Tampilkan postingan dengan label Test Drive. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Test Drive. Tampilkan semua postingan

25 November 2009

First Drive Toyota Avanza G 1.3 A/T

"Avanza matik? Bukannya udah ada, kan?,” itu pasti komentar orang yang dijelaskan soal Avanza bertransmisi pintar itu. Memang Avanza tipe S ada yang menggunakan transmisi matik, namun kapasitasnya 1.500 cc (3SZ-VE). Kini PT Toyota Astra Motor meluncurkan kembali Avanza 1.300 cc (K3-VE) dengan transmisi otomatik.

Dari kejauhan, tampak sebuah mobil, sudah pasti itulah Toyota Avanza. Memang dari jarak jauh enggak ketahuan persis tipe apa people carrier berpenumpang 7 itu, apalagi transmisinya, bukan?

Jarak pun semakin mendekat, wah..., enggak ada bedanya dengan Toyota Avanza yang lain tuh! Hanya tipenya saja kelihatan di pintu ba­gasi, tipe G! Nah, kalau mau tahu menggunakan transmisi manual atau matik, bagaimana?

Tak bisa ditolak, segera buka pintu, lalu masuk ke dalam kabinnya. Tuh kaan, kelihatan, tuas persneling tak seperti tongkat pada tuas manual, tetapi hanya ‘tiang’ kecil dengan alur, alias tuas transmisi matik tipe gate.

Begitu pun tampilan dasbornya, di tengah-tengah terdapat barisan huruf dan angka layaknya tunggangan matik, yaitu P, R, N, D, 2 dan L. Tulisan-tulisan ini memiliki lampu petunjuk yang menjelaskan di posisi mana tuas berada, sehingga pengemudi bisa mengetahuinya dengan jelas.

Di kolong dasbor sebelah kanan? Ya jangan heran kalau pedalnya hanya dua, cukup pedal gas dan rem saja. Satu lagi temannya adalah foot rest. Betul, foot rest ini dipakai sebagai tatakan kaki kiri pengemudi, karena tentunya si kaki kiri tak akan bekerja lagi, seperti pengemudi mobil bertransmisi manual yang mesti menginjak pedal kopling kala perpindahan posisi persneling.

Itu saja bedanya? Ya! Itu saja pada unit yang dipakai untuk first drive OTOMOTIF. Tak ada emblem yang menunjukkan bahwa Avanza ini menggunakan transmisi otomatik. Sisanya, sama dengan Avanza tipe G lainnya, seperti AC double blower, lalu seatbelt pada tiap kursi.

Giliran mencobaaa..., mesin dinya­lakan, tuas pun berpindah dari P ke posisi D. Tak ada kesulitan, perpindahan pun lancar. Tancap gaaasss, hmm karena lahan terbatas jadi tak bisa terlalu merasakan performanya.

Tetapi, tarikan pertamanya sih cu­kup bagus, memang tak seresponsif transmisi manual, tetapi, belum tahu jika dipakai pada trek panjang, pastinya tarikan bisa lebih galak dengan pijakan pedal lebih dalam, bukan?

Namun untuk mencoba perpin­dahan antar percepatannya, terasa cukup halus, tak ada hentakan yang bisa membuat penumpang tak merasa nyaman pada Avanza yang dilego Rp 10 juta lebih mahal dari yang manual (Rp 156,550 juta). Untuk hasil lengkapnya, tunggu test drive dari OTOMOTIF.

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

03 Maret 2009

Vios Tetap Menjaga Janjinya

Setelah melewati 20.000 km, Toyota Vios Long Term Test kembali Kami hadapkan dengan tes efisiensi. Mengarungi lalu lintas dalam kota dan bebas hambatan, apakah Vios tetap hemat?

Tidak dapat dipungkiri, salah satu nilai penting dari sebuah kendaraan adalah efisiensi kerja mesin. Hal tersebut haruslah menjadi pertimbangan saat membeli mobil, terlebih di masa sulit seperti saat ini.

Mesin berkode 1NZ-FE yang diusung Vios generasi kedua ini memiliki kapasitas mesin 1.497 cc 4 silinder. Sementara teknologi katup VVT-i bertugas mengoptimalkan kinerja mesin untuk memberi konsumsi yang ekonomis tanpa mengurangi performanya.

Sistem Intelligent Throttle-by- Wire ETCS-I (Electronic Throttle Control System with Intelligent) juga memberi andil dalam mengatur pembakaran bahan bakar secara efisien sesuai kebutuhan mesin. Catalytic converter yang diusungnya juga sudah memenuhi standar emisi Euro III.

Selanjutnya teknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) pada transmisi otomatis 4-percepatan, bertanggung jawab untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda depan dengan tingkat kerugian yang rendah.

Untuk membuktikan efisiensi yang mampu diraih Vios setelah menempuh 22.304 km, kami kembali melakukan serangkaian tes dengan menggunakan bahan bakar beroktan RON 92 tanpa timbal sesuai yang direkomendasikan. Namun bukan berarti Vios takmampu mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan RON 88 atau setara Premium tanpa unsur timbal.

Pengetesan pertama dilakukan menggunakan metode yang sama dengan prosedur pengukuran konsumsi bbm pada pengetesan mobil baru. Kami mengujinya pada kecepatan rata-rata 100 km/jam, 80 km/jam, dan 60 km/jam di jalan bebas hambatan dengan kondisi AC aktif dengan jarak tempuh minimal 100 km per pengetesan.

Dengan bobot 1.050 kg plus beban 120 kg untuk seorang pengemudi dan bahan bakar penuh di tangki bbm, Vios mampu meraih figur konsumsi bbm 18,5 km/liter pada kecepatan konstan 100 km/jam. Terpaut 0,3 km/ liter di bawah hasil pengetesan perdana.

Figur konsumsi bbm rata-rata, jarak tempuh, sampai dengan kecepatan rata-rata sangat mudah dipantau berkat fasilitas MID (Multi Information Display) pada panel instrumen. Namun sebagai data pembanding, kami juga menggunakan perangkat GPS.

Tes berlanjut dengan kecepatan konstan 80 km/jam di mana kecepatan rata-rata ini diasumsikan untuk kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Pada kecepatan ini Vios mampu mencapai 22 km/liter. Berselisih 0,4 km/liter di bawah pengetesan pada kondisi baru.

Sebagai pengetesan terakhir, kami menempuh kecepatan minimum yang diizinkan di jalan bebas hambatan yakni 60 km/jam. Hasilnya, Vios mampu mencatat angka impresif sekaligus menjadi Small Sedan teririt di kelasnya. Untuk 1 liter bbm, Vios bisa menempuh jarak 24,8 km. Lebih baik dari pengetesan awal setelah menempuh jarak 100km.

Sedangkan untuk kondisi dalam kota, kami mengujinya ketika kepadatan lalu lintas mulai tinggi di sore hari. Dipadu gaya mengemudi normal dengan kecepatan rata-rata yang mampu dicapai 24,7 km/jam dan jarak tempuh mencapai 103,2 km, diperoleh 11,4 km/liter. Dari hasil ini, degradasi konsumsi bbm yang terjadi adalah 0,3 km/liter.

Semua selisih konsumsi bbm yang muncul baik pada tes di jalan bebas hambatan maupun di jalan raya tidaklah signifikan. Terlebih ketika menghadapi tingkat kemacetan yang begitu bervariasi. Sehingga performa efisiensi Vios pada jarak tempuh lebih dari 20.000 km ini, bisa dikatakan mirip dengan hasil tes ketika mobil masih baru.

Dengan angka konsumsi bbm kombinasi 15,05 km/liter, dan tangki bbm Vios diisi 42 liter, Anda bisa menempuh 623,1 km dengan biaya Rp 243,6 ribu. Jarak itu setara dengan perjalanan Jakarta ke Magelang tanpa perlu mengisi bensin. Singkatnya, Vios mampu memenuhi janjinya sebagai 'The Fuelsaver' walau jarak tempuh pemakaiannya sudah tinggi.

Sumber : AutoBild, Selasa, 24 Februari 2009

Baca Selengkapnya ...

29 Januari 2009

Test Drive Toyota Hilux Double-Cab

Toyota Hilux pikap telah lama hilir mudik di negeri ini. Sebagai bagian dari proyek International Innovative Multipurpose Vehicle (IMV), ia diproyeksikan sebagai pekerja kasar. Dan setelah lama bekerja sendirian, versi D-Cab pun masuk menemani Hilux pikap.

Dibandingkan pikap, Hilux D-Cab tampak lebih modis dan gagah. Posturnya lebih tinggi dengan overfender besar membuatnya terlihat tambah berotot. Semakin nyata dengan hadirnya air scoop besar di atas kap mesin yang menyiratkan potensi di baliknya.

Sayang saat diperhatikan dari samping ia terlihat kekecilan karena mengadopsi pelek alloy 15 inci. Kontras dibandingkan posturnya yang tinggi besar. Namun aplikasi footstep, baik di samping ataupun belakang bak yang berlapis krom, membuatnya terlihat lebih rapi dan memudahkan akses keluar-masuk.

Sebagai pekerja keras, Hilux mengandalkan mesin diesel. Unit 2.982 cc 4 silinder turbo intercooler ini bertenaga 163 dk pada 3.400 rpm dan torsi 343 Nm pada 1.400-3.200 rpm. Torsinya tidak sedahsyat mesin diesel lain. Namun terasa halus dan ‘berisi’ pada setiap rentang putaran mesin.

Ini karena Hilux mengadopsi teknologi Variable Nozzle Vane Type pada turbonya. Sistem ini menjaga kitiran turbin pada rumah keong tetap tinggi pada putaran mesin rendah sehingga tekanan udara menuju intake tetap besar.

Imbasnya, turbo lag yang kerap terjadi pada putaran rendah dapat dihilangkan akibat mesin tidak pernah kehabisan napas. Semakin efektif dengan imbuhan intercooler yang mendinginkan suhu udara dan memperbesar densitasnya di saluran masuk.

Sebagai mobil pekerja, Hilux D-Cab memakai transmisi manual 5-speed yang dikenal lebih tangguh dari otomatis. Sistem penggerak rodanya terbagi dalam tiga pilihan. Pertama adalah mode 2H yang menggerakkan roda belakang untuk keperluan di jalan mulus.

Berikutnya adalah 4H dengan Automatic Disconnecting Differential (ADC) pada roda depan. Berbeda dengan sistem 4WD Fortuner yang memiliki pembagi tenaga di differensial tengah, ADC justru langsung mengunci roda depan. Akibatnya traksi terbagi rata antara roda depan kanan dan kiri. Sangat bermanfaat jika ban depan terjerembab ke lumpur.

Sementara untuk roda belakang memanfaatkan limited slip differential (LSD) yang secara otomatis membagi beban pada kedua roda saat kondisi berat. Untuk lebih membuatnya tangguh di segala medan, disediakan pilihan 4L dengan perbandingan gigi 2,566. Sejatinya, medan seberat apapun bukan halangan baginya.

Layaknya produk IMV lain, desain dasbor Hilux tidak berbeda dengan mereka. Tapi karena ia merupakan trim termurah, bahan fabric pada bangku dan plastik di setir terasa kurang berkelas. Pun dengan pilihan kelir coklat tua yang memudarkan aura mewah.

Tingkat kelegaan kabin belakang tidak berbeda dengan umumnya d-cab. Namun jika d-cab lainnya memilih sandaran belakang sebagai tempat menyembunyikan dongkrak dan tool box, Hilux justru berada di bawah bangku.

Bagaimana dengan kenyamanan? ‘Sebelas-duabelas’ dengan pikap, per daun di belakang tidak mampu memberi kenyamanan memadai bagi penumpang. Ia pun mudah limbung saat bermanuver dan semakin parah dengan pilihan ban kecil 205/70R 15.

Sepertinya PT Toyota-Astra Motor (TAM) memposisikan Hilux sebagai pekerja keras di lapangan. Ia dibuat ringkas dan praktis agar mudah saat butuh perawatan dan perbaikan. Pun tanpa imbuhan ABS dan airbag sebagai bekal menghadapi kondisi darurat. Sanggupkah strategi tersebut menggoyahkan hegemoni Mitsubishi Strada Triton?


First Opinion
Akhirnya PT TAM memasukkan Toyota Hilux kabin ganda ke Indonesia. Namun sepertinya mereka masih menguji animo pasar karena merilis varian termurah dahulu. Sasarannya jelas, perkebunan dan pertambangan di luar pulau Jawa membutuhkan mobil dengan tipikal tersebut. Pun dengan layanan purna jual luas yang memudahkan perawatan dan perbaikan.

Sekilas pandang
• Patut ditunggu kehadiran tipe G yang lebih mewah dan mengarah ke kaum urban
• Tersedia pilihan tujuh warna bodi

Toyota Hilux D-Cab E
Mesin: 2.982 cc 4 silinder turbo, 163 dk
0-100 km/jam: N/A
Konsumsi bbm: N/A
Harga: Rp 281,5 juta

Rival :

Mitsubishi Strada Triton Exceed
Mesin: 2.477 cc 4 silinder turbo, 136 dk
0-100 km/jam: 16,3 detik
Konsumsi bbm: 14,8/10,6 km/l (tol/dalam kota)
Harga: Rp 295 juta

(+): Desain eksterior dan interior lebih memikat, fitur berlimpah, ada pilihan girboks otomatis
(-): Lebih mahal, tenaga dan torsi, layanan purna jual tidak sekuat Toyota

Sumber : OtomotifNet

Baca Selengkapnya ...

27 Januari 2009

First Drive Toyota Hilux Double Cabin 4x4

First Drive Toyota Hilux Double Cabin 4x4Impian saya uji impresi dengan Hilux double cabin ini akhirnya kesampaian juga. Maklum saja, tampilan mobil ini terbilang gagah untuk dikagumi. Setidaknya penampilan bodi tidak kaku sehingga jauh dari anggapan alat transportasi pengangkut sayur. Apalagi ukuran ban dengan profil besar serta model pelek dengan enam palang menjadikan kendaraan ini layak diajak gaul. Seperti parkir di area kafe hingga dibawa ke puncak gunung. Bukan berarti diajak ke bukit batu bara atau perkebunan tidak bisa loh.

Melirik interior terbilang sederhana. Ada tuas transmisi manual 5 kecepatan dengan sistem penggerak empat roda. Menjadikan saya yakin, kendaraan ini mampu diajak bertempur di segala medan termasuk berlumpur sekalipun. Selain itu pandangan juga mudah terbaca. Apalagi sudah dilengkapi retractable rear view mirror yang memudahkan pengaturan pandangan buritan dari dalam kabin.


Dashboard sederhana

Kabin kedua cukup lega

Urusan kenyamanan kabin juga terpenuhi dengan adanya manual single air conditioner dengan head unit double din yang dilengkapi dengan empat speaker. Beralih pada spidometer terdapat tiga bulatan yang mudah terbaca dari jok kemudi. Sayangnya, pada saat uji impresi itu dalam kondisi terang, sehingga aroma keindahan cahaya yang terpancar dari peranti itu tidak bisa saya nikmati.

Kenyamanan lain juga bisa dinikmati dalam kabin Hilux double cabin. Semisal tilt & power steering serta upper & lower glove box. Selain itu peranti yang sudah menjadi standar kendaraan yaitu power windows dan power door lock.

Namun, kenyamanan itu sedikit terganggu saat saya coba pindahkan tuas transmisi manual gigi satu kedua, terbilang cukup berat. He..he.., setidaknya, cukup berat daripada tuas transmisi kendaraan sedan yang biasa saya pakai. Untungnya, getaran dan kebisingan kendaraan berkapasitas mesin 2.982 cc dengan konfigurasi 4 silinder segaris, 16 katup, DOHC ini terbilang minim untuk ukuran diesel. Bisa dimaklumi karena ‘si penakluk alam’ ini sudah mengadopsi Direct 4 Stroke Diesel Turbo Commonrail (D4D) yang diklaim mumpuni menghasilkan performa maksimal dengan getaran dan suara yang halus dan efisiensi bahan bakar serta ramah lingkungan.

Sementara itu PT Toyota Astra Motor (TAM), ATPM Toyota di tanah air, sudah meluncurkan secara resmi kendaraan itu hari ini (21/1) di Zerah Golf Senayan, Jaksel. Untuk urusan banderol, mengikuti harga per Januari adalah Rp 281,5 juta (On the road). Apakah harga tersebut bakal naik lagi pada bulan depan. Kita lihat saja. Yuk camping...

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

26 Desember 2008

AUTOCAR ROAD TEST: Kijang Innova, Varian terendah Innova menawarkan kenyamanan yang baik

Kijang Innova AutoCarTampaknya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membeli Toyota Kijang Innova bermesin diesel. Setelah sempat ditunda produksi dan penjualannya oleh PT Toyota-Astra Motor (TAM) sejak Februari 2007, karena menunggu perbaikan kualitas bahan bakar solar di Indonesia, sejak Agustus 2007 PT TAM kembali memperkenalkan Innova bermesin diesel. Sebelumnya, kualitas solar sempat menjadi persoalan rumit bagi Toyota karena mengakibatkan kinerja mesin diesel Innova tak optimal dan timbul keluhan dari pemakainya.

Di kelas mobil keluarga bermesin diesel, saat ini Innova memang hanya dihadapkan pada Isuzu Panther sebagai kompetitor kuatnya. Reputasi Panther sebagai pelopor kendaraan keluarga bermesin diesel mulai terganggu sejak kemunculan Kijang generasi keempat yang juga menawaikan mesin diesel. Kini, Kijang Innova bahkan melangkah lebih jauh dengan tawaran desain yang lebih baik dibandingkan Panther. Dan usai Innova dipercantik wajahnya oleh PT TAM di medio Agustus 2008, artinya sudah satu tahun mesin diesel yang diusung Innova membuktikan kiprahnya di Indonesia.

Tak hanya soal dapur pacu, Toyota juga meningkatkan tawaran kenyamanan bagi varian Innova yang hadir di Indonesia. Bahkan, varian terendah dari Innova (E) kini telah menyediakan penyejuk kabin double blower sebagai kelengkapan standarnya. Tak dipungkiri kelengkapan inilah yang memang sejak dulu menjadi salah satu permintaan kelengkapan favorit para konsumen mobil keluarga.

DESAIN & REKAYASA
Kijang generasi kelima ini punya sentuhan desain global Toyota yang tampil modern. Kijang Innova juga bisa ditemui di negara lain di ASEAN, Timur Tengah, hingga Amerika Latin. Pertengahan tahun 2008, PT TAM melansir Kijang Innova dengan sentuhan baru.

Secara sekilas, kita akan menemui kemiripan desain pada wajah baru Innova dengan sang adik, Avanza. Bentuk bumper depan berubah total dengan desain air dam yang lebih lebar dan memberikan kesan lebih dekat ke tanah. Grille lama juga diganti dengan model baru, berdesain V-shape, sehingga wajahnya terlihat lebih mewah dan modern.

Bagian belakang memiliki lekuk tubuh serupa dengan sebelumnya, namun lampu belakang kini memakai multi reflektor model baru dengan dua warna merah dan putih. Bumper belakang pun berubah, kini terdapat reflektor mata kucing yang serupa dengan milik saudara-saudaranya di Toyota. Selain itu, semua tipe Innova kini mengalami perubahan model velg, tentunya selain varian E yang kami coba karena hanya menggunakan plastik penutup velg standar.

Sejatinya, Innova memang disiapkan sebagai kendaraan keluarga yang tangguh dan sesuai dengan kondisi di Indonesia. Karenanya, kami tak meragukan bahwa platform chassis ladder frame yang berbagi dengan Hi-Lux dan Fortuner cukup tangguh untuk menghadapi kondisi jalan dan medan bergelombang yang tersebar di Indonesia. Selain itu, kombinasi suspensi double wishbone di depan dan suspensi four-link dengan lateral rod di belakang menjanjikan kestabilan dan kenyamanan berkendara.

Mesin yang diusung serupa dengan Innova sebelumnya, yakni diesel 2KD-FTV, berkapasitas 2.494 cc, DOHC, berteknologi D-4D (Direct 4-Stroke Diesel Turbo Commonrail). Depot tenaga ini lebih ramah lingkungan karena menekan emisi gas buang tanpa mengu-rangi optimalisasi hasil pembakaran dan efisiensi termal. Tenaga puncaknya 102 hp pada 3.600 rpm. Yang unik, ada perbedaan antara torsi yang dihasilkan Innova bermesin diesel dengan transmisi manual 5-speed dan otomatis 4-speed.

Pada Innova diesel bertransmisi otomatis, torsi maksimal mencapai 260 Nm pada 1.600-2.400 rpm, sementara pada Innova bertransmisi manual, torsi puncaknya 200 Nm pada rentang putaran mesin yang lebih lebar, 1.400-3.200 rpm. Menurut pihak Toyota, hal ini terjadi karena gear ratio transmisi otomatis lebih rapat, sehingga torsi mesin perlu ditingkatkan agar performanya tetap optimal. Perubahan dilakukan pada ECU dengan mengatur volume dan waktu penyemprotan bahan bakar.

INTERIOR
Di bagian interiornya, Innova kini hadir dengan warna baru yang lebih lembut ketimbang model sebelumnya. Kesan lega dan resik didapatkan dari warna terang pelapis interiornya. Paduan warna dwi kelir (two tone) pada dashboard tak menjemukan. Warna lebih gelap di bagian atas dashboard juga menghindarkan silau. Tombol kontrol putar penyejuk ruangan tampil sederhana, namun ergonomis. Jika Anda memilih Innova V, Anda akan mendapatkan tombol-tombol pengatur udara digital, plus Multi Information Display di bagian tengah dashboard

Posisi jok pengemudi dan penumpang depan memberikan ruang gerak yang sangat baik. Jok penumpang depan bisa digeser jauh ke belakang, tanpa terlalu banyak mengganggu duduk penumpang baris kedua. Lebar interior juga memberi keleluasaan ruang bahu untuk tiga penumpang dewasa yang duduk di satu baris bangku. Pada varian E, pengaturan posisi berkendara hanya bergantung pada penyetelan sudut ketinggian lingkar kemudi, namun posisi duduk sudah cukup tinggi. Pada varian G dan V, Toyota telah melengkapi Innova dengan pengatur ketinggian bangku.

Hal istimewa yang mendongkrak kenyamanan kabin Innova E adalah adanya kisi penyejuk udara di atas bangku baris kedua dan ketiga (double blower) sebagai kelengkapan standar. Di bangku baris ketiga juga telah disematkan sabuk keselamatan yang tidak dimiliki oleh rival sekelasnya. Namun, satu hal yang tampak kuno pada Innova E adalah sistem audio-nya yang masih menyuguhkan pemutar kaset plus radio dengan empat speaker saja.

PERFORMA
Tentunya, ada perbedaan yang cukup signifikan antara Innova bermesin bensin dan bermesin diesel. Saat Anda merasakannya pertama kali, akan terasa putaran bawah Innova diesel tak memberikan responsivitas setajam Innova bensin. Saat berakselerasi 0-100 kpj, Innova diesel mencatatkan waktu 20,7 detik, sementara saat kami menguji Innova bermesin bensin yang sama-sama menggunakan transmisi manual 5-speed, tercatat akselerasi 0-100 kpj dalam 15,5 detik.

Meski begitu, berkat limpahan torsinya, mobil ini memberikan kekuatan yang istimewa pada performa yang ditunjukkannya. Saat berkendara di gear tiga, suguhan puncak torsinya yang tersedia mulai 1.400 rpm hingga 3-200 rpm menjadikan Anda tak perlu repot memin-dahkan tuas transmisi saat melumat tanjakan. Melakukan overtaking di kecepatan menengah juga cukup responsif, saat berakselerasi 60-80 kpj, tercatat waktu 4,4 detik dan berakselerasi 80-100 kpj dalam 7,8 detik.

Di putaran atas, mesin diesel Innova memberikan respon yang kembali melambat. Tercatat, di atas kecepatan 110 kpj, jarum speedometer sudah malas untuk beranjak. Bahkan, kecepatan puncak 131 kpj di gear empat hanya bertambah 9 kpj (menjadi 140 kpj) saat gear dipindahkan ke gear lima dan putaran mesin sudah tak lagi naik pada angka 4.000 rpm.

Meski raungan suara mesin
diesel Innova terdengar halus di dalam kabin, namun saat kami mencoba puncak tenaganya dan menyentuh kecepatan puncak di jalan bebas hambatan, raungan mesinnya cukup keras. Pada kecepatan 120 kpj, tercatat angka putaran mesin telah mencapai 3.500 rpm, meskipun transmisi telah berada di gear lima.

Satu hal yang juga tidak didapatkan pada Innova E adalah sistem pengereman dengan dukungan anti-lock braking system (ABS). Toyota hanya menyediakan ABS pada Innova tipe V. Saat kami mencoba rem Innova tipe V, mobil ini dapat dihentikan dalam 2,7 detik sesaat setelah rem diinjak seketika di kecepatan 80 kpj. Performa pengereman yang baik itu antara lain didukung sistem LSPV (Load Sensing Proportioning Valve) yang di-klaim cukup membantu kinerja pengereman saat beban angkut maksimum.

PENGENDARAAN DAN PENGENDALIAN
Keterbatasan pengaturan posisi duduk pengemudi tak menjadi persoalan berarti karena posisi duduk yang cukup tinggi. Ground clearance hingga 200 mm juga mendukung pengemudi untuk lebih mudah memantau jalan dan kondisi sekitarnya. Belum lagi kaca besar dan landai milik Innova membuat pandangan terasa lebih luas.

Kontrol lingkar kemudi terbilang cukup ringan dan tak menimbulkan keraguan saat melakukan manuver, baik di lokasi parkir maupun saat bergerak agresif di kemacetan. Tuas transmisi yang panjang juga memudahkan perpindahan gear. Sayangnya, pedal kopling sedikit berat dan dalam, sehingga cukup menguras kerja otot kaki kiri.

Suspensi Innova terbilang memuaskan untuk MPV ber-platform body on chassis. Saat melaju di kecepatan 120 kpj di jalur bebas hambatan yang bergelombang, penumpang di semua baris bangku tetap bisa merasa nyaman. Gejala limbung minim saat melakukan perpindahan jalur di kecepatan tinggi. Namun, tingginya ground clearance dan penggunaan ukuran velg dan ban yang kecil pada Innova tipe E, tak terlalu meyakinkan saat menikung cepat dan tajam.

MEMBELI DAN MEMILIKI
Innova mendominasi pasar di kelasnya hingga akhir 2008 dan tampaknya hal itu akan berlanjut di tahun mendatang. Meski begitu, varian Innova diesel masih mencari celah di tengah masyarakat yang memiliki pandangan bahwa mobil bermesin diesel lebih mahal dan sulit dalam perawatannya. Padahal, berkat proses kerja yang lebih sederhana dibandingkan mesin bensin, perawatan diesel relatif lebih mudah. Selain itu, diesel lebih efisien dalam penggunaan bahan bakar. Lantaran keunggu-lan itu, Innova E diesel memiliki banderol harga lebih mahal Rp 5,55 juta dibandingkan Innova E bensin (Rp 180,5 juta).

Penggunaan teknologi D-4D menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keenonomisan Innova E, sekaligus menekan kadar emisi. Dalam pengujian yang kami lakukan, tercatat konsumsi bahan bakar Innova E diesel mencapai 15,3 kpl dalam kondisi lalu-lintas perkotaan yang padat. Saat kami bawa ke luar kota, konsumsi bahan bakarnya mencapai 11,04 kpl. Sedangkan konsumsi bahan bakar kombinasi mencapai 13,3 kpl. Mobil ini pun lebih ekonomis dibandingkan Innova bensin yang kami uji dan mencatatkan konsumsi bahan bakar kombinasi 7,92 kpl.

Dengan rival terdekat Isuzu Panther, tampaknya Innova masih tak perlu terlalu khawatir. Dengan dukungan jaringan after sales yang lebih luas, Innova diesel tampaknya boleh berharap banyak untuk menjadi pilihan banyak keluarga Indonesia.

SEJARAH
Kijang pertama kali hadir di Indonesia pada 1977 dengan konsep Basic Utility Vehicle dan ditujukan sebagai kendaraan niaga yang kemudian berevolusi menjadi kendaraan penumpang. Kesuksesan Kijang ditunjukkan dengan angka penjualan lebih dari 100.000 unit selama dua generasi hingga tahun 1985. Dengan banderol harga terjangkau, jaringan purna jual yang baik, dan perawatan yang mudah, Kijang dikenal sebagai kendaraan pilihan keluarga.

Proyek Innovative Multipurpose Vehicle Toyota di awal dekade 2000-an, melahirkan Kijanggenerasi kelima yangdisebut Innova. Innova menjadi kendaraan global yang diminati di negara-negara Asia hingga Amerika Selatan. Selain Indonesia, India juga merakit Innova untuk pasar lokalnya.

PENILAIAN AUTOCAR
Kenyamanan masih menjadi nilai keunggulan Innova. Apalagi mesin dieselnya menawarkan efisiensi lebih baik.

Nama besar Toyota Kijang dipastikan menjadi salah satu faktor utama bagi mobil ini untuk dipilih sebagai mobil keluarga. Peningkatan kualitas Kijang dari generasi ke generasi juga ditunjukkan dengan diterimanya mobil ini di pasar global. Toyota Kijang Innova yang kami coba bisa jadi merupakan varian terendah, namun kini pengendaraannya semakin baik. Pilihan mesin diesel pun menjadikan konsumen bisa mendapatkan efisiensi yang banyak dicari di masa seperti sekarang. Selain itu, layanan purna jual dari Toyota selalu menjadi pertimbangan nomor satu bagi calon konsumennya hingga saat ini.

CATATAN PENGUJI
M HASAN
Posisi mengemudi memuaskan. Gerak tuas transmisi halus. Steering akuratdi kelasnya. Suspensi nyaman.

BUDITYAS B. BASUKI
Keleluasaan kabin dan efisiensi bahan bakarnyalah yang akan dicari banyak orang.

KUSNADI CHAHYONO
Performa mesin D-4D memuaskan di dalam kota. Usaha keras ditunjukkan pada warna interior baru.

JOBS FOR THE FACELIFT
- Mesin diesel yang lebih bertenaga.
- Head unit audio yang lebih modern.
- Wiper di kaca belakang sebagai kelengkapan standar.

Sumber : AutoCar

Baca Selengkapnya ...

21 November 2008

Otomotif Hybrid Experience(VI): Bagaimana Dengan Performance?

Toyota Hybrid OtomotifTujuan utama mobil hybrid adalah mampu memberikan yang terbaik soal emisi dan penggunaan bahan bakar paling efisien.Tentu, kebanyakan orang berpikir, jika penggunaan bahan bakar mesti dikurangi, akan berpengaruh pada performa. Benarkah?

Dengan penampilan serupa dengan mobil konvensional tentu kenyaman dan performa yang diharapkan oleh pengguna mobil hybrid tak berbeda, malah bisa berlebih. Salah satu keunggulan mobil dengan dua mesin seperti Toyota Prius ini, pada saat berjalan pelan, suara mesin bukan saja nyaris, tetapi memang tidak terdengar. Karena yang bekerja adalah motor listrik.

Nah, bagaimana dengan tarikannya? Jangan-jangan performanya sehening suaranya, atau tak bertenaga. Dengan sistem series/parallel hybrid respon tenaga tak beda dibanding mobil biasa. Begitu pedal gas diinjak, seketika tarikan dirasakan seisi kabin. Kondisi ini berlangsung setiap saat, ketika kedua mesin bekerja menggerakkan mesin. Dapat terlihat pada layar di tengah dasbor (energy monitor), yang menunjukkan darimana sumber tenaga penggerak roda.

Namun sempat juga terjadi, ketika mesin digeber terus-terusan, saat itu baterai pun dipakai menyuplai tenaga untuk menggerakkan motor elektrik yang membantu kerja mesin bensin. Tak lama terdengar bunyi alarm, yang memberi peringatan kalau persediaan listrik di dalam baterai menipis! Maka sebagian tenaga mesin pun dipakai mengisi baterai.

Tetapi tak perlu khawatir tenaga merosot banyak, karena seketika itu pula energi dari baterai dipakai untuk memutar motor elektrik. Meski terkadang tarikan mobil terasa sedikit lemah akibat kurangnya listrik pada motor listrik.

Namun, cukup mengurangi pi-jakan pedal beberapa saat hingga baterai cukup terisi, motor listrik pun memberikan tenaga penuh kembali untuk membantu mesin bensin.

Hal unik lain, mobil hybrid buatan Toyota ini memiliki pembatasan kecepatan secara otomatis. Ketika ke-cepatan sudah mencapai 172 km/jam, maka pengemudi akan merasakan tak ada respon pedal gas ke mesin. Mau diinjak lebih dalam, tunggangan tetap pada kecepatan di kisaran 172-175 km/jam, tergantung kondisi jalan, agak menanjak atau menurun.

Tentu performa seperti ini sudah lebih dari cukup, bukan? Untuk kendaraan dengan berat kosong sekitar 1,3 ton. Akselerasi yang dicapai Toyota Prius dengan mesin 1NZ-FXE, tak jauh berbeda dibanding kendaraan lain yang lebih ringan dengan tipe mesin berkapasitas sama (1NZ-FE), Toyota Vios G (A/T) dengan berat kosong 1,05 ton. Tetapi dengan konsumsi bahan bakar jauh lebih hemat, bukan?

Sumber : Otomotif

Baca Selengkapnya ...

Toyota New Avanza 1,5 S: Uang Bukan Segalanya

Toyota avanza Test Drive
SPESIFIKASI
Mesin: 1.495 cc 4 silinder, 109 dk
0-100 km/jam: 1414 detik
Konsumsi bbm tol/kombinasi: 14,11/10,4 km/I
Harga: Rp 153,1 juta

Umumnya setelah berumur empat tahun sebuah mobil mengalami penurunan permintaan. Hal in bisa dilihat dari lamanya waktu inden saat pembelian.

Namun ada satu model yang mampu memutarbalikkan fakta ini. Ya, dialah Toyota Avanza. Saat ini Anda mesti menunggu sekitar 2 bulan untuk menerima unit yang dipesan melalui dealer Toyota, meski pihak ATPM sudah menggenjot volume produksinya. Antrean pembeli membuat uang menjadi tidak berpengaruh di sini untuk mendapatkan unit pesanan lebih cepat. Inilah salah satu gambaran kesuksesan People Carrier Toyota ini.

Awal Oktober lalu PTToyota-Astra Motor meluncurkan revisi kedua Avanza, termasuk varian S yang hadir dengan 13 perubahan. Dari ketigabelas item itu, 7 di antaranya ada di sektor eksterior, sementara sisanya di interior.

Perubahan di bagian luar antara lain ring krom di foglamp, lubang udara bumper depan yang kini dilapisi gril honeycomb, sein spion berbentuk segitiga, logo VVT-i yang kini berada di sisi kiri dan kanan, lis krom yang menbentang di bawah kaca belakang, serta atap bergelombang guna mengurangi bunyi air hujan.

Versi teranyar Avanza ini tak mengalami perubahan spesifikasi teknis. Dapur pacunya masih dipercayakan pada mesin 1.495 cc bertenaga 109 dk. Begitu pula transmisi otomatis 4-percepatan dengan perbandingan gigi yang membuat Avanza dapat bekerja efisien.

Hal ini dapat terlihat dari jarum takometer yang menunjukkan kisaran 3.000 rpm saat melaju konstan dengan kecepatan 100 km/jam di jalan tol. Hasilnya adalah konsumsi bbm yang mencapai 14,1 km/1. Akselerasinya juga tetap baik dengan waktu 14,1 detik untuk 0-100 km/jam.

Di dalam, perubahan tuas transmisi otomatis menjadi gate type memperbaiki unsur safety, karena pengemudi jadi lebih waspada saat hendak memindahkan posisinya. Panel instrumen Avanza kini diberi font baru yang lebih mudah dibaca dan memberi suasana lebih fresh. Sementara setir 4-spoke yang digunakan, bukan hanya lebih elegan namun terasa lebih mantap digenggam.

Dibanding sebelumnya, warna dasbor lebih gelap di Avanza facelift ini mampu meminimalkan pantulan di kaca depan. Kami juga sempat merasakan fungsi dari guratan di atap. Efek hujan di tol Cipularang yang jatuh ke atap tak seberisik sebelumnya.

Secara umum, facelift yang dilakukan Toyota terhadap Avanza lebih berupa penyempurnaan tampilan dengan mempertahankan beberapa sektor yang sudah menjadi kelebihannya.

SEKILAS PANDANG
- Sudah dilengkapi rem ABS
- Tersedia pilihan warna baru Dark Grey Dark Grey dan Wine Red

First opinion
Varian termewah dari Avanza sudah mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia pada umumnya. Transmisi otomatis memang bukan menjadi pilihan favorit para penggemarnya. Namun varian S ini tetap menjadi pilihan mereka yang membutuhkan kenyamanan dan faktor safety lebih baik, tanpa mengesampingkan kapasitas angkut.

Rival
SUZUKI APV 1.5 SGX
Mesin: 1.493 cc 4 silinder, 105 dk
0-100 km/jam: 17,4 detik
Harga: Rp 148 juta

(+) : Kabin lapang untuk 7 penumpang, captain seat, harga lebih terjangkau

(-) : Deru mesin, bantingan lebih keras, teknologi mesin

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Duel SUV Sporty: Diesel Kencang

Auto Bild Rav4Anda pasti jarang mendengar kata 'high performance' bersanding dengan 'off-roader diesel' dalam satu kalimat. Namun kedua kpntestan dari Toyota dan Peugeot ini diklaim mampu mewujudkan definisi itu dalam sosok SUV medium.

Kedua mobil ini dibuat untuk menggabungkan sifat-sifat SUV tradisional yaitu kepraktisan dan kabin lapang dengan styling sporty serta daya tarik bagi pengemudi antusias. Masing-masing memiliki tampilan atraktif, juga mesin dengan tenaga sebanding hot hatch. Manakah di antara keduanya yang mampu tampil lebih baik?

Saat muncul pertama kali di 1994, RAV4 menjadi pelopor off-wader medium untuk keluarga. Sekarang memasuki generasi ketiganya, Toyota harus menghadapi rival-rival baru termasuk Peugeot 4007. Kedua mobil sama-sama memiliki daya tarik SUV berupa kepraktisan kabin dan posisi duduk tinggi. Plus kemampuan menjelajah segala medan dengan sistem gerak empat roda dan pengunci differential sebagai standar.

Di segmen yang tak mengutamakan handling atau akselerasi, RAV4 SR180 menawarkan keseimbangan. Dengan tenaga 175 dk yang merupakan terbesar di kelasnya, Toyota ingin memenuhi keinginan pengemudi akan performa galak dari SUV yang praktis.

Output 156 dk memang membuat Peugeot tak mampu menandingi Toyota dalam hal tenaga mesin. Tapi mobil ini mampu meberi perlawanan berkat polesan sporty dari rumah modifikasi Irmscher dan kepraktisan 7-seater yang sangat menawan.

TOYOTA RAV4 SR180

Hanya ada beberapa mobil yang memiliki kemampuan seperti Toyota RAV4. Selain bisa digunakan sehari-hari untuk lalu lintas dalam kota dan jalan bebas hambatan, mobil ini juga marnpu menghibur pengemudinya saat digunakan di rute yang tidak biasa. Ini adalah persoalan bagi sebagian besar mobil, termasuk SUV kompak.

Berbasis varian XT-R, SR180 dibuat dengan menambahkan unsur sporty. Dan seperti rivalnya dari Peugeot, daya tarik utama Toyota adalah tampilannya. Meski tak segarang 4007, penambahan overfender, pelek 18 inci, dan headlamp gelap membuatnya tampak menonjol.

Apakah tampilan ini sejalan dengan kemampuannya di jalan? RAV4 punya reputasi yang basgu sebagai mobil yang berpihak pada pengemudi berkat sasis kompeten. Kemudikan di jalan berliku dan Anda akan merasakan kelebihan tenaga besar dan suspensinya yang mantap.

Dalam kondisi normal, mobil digerakkan oleh kedua roda depan. Dan Toyota akan memindahkan sebagian tenaga ke roda belakang jika dideteksi ada cengkeraman ban yang berkurang. Sistem ini bekerja sangat baik, dan meski mobil ini memiliki torsi sampai 400 Nm, kemudinya tak tertarik ke satu arah saat ia berakselerasi penuh.

Kemampuan menikungnya sangat baik, begitu pula sistem remnya. Begitu hebatnya kemampuan rem RAV4, sehingga hanya dimensi bodi tinggi yang membuatnya kalah dari hatchback. Akselerasi 0-96 km/jam bisa ditempuh dalam 9,7 detik. Ber-hubung mobil tes kami tidak maksimal settingannya, klaim 9,3 detik dari Toyota tak mampu kami lewati.

Performa RAV4 yang sangat baik ini begitu menawan. Begitu tenaga disalurkan oleh transmisinya, Anda akan melaju dengan cepat. Posisi duduk yang tinggi membuat visibilitasnya begitu bagus, dan seluruh tombol pengontrol di dasbornya mudah dijangkau. Dimensinya terasa lebih kompak dibanding Peugeot sehingga lebih memudahkan saat parkir, meski pilar D tebal agak menghalangi pandangan ke belakang. Bantingannya terasa keras karena penggunaan run flat tire berdiameter besar.

Cerita yang sama juga terjadi saat mobil melaju di jalan bebas hambatan. Performa mesin halus dan fleksibel agak terganggu oleh bantingannya yang keras.

Meski lebih kencang, Toyota tidak sepraktis Peugeot. Bangkunya bisa digeser untuk memperbesar bagasi, namun hal ini tidak bisa dilakukan jika ada penumpang set-inggi 180 cm duduk di jok belakang karena ruang kakinya terbatas. RAV4 tak punya opsi bangku baris ketiga, namun jok belakangnya bisa dilipat rata dengan lantai dengan satu tarikan tuas.

Pintu membuka ke samping juga menyulitkan saat Anda parkir di tempat sempit. Agar bisa unggul, performa RAV4 harus lebih bernilai daripada kekurangannya dalam hal kepraktisan.

PEUGEOT 4007 IRMSCHER
Dengan pengalaman membuat hatchback performa tinggi, Peugeot lebih tahu cara membuat model kencang dibanding off-roader. Namun kerjasamanya Mitsubishi yang merupakan pakar mobil 4x4 membuat pabrikan Francis ini begitu pede mengeluarkan 4007.

Dan opsi Irmscher Sport Pack di sini mampu membuat 4007 tampil beda dari Mitsubishi Outlander. Paket seharga £705 (Rp 12,7 juta) ini meng-upgrade tampilan dengan moncong knalpot ganda, spoiler depan-belakang dan pelek 19 inci.

Suspensinya dibiarkan standar, dan ini membuat bantingan Peugeot lebhi empuk dari Toyota meski menggunakan pelek lebih besar dan ban tipis. Itu sebabnya mobil ini lebih halus untuk penggunaan di dalam kota. Meski pada kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan, kebisingan 4007 lebih besar dari RAV4.

Peugeot unggul dalam kenyamanan, tapi coba kemudikan dengan cepat di jalan berliku dan Anda langsung akan tahu kelebihan Toyota. Meski masih bisa diterima, goyangannya lebih kuat saat mobil melindas lubang atau jalan bergelombang. Tuas persneling kaku dan diesel berisik membuat Peugeot terasa seperti SUV lawas saat dikemudikan dengan cepat.

Tombol di konsol tengah memungkinkan Anda berpindah dari penggerak dua roda ke empat roda dengan sentuhan ringan. Perlu diketahui, saat berada dalam model 2WD, kemudi akan terasa menarik ke satu sisi. Jadi lebih baik Anda menggunakan model penggerak empat roda.

Dengan tenaga lebih besar, kami memperkirakan Peugeot akan mengalahkan Toyota dalam akselerasi. Nyatanya untuk 0-96 km/jam Catalan waktunya lebih lambat 0,4 detik dari RAV4 dengan 10,1 detik. Namun bukan berarti performanya lambat, karena untuk akselerasi pertengahan di gigi tiga untuk kecepatan 48-80 km/jam Peugeot mencatat waktu 4,1 detik, sama dengan Toyota.

Kepraktisannya juga lebh unggul. Tersedia banyak kompartemen penyimpanan, dua laci dasbor, dan ruang di dasbor, konsol tengah dan armrest. Secara umum interiornya atraktif, dan seperti Toyota kabin Peugeot juga didominasi warna hitam, dengan material bagus. Tapi dibanding rivalnya asal Jepang, kualitas kabin Peugeot tampak lebih baik.

Seperti RAV4 bangku belakang Peugeot juga bisa digeser maju-mundur, namun ruang kakinya cukup lapang untuk penumpang bertubuh jangkung. Bangku baris paling belakang bisa diangkat dari tempat persembunyiannya di bawah lantai, tapi dengan cara yang agak rumit.

Sepasang bangku ini hanya cocok untuk anak kecil dan tidak bagi orang dewasa. Akses ke belakang ini juga gampang. Cukup tekan tombol di bagasi, dan bangku tengah akan terlipat. Dan meski dengan bangku baris paling belakang terpasang, bagasinya cukup besar.

Kebalikan dari RAV4, kepraktisan Peugeot harus mampu mendorong Peugeot untuk meraih penilaian tinggi.

Pertarungan kunci:
TOYOTA RAV4
Mesin SR180 Toyota ini sungguh impresif. la mampu menghasilkan tenaga lebih besar dari semua rival di kelasnya. Dan meski unit tes kami beru menempuh 800 km, power pertengahannya yang besar sudah bisa dirasakan.

Tenaganya terasa kuat di 2.000 tvrprn dan tarikannya tetap terasa sampai 4.500 rpm. ARV4 hanya sekali mengalahkan 4007, yaitu pada akselerasi 0-96 km/jam. Namun jika mesinnya sudah disetting sempurna, kami membayangkan performanya pasti jauh lebih baik.

Yang mengejutkan kami bukan performa RAV4, tapi kehalusannya. Di jalan bebas hambatan pada kecepatan 112 km/jam, Anda bisa meluncur dengan gigi enam di 2.000 rpm. Dan untuk menanjak, Anda tak perlu memindahkan gigi berkat torsinya yang begitu kuat Fleksibilitas ini membuat Anda bisa menyetirnya dengan santai.

PEUGEOT 4007
Dengan power-to-weight ratio hanya 85 dk per ton (bandingkan dengan RAV4 yang mencapai 109 dk per ton) kami mengira Peugeot akan ketinggalan dari Toyota. Namun hasil pengetesan membukti-kan sebaliknya.

Peugeot tidak bisa dibilang lambat, terutama untuk akselerasi pertengahan. la mampu menyamai Toyota dengan 4,1 detik untuk akselerasi 48-80 km/jam di gigi tiga, bahkan lebih cepat 0,3 detik jika menggunakan gigi empat.

Dari belakang kemudi, Peugeot juga terasa kencang meski auranya masih terasa kurang tanpa deruman knalpot sporty yang cocok dengan polesan Irmscher. Di jalan bebas hambatan, Peugeot juga menyenangkan dibawa melaju 112 km/jam dengan gigi enam di 2.000 rpm.

Poin utama

1. STYLING
Paket Irmscher member! 4007 daya tarik lebih jantan. Desain moncongnya agak kaku dan bentuknya agak membosankan, tapi 4007 menarik dilihat dari berbagai sudut.

2. INTERIOR
Ramah bagi keluarga, begitulah kami mendefinisikan kabin Peugeot. Banyaknya kompartemen penyimpanan dan bangku pintat membuatnya punya kepraktisan tinggi.

3. KESAN MENGEMUDI
Bantingan lebut dan akselerasi kuat merupakan pain positif dari Peugeot. Namun jika bicara handling dan kehalusan, 4007 harusmengakui keungguian RAV4.

4. BIAYA
Dengan opsi paket Irmscher, Peugeot jadi kelihatan mahal. Tapi mesti diingat, mibil ini punya daya tampung 7-sealer dan golongan asuransinya lebih murah.

APAKAH ADA SUV KENCANG LAINNYA?
Di luar SUV premium, hanya ada sedikit pabrikan yang membuat SUV-nya sporty. Tapi jika melihat price list, ada beberapa rival powerful yang sepadan.

Malihat performa dan kedinamisannya, Nissan X-Trail dCi 173 merupakan salah satu alternatifnya. Dengan harga mulai £22.945 (Rp413 juta), X-Trail menawarkan pengendalian lincah dan akselerasi O86 km/jam kurang dari 10 detik, berkal mesin diesel 171 dk.

Tawaran serupa datang dari Volkswagen Tiguan 2.0 Sport TDI MO yang berharga £23.395 (Rp 421.1 juta).

APAKAH ADA RAV4 DAN 4007 BERMESIN BENSIN?
Ya. Ada RAV4 versi bermesin 2.000 cc VVT-i, tapi varian ini tak punya trim SR. Mesin 150 dk yang digunakannya juga tidak kencang, dengan akselerasi 0-96 km/jam dalam 10,6 detik.

Sementara itu, Peugeot hanya menjual 4007 diesel. Jika ingin mendapatkan versi bensin, Anda mesti melirik kedua 'saudara'nya yang nyaris identik, Citroen C-Crosser dan Mitsubishi Outlander. Keduanya menggunakan mesin 2.400 cc 4 silinder. Diihat dari performanya, pilihan terbaik adalah C-Crosser 2.4 16v VTR.

ADAKAH SUV 7-SEATER LAINNYA?
DI kelas ini, selain ketiga model dari Peugeot, Citroen dan Mitsubishi, pilihan SUV 7-seater yang ada di pasaran sangat sedikit. Hanya ada Hyundai Santa Fe yang punya bangku baris ketiga.

SUV Korea ini dilengkapi mesin diesel 2.200 cc bertenaga 154 dk, dan dijual dengan harga £24.895 (Rp 448,1 juta) untuk varian 2.2 CRTD CDX. Harga ini lebih mahal £1.000 (Rp 18 juta) dibanding versi 5-seater. Namun Hyundai tak bisa menyamai kecepatan maupun kelincahan kedua kontestan Tes Jalan kami ini.

Kesimpulan
Ini adalah pertarungan yang ketat Jika pengendalian yang tajam adalah prioritas utama dan Anda tak membutuhkan kemampuan angkut orang seperti Peugeot, memilih RAV4 pasti tidak mengece-wakan.

Selain handling impresif, SR180 menawarkan styling atraktif, performa kuat, dan kehalusan yang sangat baik. RAV4 merupakan salah satu dari sedikit mobil yang bisa memberi daya tarik bagi pengemudi antusias, terutama di kelas SUV medium. Tapi mengingat kepraktisannya jauh di bawah Peugeot, menurut kami harganya mesti lebih murah.

Meski RAV4 punya banyak keunggulan, justru 4007-lah yang lebih menarik bagi konsumen keluarga. Meski tenaganya lebih kecil dari Toyota, performanya saat pengetesan cukup baik. Mobil ini juga bisa mengimbangi handling RAV4, dengan bantingan lebih lembut. Kabin lebih besar, kepraktisan interior, dan tampilan menawan berkat paket Irmscher, membuat 4007 layak jadi pemenang dalam

Peringkat akhir
1. PEUGEOT4007
Ini bukanlah rnobil dengan performa luar biasa, tapi sentuhan Irmscher di 4007 membuatnya mudah dikenali. Kepraktisan 7-seater, kemampuan off-road, performa di atas aspal, dan interior bagus, membuat Peugeot layak jadi pilihan mobil keluarga.

2. TOYOTA RAV4
Meski hanya menempati urutan kedua dalam Tes Jalan ini, banyak hal bagus di RAV4 SR180. Mesin dieselnya bertenaga besar, dan polesan aksesorinya lebih kalem dari Peugeot. Toyota harus mengaku kalah karena sisi kepraktisannya yang minim.

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Toyota Vios: Tetap Segar Tanpa Biaya Besar

Toyota Vios AutoBildTanpa terasa, jarak tempuh mobil tes jangka panjang kami, Toyota Vios, sudah mencapai 10.000 km. Tapi apakah biaya perawatannya menyita biaya besar? Kami buktikan di sini.

Setelah menempuh perjalanan hingga 10.000 km dengan berbagai kondisi jalan, beban dan cuaca, kini saatnya Toyota Vios melakukan servis berkala. Hal ini sesuai rekomendasi Toyota agar pemilik melakukan servis berkala kendaraannya ketika mencapai 1.000 km pertama serta tiap 10.000 km dan kelipatannya.

Tapi kenapa servis berkala ini baru dilakukan tiap 10.000 km? Berkat kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas material mesin dan perangkat lainnya, sehingga interval servis bisa makin panjang. Dan pada akhirnya makin memudahkan dan meringankan pemilik dalam melakukan perawatan mobilnya.

Untuk perawatan berkala ini, kami membawa mobil Long Term Test ini ke bengkel resrni Toyota, Auto2000 Cilandak untuk servis pertama, dan Auto2000 Bintaro pada servis kedua. Inilah besarnya biaya perawatan Toyota Vios.

Servis 1.000 km

Sesuai panduan pada buku servis berkala, ada 16 item yang diperiksa. Seperti pemeriksaan oli mesin, V-belt, sistem pendingin mesin serta baterai.

Begitu pula sasis dan bodi yang mencakup sistem rem, power steering, transmisi, suspensi, semua lampu, klakson dan wiper. Tak ketinggalan pemeriksaan kadar emisi gas buang. Namun pada servis berkala yang pertama ini, pemilik tidak dibebani biaya apapun. Terlebih usai servis mobil juga dicuci dan dibersihkan dengan vacuum cleaner.

Servis 10.000 km

Pada servis kedua, kami memanfaatkan fasilitas Express Maintenance yang bisa menghemat waktu. Dengan jumlah pekerjaan yang sama dengan pada servis biasa, pengerjaan dengan Express Maintenance bisa tuntas hanya 1 jam saja. Pemesanan fasilitas ini bisa dilakukan dua hari sebelum servis dilakukan dan tanpa perlu antri.

Sama seperti servis pertama, servis berkala 10.000 km ini juga mengerjakan 16 item. Yang membedakan pada servis kedua ini adalah oli mesin berikut sarin-gannya diganti dengan biaya Rp 205.000 dan Rp 51.000. Begitu pula dengan gasket plug carter seharga Rp 1.500.

Selain pemeriksaan, sistem rem, busi dan filter udara turut dibersihkan. Posisi ban juga dirotasi dan dilakukan balancing. Mobil tes kami membutuhkan penambahan timah ketika balancing dan memakan biaya Rp 67.600. Ketika ditotal, biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp 325.100 sudah termasuk PPn. Sementara biaya jasa servis masih gratis.

Usai proses servis, mobil tes ini juga diperiksa kadar emisi gas buangnya. Hasil uji emisi pada servis berkala Vios ini menunjukkan angka 0,07% untuk karbon monoksida (CO), 14,2% untuk karbon dioksida (CO2) dan 113 ppm untuk hidrokarbon (HC). Sementara Air Fuel Ratio (APR) mencapai 15,3:1. Figur itu jauh di bawah regulasi emisi kadar CO maksimum yang diizinkan yakni sebesar 4,5% dan HC maksimum 1.200 ppm.

Sama seperti servis sebelumnya, meski tidak termasuk dalam fasilitas Express Maintenance, mobil tetap dibersihkan baik eksterior maupun interiornya.

Nah, selain konsumsi bbm-nya irit, biaya servis berkala Vios juga begitu terjangkau. Sehingga membuat biaya operasional Vios hingga 10.000 km ini menjadi begitu hemat.

Sumber : Autobild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

06 November 2008

New Toyota Fortuner 4X4 AT : Tetap Pilihan Menarik

SEKILAS FAKTA
Harga Rp 396,3 juta (tanpa aksesori)
Dijual Mulai September 2008

Fortuner dipercantik penampilan dan interiornya. Bagaimana dapur pacu dan pengendaraannya?

NUANSA kenyamanan, sekaligus ketangguhan, tetap dihadirkan New Toyota Fortuner. Meski perubahannya tergolong minimalis, namun sentuhan ulang pada grille, lampu depan dan belakang, serta penggunaan velg desain baru membuat wajah Fortuner facelift lebih menawan, dinamis, dan tetap maskulin. Mobil yang kami uji, yakni berpenggerak 4x4, lebih gagah lagi karena dilengkapi sejumlah aksesori: bull bar, side cladding, chrome door housing, deflector, front fender mirror, dan mud guard.

Kesan mewah dan nyaman langsung tercitrakan begitu kita memasuki kabin Fortuner. Jok kulit berkelir kuning gading, ornamen kayu, serta dashboard dwi kelir (two tone) bersama-sama membentuk kesan tersebut. Selain itu, kabin Fortuner terhitung luas dengan headroom dan legroom berlimpah, baik di depan, tengah, maupun belakang.

Duduk di balik kemudi Foituner terasa mudah dan nyaman. Joknya dapat dioperasikan secara elektrik untuk mendapatkan posisi mengemudi yang tepat. Kokpit terasa luas dan posisi mengemudi terasa tinggi, sehingga visibilitas memuaskan. Adapun sistem audio yang dimiliki Fortuner baru lebih meyakinkan dengan model layar touchscreen 7 inci. Pada lingkar kemudinya diimbuhi tombol multifungsi untuk audio dan beberapa informasi.

Untuk jantung mekanisnya, Fortuner dibekali mesin bensin yang sama dengan model sebelumnya: 2.694 cc,4-silinder, WT-i,bertenaga 160 hp pada 5.200 rpm, serta torsi 241 Nm pada 3.800 rpm. Tidak ada perubahan pada tipe mesin sejak dilansir pertama kali tiga tahun lalu.

Lalu bagaimana dengan performanya? Ketika pedal akselerator mulai ditekan dan tuas transmisi pada posisi 'D', pergerakannya tergolong lambaL Namun, memasuki kecepatan menengah mulai dari 2.500 rpm, dorongan mesin Fortuner terasa kuat. Bagaimana pun, bobot menjadi penghambat Fortuner untuk berlari kencang. Di sebuah tanjakan yang agak terj al di lintasan off-road milik Bumi Citra Rahayu Resort (BCR) di Janluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Fortuner terasa terengah-engah.

Di samping itu, bodi-nya yang besar turut menyumbang gejala understeer ketika diajak berbelok cepat Grip Fortuner pun biasa-biasa saja dan steering terasa ringan. Beruntung, pengendaraan terasa kokoh saat melaju di jalan bebas hambatan.

Meski mengalami 'operasi plastik' (facelift), harga Fortuner baru lebih murah sekitar Rp 6 juta dari model yang digantikannya. Untuk sebuah SUV penjelajah, secara keseluruhan performa , Fortuner biasa saja, meski di rpm menengah dan atas cukup memuaskan. Namun, dengan pengendaraan kokoh, roda besar, ground clearance tinggi, penampilan gagah, interior mewah, dan ruang lega, Fortuner adalah pilihan yang sangat menarik. Lebih menarik lagi bila Toyota menawarkan Fortuner 4x4 bermesin diesel.

DATA & FAKTA
NEW TOYOTA FORTUNER 4X4 AT
Mesin VVT-i
Kapasitas 2.694 cc
Tenaga 160 hp @ 5.200 rpm
Torsi 241 Nm @ 3.800 rpm
Bobot 1.835 kg
Transmisi Otomatis, 5-speed
Dimensi (p x l x t) 4.695x1.840x1.850 mm
Sumbu roda 2.750 mm
Ground clearance 220 mm
Konsumsi BBM 7 kpl (data dari on board komputer)

Sumber : AutoCar

Baca Selengkapnya ...

04 November 2008

Toyota Yaris 1.5 E : Odd Couple

INI mudik pertamaku sebagai seorang ayah. Putra pertamaku, Rasya Raditya Pratama, yang 7 September kemarin merayakan ultah pertamanya itu kuajak pergi ke rumah abah di Cipanas, Jawa Barat.

Teman-teman bilang itu perjalanan itu bukanlah mudik, tapi jalan-jalan. Memang cuma berjarak 89,7 km dari Bekasi, tapi ini bisa jadi "rute neraka". Kalau salah pilih waktu pergi, perjalanan menuju Puncak Pass saja bisa terkena hingga 9 jam!

Ini untuk pertama kali, saya mudik memakai hatchback kompak. Sebelumnya saya lebih sering menggunakan SUV atau MPV. Beberapa orang berkomentar bahwa saya dengan Toyota Yaris merupakan odd couple. Dimana saya memiliki dimensi XXL, sedangkan Yaris berbodi mini. Celaan pun hadir dari teman-teman redaksi "Bisa masuk mobil gak lu?".

Ternyata, kabin Yaris tergolong cukup luas. Busa joknya empuk dan mampu menopang tubuh saya dengan baik. Jadi tak mudah membuat lelah lantaran saya dapat menemukan posisi mengemudi ternyaman.

Interior merupakan poin keunggulan Yaris. Selain ruang lapang, ia memiliki banyak "saku" untuk menyimpan barang. Paling tidak, saya menemukan 3 ruang penyimpanan dan 5 cup . Bagasi pun mampu disesaki oleh 3 koper kecil.

Poin lain, hatchback Toyota ini memiliki fitur safety lengkap, dari rem ABS, EBD dan dual airbag. Plus keiiyamanan dari sistem suspensi yang tidak terlalu keras dan audio 2-DIN yang bisa memutar CD maupun MP3.

Saya memilih jam keberangkatan pukul 04:08 pagi di hari lebaran pertama. Dengan kecepatan rata-rata 62,73 km/jam, saya sampai rumah abah sekitar jam 05:34 WIB. Indikator bahan bakar digital Toyota Yaris tidak berkurang satu baris pun sejak diisi penuh pada malam sebelumnya.

"Neraka Puncak" baru dirasakan saat lebaran ke-2. Jalur dari dan ke Puncak, macet total. Menempuh jarak 100-150 meter, bisa menghabiskan waktu hampir 1 jam. Hari itu saya terjebak macet hampir 3 jam, dengan jarak kurang dari 500 meter! Untunglah, Yaris memiliki konsumsi bbm yang efisien sehingga tetap nyaman saat bermacet ria.

Pesiar di Cipanas
Semenjak dibukanya tol Cipularang, jalur Puncak menjadi kurang diminati. Namun, wilayah ini tetap menjadi tujuan wisata warga Jakarta yang ingin menikmati udara segar kawasan Puncak.

Sehabis puas bermain Kota Bunga, giliran bubur khas Cianjur seharga Rp.5000/porsi, nikmat disantap. Makin asyik jika ditemani sate usus, ampela atau telur dan sepiring emping. Ada dua tempat bubur ayam enak di Cipanas, di depan restoran Padang Simpang Lima (buka pagi hari) dan di depan ATM Bank Lippo (buka siang-malam).

TESTER
Nama: Dwi Wahyu Raharjo
Jumlah Awak: 2orang
Rute Perjalanan: Bekasi-Cipanas-Bogor PP

SPESIFIKASI
Mesin: 1.497 cc 4 silinder VVT-i. 109 dk
0-100 km/jam: 11,10 detik
Transmisi: Manual 5-percepatan
Kebutuhan bbm: Premium (Rp 6.000/liter)
Harga: Rp 151,2 iuta

DATA PENGETESAN
Jarak tempuh: 308,5 km
Total bbm: 30.33 liter
Konsumsi bbm: 10.15km/l
Biaya operasional: Rp 590,85/km

Sumber : Autobild Indonesia


Baca Selengkapnya ...

03 November 2008

Toyota Vios : Fleksibel dan Nyaman

Berbagai pengetesan sudah dilakukan sejak Long Term Test Toyota Vios dimulai. Kini saatnya untuk menguji Small Sedan Toyota ini dalam menghadapi perjalanan jauh sambil mudik. Tapi tak hanya jauh, performanya di jalan menanjak dan rusak, serta kemampuan mengakomodasi penumpang dan barang pun bisa dicermati.

Awalnya, muncul rasa khawatir kalau bagasi Vios tak bisa memuat semua barang bawaan. Tapi kekhawatiran ini tak beralasan karena begitu semua tas termasuk kereta bayi dimasukkan, terbukti bagasi Vios memang lapang.

Malah untuk akses untuk memasukkannya begitu leluasa. Langsung terbayang di mana oleh-oleh akan diletakkan nanti ketika pulang berlibur.

Interior Toyota Vios juga mudah diadaptasi. Banyaknya tempat penyimpanan di kabin depan, begitu memudahkan untuk meletakan ponsel, botol minuman, termos, peta dan makanan ringan, termasuk juga uang receh untuk membayar tol dan parkir. Karena cup holder di kabin depan berada di hadapan lubang ventilasi AC, minuman ringan yang diletakkan di situ bisa tetap dingin untuk memberi kesegaran dalam perjalanan.

Bukan hanya ruang depannya saja yang lapang. Kabin belakang Vios juga lega, bahkan 3 orang dewasa bisa duduk nyaman di sini.

Tak perlu khawatir dengan tak dijumpainya indikator temperatur mesin konvensional. Karena Toyota Vios sudah dilengkapi lampu indikator penunjuk suhu mesin. Jadi meski rule jalan alternatif Jakarta-Bandung-Wates-Klaten yang ditempuh saat mudik macet parah, bisa dipastikan mesin VVT-i yang digunakan tetap prima, sepanjang tak ada sinyal dari lampu indikator ini.

Selama perjalanan, fasilitas M-Toyota juga dapat diakses via ponsel dengan menekan *898# (khusus pengguna telkomsel) untuk mencari tahu bengkel siaga Toyota terdekat. Dan rasa penasaran itu pun lenyap setelah mendengar penjelasan dari Erwin Prasetyadi, Kepala Bengkel dealer resmi Toyota di Purwokerto. "Vios memang dirancang supaya tidak membebani penggunanya dengan banyak panel instrumen," demikian penjelasan Erwin.

Rute jalan alternatif di jalur Selatan pulau Jawa bukanlah jalan yang mulus. Sepanjang perjalanan, lubang dan aspal bergelombang terus menerus ditemui. Dalam kondisi inipun, Small Sedan Toyota ini tetap mantap menjelajah dengan bantingan nyaman. Akurasi kemudi dan kemampuan manuver untuk menghindari lubang juga responsif.

Saat bertemu keluarga di kampung halaman dan pergi berwisata bersama keluarga, tak terasa perjalanan sudah mencapai ribuan kilometer. Dan bukan saja bebas masalah, perjalanan dengan Vios ini juga penuh kesan mendalam. Salah satu yang paling menyenangkan adalah ketika merasakan tenaga mesin 1.500 cc VVT-i yang tidak ngos-ngosan. Tenaga dan torsi-nya yang cukup besar membuat Vios mudah berakselerasi ketika menyalip atau menanjak. Transmisi otomatisnya juga cekatan ketika kick down. Apalagi konsumsi bbm-nya pun tetap hemat meski dengan beban penuh.

Jumlah awak: 5 orang
Rute perialanan: Jakarta-Bandung-Wates-Klaten PP

Toyota Vios G A/T
Mesin: 1.498 cc 4 silinder, 109 dk
Transmisi: otomatis 4-percepatan

Data pengetesan
Jarak tempuh: 2.137 km
Total bbm terpakai: 168 liter
Konsumsi bbm: 12.72 km/I
Biaya operasional: 168 x Rp 8.450 :2.137 = Rp664,3/km

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Toyota Kijang lnnova G M/T : Lebaran Ceria

LEBARAN tahun ini serasa second honeymoon bagi kami. Dengan memboyong istri tercinta, saya bertolak ke kampung halaman, Temanggung, Jawa Tengah. Toyota Kijang Innova Long Term Test Lubricant Top 1 HP Plus siap menemani kami melintasi ritual mudik ini.

Rombongan kami berangkat malam hari usai. Hal ini tak lain untuk mensiasati perjalanan agar terhindar dari macet. Alhasil, waktu tempuh ke Temanggung, Jawa Tengah bisa dilibas dalam waktu 7 jam.

Kebiasaan kami berjalan keliling kota Temanggung yang notabene berhawa sejuk, selalu di selingi oleh hunting jajanan pasar, termasuk mandi di pemandian umum Pikatan, Temanggung, Jawa Tengah. Se-lain itu, pelesiran ke Yogyakarta tidak alpa dilakoni, plus belanja buah tangan dari Kota Gudeg ini.

Singkat kata, lima hari seolah tidak pernah cukup. Seolah waktu bergulir sangat cepat diantara semua kegembiraan ini. Tapi pastinya wisata lebaran kali ini benar-benar membuat pikiran dan kerja otak jadi lebih fresh lagi, apalagi ada konco wingking- istri - tercinta di samping kemudi.

Berarung jeram di Serayu
SETELAH bermalam di Temanggung, di malam terakhir kami melanjutkan kunjungan ke Kalibening, Banjarnegara, Jawa Tengah. Di kota kecil dekat Dieng ini, kami rnengunjungi rumah Mbah Buyut dari ibu saya. Sebelum menyambangi Kalibening, kami semua berwisata arung jeram di sungai Serayu Banjarnegara,

Serayu Adventure, merupakan salah satu pilihan kami mengisi hari kala lebaran. Dengan trek sepanjang 14 km menyusuri sungai Serayu. memberikan nuansa tersendiri untuk kami. Selain memacu adrenalin, kita juga di suguhi pemandangan alam yang mambuaikan. Keramahan alam menjadi obat atas stres dan kepenatan yang kita dapatkan di Jakarta. Meski pesta harus usai, namun semuanya tetap terekam jelas di ingatan, guna penyemangat saya menaklukan rutinitas yang tiada hentinya.

TESTER
Nama: R. Aditya Oka
Jumlah awak: 6 orang
Rute perjalanan: Jakarta-Temanggung PP, Kalibening-Jakarta PP

SPESIFIKASI
Mesin: 2.000 cc4silinder,136dk
0-100 km/ jam: 13,05 detik
Transmisi: manual 5-percepatan
Harga: Rp 195,8 juta

DATA PENGETESAN
Jarak tempuh: 1.109 km
Total bbm terpakai: 100 liter
Konsumsi bbm: 10 km/liter
Biaya operasional: Rp 495/km

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Toyota Kijang Innova 2.5 E: Bedol Desa

BERBEDA dengan tahun-tahun sebelumnya, ritual mudik saya tahun ini tidak hanya berhenti sampai Ciamis. Bertambah dengan rencana mengunjungi nenek mertua di Purworejo, yang dilanjutkan sedikit berekreasi ke Yogyakarta. Lebih spesial karena tahun ini kami tidak sendirian karena mengajak keluarga sepupu untuk ikut serta. Kehadiran anggota keluarga lima dewasa dan tiga anak kecil, mau tidak mau membuat saya membutuhkan MPV berkapasitas angkut 8-seater. Dan, pilihan pun jatuh pada Toyota Kijang Innova diesel.

Bepergian dengan 'umat' sebanyak ini jelas butuh trik tersendiri. Terlebih kehadiran tiga anak kecil yang membutuhkan barang bawaan ekstra. Belurn lagi sejumlah oleh-oleh untuk sanak saudara. Untunglah, kelegaan kabin Innova tak perlu diragukan. Bahkan, kehadiran jok baris ketiga bisa dilipat menyamping memberikan keuntungan tersendiri. Delapan orang pun dapat duduk dengan nyaman. meski saya harus sedikit berkompromi perihal posisi duduk dua balita yang dipangku oleh ibunya masing-masing.

Adapun perjalanan sejauh 1.200 km lebih ini mengeksploitasi keunggulan maupun kelemahan mendasar Kijang Innova diesel. Saya tentu takkan mengeluhkan soal kenyamanan maupun kapasitas angkutnya yang patut diacungi jempol. Bertemu jalan jelek, cruising dalam kecepatan tinggi jelas bukan masalah untuknya. Posisi duduk pun sangat nyaman, bahkan saat saya mengemudi belasan jam non-stop dari Yogyakarta menuju Jakarta.

Akan tetapi, mobil ini sangat tidak lincah. Serasa mengemudikan kapal berukuran sedang. Belum lagi, daya 102 dk dan torsi 200 Nm yang terasa pas-pasan. Sering sekali saya mati langkah di belakang bis atau truk, utamanya saat bertemu tanjakan curam. Tetapi, perlu digaris bawahi bahwa Kijang Innova adalah mobil keluarga yang mengedepankan kenyamanan dan ketangguhan. Bukan untuk diajak kebut-kebutan sepanjang perjalanan.

Bedug Kyai Bagelen
KESEMPATAN mengunjungi Purworejo, jelas tidak saya sia-siakan untuk mengunjungi melihat bedug Kyai Bagelen yang konon merupakan yang terbesar di dunia. Setibanya di Mesjid Agung Purworejo yang terletak di alun-alun, awalnya saya sempat ragu Samasekali tidak ada papan petunjuk atau informasi apapun.Sadahal, ini bukan sembarang bedug. Kyai /Bagelen yang dibuat tahun 1834 ini memiliki panjang 292 cm dengan diameter depan 194

TESTER
Nama: Aditya P Siregar
Jumlah awak: 3 orang
Rute perjalanan: Jakarta - Ciamis - Purworejo - Yogjakarta PP

SPESIFIKASI
Mesin: 2.494cc4 silinder, 102 dk
0-100 km/jam: N/A
Transmisi: Manual 5-percepatan
Kebutuhan bbm: Solar (Rp 5.500 / liter)
Harga: Rp 195,5 juta

DATA PENGETESAN
Jarak tempuh: 1.228,2 km
Total bbm terpakai: 151.6 liter
Konsumsi bbm: 8,10 km/liter
Biaya operasional: Rp 679 per km

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

Toyota Fortuner 2.5 G: Ramai Lebih Seru

DARI pengalaman mudik dua tahun silam, banyak ruas jalan yang saya hadapi dalam perjalanan Jakarta - Yogyakarta. Menggunakan Honda Civic 2.0 dengan penumpang dan barang penuh, bodi bawah dan ban belakang sering terantuk. Tahun lalu, saya pun memilih Honda CR-V yang lebih tangguh. Tahun ini, saya kembali memilih SUV yang baru saja facelift, Toyota Fortuner 7-seater bermesin 2.500 cc diesel.

Selain muat banyak, kabinnya juga lega. Cocok untuk mengangkut 10 orang dengan komposisi 4 dewasa dan 6 anak-anak. Ya, anak-anak kan maunya kumpul. Awalnya berisik, tapi karena ada head unit pemutar DVD, jadi mereka bisa tenang nonton film.

Saya pun berkonvoi 2 mobil untuk berekreasi air panas di kawasan Ciater melalui Subang di hari kedua Lebaran. Bertolak dari rest area di tol Cikampek pukul 9 pagi, tapi baru tiba di Ciater pukul 5 sore. Macet parah sejak di tol dan 9 km sebelum Ciater karena volume kendaraan membuat perjalanan ini melelahkan.

Hal yang menyenangkan adalah sepanjang jalan di Subang, hamparan perkebunan teh yang hijau dari kaki gunung sampai puncaknya terlihat alami. Aroma desa juga masih kental. Sepulangnya, tak lupa kami mampir untuk memilih nanas buat oleh-oleh.

Terinspirasi dari Subang, pada perjalanan kedua, saya dan keluarga memilih mengeksplorasi kawasan Puncak, Jawa Barat. Mulai dari menjelajah kebun teh, menikmati suasana perkampungan di pedalaman dan kaki bukit, hingga berwisata tanaman hias di kawasan Cibodas. Dan melanjutkan perjalanan ke Bandung.

Di kawasan perkampungan dengan jalan rusak, Fortuner memang tangguh walau bantingan agak keras. Dengan kapasitas tangki bbm 65 liter, konsumsi bbm-nya juga cukup hemat. Tapi torsi mesinnya terasa kurang untuk menghadapi jalan menanjak. Jadi saya memilih untuk tidak agresif dalam mengemudi, begitu pula di jalan tol.

Wisata tanaman hias
KETIKA berkunjung ke Cibodas, kami mencari tahu seperti apa jika berwisata tanaman hias itu. Jadi kami pun berkunjung ke Taman Bunga Inkarla Nursery, Kawasan wisata di kaki gunung Gede itu menyediakan kolarn renang air hangat, beragam bunga di dalam rumah kaca. Seperti Geranium dengan berbagai warna, Selain itu ada budidaya strawberry, penjualan tanaman hias dan labirin (lorongsesat). Makanya selain ada penginapan, pengunjung juga bisa berwisata tanaman hias. Suasananya juga begitu tenang dan banyak area yang bisa dieksplorasi.

TESTER
Nama: Ary Damarjati
Jumlah awak: 10 orang
Rute perialanan: Jakarta-Subang PP, Jakarta-Puncak-Bandung PP

SPESIFIKASI
Mesin: 2.494 cc 4 silinder turbodiesel, 102 dk
0-100 km/jam: 17,93 detik
Transmisi: manual 5-percepatan
Kebutuhan bbm: Solar
Harga: Rp 304 juta

DATA PENGETESAN
Jarak tempuh: 1.109 km
Total bbm terpakai: 100 liter
Konsumsi bbm: 11.09 km/liter
Biaya operasional: Rp495/km

Sumber : AutoBild Indonesia

Baca Selengkapnya ...

23 Oktober 2008

Toyota Avanza 1.5 S A/T

Menginjak 4 tahun Toyota Avanza wara-wiri di tanah air, kali ini PT Toyota Astra Motor, ATPM Toyota merilis Avanza berwajah baru. Termasuk varian bermesin 1.500 cc dengan transmisi otomatik dengan harga Rp 153 juta (on the road, Jakarta) ini. Meski tergolong minor change, namun ada bebeapa hal penting yang ditambahkan pada Avanza versi teranyar ini. Apa saja?

FAKTOR KESELAMATAN
Avanza 1.5 S A/T baru ini memiliki fitur paling lengkap. Tentunya hal berbeda dengan varian lain sudah tampak pada eksteriornya. Bumper depan dengan gril dan air duct di bagian bawah bumper lebih besar, mencirikan tampang lebih besar dan mewah. Begitu juga dengan garnish fog lamp barunya, tampilannya jauh berubah dari versi lama.

Sementara di belakang terdapat garnish krom di bawah kaca jendela belakang. Begitu juga aksen di spion dengan lampu sein berdesain baru.

Memang ada kelengkapan lain yang ada di dalam interior. Setir dengan 4 spoke, member! kesan berbeda, seolah mengendarai mobil kelas di atasnya. Lantas, fasilitas lain yaitu sistem audio dengan headunit 2 DIN dengan 4 speaker dan 2 tweeter yang tertanam di pilar A, membuat alunan lagu terdengar lebih balk.

Namun, alunan lagu ini tak selalu terdengar jelas. Ketika tunggangan diajak melaju hingga kecepatan agak tinggi, suara audionya mesti sedikit bersaing dengan suara yang ikut terdengar ke dalam kabin. Meski tak terlalu bising, tampak-nya dengan menambahkan sedikit peredam suara, masalah ini bisa teratasi.

Tetapi, ada hal penting yang boleh diacungi jempol pada Avanza ini. Dengan mengusung harga sedikit di atas Rp 150 juta, memang sudah sepantasnya faktor keselamatan diutamakan.

Avanza 1.5 S A/T ini sudah dilengkapi peranti persneling dengan pola gate. Jelas pola ini mampu menyiasati kemungkinan terjadinya human error, yaitu salah masuk posisi pada tuas matik yang sangat potensial terjadi pada tuas dengan pola in-line (segaris) yang sanggup berpindah dengan satu garis lurus saja (meski sudah dilengkapi tombol shiner, tentunya).

Hal lain, yaitu penggunaan rem ABS. Peranti ini sudah terbukti memberikan kendali lebih baik saat pengereman mendadak yang dilakukan sambil bermanuver. Dengan ABS, roda tak mungkin terkunci, sehingga kemudi masih bisa dikendalikan dan arah tunggangan pun terkontrol. Tentu hal lebih baik lagi jika peranti keselamatan lain, seperti SRS Airbag dijadikan standar.

PESAING
Suzuki SX-4 M/T

Suzuki M15A, 4 silinder segaris, 1.490 cc, DOHC, 16 katup VVT.Rp 147,5 juta

Nissan Grand Livina XV M/T
Nissan HR15DE, 1.498 cc, 4 silinder segaris, DOHC, 16 katup CVTC, Rp 155 juta

Sumber : Tabloid Otomotif

Baca Selengkapnya ...

20 Oktober 2008

Toyota Innova 2.5V A/T : Beda Spesifikasi Berkat Transmisi

Berbicara penampilan, Toyota tidak melakukan pembedaan untuk varian Kijang Innova bermesin diesel maupun bensin. Tapi siapa yang menyangka bila Toyota malah melakukan perbedaan spesiflkasi di antara kedua pilihan transmisi manual dan otomatis pada Kijang Innova diesel.

Meski menggunakan teknologi common-rail, mesin diesel Kijang Innova masih mampu menenggak solar biasa tanpa mengalami masalah berarti. Varian peminum Solar ini sempat vakum beberapa saat, namun setelah dilakukan ubahan pada injektor dan filter bahan bakar, Kijang Innova diesel kembali ke habitat awalnya. Sehingga ia pun cocok digunakan di seluruh pelosok Tanah Air.

Facelift yang dilakukan Toyota terhadap Innova menjadi salah satu cara agar Kijang tetap berada di hati konsumen Indonesia. Ubahan pada bumper dan gril bernuansa krom, mampu membuat generasi terakhir Kijang ini tampil lebih elegan. Begitu pun dengan desain pelek dan lampu belakang baru yang disesuaikan dengan tema elegan.

Di interior, suasana elegan dibangkitkan oleh wood panel pada trim V, Selebihnya, Toyota melengkapi Kijang Innova V dengan fitur seperti MID (Multi Information Display), AC digital dengan climate control, serta dual airbag.

Mesin Kijang Innova diesel berkapasitas 2.494 cc 4 silinder dengan turbocharger ini mampu memuntahkan tenaga maksimum sebesar 102 dk pada 3.600 rpm. Tapi ketika mesin Toyota D-4D (Direct injection, 4-stroke, Common-rail Diesel) ini dipadu dengan transmisi otomatis 4-percepatan, Toyota melakukan ubahan pada torsi maksimum yang mampu dihasilkan.

Dengan melakukan ubahan pada program ECU, Innova Diesel bertransmisi otomatis mampu menghasilkan torsi maksimum sebesar 260 Nm antara 1.600-2.400 rpm. Ini berarti 60 Nm lebih besar dari versi Diesel bertranmisi manual.

Hal ini dimungkinkan berkat pengaturan ulang program ECU agar waktu dan jumlah bbm yang disemprotkan lebih banyak. Ubahan ini perlu dilakukan Toyota lantaran gear ratio yang lebih halus pada transmisi otomatis sehingga torsi mesin perlu ditingkatkan agar performa Innova tetap terjaga.

Hasilnya, Innova Diesel bertransmisi otomatis ini begitu agresif dan lincah. Akselerasi 0-100 km/jam, mampu dibukukan dalam waktu 16,7 detik. Pun dengan konsumsi bbm yang mencatat angka 9,5 km/1 untuk rute kombinasi. Sedangkan di jalan bebas hambatan, Kijang Innova mampu mencatat angka 14,0 km/1.

Sebuah hasil yang baik, mengingat Solar yang digunakan bukanlah yang berkualitas. Setidaknya Innova semakin mampu menunjukkan ciri sebagai Medium MPV andal untuk pasar Tanah Air.*

SEKILAS PANDANG
- Varian diesel termurah mulai dari harga Rp 185,05 juta
- Disediakan 3 pilihan warna baru: Grayish Brown, Light Blue, Blue Metallic

First opinion
Dengan harga di atas Rp 250 jutaan, Anda akan memperoleh trim termahal dari jajaran produk yang dimiliki Kijang Innova. tap! dengan kemampuan dapur pacu yang memiliki karakter torsi me-madai membuat Innova begitu mengasyikkan dikendarai. Apalagi tranmsisi otomatisnya merabuat Anda dapat melenggang dengan tenang di tengah kemacetan. Serta penggunaan solar biasa menjadi daya tarik tersendiri bagi Kijang Innova Diesel ini.

Rival
ISUZU PHANTER GRAND TOURING

Mesin: 2.500 cc 4 silinder turbodiesel, 80 dk
0-100 km/jam: 18,8 detik
Harga; Rp 213,25 juta

(+) Harga, tarikan agresif, irit bbm, perawatan murah
(-) Getaran mesin, minim fltur, kurang ergonomis, kualitas, model sudah saatnya diganti

Sumber : AutoBild

Baca Selengkapnya ...

Toyota Alphard 3.5 L: Mahkota Baru Alphard

Ketika membuat daftar MPV mewah yang ingin Anda beli, apakah Toyota Alphard termasuk di dalamnya? Sebagian besar konsumen mengidamkan Alphard sebagai transporter keluarga paling bergengsi di Tanah Air. Beberapa waktu lalu, meski banyak yang menganggap desain Alphard generasi pertama kurang menawan, tetap saja MPV ini laris manis.

Popularitas Alphard pun terus membahana sebagai sebuah simbol kemapanan, sampai-sampai PT Toyota Astra Motor (TAM) turut memasukkan Alphard terbaru Juni lalu. Ini berarti PT TAM bersaing dengan importir umum yang sejak 2003 telah menjual model terdahulu.

Sepintas, desain Alphard generasi kedua ini tidak jauh berbeda dengan model yang digantikannya. Tapi desain eksteriornya terlihat lebih modern berkat moncong lebih lancip dan garis atap lebih landai.

Namun kekuatan MPV asal Jepang ini ada pada interiornya. Dengan platform baru, kabinnya lebih tinggi 10 mm dan makin mewah ketimbang Alphard lama. Paduan warna abu-abu tua, ivory dan panel kayu dengan aksen krom, membuat kabin depan tampil semakin elegan.

Desain dasbor datar dan simetris tampak simpel dengan beragam tombol terpusat di bagian tengahnya. Apalagi tampilan panel instrumennya lebih menarik. Kepraktisannya juga baik dan tersedia banyak wadah penyimpanan.

Kedua jok depannya dilengkapi pengatur elektrik, sementara sepasang captain seat di belakang memiliki penyangga kepala samping dan kaki. Penumpang begitu dimanjakan ketika duduk di bangku ini. Baik bangku tengah maupun deret belakang bisa digeser jika Anda membutuhkan ruang barang lebih besar. Tapi selain bisa digeser, bangku belakang yang terpisah 50:50 dengan 3 headrest itu juga bisa dilipat ke samping. Sayang proses pelipatannya cukup menyita tenaga Anda.

Soal fitur, MPV seharga Rp 1,1 miliar ini tentu menyediakannya berlimpah. Termasuk twin sunroof untuk kabin lebih segar atau lampu kabin di beberapa sudut Begitu pula kontrol traksi, sensor parkir, AFS, tombol Start/Stop dan monitor atap berikut Toyota Premium Sound dengan 8 speaker. Kedua pintu samping geser elektrik yang terbuka lebar juga memudahkan untuk akses keluar-masuk.

Meski ada pilihan mesin 2.400 cc 4 silinder, tapi hanya varian termewah bermesin 3.500 cc V6 dual VVT-i ini yang dijual PTTAM. Dipadu transmisi otomatis Super ECT 6-speed, perpindahan gigi saat melaju terasa halus. Namun begitu Anda menginjak pedal gas lebih dalam, transmisinya langsung merespons untuk menghasilkan akselerasi yang halus pula. Tenaga mesinnya cukup memadai untuk melajukan bodinya yang bongsor.

Suspensi yang empuk begitu menunjang kualitas kenyamanannya selain kabin yang hening. Beberapa gundukan kecil dan bergelombang mampu diredam sangat baik, sehingga guncangan di kabin terasa minim. Sisi sebaliknya, muncul gejala limbung ketika menikung tajam walau setirnya member! feedback cukup baik.

Dengan kualitas berkendara yang nyaman, terlebih jika Anda memilih untuk menjadi penumpang, Alphard punya banyak kekuatan untuk bersaing dengan rivalnya dibanding model sebelumnya. Sekaligus sangat layak dipertimbangkan.

SEKILAS PANDANG
- Tersedia 6 pilihan warna
- Telah dilengkapi AC Plasma-cluster

First opinion
JIKA menyangkut MPV nyaman, generasi kedua Alphard ini sangat menjanjikan. Walau posisi mengemudinya biasa saja, tapi Alphard memiliki banyak tawaran untuk memanjakan penumpang. Fitur berlimpah, kabin praktis dan lega, jok nyaman serta tenaga mesin yang memadai. Namun soal gengsi, tak ada yang menyangkal kemampuan Alphard.

Rival
VW CARAVELLE 2.5 TDI

Mesin: 2.469 cc 5 silinder, 172 dk
Konsumsi bbm tol/kombinasi: 10,1/7.8 km/l
Harga: Rp 989 juta

(+) Suspensi empuk, kualitas material, kabin lega dan hening, fitur berlimpah
(-) Hanya tersedia mesin diesel, tampilan eksterior biasa, limbung

Sumber : Autobild

Baca Selengkapnya ...

Toyota Vios: Teknologi Tinggi dari Toyota

Ketika keamanan dan kemudahan menjadi acuan Anda dalam memilih kendaraan, Toyota Vios menjadi salah satu pilihannya. Beragam fitur berteknoiogi tinggi serta kelengkapan safety disematkan pada sedan kompak Toyota ini.

Tidak sulit untuk menemukan bahwa Toyota Vios adalah sebuah sedan berteknologi tinggi. Lihat saja bentuk smart key yang dimilikinya, seketika Anda akan langsung berpikir tentang kecanggihan mobil ini.

Vios merupakan satu-satunya mobil di kelasnya yang dilengkapi Auto Leveling HID headlamp. Fitur canggih pada lampu utama yang menggunakan xenon ini mengatur arah sinar secara otomatis sesuai level posisi kendaraan. Dengan begitu sorotannya tak menyilaukan pengendara lain, sekaligus mampu menjaga jarak aman bagi pengemudi.

Anda tak perlu repot menekan tombol remote control untuk membuka atau mengunci pintu. Kecanggihan ini semakin terasa memudahkan saat Anda menjinjing banyak barang bawaan, atau jika sedang menggendong anak. Dengan smart key, Anda tidak perlu repot mencari kunci dan memasukkan anak kunci ke lubangnya untuk membuka pintu.

Berada di balik kemudi, Anda dapat langsung menghidupkan mobil dengan menekan tombol Start/Stop di sisi kiri kolom kemudi. Namun tentunya Anda perlu menginjak pedal rem terlebih dahulu pada varian A/T, atau menginjak kopling untuk M/T sebagai pengaman, sehingga memperkecil risiko kecelakaan akibat lonjakan mobil secara tiba-tiba. Prosedur ini dibuat Toyota untuk Vios demi mengedepankan unsur safety.

Faktor safety ini tetap diperhitungkan Toyota setelah mobil berjalan. Vios dilengkapi Steering Switch yaitu tombol pengatur audio di setir, sehingga pengemudi tak perlu melepas tangannya dari roda kemudi tapi tetap dapat mengontrol fungsi-fungsi audio.

Kecanggihan teknologi yang diusung Toyota Vios terus berlanjut hingga ke balik kap mesin. Teknologi pengaturan waktu bukaan klep masuk (VVT-i) dan intelligent drive by wire with ETCS-i (Electronic Throttle Control System with Intelligence) atau mekanisme bukaan katup gas tanpa kabel mekanis, membuat mesin Vios dapat bekerja begitu efisien.

Teknologi ini membuat rentang tenaga di putaran bawah dan atas dapat terbagi lebih merata. Hasilnya, tenaga mesin yang besar tak harus dibayar dengan konsumsi bbm yang boros. Tak heran bila Vios terkenal dengan slogan "Fuelsaver and Speed-maker".

Vios juga memiliki beberapa fitur keselamatan yang bersifat aktif. Artinya perangkat safety ini bekerja untuk mencegah kecelakaan. Fitur-fitur itu antara lain rem berteknologi Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake-force Distribution (EBD) dan Brake Assist (BA), yang mampu mengontrol arah kendaraan dan memperpendek jarak pengereman saat panic braking. Tak kalah pentingnya adalah fitur back sonar yang sangat memudahkan di kala parkir dan sekaligus mencegah benturan. Selain active safety feature, Toyota juga melengkapi sedan kompaknya ini dengan fitur keselamatan pasif
yang terasa manfaatnya saat kecelakaan tak bisa dihindari. Misalnya dua buah airbag untuk pengemudi dan penumpang depan, 5 buah seatbelt untuk seluruh isi mobil.

Pejalan kaki pun mendapat perhatian dari produsen asal Jepang ini. Desainer Toyota telah merancang bagian depan mobil agar mampu meminimalkan cedera jika mobil sampai menabrak pejalan kaki, yaitu dengan teknologi pedestrian safety. Hal ini antara lain terciri dari posisi nosel washer wiper kaca depan yang tak lagi menonjol di atas kap mesin.

Berbagai hal inilah yang membuat sedan kompak Toyota ini begitu diminati, apalagi Toyota juga menyediakan opsional Tire Pressure Monitor. Dengan aksesori keluaran Toyota Genuine Accesories (TGA) ini, tekanan angin ban dapat langsung dipantau oleh pengemudi melalui layar display di kabin sehingga keamanan berkendara kian meningkat.

Sumber : AutoBild

Baca Selengkapnya ...