Toyota mengeluarkan Toyota Vios Facelift di tahun 2010 ini, Toyota Vios yang pertama kali di jual di thailand, lalu ke malaysia dan indonesia ini mengalami perubahan minor. Perubahan terletak pada desain bumper depan, gril depan, lampu belakang dan strip chrome pada bagasi belakang untuk menambah kesan mewah.
Sementara bagian mesin tidak mengalami perubahan, tetap menggunakan mesin 1NZ-FE yang sudah terbukti keunggulannya. Di thailand, Toyota Vios di jual dengan 8 tipe yang berbeda, diantaranya terdapat versi TRD Sportivo. Toyota Thailand juga menambah aksesoris Heads-Up Display yang terdapat pada Prius generasi terbaru. Heads-Up Display ini berguna untuk menampilkan kecepatan kendaraan di kaca depan, sehingga pengemudi tidak perlu melihat lagi ke speedometer.
Selain itu terdapat tambahan konektor AUX agar dapat memainkan perangkat MP3 Players.






12 Maret 2010
Toyota Vios Facelift 2010
Labels: Vios
02 Februari 2010
Toyota Vios Facelift 2010?
Toyota vios facelift beredar fotonya di Thailand, apakah inilah Toyota Vios facelift yang akan beredar di Indonesia? Hal ini mungkin saja terjadi karenakan Toyota Vios yang beredar di Indonesia merupakan CBU (Completely Build Up) dari Thailand.
Perubahan yang terjadi terdapat pada grille, dimana jika grille Toyota Vios lama menggunakan 1 grille tetapi Vios terbaru menggunakan 2 tampilan grille yang sudah dimodifikasi menggunakan chrome. Bentuknya pun berubah, grille Toyota Vios anyar yang diluncurkan kali ini lebih melebar seperti varian toyota baru lainnya dengan bentuk v shape.
Untuk bagian depan lainnya, perubahan juga terjadi pada foglamp dan vlegnya. Sedangkan di bagian belakang vios facelift 2010 ini, terdapat stoplamp juga mempunyai bentuk baru dan diiringi lis chrome yang melekat pada bagasi.
Untuk bagian interior Toyota Vios Facelift mengalami perubahan warna menjadi warna hitam pada panel interiornya. Isu vios facelift 2010 akan menggunakan paddle shift juga sempat beredar. Namun kabar paddle shift ini sempat di tepis oleh PT. Toyota Astra Motor.


19 Desember 2009
Vios Pun Bersolek
Emang sudah waktunya Toyota Vios mengalami penyegaran. Sejak diluncurkan di 2007, Small Sedan Toyota ini belum melakukan perubahan sedikitpun. Dan kami mendapat kabar, pada April tahun depan Vios akan kembali bersolek.
Langkah ini dilakukan Toyota bukan hanya karena kehadiran pendatang baru, Mazda 2 sedan di pertengahan tahun depan, melainkan lifecycle Vios yang telah habis. Selain itu Toyota juga ingin selalu memberikan nilai tambah bagi seluruh produknya. Dari info yang beredar, perubahan akan menyentuh sektor interior maupun eksterior. Wajahnya dipertegas dengan lampu baru dan bumper yang lebih sporty. Tentu saja dengan tetap mengedepankan konsep desain Vibrant Clarity.
Grilnya juga tak luput dari sentuhan, terlihat jauh lebih mewah dan sporty dari sebelumnya. Lampu depan tetap mengandalkan HID walau sulit rasanya untuk tidak mengadopsi model proyektor. Tidak hanya itu, sektor belakangpun turut diperbaharui.
Di interior, perubahan warna bisa jadi akan ditempuh guna memperoleh kesan lebih mewah. Tidak tertutup kemungkinan, material kursi pun ikut berubah. Kami perkirakan head unit ter-integrasi tidak lagi digunakan. Sebagai gantinya adalah unit berukuran 2 DIN dari Panasonic seperti yang digunakan Fortuner. Dengan begitu perangkat GPS siap dipasangkan sebagai opsi tambahan atau malah menjadi fitur standar pada varian teratas.
Merujuk pada Fortuner dan Yaris yang memiliki varian TRD Sportivo, besar kemungkinan Toyota juga akan mengeluarkan versi serupa untuk Vios. Selain suspensi, penambahan body kit juga akan membuat tampilan varian ini semakin sporty.
Sayang kami belum bisa memperoleh detail perubahan pada Vios. Sistem smart key dan tombol Start/Stop terintegrasi pada versi terkini jelas merupakan nilai tambah yang akan tetap dipertahankan. Tentu saja, arah perubahan ini akan membuat Vios 2010 terlihat semakin mewah dan sporty, tanpa melupakan moto "Speed Maker, Fuel Saver" yang sudah melekat pada sosoknya.
Our Opinion
PENYEGARAN ini tentu saja akan membawa dampak pada penjualan Toyota Vios mulai April tahun depan. Dengan bentuk yang lebih sporty, mobil ini ditargetkan khusus untuk pasar pribadi saja. Dengan harga yang terjangkau, bukan tidak mungkin tahun depan mobil ini akan kembali memimpin pasar Small Sedan di Tanah Air.
Release Date : Kamis, 17 Desember 2009
Media : Autobild, at page 70, size 1080 mmk
Journalist : Andy Tinggogoy
Labels: Vios
18 Juni 2009
Toyota Vios TRD Sportivo
Toyota Malaysia mengeluarkan Toyota Vios versi TRD Sportivo untuk menggantikan varian tertinggi Toyota vios Type S. Bodi kit yang baru, 15" vleg Enkei baru di balut dengan Bridgestone Potenza , door visor, desain trim interior baru dan penambahan opsional paket suspensi sport baru menghiasi vios terbaru ini.
Bodi kit Toyota Vios TRD Sportivo yang meliputi front and rear lips, and side skirts,ini menggunakan bahan polyurethane (PU), kecuali bagian bootlid spoilernya yang menggunakan bahan plastik ABS.
Jika ingin penampilan tambah sporty, Toyota juga menyediakan suspensi sport yang bisa di beli terpisah. Di jamin dapat membuat vios ini tambah lengket di aspal. Disamping itu tinggi dari tanahnya juga turun sekitar 10mm.
Interior vios TRD ini menggunakan dua warna merah dan hitam pada bangku dan panel pintunya. Selain itu juga di tambahkan karpet TRD Sportivo, knop transmisi berlapis kulit, karbon look dashboard dan stainless steel cruff plates yang turut membantu kesan vios sporty ini.
Di malaysia sedan bertransmisi otomatis ini mempunyai 6 pilihan warna yaitu Silver Metallic, Coal Black, White, Grey Mica, Bronze Metallic, medium silver dan dihargai sekitar RM 90,900.

23 Mei 2009
Vios VS City VS Neo Baleno : A little Bit Of This And That
Mengajak ketiga small sedan ini sama-sama turun gelanggang agak tricky. Selain dimensi dan akomodasi tidak jauh berbeda, performa pun hampir seimbang di jalanan nyata. Keunggulan sedikit akan menggoda Billy Israj untuk menjagokannya.
Kemunculan All New Honda City menandai terobosan baru sedan sub-compact di Indonesia. Kali ini, dengan tingkat harga semakin kompetitif, City memosisikan diri sebagai satu genre baru sedan sub-compact yang mempunyai peforma optimal dalam banyak sektor.
Begitu juga dengan Suzuki. Produk-produk yang mereka hasilkan tergolong moderat dan selalu mengikuti pakem compact tapi tidak kecil. Nyatanya, itu semua secara perlahan namun pasti mulai bergeser setelah Suzuki meluncurkan sedan Baleno yang dikembangkan berbasis SX4.
Lain pada Vios, ada bahasa baru yang ingin diinterpretasikan dalam desainnya. Lebih muda, lebih dinamis, lebih bergaya, dan terutama adalah lebih new look dengan gaya edgy-nya. Mmm... biar tidak penasaran, mari kita telaah ketiganya lebih lanjut.
Kesan pertama saat memandang eskterior ketiga mobil ini adalah dominannya elegan, sporty, dan modern. Hanya City yang pendek, selebihnya bonnet yang tinggi ditunjukkan Baleno dan Vios. Kualitas pembuatan, kerapian, dan tingkat presisi pemasangan panel juga dapat acungan jempol. Semuanya telah mengalami peningkatan.
Masuk ke kabin City dan Vios, terasa atmosfer mewah dan modern yang kuat, berbeda Baleno yang terkesan polos. Di sini, hanya Vios yang menawarkan kelir two tone yang hangat dan riang. Satu-satunya yang memusingkan kami saat berkendara adalah panel indikator Vios yang kekeuh di posisi tengah.
Penataan ruang dalam ketiganya dibuat sesimpel mungkin tapi efektif agar volume-nya bisa dioptimalkan. Di bagian dalam, City lebih mirip versi sedan dari Civic hatchback versi Eropa. Terbukti para penumpang yang duduk di jok depan dan belakang memunyai jatah ruang gerak yang cukup maksimal untuk kepala, lutut, dan kaki. Apalagi, jok belakang yang bisa reclining.
Namun, melihat ukuran lebar panjang Baleno dan sistem split 40:60 dengan sandaran tangan di tengah, jok belakang Baleno terasa lebih nyaman dihuni sepasang orang dewasa atau tiga penumpang non-dewasa. Beda dengan kursi-kursi Vios yang lebih melahirkan kesan baik. Joknya empuk tentu. Jadi, saat rpm rendah, hanya satu katup dilnpis fabric lembut dan nyaman disentuh ketimbang lawannya. Strukturnya ergonomis dan sandarannya pas menyangga pinggang serta punggung. Selain bisa digeser dan rebah, khusus kursi pengemudi, juga dilengkapi height adjuster.
Fitur yang mendongkrak kesan mewah justru ada di Baleno dan Vios adalah pengatur audio dari palang kemudi. Tombol-tombol yang dikendalikan jari-jari tangan kiri itu mengatur volume naik-turun, pindah track CD, dan mode (CD, FM, AM). Bagi yang tidak terbiasa, fitur ini tidak banyak disentuh, karena posisi kontrol audio di center panel juga dalam jangkauan.
Perjalanan dimulai di tol dalam kota. Terasa sekali keunggulan akselerasi dan top speed City ketimbang yang lain. Aplikasi SOHC i-VTEC yang memproduksi 120 ps pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm pada 4.800 rpm jadi salah satu mesin terkuat di kelasnya. Dibandingkan generasi lama, ada kenaikan produksi daya maksimal sebesar 10 hp. Apa yang membedakan? Pada SOHC VTEC mesin terdahulu, hanya membuka atau menutup satu dari dua katup masuk/silinder pada rpm ter yang beroperasi sehingga mesin irit, tapi mulai rpm tertentu katup kedua ikut kerja sehingga peforma meningkat. Pada mesin i-VTEC baru, waktu bukaan dan seberapa lebar bukaan divariasi sejak awal.
Di kelasnya, belum ada yang menggunakan gearbox 5AT. Honda melengkapinya dengan Grade Logic Control agar kinerjanya optimal dan efisien. Dibarengi teknologi Active Lock Up System sehingga perpindahan gigi lebih lebih halus, jeda waktu saat perpindahan gigi lebih pendek dan akselerasi lebih cepat.
Namun, bukan berarti M15A milik Baleno juga tidak bisa diandalkan. Berbekal VVT, kerja katup dapat disesuaikan menurut kondisi pemakaian sehingga output mesin lebih optimal. Torsi puncak sebesar 143 Nm memang didapat pada 4.000 rpm, tapi distribusinya merata pada rentang putaran mesin yang cukup lebar. Mayoritas torsi -- sekitar 140 Nm -- sudah tersedia mulai dari 1.500 rpm hingga 4.000 rpm. Alhasil, akselerasi yang responsif sudah terasa di putaran bawah dan tengah kendati kurang mengigit di rpm atas.
Namun juga, tidak ada yang meragukan mesin 1NZ-FE milik Vios. Meski kapasitasnya kecil, tapi dijejali berbagai teknologi modern untuk 'memompa' mesin agar unjuk kerjanya optimal. Mesin ini pula yang membuat City dan Baleno sulit menghilang dari kejarannya. Selain VVT-i (Variable Valve Timing-intelligent), juga ada reverse induction system serupa mesin 1ZZ-FE yang dipakai Co-fleksibilitas tinggi dan kelancaran aliran output mesin pada berbagai kondisi pengendaraan. Belum lagi adopsi teknologi baru intelligent drive by wire dengan ETCS-i sukses membangun kesan bagus.
Di jalan aspal mulus, peredaman suspensi City memang nyaman, tapi terasa agak keras di lintasan yang keriting. Putaran kemudi City terasa sedikit lebih berat tapi weighted-nya bisa dikategorikan proporsional. Secara umum, pengendalian dia tergolong balance sehingga gesit menyelinap di tengah kepadatan lalu lintas.
Beda dengan Vios. Di jalan aspal mulus dan tidak mulus dalam kota, Vios terasa lebih stabil dan mantap karena suspension rolling dan tramping relatif sedikit. Jarak sumbu roda yang panjang dapat mereduksi gejala pitching, tapi digantikan bounching. Memasuki tikungan, gejala body roll terasa minimal. Kinerja suspensi yang cukup baik juga membantu perolehan optimasi catatan akselerasi awal.
Jadi, siapa yang Anda pilih? TG Team masih berdebat soal ketiganya. Saya yang kepincut City mendapat tentangan keras dari Heri Samuel yang memilih Neo Baleno dan Andi Wahyudi yang kadung memilih Vios. Mmm... lihat hasilnya tahun depan, akankah tahta Neo Baleno Bertahan?
Sumber : Top Gear, Rabu, 20 Mei 2009
Labels: Perbandingan Mobil, Vios
09 April 2009
Toyota Vios : Terbukti Andal
Mobil tes jangka panjang kami, Toyota Vios G bertransmisi otomatis telah melebihi jarak tempuh 30.000 km. Selama perjalanannya hingga jarak tempuh itu, keandalan Vios sebagai Small Sedan pun benar-benar teruji.
Mulai dari melahap rule dalam kota dengan berbagai tingkat kepadatan lalu lintas setiap hari, menempuh perjalanan luar kota ke berbagai tujuan di pulau Jawa dengan jalan mulus sampai rusak. Seperti ke Bandung, Yogyakarta, Solo, Semarang, Garut, Sukabumi dan kota lainnya dengan berbagai kondisi cuaca dan beban muatan.
Hingga 'penyiksaan' berulang kali yang kami lakukan ketika pengujian performa. Seperti menguji akselerasi, pengereman dan manuver. Melalui itu semua, tentu kemampuan mesin, transmisi otomatis, kaki-kaki, hingga daya tahannya bisa diketahui.
Memang, ketika kami menerima mobil tes jangka panjang ini dari PT Toyota-Astra Motor, angka jarak tempuh pada odometer digital sudah menunjukkan 80 km. Namun jarak tempuh itu tergolong sangat rendah, sehingga kondisi keseluruhannya dapat disamakan dengan mobil baru.
Nah, selama 9 bulan perjalanan menuju 30.000 km, Toyota Vios Long Term Test kami ini tidak mengalami kendala teknis sedikit pun. Walau sudah melewati berbagai rintangan tadi, tidak muncul bebunyian, kerusakan atau malfungsi dari komponen kendaraan.
Begitu pula dengan kenyamanannya. Small Sedan Toyota ini memiliki karakter kenyamanan yang tidak berubah sejak dari kondisi baru hingga jarak tempuh 30.000 km. Seperti tidak ada gangguan pada tingkat kebisingan angin, mekanisme pelipatan jok belakang dan berbagai fitur yang ada.
Sementara beberapa fungsi fitur-fitur yang ada terasa begitu memudahkan. Sebut saja Smart Entry. Tanpa perlu anak kunci, membuka dan mengunci pintu yang telah diatur sensor sangatlah praktis dan cepat. Sama halnya dengan tombol Start/Stop dan tombol audio di setir yang menambah kenyamanan dan keamanan berkendara.
Performa mesin 1.500 cc VVT-i dan transmisi otomatis 4-speed pun tak berubah. Tetap bersuara halus dan seresponsif seperti ketika baru. Dari dua kali pengambilan data akselerasi dan konsumsi bbm ketika baru dan setelah lebih dari 20.000 km, performanya tak menurun. Tetap kencang dan hemat bbm untuk sedan 1.500 cc bertransmisi otomatis.
Data lain yang menunjukkan mesin tetap fit adalah ketika pengujian emisi gas buang pada servis berkala 30.000 km. Uji emisinya menunjukkan angka 0,00% untuk karbon moilbksida (CO) dan 54 ppm untuk hidrokarbon (HC). Figur itu masih jauh di bawah batas regulasi kadar emisi untuk CO maksimum yang diizinkan sebesar 4,5% dan HC maksimum 1.200 ppm.
Dari semua pengetesan jangka panjang yang telah kami lakukan, Toyota Vios membuktikan daya tahannya yang mengesankan. Jarak tempuh 30.000 km untuk Vios belum memengaruhinya dalam performa. Didukung program servis berkala dari PT Toyota Astra Motor, membuat Anda tetap merasakan kualitas Vios seperti ketika baru.
Pengakuan kualitas untuk pemimpin pasar SEBAGAI market leader, kualitas yang mengesankan dari Toyota Vios telah kami buktikan pada pengetesan jangka panjang ini. Small Sedan ini tak hanya nyaman, kelengkapan berbagai fitur pemanja juga terasa memudahkan pemiliknya.
Tak hanya itu, Vios mampu unggul 3 kali berturut-turut meraih penghargaan Initial Quality Study (IQS) selama tiga tahun berturut-turut (2006-2008). Penghargaan ini diberikan J.D. Power Asia Pacific yang didasarkan pada survei konsumen terhadap beberapa faktor.
Seperti interior, safety, kenyamanan, kelengkapan fitur dan pengalaman berkendara selama memiliki Toyota Vios. Terlebih biaya operasionalnya pun begitu terjangkau berkat konsumsi bahan bakar dan servis berkala yang hemat.
Sumber : AutoBild Indonesia, Rabu, 08 April 2009
Labels: Vios
Toyota Vios : Hemat Biaya
Selama rangkaian pengetesan yang dilakukan hingga menempuh jarak lebih dari 30 ribu kilometer ini, kami melakukan servis berkala secara rutin. Hasilnya, belum ada komponen bergerak yang perlu diganti.
Dari empat kali servis berkala yang kami lakukan di bengkel resmi Toyota mulai dari 1.000 km, 10.000 km, 20.000 km dan 30.000 km, penggantian yang dilakukan hanya oli mosin dan filter oli saja.
Pada servis berkala 10.000 km, biaya yang dibutuhkan hanya Rp 325.100. Sementara pada 20.000 km, biaya servis yang perlu dikeluarkan Rp 253.324. Sedangkan pada servis berkala 30.000 km yang kami lakukan di Auto2000 Kapuk, biaya yang dibutuhkan Rp 260.000.
Jadi dari tiga kali servis berkala yang membutuhkan pengeluaran biaya, total dana yang dikeluarkan hanya Rp 838.434. Terlebih untuk biaya jasa, bengkel resmi Toyota, Auto2000 yang kami sambangi memberlakukan program gratis biaya jasa pada tiap interval servis. Termasuk pada servis berkala 30.000 km.
Dari biaya servis berkala yang begitu terjangkau, ditambah konsumsi bbm yang hemat, membuat biaya operasional Toyota Vios ini menjadi ramah dengan kantung.
Dari pengalaman kami setiap kali menempuh perjalanan luar kota, tidaklah sulit mencari bengkel resmi Toyota ketika ingin melakukan pengecekan.
Apalagi di jaringan bengkel Auto2000 menyediakan layanan Express Maintenance untuk mempercepat proses servis. Serta Express Body Paint untuk perbaikan dan reparasi bodi dalam waktu singkat. Sehingga Anda tak perlu mengantre dan menunggu. lama sementara mobil diservis.
Plus jaminan servis dari bengkel resmi Toyota untuk general repair selama 15 hari atau 1.000 km, engine overhaul selama 1 bulan atau 1.000 km - mana yang tercapai lebih dulu, serta pengecatan selama 3 bulan.
Sumber : Autobild Indonesia, Rabu, 08 April 2009
Labels: Vios
14 Maret 2009
Toyota Vios : Perkasa Sampai Akhir
Setelah melewati 20.000 km dengan berbagai kondisi ekstrem, Vios kami tes kembali untuk melihat bagaimana siksaan tes jangka panjang ini memengaruhi performanya
Bila kita membeli sebuah mobil baru, biasanya mobil itu akan kita sayangi dan sebisa mungkin kita hindarkan dari kondisi ekstrem. Nah, itu berbeda dengan perlakuan kami terhadap Vios yang dites jangka panjang.
Walau masih dalam koridor kepatutan, Vios kami tempatkan pada beragam tes dan kondisi ekstrem. Misalnya berjalan jauh setiap hari, menerjang jalan rusak berdebu, melewati hujan lebat bahkan sedikit banjir. Akselerasi penuh hingga putaran mesin maksimal juga sering kami lakukan.
Di akhir pengetesan, hal tadi tentu dimaksudkan untuk melihat bagaimana daya tahan Vios menghadapi berbagai kondisi pemakaian termasuk yang ekstrem, dan seberapa jauh performanya terpengaruh.
Setelah melewati 20.000 km, kami pun kembali mengetes performa dari Vios. Dan kami mendapat kesempatan eksklusif untuk mengetes mobil ini di sirkuit teranyar Lippo Village International Formula Circuit di daerah Karawaci, Banten.
Dan terasa sekali, Vios masih bisa menunjukkan keperkasaannya. Meski telah melewati beragam tantangan berat, akselerasi Vios boleh dibilang mirip dengan kondisi pada saat baru.
Figur akselerasi tiap tingkat percepatan dari 0-100 km/jam jelas merupakan salah satu yang tercepat untuk sedan bertransmisi otomatis di kelas 1.500 cc. Namun pada 60-80 km/jam yang mewakili kecepatan untuk menyalip, hanya ditempuh dalam 2,6 detik. Menyalip pun jadi lebih aman dan sigap.
Dan jangan lupa, itu masih dibarengi dengan kehematan di jalan bebas hambatan yang mencapai 18,4 km/liter - sama seperti saat baru. Pada pengujian akselerasi 100-120 km/jam, tes akhir kami sedikit lebih lambat, hal ini kami sinyalir karena permukaan lintasan yang sedikit menanjak di ujungnya.
Performa mesin 1NZ-FE yang digunakan Vios seakan tak terpengaruh sama sekali dengan berbagai tes berat yang dilalui. Suaranya tetap halus dan tak ada gejala ngelitik meski diisi Premium. Tak heran mesin ini juga perkasa di arena balap.
Sedangkan pada sektor pengendalian, manuver Vios terasa masih tetap lincah. Kondisi ban tetap baik begitu juga suspensinya. Tiap tikungan di sirkuit Lippo mampu dilibas dengan mantap dan stabil. Juga tidak terjadi masalah apapun dengan transmisi matiknya atau rem. Selip yang terjadi masih dalam batas normal dan perpindahan gigi tetap halus.
Ada beberapa alasan yang membuat performa serta kehematan mobil tetap terjaga. Pertama adalah rancang bangun Toyota yang presisi, dan kami selalu melakukan perawatan sesuai jadwal di bengkel resmi.
Sumber : AutoBild, Kamis, 12 Maret 2009
Labels: Vios
Pertarungan Penuh Kompromi
Tiga sedan kecil Negeri Sakura memperebutkan tahta tertinggi di kelasnya. Pilihan akhirnya ditentukan dengan kompromi.
Akhir tahun lalu, kehadiran all new Honda City cukup mengejutkan karena desainnya dianggap revolusioner di kelasnya. Tampil dengan dimensi yang lebih besar dan mesin yang lebih modern dibanding generasi sebelumnya, City terbaru disiapkan untuk menusuk pasar small sedan dan bertemu dengan seteru abadinya, Toyota Vios serta Suzuki Neo Baleno.
Dengan berbagai pembaruan yang diusung City, sudah sepatutnya Vios dan Baleno waspada. Meski saat awal kehadiran City, kedua rivalnya diuntungkan banderol harga City yang mengejutkan, Rp 260 juta! Saat ini, banderol Vios Rp 224,1 juta bahkan Baleno hanya Rp 207 juta.
Padahal, dari segi penjualan, Vios hingga saat ini masih merajai dengan 6.098 unit sepanjang 2008. Sementara di belakangnya, Honda sukses menjual City sebanyak 4.330 unit, serta Suzuki yang melepas 2.038 unit Baleno. Lalu apakah berbagai kebaruan yang ditawarkan City dapat menggoyang posisi Vios dan mengganggu penjualan Baleno? Kami menguji ketiganya di medan sesungguhnya.
DESAIN DAN REKAYASA
Harus diakui desain eksterior City paling menggoda di antara rival-rivalnya. Lampu depan modern dan grille lebar berbentuk hexagon membuat sosoknya sepintas mengingatkan pada Honda Civic versi Eropa. Dengan menganut konsep anak panah yang melesat dari busurnya (arrow ahot) Honda jelas sukses menegaskan kesan sporty pada New City ini. Soal desain, City langsung menaklukkan desain dengan sentuhan elegan yang ditawarkan Vios dan Baleno.
Keunggulan utama yang ditawarkan oleh Vios adalah tawaran smart key yang tidak dimiliki para rivalnya. Dengan peranti itu, Anda tidak lagi memerlukan anak kunci tradisional. Cukup simpan keyless entry tersebut di dalam saku Anda dan kunci pintu akan terbuka secara otomatis saat Anda mendekati mobil. Dan saat Anda berada di balik kemudinya, Anda akan menemukan satu lagi keunggulan Vios, yaitu tombol start/stop untuk menyalakan mesin, yang membuatnya tampil layaknya sebuah saloon premium.
DI BALIK KEMUDI
Interior Vios tampil lebih modern dan dinamis, terutama di bagian konsol yang membentuk huruf 'V' dengan sentuhan chrome. Kendati tampil lebih modern, interior City tak menyuguhkan kesan pertama yang mengesankan. Dashboard-nya luas seperti model Honda lainnya, tetapi material dan warnanya tampak terlalu biasa untuk banderol harga yang ditawarkan. Kesan paling menarik dari bank kemudinya adalah lingkar kemudi City yang sporty, serupa dengan milik sang kakak, Civic, dilengkapi dengan paddle shift di baliknya.
Ciri khas panel instrumen Vios yang terpusat di tengah memberi nuansa ruang interior yang berbeda dan pandangan mengemudi lebih luas ke depan. Namun, ada satu kelemahan dari tata letak panel instrumen seperti ini, yaitu soal gangguan konsentrasi mengemudi. Tata letak seperti ini membuat pengemudi harus melirik ke tengah dashboard saat ingin mengetahui informasi kecepatan atau data Multi Information Display (MID). Tata letak panel instrumen City dan Baleno yang tradisional lebih mudah untuk disimak.
Berkat dimensi eksterior yang lebih besar, Baleno juga memberikan keunggulan keleluasaan di dalam kabinnya. Interior yang serupa dengan SX4 memberikan kualitas material yang cukup istimewa dengan detail menawan. Soal memanjakan pengemudi, Baleno dan juga Vios, lebih unggul dengan menawarkan kontrol audio di lingkar kemudi. Hal ini membuat pengemudi lebih nyaman dan tak perlu menyentuh panel kontrol di konsol tengah untuk mengoperasikan tombol-tombol utama sistem audio.
ON THE ROAD
Dengan postur yang lebih bongsor, Baleno juga memiliki bobot paling berat, 1.210 kg (City 1.155 kg dan Vios 1.050 kg). Hal ini yang tampaknya turut mempengaruhi performanya yang tak sebaik Vios dan City. Ditambah lagi, mesin 1,5 liter berteknologi WT milik Baleno hanya menyediakan tenaga puncak 100 hp pada 6.000 rpm dan torsi 133 Nm pada 4.000 rpm. Angka-angka ini menj adi yang terkecil di antara ketiganya.
Dan hal itu bisa dibuktikan saat dilakukan kick down, Baleno terasa bergerak lebili lamban untuk berakselerasi. Saat dibawa berj alan ke luar kota dengan medan yang menanjak dan berkelok, terasa sekali jika Baleno perlu bergerak dengan gear rendah dan putaran mesin tinggi untuk tetap gesit.
Sementara City yang muncul dengan mesin baru i-VTEC langsung menawarkan tenaga paling besar, hingga 120 hp pada 6.600 rpm dan torsi 145 Nm pada 4.800 rpm. Soal performa ini memang tidak bisa dipungkiri, City lebih meyakinkan saat akselerasi dan berlari kencang. Meski di medan luar kota, kami sedikit kesulitan dengan tenaga di putaran rendah yang terkadang terasa lambat. Tapi, jangan khawatir, untuk mengatasinya silakan pakai mode sport dan gunakan paddle-shift guna memperoleh pengendaraan yang jauh lebih menyenangkan.
Bagaimana dengan Vios? Bobot yang ringan memberikan kemudahan bagi Vios untuk melesat di berbagai medan jalan. Bahkan, meski tenaga puncaknya masih lebih kecil 10 hp (110 hp) dibandingkan City, di lintasan luar kota yang sama Vios mampu menunjukkan agresivitasnya. Hal ini tampaknya banyak dipengaruhi proses perpindahan transmisi Vios yang berteknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) sehingga menjadikan perpindahan gearnya responsif.
Saat kami mencobanya di lintasan sirkuit, angka-angka performa langsung membuktikan mana yang menjadi small sallon tercepat. Berakselerasi 0 -100 kpj, City mampu mencapainya dalam waktu 12,3 detik, Vios dalam waktu 12,6 detik, sementara Baleno 13,7 detik. Meski begitu, saat berakselerasi di kecepatan menengah (80 -100 kpj), Vios (3,6 detik) mampu mengungguli City (4,0 detik), sementara Baleno menempuhnya dalam 4,1 detik.
Soal pengendalian. City bisa dibilang paling enak untuk diajak bermanuver di kecepatan tinggi. Lingkar kemudi yang semakin berat selaras dengan bertambahnya kecepatan, juga memiliki akurasi tinggi. Gejala body roll yang minim didapat berkat suspensi yang berkarakter sport, dengan peredaman yang terasa lebih keras dibandingkan Vios dan Baleno.
Saat mencoba Neo Baleno, kami merasakan kemudinya agak kaku dan kurang akomodatif. Anda perlu lebih banyak usaha untuk mengendalikannya saat bermanuver. Namun, Baleno merupakan sedan paling lembut kabinnya. Kelembutan ini juga dibawa Baleno pada perpindahan transmisinya. Sementara pengendalian Vios bisa dibilang yang paling kompromis di antara ketiganya. Lingkar kemudinya mantap dan akurat sehingga terasa menyenangkan saat berkendara. Suspensinya juga sangat membantu menjaga gerak badannya saat bermanuver. Selain itu, Baleno dan City juga harus mengakui keahlian Vios untuk bermanuver di lahan parlor dengan radius putaryang hanya 4,9 m, sedangkan Baleno 5,3 m dan City 5,0m.
MEMBELI DAN MEMILIKI
Dari hasil pengujian kami, Honda City merupakan petarung tangguh yang memiliki potensi kuat di kelasnya. Kebaruan desain, fitur canggih, dan pengemudian agresif membuatnya pantas dimiliki, apalagi bagi para eksekutif muda yang menjadi target pasarnya. Saat ini memang hanya faktor harga jual yang menjadi pengganjal sebelum konsumen membeli City. Namun, hal itu disebabkan Honda yang mengklaim telah mengantisipasi berbagai kendala ekonomis saat menentukan harga jual City. Hal yang akan membuat rivalnya juga akan menaikkan harga dalam waktu dekat ini.
Kebalikan dengan City, kekuatan Baleno ada dari banderol harga yang paling kompetitif di antara rivalnya. Jika Anda tak memerlukan tampilan sporty, atau pengalaman berkendara dengan paddle shift, Baleno telah lebih dari cukup dalam menawarkan kenyamanan berkendara dan keleluasaan kabin. Belum lagi, soal kualitas, Baleno yang juga merupakan bagian keluarga SX4 tentunya memiliki kualitas produk Suzuki global.
Dan sekali lagi, memiliki Vios merupakan kompromi di kelas ini. Harganya berada di antara Baleno dan City, dengan tawaran fitur-fitur yang juga memadai serta performa yang hanya sedikit di belakang City. Meskipun citranya sedikit turun akibat model yang sama digunakan armada taksi, namun hal itu juga memiliki nilai positif bagi Vios berkenaan soal daya tahan produknya. Dan yang terakhir dan yang biasanya menjadi pertimbangan penting, soal konsumsi bahan bakar, Vios lebih unggul dengan konsumsi yang mencapai 10,68 kpl dibanding City 10,40 kpl dan Neo Baleno 10,42 kpl untuk kondisi kombinasi.
BEST
HONDA CITY
Sensasi F1 berada di balik kemudi City. Mainkan dan rasakan adrenalinnya.
SUZUKI NEO BALENO
Kontrol audio disetir menyenangkan dan mendukung fokus pengemudi.
TOYOTA VIOS
Keyless dan tombol start/stop sangat praktis. Simpan kunci di saku Anda.
BAD
HONDA CITY
Anda harus rela tak mendapatkan foglamp untuk City varian tertinggi.
SUZUKI NEO BALENO
Mesin 1,5 liter Baleno menjadi yang terlemah di antara kedua rivalnya.
TOYOTA VIOS
Kapasitas bagasi Vios yang terkecil dibandingkan City dan Baleno.
Sumber : Auto Car, Rabu, 04 Maret 2009
Labels: Vios
03 Maret 2009
Vios Tetap Menjaga Janjinya
Setelah melewati 20.000 km, Toyota Vios Long Term Test kembali Kami hadapkan dengan tes efisiensi. Mengarungi lalu lintas dalam kota dan bebas hambatan, apakah Vios tetap hemat?
Tidak dapat dipungkiri, salah satu nilai penting dari sebuah kendaraan adalah efisiensi kerja mesin. Hal tersebut haruslah menjadi pertimbangan saat membeli mobil, terlebih di masa sulit seperti saat ini.
Mesin berkode 1NZ-FE yang diusung Vios generasi kedua ini memiliki kapasitas mesin 1.497 cc 4 silinder. Sementara teknologi katup VVT-i bertugas mengoptimalkan kinerja mesin untuk memberi konsumsi yang ekonomis tanpa mengurangi performanya.
Sistem Intelligent Throttle-by- Wire ETCS-I (Electronic Throttle Control System with Intelligent) juga memberi andil dalam mengatur pembakaran bahan bakar secara efisien sesuai kebutuhan mesin. Catalytic converter yang diusungnya juga sudah memenuhi standar emisi Euro III.
Selanjutnya teknologi Super ECT (Electronic Controlled Transmission) pada transmisi otomatis 4-percepatan, bertanggung jawab untuk menyalurkan tenaga mesin ke roda depan dengan tingkat kerugian yang rendah.
Untuk membuktikan efisiensi yang mampu diraih Vios setelah menempuh 22.304 km, kami kembali melakukan serangkaian tes dengan menggunakan bahan bakar beroktan RON 92 tanpa timbal sesuai yang direkomendasikan. Namun bukan berarti Vios takmampu mengkonsumsi bahan bakar dengan oktan RON 88 atau setara Premium tanpa unsur timbal.
Pengetesan pertama dilakukan menggunakan metode yang sama dengan prosedur pengukuran konsumsi bbm pada pengetesan mobil baru. Kami mengujinya pada kecepatan rata-rata 100 km/jam, 80 km/jam, dan 60 km/jam di jalan bebas hambatan dengan kondisi AC aktif dengan jarak tempuh minimal 100 km per pengetesan.
Dengan bobot 1.050 kg plus beban 120 kg untuk seorang pengemudi dan bahan bakar penuh di tangki bbm, Vios mampu meraih figur konsumsi bbm 18,5 km/liter pada kecepatan konstan 100 km/jam. Terpaut 0,3 km/ liter di bawah hasil pengetesan perdana.
Figur konsumsi bbm rata-rata, jarak tempuh, sampai dengan kecepatan rata-rata sangat mudah dipantau berkat fasilitas MID (Multi Information Display) pada panel instrumen. Namun sebagai data pembanding, kami juga menggunakan perangkat GPS.
Tes berlanjut dengan kecepatan konstan 80 km/jam di mana kecepatan rata-rata ini diasumsikan untuk kondisi lalu lintas yang ramai lancar. Pada kecepatan ini Vios mampu mencapai 22 km/liter. Berselisih 0,4 km/liter di bawah pengetesan pada kondisi baru.
Sebagai pengetesan terakhir, kami menempuh kecepatan minimum yang diizinkan di jalan bebas hambatan yakni 60 km/jam. Hasilnya, Vios mampu mencatat angka impresif sekaligus menjadi Small Sedan teririt di kelasnya. Untuk 1 liter bbm, Vios bisa menempuh jarak 24,8 km. Lebih baik dari pengetesan awal setelah menempuh jarak 100km.
Sedangkan untuk kondisi dalam kota, kami mengujinya ketika kepadatan lalu lintas mulai tinggi di sore hari. Dipadu gaya mengemudi normal dengan kecepatan rata-rata yang mampu dicapai 24,7 km/jam dan jarak tempuh mencapai 103,2 km, diperoleh 11,4 km/liter. Dari hasil ini, degradasi konsumsi bbm yang terjadi adalah 0,3 km/liter.
Semua selisih konsumsi bbm yang muncul baik pada tes di jalan bebas hambatan maupun di jalan raya tidaklah signifikan. Terlebih ketika menghadapi tingkat kemacetan yang begitu bervariasi. Sehingga performa efisiensi Vios pada jarak tempuh lebih dari 20.000 km ini, bisa dikatakan mirip dengan hasil tes ketika mobil masih baru.
Dengan angka konsumsi bbm kombinasi 15,05 km/liter, dan tangki bbm Vios diisi 42 liter, Anda bisa menempuh 623,1 km dengan biaya Rp 243,6 ribu. Jarak itu setara dengan perjalanan Jakarta ke Magelang tanpa perlu mengisi bensin. Singkatnya, Vios mampu memenuhi janjinya sebagai 'The Fuelsaver' walau jarak tempuh pemakaiannya sudah tinggi.
Sumber : AutoBild, Selasa, 24 Februari 2009
Labels: Test Drive, Vios
20 Februari 2009
Toyota Vios : Durability Yang Teruji
Analisis untuk mengetahui kondisi mesin bisa dilakukan melalui pemeriksaan sampel pelumas bekas pakai di kendaraan. Hal inilah yang dilakukan Auto Bild untuk mengetahui kondisi unit tes kami, Toyota Vios.
Sampel pelumas bekas pakai ini kami ambil saat penggantian oli mesin dalam perawatan berkala 20.000 km. Selanjutnya sampel ini dibawa ke laboraturium independen untuk menjadi acuan dalam membuktikan keandalan produk Toyota.
Dari sini bisa diketahui kualitas pelumas rekomendasi, Toyota Genuine Motor Oil jenis sintetik (TGMO), maupun mekanisme dan material dapur pacu berkode 1NZ-FE yang digunakan Vios.
HASIL MEMUASKAN
SESUAI fungsinya, pelumas bekerja meminimalkan gesekan antara komponen bergerak di dalam mesin. Semakin baik pelumas melindungi komponen tersebut, maka tingkat keausan komponen bergerak akan semakin minimal. Hal ini berefek pada daya tahan mesin yang lebih baik.
Beragam data dapat diperoleh untuk dianalisis lebih lanjut. Total Base Number dan kadar jelaga menjadi petunjuk akan kualitas pelumas. Sedangkan water content, fuel dillution dan kandungan logam, merupakan faktor yang ditentukan oleh material dan sistem mesin itu sendiri.
Dalam hal ini, semua data merujuk pada hasil yang memuaskan. Water content yang sama sekali tidak terdeteksi di dalam sampel oli ini, menandakan bahwa sistem di mesin Vios tertutup sempurna sehingga kontak dengan udara bebas pun begitu terbatas. Pun begitu dengan fuel dillution yang menandakan kualitas ring piston dan sil klep, sehingga mampu mencegah bercampurnya bahan bakar dengan pelumas. Sedangkan kandungan logam di sampel ini juga berada dalam batas cukup rendah.
Dari sisi pelumas pun, angka Total Base Number dan jelaga (Soot) pun berada dalam batas toleransi, yang artinya sangat baik. Hal ini membuktikan bahwa kualitas pelumas dan mekanisme serta material dapur pacu Toyota Vios, sudah tak diragukan lagi. Hal-hal inilah yang membuat produk-produk Toyota mampu memiliki durability terbaik
SEDAN INVESTASI
TAK heran bila Vios memiliki value for money yang baik, lantaran kualitas dapur pacu berteknologi dan sesuai dengan hasil pemeriksaan pelumas.
Penerapan servis berkala 10.000 km, kian memberi nilai lebih bagi pemilik sedan Toyota. Selain meminimalkan biaya perawatan, eflsiensi bbm dari dapur pacu kian membuat Vios menjadi kendaraan investasi yang baik.
Sumber : Auto Bild Senin, 16 Februari 2009
Labels: Vios
15 Januari 2009
Toyota Vios - Media Aktualisasi Diri
Eksekutif muda adalah pribadi yang dinamis dan inovatif. Mereka selalu bergerak maju untuk mengembangkan potensi diri dan meraih segala kegairahan hidup. Dan untuk pribadi seperti mereka, hanya Toyota Vios yang mampu menjadi teman sejati di jalan.
Para calon pemimpin dunia tersebut selalu memilih fashion terbaik saat beraktivitas. Makanya, dengan memilih Vios, gaya pakaian modern yang mereka anut dapat tercermin pada desain eksterior Vios. Apalagi Vios mengetengahkan konsep Vibrant Clarity yang memiliki karakter dinamis, getaran semangat dan ketegasan pada lekuk bodi.
Belum cukup, Vios juga bisa tampil lebih dinamis dengan sematan Toyota Genuine Accessories (TGA). Di anlaranya front bumper spoiler, rear bumper spoiler dan side skirt yang membuatnya terlihat semakin sporty dan bersahabat dengan aspal jalan. Atau rear spoiler dengan imbuhan lampu rem ketiga, sentuhan carbon panel dan pedal set yang membuat atmosfer sporty pada interior melengkapi aura kencang yang disajikan.
Vios tidak hanya dinamis saat dilihat. la juga sanggup mengikuti keinginan kaum muda saat berjibaku di kepadatan jalan berkat pengendalian tajam dan olah kemudi lincah nan akurat. Kendati demikian, setirnya tetap terasa ringan saat kecepatan rendah dan parkir. Pun dengan imbuhan sensor parkir yang membantu saat mundur.
Jika sedang malas mengemudi, pemilik Vios dapat disopiri dan duduk santai di belakang. Ruang kepala dan kaki lega menjamin penumpang dapat menikmati perjalanan. Belum lagi kabin Vios terkenal senyap dan ayunan suspensi lembut serta wheelbase panjang menjamin kenyamanan terbaik. Plus alunan merdu dari sistem audio berkualitas akan membuai siapapun yang duduk di dalamnya.
Pantas rasanya jika Vios dijadikan media aktualisasi kaum muda. Desainnya yang sporty sangat sesuai dengan karakter mereka yang dinamis dan terus berkembang. Kabin lapang dan nyaman menjamin pemiliknya dapat beraktivitas tanpa pernah merasa lelah. So, kemanapun pemiliknya pergi, baik bekerja atau menikmati gaya hidup berkelas, Vios akan selalu menjadi teman setia yang menyenangkan.
TERBAIK 3 TAHUN BERTURUT-TURUT
Toyota Vios dikenal sebagai mobil yang memiliki value for money tinggi. la tidak hanya nyaman dan fungsional, tapi juga dilengkapi berbagai fltur pemanja yang sanggup memikat pemiliknya.
Makanya tak salah jika Vios mampu meraih penghargaan Initial Quality Study (IQS) selama tiga tahun terakhir (2006-2008). Penghargaan ini didasarkan ;atas survei yang dilakukan JD Power Asia Pacific berdasarkan pengakuan "konsumen Toyota atas eksterior, interior, safety, kenyamanan, kelengkapan fitur dan pengalaman berkendara selama piemiliki Toyota Vios.
Jelas bukan penghargaan sembarangan karena penilaian diberikan oleh konsumen yang 'merasakan' langsung kelebihan Vios ini. Bagi mereka, kualiitas adalah segalanya. Dan ternyata, mereka mendapatkan tingkat kepuasan terbaik hanya dari Toyota Vios.
Sumber : AutoBild Indonesia
Labels: Vios
05 Januari 2009
TOYOTA VIOS : Best friend in everything
Kehadiran Toyota Vios menjawab kebutuhan pasar Small Sedan. Tidak hanya itu, jaringan terintegrasi kian menyamankan si empunya. Mulai saat servis hingga proses menjual kembali pun menjadi kian mudah saja
Toyota benar-benar peduli terhadap aftersales. Tidak terkecuali untuk Vios yang notabene merupakan lansiran terbaru. Anda tidak perlu khawatir saat Vios butuh perawatan atau, bahkan untuk mendandani penampilannya sekalipun.
Asyiknya lagi, semua kebutuhan itu sudah bisa dilakukan saat Anda mengunjungi dealer resmi Toyota dengan fasilitas 3 S (Sales, Service and Spare part). Dealer resmi Toyota ini memiliki layanan lengkap termasuk fasilitas Booking Service hingga Express Maintenance yang menjadi pilihan menarik dalam rangka merawat transporter kesayangan Anda. Hemat waktu kerja dan kantung menjadi kelebihan fasilitas ini.
Cukup booking sehari sebelumnya dan jadwal serta estimasi waktu selesai sudah diprediksi dengan Booking Service. Sementara Express Maintenance mampu memangkas waktu kerja normal yang biasanya lebih dari 3 jam menjadi 1 jam saja dengan pengerjaan berstandar Toyota. Dan yang tak kalah menggiurkan, ongkos kerjanya tak berbeda dengan perbaikan normal.
Sementara itu, onderdil dan aksesori orisinal pun bisa diperoleh di dealer resmi ini, termasuk talang air (side visor) yang notabene merupakan favorit konsumen Vios. Selain keaslian, garansi yang diberikan Toyota Genuine Accessories cukup setara yakni 20 ribu kilometer atau setahun. Tentu hal ini termasuk garansi pemasangan.
Lalu bagaimana bila bodi dan cat bermasalah? Bengkel 3S Toyota pun bisa diandalkan untuk perbaikan itu. Anda bisa menanyakan keluhan Anda saat atau pasca perawatan berkala di bengkel.
"Biasanya Service Advisor kami akan membantu melihat kerusakan sekaligus menghitung estimasi biaya dan estimasi waktu perbaikan hingga selesai, dan selanjutnya diinformasikan ke konsumen. Bila konsumen sudah oke, kamilah yang mengantar
ke body & paint shop Toyota dan konsumen cukup mengantar dan mengambil kendaraan di bengkel semula," papar Hengky R., Foreman Auto2000 Saharjo, Jakarta Selatan.
Cukup? Tentu saja belum. Fasilitas lain yang tidak kalah menariknya yakni trade-in. Yup, pihak bengkel siap membantu Anda untuk sekadar tukar tambah dengan unit baru yang diinginkan. Caranya, petugas akan menginformasikan ke Mobil 88 terdekat untuk membantu Anda.
Bahkan untuk mobil baru, fasilitas lembaga pembiayaan, asuransi rekanan, serta kebutuhan lainnya sudah terintegrasi di dalam layanan dealer resmi ini.
Bagaimana, asyik kan dan semuanya cukup dilakukan di dealer 3S Toyota. Konsep one stop transaction pun bukan isapan jempol belaka.
Sumber : AutoBild Indonesia
Labels: Vios
01 Januari 2009
Kosumsi BBM Toyota Vios G
Transmisi Super ECT pun mampu bekerja dengan baik dan halus di jalan menanjak dan menurun. Sayang, posisi mengemudi Vios bukan yang terbaik di kelasnya. Selain itu ada yang butuh penyesuaian saat mengemudikan Vios. Yaitu teknologi pedal gas elektronik alias drive-by wire. Teknologi ini memang efektif membuat mesin bekerja sesuai kebutuhan, namun terasa ada jeda antara pedal dan reaksi mesin.Tagline Fuelsaver & Speedmaker memang pantas disandang oleh Toyota Vios. Small Sedan ini mampu tampil sesuai ekspektasi dalam Big Test Liga Irit 3. Baik ketika menempuh rute dalam kota, jalan tol, maupun tes performa.
Jika melihat angka di tabel, angka 8,61 km/liter untuk konsumsi bbm dalam kota tidaklah fenomenal. Tapi coba cermati lagi fakta-fakta berikut ini. Unit tes Vios kami bertransmisi otomatis, kondisi yang kurang menguntungkan untuk lalu lintas dalam kota yang berkarakter stop and go.
Dua kontestan lain yang mencatatkan hasil lebih baik menggunakan transmisi manual yang minim slip kopling. Bahkan hasil yang dicatat Vios lebih baik dari Yaris yang punya mesin sama dengan transmisi manual dan berbobot lebih ringan.
Selama pengetesan juga kondisi lalu lintas dalam kota Jakarta sangat padat akibat hujan lebat yang mengguyur. Etape pertama dari kantor kami menuju SCBD ditempuh dalam 2,5 jam, sementara etape kedua dari SCBD-Pantai Indah Kapuk-Kebon Jeruk memakan waktu sampai 4,5 jam. Ini berarti total mesin bekerja selama 7 jam.
Di jalan tol, Vios kembali unjuk gigi dengan kembali mencatat hasil 18,42 km/liter. Setelah menggabungkan kedua hasil pengetesan ini, kami dapatkan hasil konsumsi bbm kombinasi untuk Vios adalah 13,52 km/liter dengan kecepatan rata-rata 50,6 km/jam. Sesuai dengan moto Fuelsaver.
Predikat Speedmaker juga tepat bagi Vios. Dengan transmisi otomatis pun, tenaga 109 dk dari mesin VVT-i 1.500 cc yang digunakannya masih bisa dimaksimalkan. Akselerasi 0-100 km/jam bisa dituntaskan dalam 12,28 detik. Dan tenaganya pun masih terasa sampai putaran tinggi.
Spesifikasi
Mesin : 1.497 cc 4 silinder VVT-i
Bore x stroke : 75,0 x 84,7 mm
Tenaga maksimum : 108 dk/6.000 rpm
Torsi maksimum : 142,1 Nm/4.200 rpm
Transmisi : Otomatis 4-speed
Jenis bensin : Premium
Kapasitas tangki : 42 liter
Bobot : 1.050 kg
Data Tes
Konsumsi bbm dalam kota : 8,61 km/l
Konsumsi bbm tol : 18,42 km/l
Konsumsi bbm kombinasi : 13,52 km/l
0-100 km/jam : 12,28 detik
Pengereman 100-0 km/jam : 44,09 m
Penulis/Foto: Tim Auto Bild
18 Desember 2008
Toyota Vios : Filosofi Sebuah Desain
Penampilan merupakan daya tarik dari sebuah produk, termasuk bagi sebuah kendaraan. Dimana keputusan konsumen begitu tergantung dari sebuah desain eksterior kendaraan tersebut.
Hal itulah yang mendasari kehadiran konsep desain Vibrant Clarity pada jajaran produk Toyota di dunia. Dengan menyatukan keterikatan perasaan antara produsen mobil dengan konsumen, Toyota mewujudkannya dalam suatu keindahan bentuk dengan beragam makna di dalamnya. Dengan konsep ini diharapkan konsumen dapat langsung mengenali produk Toyota tanpa perlu melihat logo T.
Itu juga makna di balik desain Toyota Vios. Mengejar keindahan bentuk untuk tampak lebih elegan selayaknya sedan kelas atas (saloon), menjadi target utama sebagai senjata untuk bertarung di pasar. Apalagi harmonisasi di sekujur bodi membuat Vios memiliki daya tarik tersendiri. Tak heran Toyota Vios memimpin pasar dengan market share 58,5%.
Tak hanya keindahan, namun setiap lekuk bodi memiliki makna yang berarti. Setidaknya konsumen dapat mengetahui hubungan persaudaraan antara Vios dengan lineup Toyota lainnya. Ciri khas inilah yang membuat Vios kerap disebut sebagai Baby Camry.
Jika diperhatikan Vios baru memiliki gaya yang seimbang dengan wheelbase panjang yang akan menambah kapasitas interior. Dari depan pun terlihat keindahan bentuk 'V' dari kap mesin hingga bumper. Begitu juga dengan gril berlapis krom menampilkan kombinasi antara kemewahan dan sporty.
Kesan lebar dan stabil juga terlihat dari belakang dengan chrome list hanya pada bagian atas lempat pelat nomor dan bagian bawah bumper. Lampu belakang terletak pada sudut belakang dengan bentuk tiga dimensi ditambah bagasi yang terbuka hingga bagian atas bumper menambah kesan dinamis.
Dengan meniadakan sudut tajam, kian membuat Vios aerodinamis sehingga membuatnya kian efisien. Dan bagian depan Vios telah dirancang untuk meminimalkan cedera pejalan kaki jika sampai tertabrak mobil atau sering disebut dengan teknologi pedestrian safe. Untuk itulah, washer yang biasa ha-dir di penutup mesin kini disembunyikan agar tidak membahayakan.
Semua ini hadir dengan konsep Vibrant Clarity. Dimana keserasian bentuk dengan beragam makna di dalamnya. Itulah yang hadir pada sosok Toyota Vios.
3 tahun berturut turut meraih penghargaan kualitas terbaik di kelasnya
Keindahan desain yang dimiiki Toyota Vios tak hanya bisa dinikmati oleh mata konsumen. Pengakuan kualitas terhadap sebuah kendaraan pun diraih Vios dari para konsumennya.
Survei ini dilakukan JD Power Asia Pasific pada 2008 terhadap kepuasan konsumen di Indonesia. Hasilnya, Toyota Vios mampu meraih Initial Quality Study (IQS) selama 3 tahun berturut-turut (2006-2008).
Pengakuan dari konsumen Toyota ini meliputi eksterior, interior, kenyamanan, safety, kelengkapan fitur dan pengalaman berkendara selama memiliki Vios ini. Ini jelas, kian menambah deretan keistimewaan sedan kompak Toyota ini.
Apalagi Vios telah dikenal sebagai sedan yang memiliki efisiensi yang tinggi. Dimana konsumsi bbm yang irit tanpa mengorbankan performa kendaraan. Faktor inilah yang membuat customer Toyota Vios sangat puas. Apalagi penghargaan selama 3 tahun berturut-turut dari JD Power didapat dari pengakuan langsung para pemakai Toyota Vios.
Sumber : AutoBild Indonesia
Labels: Vios
15 Desember 2008
New Vios vs All New City vs Neo Baleno
Kini saat yang tepat beli mobil! Mungkin saja ini kata-kata usang pemasar mobil yang sudah terlalu sering Anda dengar. Krisis begini kok malah beli mobil baru? Menghadapi tutup tahun 2008 yang penuh ketidakpastian, yang bisa saja permanen pada 2009, tindakan positif hingga berpikir terbalik boleh saja dilakukan.
Pepatah Cina Weiji bilang dibalik krisis atau rintangan, sebenarnya ada peluang. Hati boleh trenyuh membaca berita tentang PHK karyawan, namun siapa tahu bakal lahir wiraswastawan baru yang andal. Bahkan dikala transaksi penjualan kendaraan diprediksi menurun, ada pebisnis-pebisnis perawatan otomotif yang bersiap menangguk laba. Nah ketimbang wait and see, bertindak cepat lebih baik. Para eksekutif muda di komparasi ini bahkan perlu menyepi ke sebuah desa untuk memutuskan small sedan pilihan mereka.
Akomodasi
Tidak bisa dipungkiri, bentuk bodi Suzuki Neo Baleno berpengaruh banyak pada ruang kabin. Tengok saja bagasi sedan berlambang ‘S’ ini. Panjang dan lebarnya memang tidak jauh beda dengan New City dan Toyota Vios. Tetapi jauh lebih tinggi, sehingga bisa muat banyak.
Pun demikian dengan jok belakang, ruang kaki lebih lega. apalagi ruang kepala. Head room City dan Vios relatif lebih rendah. Namun pada City punya setelan reclining jok belakang. Sedangkan Vios menawarkan banyak kantong pada kabin depan, seperti di seputar dasbor dan door trim.
Vios : ***
City : ***
Baleno : ****
Performa
Performa menonjol ada pada Toyota All New Vios, akselerasi berlangsung cepat, meski di kecepatan menengah, tak sebaik Honda New Cit. Sementara karakter Suzuki Neo Baleno terasa lebih merata di tiap putaran. Dari bawah hingga atas tak ada perubahan terlalu drastis. Namun untuk jarak 402 m ketiganya berakselerasi dengan waktu hampir sama. Sebagai catatan, ketiga mobil ini sudah menggunakan sistem katup variabel.
Vios : ****
City : ***
Baleno : **
Style
Pada ajang bentuk tampilan, Suzuki Neo Baleno harus mengalah. Pasalnya bodi mobil dengan ukuran lingkar roda 15 inci terlihat sangat bongsor, padahal mesin yang dibopong tergolong medium. Belum lagi tebal bodi membuat tampilan luar jadi lebih tinggi dibanding rival.
Jika berbicara Toyota All New Vios, bentuk depan yang layaknya paruh burung Kakatua membuat tampilan jadi manis. Bukan tanpa sebab di desain seperti ini. Bentuk ini menunjang tingkat keamanan. Bonnet tidak mencederai parah pejalan kaki jika terjadi kecelakaan.
Desain depan All New City benar-benar baru dan terlihat selangkah lebih maju. Seperti lampu yang mengecil di ujung, dan grill sangat rapat dengan lampu. Garis tegas gril juga merapat di ujung dan sedikit terbuka di tengah. Ini untuk ‘menangkap’ angin yang berguna mendinginkan radiator.
Tak cukup hanya depan. Buritan juga berubah. Tutup bagasi lebih kecil dibanding mobil sekelasnya, namun tak lantas mengecilkan ruang bagasi. Justru dengan pendeknya buritan ini, membuat tampilan belakang jadi seksi.
Vios : ***
City : ****
Baleno : **
Kenyamanan
Kelembutan suspensi All New Vios pasti bakal bikin kedua gadis desa ini ketagihan. Uniknya meski lembut, karakter handling tidak terkompensasi. Neo Baleno pun cukup empuk. Sayangnya, jok belakang relatif tegak. Hanya All New City memiliki reclining jok belakang, cukup nyaman menyangga punggung.
Sementara kenyamanan mengemudi pada Honda New City cukup tinggi. Setelan setir tilt dan telescopic dipadu kontur jok terbilang sangat ergonomis. Hanya saja, pelek 16 inci yang dipakai bikin bantingannya terasa lebih keras. Melihat ground clearance, Neo Baleno lebih unggul dengan 165 mm. Sementara New Vios 150 mm dan All New City 160 mm.
Vios : ****
City : ***
Baleno : ***
Fitur
Dibanding ketiga mobil yang dicoba, nyaris sulit untuk untuk diputuskan, terlebih pertarungan Suzuki Neo Baleno dan Honda All New City. Karena keduanya sama-sama memiliki keunggulan. Suzuki Neo Baleno, yang memiliki fitur lipat spion. Jadi ketika parkir atau melewati jalan sempit, spion dapat dilipat tanpa harus turun dari mobil atau mengeluarkan tangan. Belum lagi pantauan suhu luar yang terpampang jelas di layar Multi Information Display (MID).
Keunggulan Honda All New City, yang menempatkan posisi MID terintegrasi dengan spidometer. Tidak terpisah layaknya Suzuki Neo Baleno dan Toyota Vios. Kelengkapan paddle shift juga menjadi nilai tambah bagi pendatang baru di segmen sedan kelas 1.500 cc ini. Sayangnya All New City tak dilengkapi fog lamp.
Jika kelengkapan menjadi pilihan penting, berarti Toyota All New Vios yang harus dipilih. Beragam fitur hadir di mobil ini. Seperti adanya fog lamp kelir merah di buritan atau mudahnya proses start yang hanya tinggal pencet tombol, sedang rivalnya masih harus memutar kunci.
Vios : ****
City : ***
Baleno : ****
Konsumsi BBM
Konsumsi bahan bakar juga tak terpaut jauh di antara ketiganya. Untuk penggunaan dalam kota Jakarta dengan segala kemacetannya, Toyota All New Vios berada di kategori paling hemat, disusul oleh Suzuki Neo Baleno dan Honda All New City di belakangnya. Ketika digunakan pada kecepatan konstan 100 km/jam, terhemat diraih Honda New City, kemudian Toyota Vios dan disusul Neo Baleno. Sementara pada perjalanan luar kota, ketiganya tak terpaut angka terlalu jauh, meski teririt ada pada All New City.
Vios : ****
City : ***
Baleno : **
Harga
Melihat harga retail ketiga sedan 1.500 cc dengan transmisi otomatis ini, posisi terbaik diduduki Toyota All New Vios dengan banderol OTR (On The Road) Jakarta Rp 201,6 juta. Posisi kedua diisi Suzuki Neo Baleno dengan Rp 189,2 juta, lantaran dengan banderol segitu sudah dapat beragam fitur mumpuni macam MID.
Sementara posisi paling bontot diisi Honda All New City i-VTEC, dengan banderol Rp 260 juta (OTR-Jakarta). Pasalnya harga retail All New City yang digelontor PT Honda Prospect Motor kali ini, terbilang tinggi untuk kategori sedan kapasitas kecil. Meski begitu teknologi i-VTEC yang diusungnya, boleh jadi sebagai senjata pamungkas untuk mensejajarkan harga jualnya.
Honda All New City A/T Rp 260 juta
Toyota All New Vios G A/T Rp 201,6 juta
Suzuki Neo Beleno A/T Rp 189,2 juta
Vios : *****
City : ***
Baleno : ****
Kesimpulan
Kehadiran All New City dengan major change membawa angin segar di kelas small sedan. Kita butuh waktu agak lama untuk memahami tampang luar sebelum akhirnya mulai suka. Namun hambatan terbesar adalah pada harganya. Tidak jelas kenapa dijual semahal itu, padahal dikomparasi ini City hanya dominan di sisi desain menarik.
Lewat sisi harga, Neo Baleno sangat menarik. Selain itu akomodasi yang luas dan kemampuannya merambah medan berat paling menonjol.
Toyota All New Vios dijual lebih murah Rp 58,5 juta dari All New City atau jika benar, kabarnya Januari 2009 mendatang naik Rp 20 juta. Dengan harga yang tetap lebih murah(atau harga disubsidi PT TAM?), All New Vios justru dominan disisi kenyamanan, performa, konsumsi BBM hingga fitur. Ini dia small sedan dengan sense of crisis paling baik.
Judul : Komparasi New Vios vs All New City vs Neo Baleno
Sumber : Tabloid Otomotif
Labels: Perbandingan Mobil, Vios
01 Desember 2008
Rahasia Vios Mempertahankan Best Quality IQS Selama 3 Tahun
Meraih prestasi maksimal merupakan kebanggaan sendiri bagi setiap individu ataupun perusahaan. Terlebih dalam hal kepuasan pelanggan, tentu bukan hal mudah untuk bisa dipercaya begitu banyak orang. Sampai prestasi tersebut mampu dipertahankan selama 3 tahun berturut-turut, tentu menjadi kebanggaan luar biasa bagi siapapun. PT. Toyota Astra Motor (JAM) berhasil membuk-tikan saat Toyota Vios berhasil meraih predikat sebagai midsize carterbaik Indonesian Initial Quality Service (IQS) 2008 lalu.
Hal yang dinilai oleh J.D Power dalam kategori IQS sudah pasti segala sesuatu yang berhubungan dengan kualitas, meliputi kualitas design dan kualitas produk itu sendiri. Maka dari itu tim OTOMOTIF membahas poin-poin penilaian mengapa VIOS dianugrahi best quality selama 3 tahun berturut-turut.
MESIN
Mesin 1NZ-FE berkapasitas 1.500 cc VVT-i yang diusung Vios sudah jelas terbukti, durabilitas dari mesin ini selalu menjadi pilihan sebagai mesin operasional yang tahan banting, walaupun dipakai setiap hari, beratus-ratus km, tetap saja mesinnya bandel. Apalagi didukung running cosfyang irittanpa melupakan kenyamanan bagi penumpang dan pengemudinya.
Mesin yang juga dipakai oleh 17 varian lain mobil Toyota ini menghasilkan tenaga 106 dk pada 6.000 rpm, dengan torsi maksimal mencapai 140 Nm pada 4.200 rpm. Dengan tenaga dan torsi sebesar itu, banyak keuntungan yang didapat. Yang pasti mobil semakin nyaman untuk dikendarai.
Teknologi Intelligent Drive by Wire with ETCS-i (Electronic Throttle Control System with Intelligence) mengatur bukaan throttle mesin tak langsung mengikuti injakan pedal gas, tapi disesuaikan dengan kebutuhan mesin dan kondisi lainnya secara elektronik. Hasilnya, akselerasi terasa responsif mulai dari putaran bawah dengan konsumsi bbm yang sangat irit. Saat dites oleh OTOMOTIFd jalan tol dalam kota dan tol Cipularang, konsumsi BBM mencapai 21,2 km/I apabila dipacu dalam kecepatan konstan 80 km/jam.
Tak hanya andal dalam menghemat budget pengeluaran bahan bakar. Terbukti saat berlaga di sirkuit Sentul, melalui Toyota Team Indonesia (TTI), Vios berhasil merajai kelas Fastron-Pertamax Touring Car Championship 2008. Tak salah bila Toyota Vios dinamakan 'Fuel saver And Speedmaker'.
Ditambah lagi fitur Gate Type shift pada versi matik untuk mencegah kesalahan pengoperasian transmisi yang sedang marak beberapa tahun terakhir.
INTEROR
Di segi interior, baris kedua di belakang memiliki lantai yang rata untuk memudahkan penumpangnya. Tidak hanya itu, sejumlah tempat penyimpanan di kabinnya sangat membantu untuk meletakkan barang bawaan. Seperti kompartemen penyimpanan di sisi kiri dan kanan konsol tengah, tempat penyimpanan yang melebar di bawah kemudi. Konsol boks di antara pengemudi dan penumpang depan cukup untuk menyimpan koleksi CD maupun makanan kecil. Empat buah cup holder dan bottle holder di depan menjadi kelebihan tersendiri. Karena dua di antaranya diletakkan persis di bawah kisi-kisi AC yang sekaligus secara otomatis berfungsi sebagai pendingin minuman.
Disisi kualitas produksi bahan yang dipakai untuk interior Vios seperti bahan plastik yang kokoh, jahitan & bahan kursi yang bermutu menempatkan Vios sebagai mobil yang minim keluhan pelanggan dibanding pesaingnya.
EXTERIOR DESIGN
Desain Vios kini juga telah menganut filosofi desain vibrant clarity yang dinamis dan elegan. Tak hanya bagi pengemudi, Toyota juga merancang agar Vios aman bagi pejalan kaki berkat teknologi pedestrian safety. Hal ini dimungkinkan berkat desain kap mesin yang meminimalkan cedera bagi pejalan kaki apabila sampai tertabrak, juga desain nosel wiper yang tidak lagi menonjol di kap mesin agar tidak mencelakakan. Dengan hambatan angin atau coefficient drag Vios hanya sebesar 0,3. Segala desain ini tentu demi sisi aerodinamis mobil compact ini.
Belum lagi dari sisi kualitas, eksteriorVios dinilai mendekati sempurna, assembling standar international Toyota menciptakan panel yang rapat hingga tidak menyisakan rongga, didukung bahan yang tidak cepat rusak, namun juga ringan dan cat anti karat yang menjadi standar mobil mini sedan ini.
DRIVING EXPERIENCE
Berkendara bersamaVIOS menjadikan pengalaman tersendiri, dengan bantingan yang sempurna dan handling yang lincah tak heran bila penilaian dalam hal ini mendekati sempurna. Menggunakan suspensi depan McPherson Strut dengan coil spring yang dilengkapi stabilizer, dan suspensi belakang Torsion Beam juga dengan coil spring. Kenyamanan yang diberikan melebihi ekspektasi kebanyakan orang. Terlebih mobil berbobot 1.050 kg ini sudah dilengkapi dengan teknologi rem dengan antilock brake system (ABS), electronic brake distribution (EBD), dan brake assist(BA). Saat menghadapi kondisi pengereman ekstrem, roda Toyota Vios tidak terkunci sehingga masih bisa dikendalikan dan diarahkan. Ditambah fitur SUPER ECT (electronically Controlled Transmission) untuk versi matik, yang mengontrol kinerja transmisi otomatis secara elektronik membuat pengendalian lebih nyaman dan halus di jalan menurun dan menanjak.
FITUR
Fitur yang ditawarkan Vios juga bisa dibilang berlebih dibanding pesaingnya, terlihat dari satu-satunya mobil Mini sedan yang tidak memakai kunci konvensional, dengan smart enfryyang terintegrasi dengan starter mobil, Pemiliknya cukup mengantongi kunci pintar tersebut dan pencet tombol starter untuk menyalakan mobilnya. Hadirnya lampu HID juga menambah eksklusivitas serta performa penerangan di malam hari.Walau dengan mengaktifkan foglampsaa sudah terasa cukup terang, tapi ketika lampu HID-nya dinyalakan, penerangan ke depan menjadi lebih superior tanpa membahayakan pengemudi lain.
Vios juga dilengkapi MID atau Multi Information Display.Yang menginformasikan segala sesuatu yang berhubungan dengan perjalanan anda, MID dapat memantau konsumsi BBM real time atau rata-rata, jarak perjalanan atau kecepatan rata-rata dari perjalanan anda.
KESIMPULAN
Toyota Vios memang layak mendapatkan predikat IQS 3 kali berturut-turut. Dengan semua fitur kendaraan yang kami bahas diatas, dibandingkan dengan harga mobil Vios yang terjangkau menjadikan Vios sebagai mobil dengan purchase value yang tinggi. Apalagi untuk biaya sehari-hari yang relatif rendah, jaringan bengkel TAM yang tersebar di seluruh Indonesia dengan kualitas pelayanan yang prima Dan juga resale value yang baik di kelasnya, menjadikan Toyota Vios sebagai mobil best value di kelasnya.
Apakah IQS?
Initial Quality Service (IQS) adalah hasil survey dari lembaga riset J.D Power and Associate, mengenai kepuasan pelanggan selama 2 sampai 6 bulan pertama dalam kepemilikan mobil. Yang dihitung antara lain 200 gejala dan masalah dalam dua kategori, yakni kualitas desain dan kualitas produk. Survei komponennya sendiri meliputi: eksterior, interior, pengalaman berkendara, fitur, kontrol/ tampilan, audio dan hiburan/sistem navigasi, tempat duduk, ventilasi pendinginan AC hingga transmisi.
Penilaian dilihat berdasar masalah yang dialami per 100 kendaraan (PP100). Skoryang lebih rendah menunjukan kualitas yang lebih tinggi. Dalam IQS 2008 ini, Toyota Vios mendapat skor terbaik 116 poin dan menggapai posisi pertama segmen entry midsize/midsize car. Di Indonesia penilaian IQS berdasarkan dari 2.857 pemilik mobil yang membeli kendaraannya antara bulan Oktober 2007 sampai Juli 2008. Risetnya sendiri dilakukan dari bulan April hingga September 2008, meliputi 51 jenis mobil dari 13 merek mobil yang beredar di pasaran.
Mengenai JD Power
JD Power ialah salah satu unit bisnis perusahaan The McGraw-Hill Companies yang bergerak pada jasa servis untuk riset kepuasan pelanggan, konsultasi bidang otomotif, teknologi informasi dan keuangan. Berkantor pusat di Westlake Village, California, Amerika Serikat. Untuk di Asia Pasifik, JD Power berkedudukan di Singa-pura, Tokyo dan Cina. Semua hasil riset yang dilakukan JD Power berdasarkan respon dari jutaan konsumen yang diadakan secara teratur. The McGraw-Hill Companies sudah memiliki setidaknya 280 kantor di lebih dari 40 negara.
Sumber : Otomotif
Labels: Vios
24 November 2008
Toyota Vios : Lincah dan Stabil
Sebagai majalah otomotif independent seperti Auto Bild, tak mudah memberikan pujian kepada suatu produk. Terlebih jika produk tersebut belum diuji performa dan kemampuannya.
Kali ini yang mendapat giliran pengujian dari rekan-rekan wartawan Auto Bild adalah Toyota Vios. Bila biasanya yang diuji mobil dengan kondisi baru, maka Toyota Vios yang dicoba adalah yang telah menempuh jarak puluhan ribu kilometer. Maklum, tes kali ini mengambil konsep Long Term Test, yakni metode pengujian kemampuan suatu mobil dalam jangka waktu panjang.
Hasilnya..?
Dari segala macam tes yang dilakukan, tim redaksi Auto Bild menyatakan bahwa kemampuan Toyota Vios di atas rata-rata sedan sekelasnya!
Saat diuji bermanuver dengan melewati beberapa kun ala slalom mini, bodi dan sasis Toyota Vios seakan mengerti kemauan pengemudinya. Sedan berkapasitas 1.500 cc ini tetap stabil meskipun harus diajak meliuk-liuk melewati kun.
Ketika dijajal dengan kecepatan tinggi di jalan bebas hambatan atau tol, bantingan suspensi Toyota Vios terasa lembut. Bahkan bodinya terasa sama sekali tidak limbung. Kabinnya pun diklaim Auto Bild lebih hening.
Satu hal yang menjadikan tim redaksi Auto Bild yakin memacu Toyota Vios dengan kecepatan tinggi adalah fitur safety-nya yang lengkap. Sistem pengeremannya telah menerapkan ABS dan EBD yang terpasang sebagai fitur standar.
Dengan fitur ini roda tak mungkin mengunci dan pembagian kekuatan rem akan disesuaikan dengan cengkeraman yang dimiliki setiap ban. Secara meyakinkan, Toyota Vios memiliki pengendalian dan kestabilan di atas rata-rata. Jadi tak mengherankan pembalap Renaldo P Koesoemo yang menaiki Toyota Vios keluar sebagai jawara di kejuaraan balap nasional bergengsi Indonesian Touring Car Championship.
Bila performa dan kestabilannya telah mendapat pengakuan dari Auto Bild, kini giliran konsumsi BBM-nya. Dalam penggunaannya di segala macam kondisi jalan, tim redaksi Auto Bild dibikin kagum dengan konsumsi BBM-nya yang irit. Bahkan dibandingkan dengan city car pun Toyota Vios tetap unggul.
Tak hanya Auto Bild, konsumen pemakai Toyota Vios juga menyatakan kepuasaannya seperti hasil survey yang disampaikan oleh JD Power Asia Pacific 2008 Indonesia Initial Quality Study (IQS) dari 2006 - 2008. Artinya selama 3 tahun berturut-turut, Toyota Vios selalu berada di puncak kepuasan konsumen.
Pengakuan keunggulan kualitas Vios ini meliputi ekterior, interior, fitur, kenyamanan, dan tentu saja faktor pengalaman berkendaranya. Predikat sebagai sedan Best Value-pun melekat pada Toyota Vios, yang hingga kini masih memimpin di kelas Mini Private Sedan dengan angka penjualan 4.221 unit (Januari - September 2008) atau menguasai pangsa pasar 40,6%.
Sumber : AutoBild
Labels: Vios
21 November 2008
Toyota Vios: Tetap Segar Tanpa Biaya Besar
Tanpa terasa, jarak tempuh mobil tes jangka panjang kami, Toyota Vios, sudah mencapai 10.000 km. Tapi apakah biaya perawatannya menyita biaya besar? Kami buktikan di sini.
Setelah menempuh perjalanan hingga 10.000 km dengan berbagai kondisi jalan, beban dan cuaca, kini saatnya Toyota Vios melakukan servis berkala. Hal ini sesuai rekomendasi Toyota agar pemilik melakukan servis berkala kendaraannya ketika mencapai 1.000 km pertama serta tiap 10.000 km dan kelipatannya.
Tapi kenapa servis berkala ini baru dilakukan tiap 10.000 km? Berkat kemajuan teknologi dan peningkatan kualitas material mesin dan perangkat lainnya, sehingga interval servis bisa makin panjang. Dan pada akhirnya makin memudahkan dan meringankan pemilik dalam melakukan perawatan mobilnya.
Untuk perawatan berkala ini, kami membawa mobil Long Term Test ini ke bengkel resrni Toyota, Auto2000 Cilandak untuk servis pertama, dan Auto2000 Bintaro pada servis kedua. Inilah besarnya biaya perawatan Toyota Vios.
Servis 1.000 km
Sesuai panduan pada buku servis berkala, ada 16 item yang diperiksa. Seperti pemeriksaan oli mesin, V-belt, sistem pendingin mesin serta baterai.
Begitu pula sasis dan bodi yang mencakup sistem rem, power steering, transmisi, suspensi, semua lampu, klakson dan wiper. Tak ketinggalan pemeriksaan kadar emisi gas buang. Namun pada servis berkala yang pertama ini, pemilik tidak dibebani biaya apapun. Terlebih usai servis mobil juga dicuci dan dibersihkan dengan vacuum cleaner.
Servis 10.000 km
Pada servis kedua, kami memanfaatkan fasilitas Express Maintenance yang bisa menghemat waktu. Dengan jumlah pekerjaan yang sama dengan pada servis biasa, pengerjaan dengan Express Maintenance bisa tuntas hanya 1 jam saja. Pemesanan fasilitas ini bisa dilakukan dua hari sebelum servis dilakukan dan tanpa perlu antri.
Sama seperti servis pertama, servis berkala 10.000 km ini juga mengerjakan 16 item. Yang membedakan pada servis kedua ini adalah oli mesin berikut sarin-gannya diganti dengan biaya Rp 205.000 dan Rp 51.000. Begitu pula dengan gasket plug carter seharga Rp 1.500.
Selain pemeriksaan, sistem rem, busi dan filter udara turut dibersihkan. Posisi ban juga dirotasi dan dilakukan balancing. Mobil tes kami membutuhkan penambahan timah ketika balancing dan memakan biaya Rp 67.600. Ketika ditotal, biaya yang harus dikeluarkan hanya Rp 325.100 sudah termasuk PPn. Sementara biaya jasa servis masih gratis.
Usai proses servis, mobil tes ini juga diperiksa kadar emisi gas buangnya. Hasil uji emisi pada servis berkala Vios ini menunjukkan angka 0,07% untuk karbon monoksida (CO), 14,2% untuk karbon dioksida (CO2) dan 113 ppm untuk hidrokarbon (HC). Sementara Air Fuel Ratio (APR) mencapai 15,3:1. Figur itu jauh di bawah regulasi emisi kadar CO maksimum yang diizinkan yakni sebesar 4,5% dan HC maksimum 1.200 ppm.
Sama seperti servis sebelumnya, meski tidak termasuk dalam fasilitas Express Maintenance, mobil tetap dibersihkan baik eksterior maupun interiornya.
Nah, selain konsumsi bbm-nya irit, biaya servis berkala Vios juga begitu terjangkau. Sehingga membuat biaya operasional Vios hingga 10.000 km ini menjadi begitu hemat.
Sumber : Autobild Indonesia
Labels: Test Drive, Vios
06 November 2008
Toyota New Vios : Vios Meraih No 1 Best Quality IQS 2008
Data survei dan riset yang kredible kian menjadi patokan kunci dalam memilih mobil. Misalnya survei tahunan J.D Power Asia Pasific berkedudukan di Singapura. Salah satunya menobatkan Vios sebagai midsize car terbaik Indonesian Initial Quality Study(IQS), tiga tahun berturut-turut 2006-2008! Apa saja keunggulannya sehingga IQS yang dikontrol ketat J.D Power and Associate, lembaga riset otomotif, konsultasi dan keuangan berpusat di California, Amrik, ini bisa diraih Vios?
Poin pertama tentu adalah kualitas. David Magee dalam bukunya 'How Toyota became #1' menyebutkan cara-cara Toyota meningkatkan efisiensi dengan tetap mempertahankan mutu. inilah yang dikenal sebagai Toyota way dengan zero deflect. Artinya dalam Vios terkandung gen terbaik Toyota, dimana kualitas pengerjaan cat, bodi hingga detail lampu sangat sempurna.
Fitur sedan kelas atas bahkan bisa Anda temui di eksterior dan interior Vios. Jangan kaget lampu Xenon HID dengan auto leveling bisa didapat pada varian teratas Vios. Pada buritan sudah dipasang rear fog lamp untuk keselamatan. Interior punya magnet utilitas tinggi dengan Multi Information Display(MID) hingga kontrol audio di setir. Rancangan indikator centre fascia menambahkan kesan clean dari atribut yang tidak perlu. Masih ingat kisah Natan Budiono, instalatur Audio asai Surabaya, Jatim yang sukses menyabet juara dunia lima kali dengan Vios versi Amerika? "Rancangan dasbor sangat ergonomis dan lapang, sehingga efek suaranya bagus," puji Natan yang tinggal di Detroit, AS.
Genetik kehebatan performa Vios diturunkan lewat mesin 1NZ-FE1.500 cc VVT-i. Mesinnya tangguh dan minim perawatan. Lewat mesin yang juga dipakai lebih dari 17 varian Toyota di dunia ini, didapat tenaga 106 dk/6.000 rpm. Sementara torsinya 140 Nm/4.200 rpm. Berdasar test drive OTOMO-77F di tol dalam kota dan Cipularang, Jabar, setiap liter Premium bisa menempuh 21,2 km saat dipanteng 80 km/jam.
Initial Quality Study = KUALITAS PRODUK
"Menyediakan kualitas awal yang baik sangat berdampak positif," terang Rajeev Nair, country manager J.D Power Asia Pasific kala mengumumkan IQS 2008 di Singapura(30/10) lalu. Diikuti total 51 mobil dari 13 merek, survei IQS menganalisa 2-6 bulan pertama dari kepemilikan. Antara lain mengukur 200 gejala dan masalah dalam dua kategori, yakni kualitas desain dan kualitas produk. Survei komponennya sendiri meliputi: eksterior, interior, pengalaman berkendara, fitur, kontrol/tampilan, audio dan hiburan/ sistem navigasi, tempat duduk, ventilasi pendinginan AC hingga transmisi
Penilaian dilihat berdasar masalah yang dialami per 100 kendaraan(PP100) Skor yang lebih rendah menunjukan kualitas yang lebih tinggi. Dalam IQS 2008 mi, Vios mendapat skor terbaik dan menggapai posisi pertama segmen entry midsize/midsize car.
Sumber : Tabloid Otomotif
Labels: Vios