Inovasi dan terobosan teknologi baru yang dikembangkan Toyota di masa depan semakin menakjubkan. Sukses mengembangkan kendaraan berteknologi hybrid seperti Toyota Prius yang ramah lingkungan, Toyota kembali berinovasi dengan bersiap-siap membangun stasiun pengisian tenaga listrik yang memanfaatkan sinar matahari.
Tak ubahnya SPBU yang menjual dan menawarkan beragam bahan bakar minyak kepada umum, SPBU ala Toyota ini juga sama seperti itu, namun khusus memberikan layanan pengisian listrik yang diperuntukkan bagi mobil-mobil berteknologi lebih hijau.
Mobil tersebut diantaranya adalah varian Toyota Prius PHV (plug-in hybrid vehicles) dan EV (electric vehicles). Mobil listrik yang bisa dicas melalui saklar listrik di rumah, toko, bengkel atau beragam tempat itu, kini memiliki alternatif lokasi baru untuk mengisi baterainya.
Tempat tersebut adalah stasiun pengisian listrik buatan Toyota, yang seluruh atap bangunannya ditutupi oleh lembaran sel surya. Lembaran atap berwarna biru cerah inilah yang bertugas menyerap sinar matahari, yang kemudian merubahnya menjadi tenaga listrik.Tenaga listrik yang telah terkumpul di SPBU listrik ini kemudian siap memberikan layanan pengisian kepada seluruh mobil-mobil yang bertenaga listrik. Tanpa perlu mengantungkan kepada minyak bumi pun, SPBU khusus yang dikembangkan oleh Toyota Industries Corp (TIC) ini tentu saja lebih revolusioner dan benar-benar total memanfaatkan tenaga alam yang tersedia secara percuma, seperti sinar matahari.
Rencananya dalam tahap awal akan dibangun 21 SPBU listrik yang tersebar dalam 11 lokasi. Setiap panel mampu menyuplai kebutuhan listrik sebesar 1,9 kW, yang baterainya mampu menyimpan daya hingga 8,4 kWh.
Jadi tak hanya teknologi mobil ramah lingkungan saja yang menjadi perhatian Toyota, untuk urusan stasiun pengisian listrik bagi umum pun, pabrikan otomotif terbesar di dunia ini juga sangat perhatian. Bahkan mampu menjadi pelopor yang memiliki keistimewaan tersendiri.
Sumber : Toyota Indonesia
28 Desember 2009
Toyota Pelopori Stasiun Listrik Tenaga Matahari
Labels: Irit, Teknologi Toyota
07 Desember 2009
Toyota Prius dan Yaris Menangkan EcoENERGY Award
Penghargaan untuk mobil-mobil produksi Toyota seperti tak pernah berhenti. Menjelang akhir 2009, mobil hybrid paling ramah lingkungan sedunia, yakni Toyota Prius kembali meraih penghargaan dari EcoENERGY Award Kanada yang kali ke-10.
Artinya sejak Prius dikenalkan pada 2001 lalu di Kanada, selama 10 tahun berturut-turut hingga sekarang selalu meraih predikat terbaik sebagai mobil paling irit BBM.
Untuk pemakaian bahan bakar kombinasi dalam kota dan jalan bebas hambatan, Prius cukup memerlukan 3,8 liter demi menempuh perjalanan sejauh 100 km. Dengan kondisi tersebut perliternya bisa menempuh jarak hingga 26,3 km.
Mobil hybrid generasi ketiga yang memiliki 1.000 hak paten ini pun kalau dibandingkan dengan mobil yang lain di kategori midsize, konsumsi BBM-nya lebih irit 61%. Atau dalam setahun dengan memakai Toyota Prius bisa menghemat BBM hingga 1.180 liter atau dengan kata lain mampu menekan emisi gas CO2 sebanyak 2,7 ton. Jumlah penghematan yang bisa dilakukan selama setahun itu mencapai USD 1.180.
Selain Prius, penghargaan serupa juga diberikan kepada Toyota Yaris. Hebatnya Yaris juga menerima gelar ini hingga kali keempat, sejak diluncurkan pada 2006 lalu.
Selama setahun bila memakai Yaris, pengemudinya bisa menghemat pengeluaran berkisar USD 700. Sebanding dengan menghindari kehadiran gas CO2 sebesar 1,6 ton dalam setahun.
Natural Resources Canada’s Office of Energy Efficiency atau badan yang berwenang memberikan penghargaan EcoENERGY Award di Kanada dalam rilis resminya mengumumkan, kedua mobil Toyota yang mewakili kelasnya masing-masing ini, dari tahun ke tahun selalu tampil dominan sebagai kendaraan paling irit dalam hal konsumsi bahan bakar.
Prius yang dimasukkan pada golongan Midsize tampil sebagai pemenang dengan menyisihkan sebanyak 108 model, sementara Yaris yang masuk kategori Subcompact berhasil menggeser 123 model dari merek yang lain.
Jadi bagi pemakai Toyota Prius dan Yaris di Indonesia, patut berbangga bahwa mobil pilihannya kembali meraih penghargaan internasional.
Sumber : Toyota Indonesia
Labels: Irit
06 Agustus 2009
Prius Paling Ekonomis
Toyota Ford Mondeo 1.8 TDCI ECOnetic Volkswagen Passat 2.0 TDI BlueMotion BMW 318d Efficient Dynamics Honda Insight 1.3 IMA SE Power (bhp) 134bhp 125hp 110PS 143hp 102hp CO2 (g/km) 89 139 128 123 101 OTR price £18,370 £20,295 £18,095 £25,530 £15,490 3yr VED 0 £340 £300 £300 £45 BIK (%) 10 18 18 18 10 3 yr BIK liability £2,198 £4,346 £3,871 £5,477 £1,850 3 yr total fuel cost £2,212 £3,189 £2,951 £2,828 £2,495 3 yr total cost £4,410 £7,535 £6,822 £8,305 £4,345 Cost position vs Toyota Prius - +£3,125 +£2,412 +£3,895 -£65New Toyota Prius, tidak saja paling hijau tapi juga ekonomis. Teknologi Hybrid Synergy Drive pada new Toyota Prius berhasil memangkas emisi gas rumah kaca CO2 ke level yang sangat rendah. Di sisi lain, biaya operasional Prius baru ini juga berhasil ditekan, bahkan dibandingkan dengan Honda Insight.
Penyempurnaan Hybrid Synergy Drive membuatnya lebih kompak dan lebih ringan yang berkontribusi mengurangi konsumsi bahan bakar hingga 10% dibandingkan Prius generasi kedua. Ini berarti jarak tempuh lebih jauh untuk setiap liter bensin. Jika tangki bahan bakar di isi penuh -45 liter- maka jarak tempuhnya kini mencapai 1142,4 km. Ini artinya jarak Jakarta hingga Banyuwangi di ujung timur Jawa bisa ditempuh hanya dengan satu kali mengisi bahan bakar. Dengan efisiensi 3,9 liter/100 km menjadikan Prius generasi ketiga ini menjadi mobil bensin paling irit di dunia.
Keunggulan Prius yang tidak dimiliki mobil hybrid lain EV mode (mobil bergerak hanya dengan motor listrik, mesin bensin off). Misalnya saat merambat di padatnya lalu lintas kota. Kemampuan ini beroperasi dalam EV mode untuk jarak tertentu ini membuat konsumsi bensin bisa dikurangi. Dan pada EV Mode, emisi CO2 sama sekali tidak ada.
Toyota Inggris melakukan perhitungan biaya operasional Prius berdasarkan bahan bakar dan pajak-pajak yang harus dibayar. Berdasarkan regulasi pajak di negara itu, pemilik Prius berhak menikmati sejumlah keistimewaan. Misalnya, rendahnya emisi CO2 yang dihasilkan Prius, pemilik Prius bisa bebas congestion charge saat melaju di pusat kota London. Ditambah bebas tagihan annual road tax (VED). Itu semua karena emisi CO2 hanya 89g/km. Bagi perusahaan atau pengguna fleet, keuntungan dari sisi pajak masih lebih banyak lagi. Seperti pajak BIK (Benefit-in-Kind) paling rendah, hanya 10%.
Tabel yang dibuat Toyota Inggris di bawah ini memperlihatkan perbandingan Prius dengan kompetitor terdekatnya, termasuk dengan Honda Insight. Tabel ini membandingkan perkiraan penghematan biaya dalam periode tiga tahun. Bahkan mesin diesel dengan teknologi paling canggih sekalipun masih lebih mahal biaya operasionalnya dibandingkan Prius dari sisi pajak dan bahan bakar.
Sumber : Toyota Indonesia
Prius
1.8 T3
05 Juli 2009
Ranking Irit Mobil Hibrida di Dunia
Hampir seluruh produsen mobil dunia membuat mobil hibrida. Ada yang masih konsep, dan tentu saja beberapa merek sudah memproduksi dan memasarkannya secara massal.
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh situs hybridcars.com, ternyata Toyota Prius menduduki peringkat paling atas.
Karena itu, wajar saja, yang paling banyak laku, ya... Prius. Sampai saat ini, 1,7 juta unit Prius terjual di seluruh dunia. Paling banyak terjual di Amerika Serikat. Di Amerika Serikat, Prius menjadi ikon mobil hibrida, bahkan menjadi nama generik mobil hibrida.
)* Harga di Amerika Serikat.
Sejak debut generasi kedua Toyota Prius pada 2003, mobil hibrida ini terus naik pamor dari “niche product” menjadi “best seling” nomor tiga dari seluruh produk Toyota yang dijual di Amerika Serikat. Performa Prius belum bisa disamai mobil hibrida lain. Dengan kemampuan tersebut, tingkat kepuasan pemakai Prius terhadap mobil ini konsisten 98 persen.
Prius generasi ketiga dimensinya lebih besar. Bodi lebih panjang 100 mm dan 25 mm lebih lebar. Mesin lebih besar dan juga bertenaga. Semula menggunakan mesin 1,5 liter, kini 1,8 liter. Tenaga mesin naik dari 110 PS menjadi 136 PS.
Kendati demikian, sampai saat ini hanya Toyota Prius yang bisa menghasilkan konsumsi bahan bakar 21,5 km/liter!
Sumber : Kompas
23 Maret 2009
Bikin Irit Kijang Innova Diesel ala Ardianto
Ketika Anto berhasil memenangi lomba irit di kelas diesel dengan jarak tempuh terjauh 14,702 km per liter, dalam acara touring sesama anggota Innova Community (IC), akhir Februari lalu, hal itu membuat penasaran Kompas.com. Seperti apa sih, mobil dan cara menyetirnya?
Tambah Intercooler
Begitu melihat tampilan Kijang Innova milik pria bernama asli Ardianto ini, kami setengah tidak percaya kalau MPV itu bisa irit. Bayangkan, diproduksi 2005, ya sedikit tua dan bertransmisi otomatis pula. Kemudian, keempat roda memakai ukuran 235/70-R16 dan kembang ban bercorak untuk medan garuk tanah alias off-road. Saat melongok ke belakang, ujung knalpotnya sebesar betis pria dewasa.
"Pada bodi ada peredam sebanyak 30 lembar. Sama saja dengan membawa dua orang dewasa. Belum lagi semprotan anti-karat," sebut pria berbadan sedikit subur itu membuka pembicaraan. Kemudian, ketika lomba, bujangan berusia 34 tahun ini masih ditemani dua orang, "Satu dewasa dan satunya lagi anak-anak, plus membawa barang-barang," katanya.
Semakin tidak percaya kalau Kijang Innova bisa mencapai 14,702 km/liter kala kap mesin dibuka. Sistem turbonya sudah sedikit mengalami perubahan. Di antaranya, adanya penambahan intercooler yang berfungsi untuk mendinginkan angin. "Jika sebelumnya yang masuk ke mesin udara panas, sekarang menjadi dingin," komentar wiraswata di bidang otomotif itu.
Ubahan lainnya, tampak pada sistem exhaust. Diameter pipa sedikit lebih besar dan tekukannya tidak patah sehingga pernapasan mesin lebih lancar. Dengan demikian, turbo bekerja pada putaran mesin lebih rendah. Manajemen mesin dikasih Unichip type Q.
Masih seputar turbo. Untuk mengurangi gejala turbo lag, Anto menambah peranti Acceler Air Induction (AAI) bikinan dalam negeri, dan memang, kala Kompas.com menjajal Innova, akselerasi begitu responsif. Lalu, perpindahan tiap gigi berlangsung halus tanpa ada jeda.
Dari polesan itu, tenaga mesin D4D terdongkrak dari 102 pk menjadi 138 pk. Begitu juga torsi, meningkat dari 215 Nm menjadi 253 Nm.
Dengan perubahan demikian, secara logika, konsumsi bahan bakarnya pasti lebih boros. Nyatanya, Anto berhasil memenangi lomba dengan 1 liter bensin bisa menempuh jarak 14,702 km. "Saya juga kaget, kok hasilnya bisa segitu," ujar Anto.
Eco Drive
Kunci kesuksesan Anto katanya karena, selama menempuh rute dari Jakarta menuju Ciwideuy, Jawa Barat, menerapkan gaya mengemudi Eco Drive. "Kita harus tahu karakter mesin. Kemudian selama perjalanan menjaga torsi maksimal setiap gigi," katanya.
Bukan itu saja. Dalam melakukan akselerasi harus mengikuti irama mesin. Artinya, tanpa harus dihentak, apalagi Kijang Innova ini sudah dilengkapi teknologi drive by wire, bila pedal gas dibejek, justru boros.
Kemudian, saat melintasi jalan tanjakan cukup panjang di tol Cipularang, Anto memindahkan posisi transmisi dari D ke angka 3 (persneling 3). Dan itu hanya dilakukan sekali.
Cara pengereman jangan mendadak karena energi terbuang percuma. Kemudian, kala berhenti lebih dari satu menit, sebaiknya tongkat transmisi dipindahkan ke netral. Jika tetap dipanteng di D, selain suhu ATF panas, juga energi terbuang sia-sia.
Seandainya Kijang Innova itu menggunakan ban sesuai ukuran standarnya yang R15, keiritannya mungkin bisa melewati keiritan bensin yang 1 liter menempuh 15 km lebih.
Sumber : Kompas
Labels: Irit, Kijang Innova
31 Januari 2009
Toyota iQ jelajahi 800km dengan satu tangki BBM
Toyota iQ mendapat sambutan positif dari konsumen Eropa. Terobosan teknologi Toyota berhasil menghadirkan mobil yang dimensinya ultra mini, tapi bisa memberikan akomodasi untuk tiga orang dewasa dan satu anak-anak dengan kenyamanan terbaik.
Bukan itu saja, keselamatan penggunanya juga di jaga dengan aneka teknologi terbaik yang ada saat ini. Kelengkapan fitur safety pasif maupun aktif berderet panjang. Toyota iQ termasuk yang pertama di dunia yang dilengkapi dengan kantong udar jendela belakang untuk memberi perlindungan lebih jika mengalami benturan dari belakang.
Bukan itu saja, keselamatan penggunanya juga di jaga dengan aneka teknologi terbaik yang ada saat ini. Kelengkapan fitur safety pasif maupun aktif berderet panjang. Toyota iQ termasuk yang pertama di dunia yang dilengkapi dengan kantong udar jendela belakang untuk memberi perlindungan lebih jika mengalami benturan dari belakang.
Dengan emisi CO2 hanya 99g/km, penggunanya bebas pajak jalan (road tax), dan menurut situs Government's ActonCO2, saat ini Toyota iQ jadi satu-satunya mobil bensin yang bebas pajak ini.
Tapi konsumen Eropa masih memberi tantangan. Bagaimana efisiensi bahan bakarnya? Sejauh mana bertahan dengan satu tangki bahan bakar? Tantangan ini di jawab Toyota Inggris dengan melakukan tes real-world. Melintasi kota-kota di Ingris dengan menghormati segala aturan yang berlaku. Bukan dilakukan di jalan tol yang datar, kecepatan konstan, tanpa AC, tanpa kelengkapan elektrik yang biasa dilakukan pemiliki merk untuk menunjukkan betapa irit mobilnya..
| Tangki bahan bakar Toyota iQ bisa menampung 8.5gallon (32.2liter). Rutenya melintasi 18 kota, termasuk melewati tengah kota dengan tipe lalulintas stop-and-go, lampu merah dan lainnya. Toyota iQ juga melewati jalan tol yang menuntut mobil melaju dengan kecepatan tinggi. Sehingga Toyota iQ tidak bisa memanfaatkan keuntungan bergerak dengan kecepatan rendah yang lebih irit bahan bakar. Penguji juga menyalakan lampu depan untuk safety dan peralatan elektronik lainnya seperti satelit navigasi untuk menemukan lokasi tertentu. |
Hasilnya, Toyota iQ menempuh 504.2 mil (806.72km) dengan satu tangki bahan bakar, Lebih jauh dari perkiraan semula, 460mil (736km). Berarti rata-rata konsumsinya 59.42mpg (sekitar 1liter untuk 25.26km). Padahal otoritas transportasi Inggris menetapkan efisieni Toyota iQ adalah 66.7 mpg imperial (1:23.6 liter/km). Dengan teknologi stop-start (mesin otomatis mati saat idle, dan langsung hidup saat pedal gas ditekan), tingkat efisiensinya pasti lebih baik lagi.
Sumber : Toyota Indonesia
Baca Selengkapnya ...13 Januari 2009
Generasi Ketiga Toyota Prius
Setelah bocornya foto-foto prius generasi ketiga, akhirnya Toyota Prius diperkenalkan untuk umum di ajang Detroit Auto Show 2009. Yang mengejutkan adalah hasil EPA Rating prius terbaru ini terhadap konsumsi bahan bakar rata-ratanya adalah 50 Mpg (Miles per Gallon) sehingga menjadikan Toyota prius generasi ketiga ini menjadi salah satu mobil teririt di dunia, bahkan lebih irit dari generasi sebelumnya.
Ternyata perubahan kenaikan kapasitas mesin prius baru ini dari 1.500cc menjadi 1.800cc, tidak lantas membuatnya makin boros. Tetapi justru membuat perbandingan bobot kendaraan dan tenaga yang dihasilkan mesin menjadi semakin sempurna. Terlihat sekarang dengan total tenaga yang dapat di hasilkan new prius ini adalah maksimal 134 hp. Lebih baik dari generasi sebelumnya yang hanya mempunyai daya maksimal 110hp.
Penggunakan electric water pump dan exhaust gas recirculation (EGR) yang baru ikut membantu membuat irit prius, belum lagi di mesin prius terbaru ini adalah mesin pertama Toyota yang tidak menggunakan belt apapun baik itu timing belt, fan belt dan lainnya sehingga lebih memudahkan untuk maintenancenya.
Kelebihan lain dari Prius generasi ketiga ini adalah mempunyai design bodi yang sangat aerodinamis, sehingga sanggup mendapatkan nilai 0.25 untuk koefisien dragnya (CD) lebih rendah di banding pendahulunya yang mendapatkan nilai 0.26 . Atap belakang prius juga di geser 4 inchi kebelakang sehingga menambah ruang kepala untuk penumpang belakang.
Lampu depan menggunakan teknologi LED juga ikut menghiasi prius dan yang paling menarik adalah tambahan solar roof. Solar roof ini sangat membantu sekali mengendalikan sirkulasi udara elektronik, jadi ketika mobil berada dibawah teriknya matahari maka panel tenaga surya akan menyalakan sistem sirkulasi udara di prius sehingga akan membantu menurunkan suhu kabin prius dan mengurangi beban pendingin udara (Air Conditioning).
Dalam hal akselerasi Toyota prius terbaru ini tidak bisa di pandang sebelah mata, 0-100km/jam dapat di tempuhnya dalam 9.8 detik. Sedangkan perlengkapan keamanannya pun termasuk lengkap air bag depan, belakang, samping, dan air bag lutut untuk pengendara juga tersedia. Anti-lock Brake System (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD), Brake Assist (BA), electronic traction control (TRAC) and Vehicle Stability Control (VSC) juga menjadi perlengkapan standar Toyota Prius.
Untuk masalah harga, pihak Toyota belum mengumumkan berapa harga prius terbaru ini.
Spesifikasi Toyota New Prius :
Mesin: 1.8-liter 4-silinder VVT-i
Tenaga maksimum: 98 hp @ 5.200 rpm
Torsi maksimum: 142 Nmt @ 4.000 rpm
Motor elektrik: Permanent magnet synchronous motor
Tenaga motor elektrik: 80 hp/207Nm
Tenaga sistem hybrid: hp
Rating emisi: SULEV (dengan AT-PZEV)
Transmisi: Electronically controlled continuously variable (CVT)
Gerak roda: Depan
Hybrid battery pack: Nickel-metal hydride
Konsumsi BBM: 21 km/liter (kombinasi)
DIMENSI
Panjang: 4.460 mm
Lebar: 1.744 mm
Tinggi: 1.490 mm
Sumbu roda: 2.700 mm
Ground clearance: 140 mm
Coefficient of Drag: 0.25
Velg: Aluminium 15-inci, 17 inci (opsional)
Ukuran ban: 195/65R15, 215/45R17 (opsional)
Kapasitas bangku: 5 penumpang
©Rini

















01 Januari 2009
Kosumsi BBM Toyota Vios G
Transmisi Super ECT pun mampu bekerja dengan baik dan halus di jalan menanjak dan menurun. Sayang, posisi mengemudi Vios bukan yang terbaik di kelasnya. Selain itu ada yang butuh penyesuaian saat mengemudikan Vios. Yaitu teknologi pedal gas elektronik alias drive-by wire. Teknologi ini memang efektif membuat mesin bekerja sesuai kebutuhan, namun terasa ada jeda antara pedal dan reaksi mesin.Tagline Fuelsaver & Speedmaker memang pantas disandang oleh Toyota Vios. Small Sedan ini mampu tampil sesuai ekspektasi dalam Big Test Liga Irit 3. Baik ketika menempuh rute dalam kota, jalan tol, maupun tes performa.
Jika melihat angka di tabel, angka 8,61 km/liter untuk konsumsi bbm dalam kota tidaklah fenomenal. Tapi coba cermati lagi fakta-fakta berikut ini. Unit tes Vios kami bertransmisi otomatis, kondisi yang kurang menguntungkan untuk lalu lintas dalam kota yang berkarakter stop and go.
Dua kontestan lain yang mencatatkan hasil lebih baik menggunakan transmisi manual yang minim slip kopling. Bahkan hasil yang dicatat Vios lebih baik dari Yaris yang punya mesin sama dengan transmisi manual dan berbobot lebih ringan.
Selama pengetesan juga kondisi lalu lintas dalam kota Jakarta sangat padat akibat hujan lebat yang mengguyur. Etape pertama dari kantor kami menuju SCBD ditempuh dalam 2,5 jam, sementara etape kedua dari SCBD-Pantai Indah Kapuk-Kebon Jeruk memakan waktu sampai 4,5 jam. Ini berarti total mesin bekerja selama 7 jam.
Di jalan tol, Vios kembali unjuk gigi dengan kembali mencatat hasil 18,42 km/liter. Setelah menggabungkan kedua hasil pengetesan ini, kami dapatkan hasil konsumsi bbm kombinasi untuk Vios adalah 13,52 km/liter dengan kecepatan rata-rata 50,6 km/jam. Sesuai dengan moto Fuelsaver.
Predikat Speedmaker juga tepat bagi Vios. Dengan transmisi otomatis pun, tenaga 109 dk dari mesin VVT-i 1.500 cc yang digunakannya masih bisa dimaksimalkan. Akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan dalam 12,28 detik. Dan tenaganya pun masih terasa sampai putaran tinggi.
Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 75,0 x 84,7 mm
Tenaga maksimum : 108 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 142,1 Nm/4.200 rpm
Transmisi : Otomatis 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.050 kg
Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 8,61 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,42 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,52 km/l
0-100 km/jam : 12,28 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 44,09 m
Penulis/Foto: Tim Auto Bild
29 November 2008
All New Corolla Altis Lebih Irit
Toyota Corolla Altis kembali unjuk prestasi di ajang test adu irit yang di adakan cars.com di amerika. Peserta lomba kali ini terbatas hanya 4 mobil yang di anggap sama kelasnya yaitu Honda Civic, Pontiac G5, Toyota Corolla dan Ford Focus. Perjalanan yang di tempuh adalah 300 mil atau sekitar 480 km.
Adapun pemenangnya adalah Toyota Corolla Altis dengan rata-rata 36,4 mpg, kedua di duduki oleh Honda Civic dengan rata-rata 34,6 mpg, lalu Pontiac G5 dengan rata-rata 33,1 mpg dan Ford Focus rata-rata 31.0 mpg
Sumber : Cars.com
Labels: Corolla Altis, Irit
08 November 2008
Penghemat BBM Paling Bagus
Semua orang ingin berkendara secara efisien terutama sejak naiknya harga BBM premium jadi Rp 6.000,- Banyak orang yang bahkan rela merogoh koceknya dalam-dalam untuk membeli alat-alat yang harganya bisa sampai jutaan. Tapi ternyata anda juga dapat berhemat BBM dengan gratis. Modalnya adalah penguasaan diri alias Eco Driving.
Prilaku eco-driving / mengemudi ekonomis dan hemat bahan bakar harus menjadi pedoman serta acuan kita semua, karena menghasilkan dampak:
1. Menghemat biaya perawatan kendaraan
2. Hemat bahan bakar
3. Lebih berwawasan lingkungan
4. Nyaman bagi penumpang
5. Mengurangi stress pengemudi
Ketentuan utama mengemudi ekonomis / eco-driving adalah sebagai berikut:
* Pindahkan Transmisi ke Posisi yang Lebih Tinggi Secepat Mungkin (jangan sampai kehilangan momentum)
Perpindahan transmisi dilakukan secepat mungkin saat rpm diantara 2800-3500 rpm.
* Sedapat Mungkin Pertahankan Kecepatan pada Putaran Ekonomis (3000 rpm).
Kebanyakan tenaga mesin hanya terpakai untuk akselerasi atau kecepatan tinggi, apabila pengemudi berusaha untuk mempertahankan kecepatan dan putaran ekonomis, maka energi yang terbuang dan boros bahan bakar dapat dikurangi.
Biasanya rpm mesin yg ekonomis berada diantara 2500-3500 rpm.
* Hindari pengereman dan akselerasi yang tidak perlu.
Pengereman yang tak perlu memboroskan energi, hindari akselerasi yang ekstrim, kecuali keadaan terpaksa, antisipasi kondisi lalu lintas dan tidak mengikuti mobil lain terlalu dekat dapat menghemat bahan bakar 5 - 10%.
* Memperlambat dengan Lembut.
Ketika memperlambat atau menghentikan kendaraan, maka lakukanlah perlambatan dengan lembut dan persneling tetap dalam keadaan masuk pada posisi tertinggi. Jangan turunkan persneling ke gigi yang lebih rendah cepat-cepat, kecuali dalam keadaan urgent yang memerlukan engine-break.
Antisipasi Arus Lalu Lintas
Antisipasi tersebut mencakup:
1. Lalu lintas di depan kendaraan kita.
2. Lalu lintas arah berlawanan.
3. Lalu lintas di persimpangan.
4. Mendahului dan mundur
Untuk itu pengemudi harus:
1. Memandang kedepan sejauh mungkin.
2. Konsentrasi.
3. Mengerem dengan cermat.
4. Hati-hati dengan kendaraan di depan.
5. Jaga jarak.
6. Berusaha sebisanya mempertahankan kecepatan ekonomis.
7. Beradaptasi dengan perubahan situasi.
8. Mengetahui rute perjalanan, dan
9. Memperhatikan kerusakan jalan dan kemungkinan kesalahan pengemudi lain.
Mengemudi di Tanjakan dan Turunan
Pada jalan mendaki diperlukan tenaga mesin yang lebih besar dibandingkan dengan jalan datar.
Tergantung dari sudut tanjakan yang akan ditempuh, usahakan cara berikut ini:
1. Sesuaikan putaran mesin.
2. Teknik perpindahan transmisi yang tepat dan cermat.
3. Manfaatkan kecepatan kendaraan untuk menempuh tanjakan berikutnya.
Matikan Mesin bila Memungkinkan
Matikan mesin waktu perhentian singkat; pada lintasan jalan kereta api, lampu lalu lintas atau sedang menunggu sesuatu yang berhentinya diperkirakan lebih dari 60 detik. Saat matikan mesin pastikan rpm dalam kondisi idle dan ketika menghidupkan mesin kembali jangan tekan pedal gas.
Mengemudi dengan banyak belokan
Kurangi kecepatan saat mendekati belokan sampai mencapai kecepatan yang sesuai, bila perlu pengurangan kecepatan dilakukan dengan tenaga mesin atau sebisanya tanpa pengereman dan tidak menurunkan transmisi pada posisi yang lebih rendah.
Bila sering melakukan akselerasi dan pengereman mendadak dan putaran mesin tinggi, tidak saja meningkatkan konsumsi bahan bakar dan keausan rem, juga menyebabkan kondisi kurang baik pada pengemudi.
Muatan/Beban
Muatan/beban adalah faktor yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar yang utama. Penambahan beban 100 kg pada kendaraan ukuran sedang (1500 kg) akan menaikkan konsumsi bahan bakar sekitar 6 - 7 %. Kurangi beban tambahan yang tidak perlu pada kendaraan.
Aerodinamis
Faktor lain yang mempengaruhi pemakaian bahan bakar adalah aerodinamis.
Makin cepat laju kendaraan semakin besar hambatan udara yang ditimbulkan, misalnya pada kecepatan 120 km/jam dapat meningkatkan sedikitnya 20 % pemakaian bahan bakar.
Tekanan Ban
Memeriksa tekanan ban adalah penting agar hambatan gesek ban dapat dikurangi.
Tekanan yang tidak sesuai misalnya kurang 25 % dari spesifikasi dapat meningkatkan tahanan gesek sampai 10 % serta memboroskan bahan bakar 2 %. Terlalu rendah tekanan ban juga mempunyai akibat kurang baik pada jarak pengereman. Untuk memastikan tekanan ban, periksa sedikitnya sekali sebulan.
Servis Berkala
Servis berkala adalah faktor yang sangat penting untuk menghemat bahan bakar, membersihkan saringan udara serta melaksanakan item pekerjaan servis rutin lainnya dengan benar dan diakhiri dengan uji emisi akan dapat membantu Anda untuk menghemat bahan bakar, oleh karena itu lakukan pekerjaan servis berkala kendaraan Anda pada bengkel yang Anda percayai.
Bagian kendaraan yang membuat boros
AC >> gunakan AC saat diperlukan dan matikan AC dengan perkiraan 5 menit sebelum sampai tujuan. Gunakan AC dengan cermat, karena AC adalah beban tambahan mesin.
Air Filter >> Usahakan untuk menjaga filter udara dalam kondisi bersih (bersihkan tiap 2000 km). Ganti filter udara bila sudah kotor (max 10.000 km sekali), filter udara yg kotor membuat boros BBM 3 %.
Oli >> Gunakan oli sesuai standard pabrikan 5w30 atau lebih encer, oli full synhtetic lebih baik. Oli yg encer lebih mudah menguap/berkurang tetapi dapat menghemat BBM sampai 3 %.
Sumber : Detik
Labels: Irit, Tips For You
25 Oktober 2008
Toyota Prius Model 2009 Mobil Paling Irit
Toyota Prius model 2009 dinobatkan sebagai mobil paling hemat bahan bakar oleh Environment Protection Agency (EPA) Amerika Serikat. Prius mengonsumsi sekira 21,3 km/liter di perkotaan.
Seperti diberitakan situs Edmunds, konsumsi bahan bakar di jalan bebas hambatan sekitar 20 km/liter. Mobil hybrid seperti Prius memang lebih hemat di jalan perkotaan. Ini dikarenakan, dalam kecepatan rendah (di bawah 30 km/jam), mobil digerakkan dengan motor listrik bukan mesin bakar konvensional.
Selain itu mobil model 2009 Lamborghini Murcielago merupakan mobil paling boros dengan konsumsi 3,5 km/liter di kota dan 6,2 km/liter di jalan bebas hambatan.
Mobil-mobil hybrid dan pendatang baru Mercdes Smart ForTwo mendomonasi perolehan rating tertinggi mobil paling irit. Berikut 5 mobil paling irit yang dipasarkan di Amerika Serikat: (konsumsi bahan bakar kota/jalan bebas hambatan dalam km/liter)
1. Toyota Prius (21,5/19)
2. Honda Civic hybrid (17,7/19)
3. Nissan Altima hybrid (15,5/14,6)
4. Ford Escape, Mercury Mariner, dan Mazda Tribute hybrid (15,1/13,7)
5. SmartForTwo (13,7/18,2)
Pengujian ini dilakukan tak lepas dari program pemerintah yang akan memberikan potongan pajak bagi pembelian mobil-mobil hybrid dan diesel sebesar USD3.400 dan bahan bakar alternatif seperti gas sebesar USD4.000 (USD1 = Rp10.000). Saat ini mobil penumpang yang sudah menggunakan bahan bakar compressed natural gas (CNG) adalah Honda Civic. Mobil ini membutuhkan dana sebesar USD1.366 setiap tahun untuk bahan bakar dengan asumsi penggunaan sejauh 30.000 km.
EPA menandaskan hasil ini akan dijadikan patokan untuk konsumen yang akan membeli mobil keluaran terbaru. EPA merupakan lembaga milik pemerintah AS yang salah satu tugasnya mengadakan pengujian konsumsi bahan bakar terhadap mobil-mobil baru yang akan dipasarkan di AS.
Sumber : OkeZone
Labels: Irit, Prius, Toyota Hybrid
18 Oktober 2008
Seberapa jauh dengan 100 dolar?
Bagaimana dengan Yaris? Yaris ternyata menduduki peringkat ketiga sebagai mobil teririt dengan jarak tempuh 1.642 km dan mengalahkan honda jazz yang sekelas dengannya. Honda jazz sendiri berhasil meraih jarak 1.589 km. Corolla Altis 2009 juga termaksud mobil irit dan berhasil menang dari Honda Civic dengan meraih jarak tempuh 1.589 km sedangkan Honda Civic dengan jarak 1.536 km. Silahkan mencoba sendiri dengan mobil idaman anda .... ^^v
Hmmm 100 dolar? Memang unik pembuat web site How Far for $100. Di site tersebut kita dapat membandingkan jarak tempuh dari berbagai macam jenis dan merk mobil dari berbagai type, tipe jalan yaitu jalan tol, dalam kota dan kombinasi, transmisi manual atau matic. Toyota Prius ternyata menduduki peringkat nomor satu dengan jarak tempuh 2.436 km dari berbagai tipe kombinasi. Sedangkan peringkat kedua di toyota Camry hybrid dengan jarak tempuh 1.800 km.
Labels: Corolla Altis, Irit, Prius, Toyota Hybrid, Yaris
14 Oktober 2008
Toyota Yaris dan Toyota Aygo Paling Irit
Toyota Yaris kembali menjadi pemenang mobil yang paling Irit dalam lomba ALD Fleet World MPG Marathon tahun 2008 yang berlangsung di Inggris pekan lalu. Kompetisi ini menggunakan rute melewati daratan Inggris dengan variasi jalanan dan kondisi lalu lintas yang berbeda.
Adapun Yaris yang menjadi pemenang dikendarai oleh Andrew Andersz dan Gary Luton, menggunakan mesin diesel D-4D berkapasitas 1.4 liter dan berhasil mencapai jarak tempuh 35.99 km untuk tiap liter bahan bakar yang dikonsumsinya (84.66 mpg). Untuk kategori mesin diesel ini terdapat 39 kendaraan dari berbagai merek yang ambil bagian dalam event yang menempuh jarak 400 mil atau sekitar 643,7 km. Di banding dengan data resmi konsumsi BBM Yaris kombinasi yang 62,8 mpg (26,7 km/liter) telah terjadi peningkatan sebesar 34,81%.
Sedangkan di kategori mobil bermesin bensin, Toyota Aygo di kendarai oleh James Sutherland dan Richard Hill yang menggunakan mesin 1.000 cc berhasil menjadi pemenang lomba dengan mencatat konsumsi bahan bakar dengan rekor 35,02 km/liter, lebih baik dari hasil lomba tahun lalu 33,3 km /liter.
09 Februari 2008
Kijang Innova Terbukti Lebih Irit
Menanggapi rumor bahwa konsumsi BBM Kijang Innova cenderung lebih boros dibandingkan varian-varian Kijang sebelumnya, majalah Mobilmotor mengadakan sebuah uji coba untuk mencari fakta yang benar terkait dengan rumor tersebut.
Ujicoba dilakukan dengan cara `mengadu` Kijang LGX 2003 1800 cc dengan Kijang Innova G 2000 cc, dimana keduanya merupakan best seller dari tiap generasi Kijang. Sebelum mulai mengetes konsumsi BBM kedua mobil tersebut, Mobilmotor telah memeriksa dan menyamakan terlebih dahulu kondisi dari keduanya, termasuk kisaran jarak tempuh untuk mengoptimalkan hasil test.
Kedua kendaraan tersebut diuji menggunakan sistem full to full dengan bahan bakar Pertamax, dan mengambil rute Jakarta-Bandung-Jakarta, serta jalan perkotaan yang menyajikan kemacetan.
Hasilnya, tak hanya tak seboros yang dibayangkan, namun bahkan ternyata Kijang Innova 2000 cc bisa lebih irit dari Kijang 1800 cc. Rata-rata konsumsi BBM yang dicapai Kijang Innova adalah 9,8 km/l sementara Kijang LGX adalah 8,7 km/l. Hasil test tersebut senada dengan komentar dari pengguna Kijang LGX dan Kijang Innova. Fakta lain yang perlu disebut terkait dengan masalah konsumsi BBM ini adalah bahwa power of weight dari Kijang Innova lebih baik dari varian sebelumnya.
Sumber : Majalah Mobil Motor
Labels: Irit, Kijang Innova