota Corolla Altis 2.0: Aroma Prestise Di Tahun Baru

Kabar santer perihal Corolla Altis berkapasitas 2.000 cc sebenarnya sudah pernah disinggung OTOMOTIF beberapa bulan silam. Namun, pada kenyataan, lantaran krisis ekonomi global, PT Toyota Astra Motor (TAM), ATPM Toyota, menunda kehadirannya di akhir tahun ini.

Seperti yang diutarakan Achmad Rizal, marketing communication dept. head TAM bahwa Altis 2.000c c ini masih dalam taraf studi. Sayang, pemilik Kijang Innova itu belum mau mengutarakan kepastian kendaraan itu diluncurkan karena masih banyak yang harus dipelajari.

Namun, dari sumber OTOMOTIF di TAM menyebutkan bahwa faktor ekonomi global menjadi penyebab mundurnya beberapa varian yang sudah direncanakan sebelumnya. Maklum saja, fluktuasi mata uang asing terhadap rupiah yang tinggi membuat penetapan harga juga sulit. Apalagi sedan prestise itu diimpor dari Thailand. "Tapi tahun depan sudah meluncur kok," bisiknya pada OTOMOTIF.

Menilik kendaraan itu sendiri, dari informasi yang didapat bahwa varian bertransmisi otomatis menjadi pilihan. Altis ini juga dilengkapi beberapa fitur menarik. Antara lain sistem navigasi berbasis GPS (Global Position System). Masih menurut sumber itu, bahwa tampilan sporti dengan ragam tambahan aksesori menjadi pusat perhatian TAM untuk sedan itu.

Kendaraan ini di Indonesia bakal bersaing keras dengan Honda Civic, Ford Focus, MazdaS sedan, dan Mitsubishi Lancer. Sebelumnya, TAM sudah menghadirkan varian berkapasitas 1.800 cc dengan tiga tipe pada tahun ini. Kasta terendah tipe J Manual, lalu tipe G otomatis, dan paling tinggi V otomatis.

Kita tunggu saja!

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

29 November 2008

All New Corolla Altis Lebih Irit

Toyota Corolla Altis kembali unjuk prestasi di ajang test adu irit yang di adakan cars.com di amerika. Peserta lomba kali ini terbatas hanya 4 mobil yang di anggap sama kelasnya yaitu Honda Civic, Pontiac G5, Toyota Corolla dan Ford Focus. Perjalanan yang di tempuh adalah 300 mil atau sekitar 480 km.

Adapun pemenangnya adalah Toyota Corolla Altis dengan rata-rata 36,4 mpg, kedua di duduki oleh Honda Civic dengan rata-rata 34,6 mpg, lalu Pontiac G5 dengan rata-rata 33,1 mpg dan Ford Focus rata-rata 31.0 mpg
Sumber : Cars.com

Baca Selengkapnya ...

18 Oktober 2008

Seberapa jauh dengan 100 dolar?

Hmmm 100 dolar? Memang unik pembuat web site How Far for $100. Di site tersebut kita dapat membandingkan jarak tempuh dari berbagai macam jenis dan merk mobil dari berbagai type, tipe jalan yaitu jalan tol, dalam kota dan kombinasi, transmisi manual atau matic. Toyota Prius ternyata menduduki peringkat nomor satu dengan jarak tempuh 2.436 km dari berbagai tipe kombinasi. Sedangkan peringkat kedua di toyota Camry hybrid dengan jarak tempuh 1.800 km.

Bagaimana dengan Yaris? Yaris ternyata menduduki peringkat ketiga sebagai mobil teririt dengan jarak tempuh 1.642 km dan mengalahkan honda jazz yang sekelas dengannya. Honda jazz sendiri berhasil meraih jarak 1.589 km.

Corolla Altis 2009 juga termaksud mobil irit dan berhasil menang dari Honda Civic dengan meraih jarak tempuh 1.589 km sedangkan Honda Civic dengan jarak 1.536 km.

Silahkan mencoba sendiri dengan mobil idaman anda .... ^^v

Baca Selengkapnya ...

22 Agustus 2008

Produksi Toyota Corolla ke 5.000.000

Toyota Corolla baru saja merayakan salah satu peristiwa besar dalam sejarahnya. Selasa lalu (19/8), Corolla kelima juta unit tuntas diproduksi dan keluar dari lini produksi di Amerika Utara.

Ini kabar menyenangkan bagi seluruh tim Toyota di USA yang saat ini mengalami masa-masa sulit sekaligus menyenangkan. Namun kabar ini nyaris tidak bergaung, kalah oleh pemberitaan tentang penutupan dua pabrik Toyota di San Antonio dan Princeton.

Corolla adalah sedan dengan popularitas paling besar dalam sejarah otomotif dunia itu. Hingga hari ini lebih dari 30 juta unit di kirim ke pembelinya di seluruh dunia. Tidak ada mobil lain yang populasi lebih banyak dari Corolla.

Corolla sudah diperkenalkan di Jepang tahun 1966, diperkenalkan di USA 1968 dan langsung merebut hati konsumen yang membutuhkan mobil yang irit bensin, nyaman, dan serbaguna. Corolla adalah model kedua setelah Land Cruiser yang diluncurkan di USA. Juga menjadi model pertama Toyota yang diproduksi di Amerika Utara.

Seiring tahun berjalan, permintaan terhadap Corolla makin tinggi. Toyota lalu memutuskan untuk mulai merakit Corolla di USA. Tahun 1986, Toyota mulai memproduksi Corolla di pabrik New United Motor Manufacturing, Inc. (NUMMI) di Fremont, California. Dua tahun kemudian, Corolla juga diproduksi di Toyota Motor Manufacturing Canada di Cambridge, Ontario, Canada. Sejak itu, jutaan Corolla keluar dari jalur perakitan pabrik-pabrik itu.

Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...

28 Juli 2008

Pujian Consumer Reports untuk Corolla

Yonkers, NY-Consumer Reports merilis peringkat mobil-mobil paling hemat bahan bakar di segmen compact dan subcompact di USA, Jumat (25/7). Toyota Corolla mendapat penilaiannya “Very Good”.

Pengujian real-world fuel economy versi Consumer Reports menunjukkan konsumsi bahan bakar Toyota Corolla begitu impresif, 32 mpg (7,35 liter/100 km) overall (kota dan tol). Metode pengujian real-world lebih dipercaya publik karena dianggap mendekati kenyataan. Metode pengujian lain biasanya dilakukan pada kondisi ideal untuk menadapatkan angka efisiensi terbaik. Angka itu kemudian dipublikasikan. Karena dilakukan pada kondisi ideal, kadangkala tidak dirasakan pemilik mobil dalam kehidupan sehari-hari. Ini melahirkan komplain yang ujungnya konsumen kehilangan rasa percayanya pada merek tersebut.

Dalam catatan Consumer Reports, konsumsi bahan bakar Corolla itu yang terbaik diantara mobil dengan bahan bakar konvensional dengan transmisi matik. Hanya model yang lebih kecil, seperti Toyota Yaris yang bisa sama atau lebih baik.

Pujian Consumer Reports tidak berhenti di situ saja. Corolla dinilai nyaman dan enak dikendarai. Posisi pengemudian juga diperbaiki. Kursi belakang juga lebih lega dibandingkan generasi sebelumnya. Kritikan kecil juga disampaikan untuk kualitas pelapis interior.

Mesin empat silinder 1,8 liter 132 hp dinilai memiliki akselerasi yang masuk akal dengan konsumsi bahan bakar yang sangat baik. Di jalan tol, Corolla bisa mencapai 40 mpg (5,88 liter/100 km). Gearbox 4-speed automatic bekerja sempurna, halus dan responsif. Peforma itu didukung system kerja pengereman yang menenangkan hati.

Consumer Report menjadi salah satu sumber informasi paling dipercaya dan menjadi rujukan konsumen untuk menentukan produk yang akan dibelinya. Mereka menjadi penyelenggara aneka uji otomotif paling lengkap dibandingkan penerbitan atau situs web lainnya di seluruh dunia. Saat ini Consumer Report memiliki 7 juta pelanggan.


Sumber : Toyota Indonesia

Baca Selengkapnya ...